Thursday, May 24, 2018

Ruby Ring Ep 27 Part 1

Sebelumnya...


Kesal mendengar omongan Eun Ji yang menyebut wajah mereka tertukar, Roo Na pun menimpuk Eun Ji dengan majalahnya. Roo Na tidak peduli meskipun Eun Ji sudah menjelaskan, bahwa ia hanya bercanda.

Roo Na menyuruh Eun Ji belajar lagi, supaya Eun Ji tidak asal bicara.

“Apa kau ingin menjadi model homeshopping murahan selama sisa hidupmu!” sentak Roo Na, lalu pergi meninggalkan mereka.


Eun Ji pun tersinggung Roo Na menyebutnya murahan. Roo Bi mendekati Eun Ji dan meminta Eun Ji memaafkan Roo Na. Mendengar itu, Eun Ji semakin marah.

“Kau bodoh atau tolol? Bukan aku yang seharusnya sadar, tapi kau! Jeong Roo Na yang kukenal, mungkin memang jahat tapi untuk teman-temannya, dia akan pasang badan! Bagaimana dengan mimpi besarmu menjadi reporter terkenal? Atau jiwa Jeong Roo Bi masuk ke dalam badanmu saat kau koma?” ucap Eun Ji.


Roo Na memikirkan kata-kata Eun Ji di toilet.

“Dia benar, Jeong Roo Bi yang asli tidak begini.” Ucapnya, lalu menghela nafas dan menatap pantulan dirinya di cermin.


Dongpal yang sedang memasak, menerima sebuah pesan dari Nyonya Kim. Ia pun menghela nafas setelah membaca pesan Nyonya Kim.

Chorim kemudian datang, mengambil makanan pesenan pelanggan.

Seseorang menghubungi restoran, mencari Dongpal. Gilja pun menyuruh Chorim memanggil Dongpal. Dongpal langsung keluar dari dapur dan menjawab teleponnya.

“Aku minta maaf, aku agak sibuk belakangan ini. Aku akan menghubungimu lagi nanti.” Ucap Dongpal.

Dongpal lantas menutup teleponnya dan kembali ke dapur.


Begitu Dongpal kembali ke dapur, Chorim pun mendekati Gilja.

“Siapa itu?” tanya Chorim.

“Aku tidak tahu, tapi seorang wanita.” Jawab Gilja.

Chorim kesal mendengarnya.


Di dapur, Dongpal bingung memikirkan cara mendapatkan uang sebanyak 20 ribu dollar dalam waktu dekat.

Tak lama kemudian, Chorim pun datang. Chorim penasaran, siapa wanita yang menghubungi Dongpal.

“Kenapa kau penasaran dengan telepon orang lain?” tanya Dongpal.

“Itu karena kita berdua cukup dekat.” Jawab Chorim.


Dongpal pun tertawa mendengarnya, Cukup dekat?

“Jadi kita tidak dekat?” tanya Chorim.

“Tentu saja tidak.” Jawab Dongpal.

“Tidak?” tanya Chorim kesal.

“Bagiku, cukup dekat berarti dua orang yang berbagi keintiman...”

“Keintiman apa?” tanya Chorim.

“Dua orang itu, setidaknya harus mencintai dengan sangat intim atau setuju untuk berkencan terang-terangan. Dalam kasus ini, kita tidak dekat.” Jawab Dongpal.

Dongpal lalu menunjuk2 Chorim dan menegaskan berkali-kali kalau mereka hanya berteman.

Kesal, Chorim pun menggigit jari Dongpal.


Nenek memanggil Se Ra yang sudah mau berangkat kerja. Nenek menagih janji Se Ra yang mau mengajaknya makan diluar. Nenek mengajak Se Ra makan malam diluar malam ini. Se Ra setuju.


Setelah Se Ra pergi, nenek langsung menghubungi In Soo.


In Soo datang lebih dulu daripada Se Ra. Nenek langsung menyambut In Soo begitu In Soo datang. In Soo pun penasaran, ia bertanya kenapa nenek ingin bertemu dengannya. Bukan menjawab, nenek malah bertanya apa In Soo sudah punya pacar.

Lalu, Se Ra pun datang dan ia terkejut melihat In Soo.

“Jadi kalian sudah saling kenal?” tanya nenek.

“Tentu saja, dia bekerja untukku.” Jawab Se Ra.

Nenek pun tambah senang. Lalu, nenek menunjukkan hasil ramalan temannya soal In Soo. Nenek berkata, bahwa temannya yang pandai meramal itu mengatakan, ia tidak akan bisa menemukan orang yang lebih baik selain In Soo dan Se Ra.

“Jadi ini sebabnya nenek menanyakan tanggal lahirku?” tanya In Soo.

“Jadi kau memberitahu nenekku tanggal lahirmu? Pria macam apa yang memberikan tanggal lahirnya pada orang lain.” Sewot Se Ra.

Nenek lantas menanyakan latar belakang In Soo. In Soo yang sadar,  nenek mau menjodohkannya dengan Se Ra pun langsung mengatakan bahwa ia sudah punya pacar. Nenek langsung kecewa mendengarnya.

In Soo juga bilang, bahwa ia dan pacarnya sudah cukup lama pacaran. Setelah mengatakan itu, In Soo pun beranjak pergi.


