Tuesday, April 10, 2018

Ruby Ring Ep 13 Part 1

Sebelumnya...


Gyeong Min membawa Roo Na ke rumahnya. Roo Na gugup, ia beralasan bahwa itu kali pertama ia menemui orang tua Gyeong Min setelah kecelakaan itu. Roo Na juga membawakan bunga untuk neneknya Gyeong Min.

“Jangan khawatir, mereka akan senang melihatmu. Dia akan terkejut karena sudah lama tidak mendapatkan bunga. Dia bilang, dia belum pernah mendapatkan bunga sejak kakek memberinya bunga forsythias pada musim semi. Kau harus memberinya bunga.” Jawab Gyeong Min.


Di dalam, Nyonya Park dan Nyonya Jo sedang melipat baju bayi yang akan disumbangkan ke panti asuhan. Tuan Bae keluar dari kamar dan bergabung dengan mereka. Nyonya Jo cemas, kalau baju2 itu tidak akan cukup. Nyonya Park pun berkata, kalau mereka harus pergi ke mall untuk membeli tambahan baju sebelum mengunjungi ke panti asuhan.


Bel rumah kemudian berbunyi. Pelayan bilang, Gyeong Min datang bersama ‘Roo Bi’. Tuan Bae terkejut ‘Roo Bi’ datang. Yang ia tahu, ‘Roo Bi’ harusnya datang minggu depan.

Lalu, Gyeong Min dan Roo Na masuk. Tapi nenek bersikap dingin pada Roo Na. Roo Na pun mencoba mengambil hati nenek. Tapi tetap saja, nenek tidak menyukai kehadirannya.

Nyonya Park lantas pergi ke dapur, untuk menyiapkan makan siang. Roo Na pun berusaha mengambil hati ibunya Gyeong Min dengan ikut membantu menyiapkan makan siang.


Di meja makan, Roo Na kembali berusaha mengambil hati nenek. Ia mengambilkan sepotong daging untuk nenek dan menyuruh nenek mencobanya karena rasanya sangat enak.

“Bagaimana kau tahu rasanya enak sementara kau belum mencobanya?” tanya nenek.

“Aku mencobanya saat membantu ibu di dapur.” Jawab Roo Na.

“Samonim, wanita yang cantik ini bekerja sangat keras di dapur.” Ucap pelayan pada nenek.

“Terlepas dari semua uang yang masuk ke dalam dirinya, dia tidak terlihat sebaik dulu. Ada sesuatu yang berbeda dengannya.” Jawab nenek, membuat Roo Na langsung terdiam.

Roo Na pun tak kehilangan akal. Ia menawarkan dirinya untuk ikut ke panti asuhan agar bisa lebih dekat dengan keluarga Gyeong Min. Tapi nenek Gyeong Min melarangnya. Nenek bilang, Roo Na bukanlah bagian dari keluarganya jadi Roo Na tak perlu ikut. Roo Na pun kesal setengah mati.


“Kurasa nenekmu tidak bisa menerimaku. Padahal dia tidak seperti ini sebelumnya.” Ucap Roo Na sembari naik ke lantai atas bersama Gyeong Min.

“Itu karena dia belum terlalu mengenalmu. Aku yakin, dia akan menyukaimu seiring berjalannya waktu.” Jawab Gyeong Min, berusaha menenangkan Roo Na.

Roo Na lalu menanyakan dimana kamar Gyeong Min. Ia mengaku, ingin melihat kamar Gyeong Min.

“Kau sudah pernah melihatnya saat terakhir kesini.” Jawab Gyeong Min.

“Oh, benar. Aku lupa. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Aku bodoh.” Ucap Roo Na.

“Tidak apa-apa. Itu normal karena kau baru saja mengalami kecelakaan yang mengerikan, jadi kau sedikit bingung.” Jawab Gyeong Min.


Roo Na pun berusaha menebak dimana kamar Gyeong Min, ia pun terkejut mengetahui tebakannya salah. Sementara Gyeong Min tampak menatap Roo Na dengan heran. Tak ingin Gyeong Min curiga, Roo Na pun berkata kalau ia hanya bercanda saja. Gyeong Min bilang, kalau ‘Roo Bi’ tidak seperti Roo Bi yang dulu karena Roo Bi tidak pernah bersikap konyol seperti itu sebelumnya. Gyeong Min lantas membawa Roo Na ke kamarnya.


Di kamar Gyeong Min, Roo Na membuka laci Gyeong Min dan menemukan syal hijau yang merupakan hadiah dari Roo Bi untuk Gyeong Min. Gyeong Min pun terkejut karena Roo Na tidak mengenali syal itu. Roo Na berkata, selera Gyeong Min sangat aneh karena menyimpan syal jelek itu.


Menyadari syal itu, syal kenangan Gyeong Min dan Roo Bi, Roo Na pun langsung berkata kalau ia hanya bercanda. Sambil memeluk Gyeong Min, ia mengaku tidak mungkin dirinya tidak ingat syal itu karena syal itu sangat berarti bagi mereka.

Suara Nyonya Park kemudian terdengar, yang memanggil ‘Roo Bi’ karena nenek ingin bicara dengan ‘Roo Bi’.


Roo Na nampak tegang berhadapan dengan nenek Gyeong Min. Nenek Gyeong Min mengaku, ada banyak yang ingin ia katakan pada ‘Roo Bi’ dan ia akan berusaha mempersingkat kata-katanya.


Diluar, Gyeong Min cemas. Ia takut neneknya menyuruh ‘Roo Bi’ membatalkan pernikahan mereka.


Roo Na terkejut saat nenek bilang ingin pernikahan Roo Bi dan Gyeong Min dibatalkan. Nenek mengaku, ia punya feeling tak enak pada Roo Bi yang sekarang. Nenek bilang, saat pertama kali ia bertemu dengan Roo Bi, ia tahu Roo Bi adalah gadis terbaik untuk Gyeong Min tapi sekarang, berbeda. Nenek mengatakan, ada sesuatu yang aneh dengan Roo Bi yang sekarang.

Roo Na berusaha menjelaskan, kalau itu karena lukanya. Tapi nenek bilang, bukan karena luka. Nenek berkata, ada aura berbeda dari Roo Bi yang sekarang. Roo Bi yang sekarang tidak lagi hangat seperti dulu.

Tak mau kehilangan kekayaan keluarga Gyeong Min yang sudah di depan mata, Roo Na pun mengancam akan membuat Gyeong Min meninggalkan keluarga itu. Nenek sontak terkejut. Roo Na bilang, ia dan Gyeong Min akan menikah dan hidup jauh dari keluarga Gyeong Min.


Diluar, Roo Na mengadu pada Gyeong Min soal nenek yang ingin pernikahan mereka dibatalkan. Gyeong Min pun meyakinkan Roo Na, kalau ia akan tetap menikahi Roo Na dengan restu nenek. Roo Na pun semakin menekan Gyeong Min dengan pura-pura mengatakan, kalau apa yang dikatakan nenek Gyeong Min benar.

“Roo Bi-ya, kau akan menikah denganku, bukan dengan nenek.” Ucap Gyeong Min.

Gyeong Min lantas ingin memeluk Roo Na, tapi Roo Na menolak. Setelah Gyeong Min meyakinkan dirinya kalau nenek akan memberikan restu pada mereka, barulah Roo Na mau dipeluk Gyeong Min. Roo Na pura-pura terluka, ia berkata kata-kata nenek melukai harga dirinya dan ia marah karena nenek tidak bisa menerimanya sebagai calon pendamping Gyeong Min.


Di kamar, nenek bicara pada Nyonya Park. Nenek bilang, ia punya firasat tak enak pada ‘Roo Bi’. Nyonya Park pun berusaha meyakinkan nenek kalau Roo Bi gadis yang baik. Nyonya Park juga berkata, akan mengajari Roo Bi kalau Roo Bi membuat kesalahan. Tapi nenek bilang, masalahnya bukan itu. Nenek juga tampak bingung menjelaskan semuanya.


Di kamarnya, Roo Na duduk di depan meja riasnya dan memikirkan kata-kata nenek tentang dirinya yang berbeda dari Roo Bi yang dulu. Roo Na kemudian menatap pantulan wajahnya di cermin dengan wajah kesal.


Roo Na yang kesal, lalu pergi ke rumah sakit. Ia menemui Roo Bi yang masih terbaring koma dan berteriak pada Roo Bi.

“Apa kau sengaja melakukan ini? Apa kau berusaha mengacaukan rencanaku karena kau koma sementara aku bahagia dan sehat? Aku memintamu memberiku kesempatan! Kenapa kau tidak membiarkan diriku menjadi Jeong Roo Bi! Aku berusaha keras menjadi dirimu! Aku berusaha keras! Roo Bi yang manis, Roo Bi yang pintar! Katakan padaku, berapa banyak lagi yang harus kulakukan untuk menjadi Roo Bi yang sesungguhnya! Jangan hanya berbaring saja! Katakan padaku!” teriak Roo Na sambil mengguncang-guncangkan tubuh Roo Bi.


Lalu, Roo Na mulai gelap mata. Ia berusaha mencekik Roo Bi agar bisa menjadi satu-satunya Jeong Roo Bi.
 
Roo Bi pun tampak menangis.

No comments:

Post a Comment