Begitu In Soo pergi, Se Ra protes pada neneknya tapi nenek malah memarahinya dan menyuruhnya bersikap agresif seperti Gyeong Min agar bisa mendapatkan pacar. Se Ra pun membalas ucapan neneknya dengan berkata, akan membawa 100 pria yang lebih baik dari In Soo.


Sekarang, kita melihat Se Ra yang sudah berada di ruangannya. Ia berlari di atas treadmill sambil mengumpat soal In Soo.

Lalu Gyeong Min datang dan Se Ra pun langsung mengajukan pertanyaan soal dirinya.

“Apa aku tidak menarik sebagai wanita? Tidak ada pria yang mau denganku.” Ucap Se Ra.

“Pertama, kau terlampau mandiri. Kedua, kau sangat sukses, itu menjengkelkan. Ketiga, kau tidak punya kehangatan.” Jawab Gyeong Min.

Se Ra pun kesal mendengarnya, dan tambah kesal saat Gyeong Min mengatakan satu lagi kekurangan Se Ra. Se Ra tidak seksi.

Se Ra membalas, ia bilang dia masih lebih baik ketimbang Gyeong Min yang sudah terlihat tua dibanding usia Gyeong Min.

Gyeong Min pun tertawa melihat Se Ra yang ngambek. Gyeong Min lalu menggoda Se Ra, ia berkata, bahwa Se Ra terlihat cantik saat sedang marah. Mereka pun akhirnya tertawa.


Di restoran, Dongpal masih memikirkan soal tagihan sewa rumahnya. Ia bahkan menghela nafas berkali-kali. Soyeong yang mendengar helaan nafas Dongpal pun menyuruh Dongpal berhenti menghela nafas.

“Aku sedang kesakitan, jariku sakit.” Ucap Dongpal sambil menunjukkan jarinya yang sakit karena digigit Chorim.

“Yang kau katakan padanya itu mengerikan. Sesuatu sudah terjadi diantara kalian tapi kau berpura-pura tidak terjadi apa-apa.” Jawab Soyeong.


Lalu, Chorim datang membawakan obat untuk jari Dongpal. Dongpal pun menyuruh Chorim memasangkan obat ke jarinya, tapi Chorim menolak dengan alasan mereka tidak cukup dekat.

“Ngomong-ngomong, dimana Nyonya Yoo?” tanya Dongpal.

“Dia pergi dengan Roo Bi. Roo Bi mengajaknya belanja.” Jawab Soyeong.


“Gilja beruntung sekali, belanja dan makan di restoran mewah.” Ucap Chorim.

“Jika kau ingin seperti dia, maka milikilah anak seperti Roo Bi.” Jawab Soyeong.

“Jika aku menikah sekarang dan punya anak perempuan, aku akan berusia 70 tahun saat dia mencapai usia Roo Bi. Bagaimana kalau kau saja yang mencari pria kaya dan memanjakanku?” ucap Chorim.

“Eonni, kau tahu mimpiku semalam? Seorang pria tampan yang terlihat seperti bintang film, datang menemuiku, memakai jas bagus dan membawa koper. Ternyata dia pengacara orang tua kandungku. Dia datang untuk membahas warisan tanah orang tua kandungku.” Jawab Soyeong.

Chorim pun tertawa mendengar cerita Soyeong. Soyeong lalu menyuruh Chorim memperlakukannya dengan baik.

Setelah itu, Soyeong minta pendapat Dongpal, tapi Dongpal diam saja.

“Oppa!” teriak Soyeong, menyadarkan Dongpal yang sedang melamun.


“Dongpal, ada apa denganmu belakangan ini?” tanya Chorim.

“Chorim, bisakah kau berhenti mengejekku?” sewot Dongpal.

Chorim pun kesal, mereka lantas adu mulut dan Dongpal yang malas meladeni Chorim pun beranjak pergi.


Teman Dongpal  terbangun dari tidurnya karena seekor lalat. Lalu Dongpal pulang dan langsung kesal melihat temannya itu hanya tiduran saja.

“Aku punya rencana bisnis.” Ucap temannya itu. Dongpal pun menghela nafas. Temannya itu, langsung menebak kalau Dongpal ada masalah dengan wanita. Dongpal pun tambah kesal.

Temannya itu lalu meminta uang belanja.

“Meski tidak ada wanita disini, setidaknya kau harus punya kimchi.” Ucap temannya.


Roo Na menghabiskan waktu dengan ibunya seharian. Gilja senang, Roo Na mengajaknya belanja dan makan di restoran mewah. Roo Na juga mengajaknya ke spa.

Tapi ternyata, Roo Na punya tujuan lain dibalik sikap manisnya pada sang ibu.

“Eomma, apa yang harus kita lakukan pada Roo Na? Tidakkah seharusnya dia menikah dengan Na PD?” tanya Roo Na.

“Aku menyukainya tapi Roo Na tidak 100 % menyukainya.” Jawab Gilja.

“Itulah kenapa kau harus memaksanya. Mereka selalu bersama belakangan ini. Setelah menikah, mereka akan hidup bersama dan mungkin ingatannya akan kembali. Eomma, bagaimana kalau kita kehilangan dia? Kalau kita kehilangan dia, siapa lagi yang akan menikahi Roo Na?” ucap Roo Na.

“Baiklah, aku akan memikirkan kata-katamu.” Jawab Gilja.

“Jika ini soal uang, tidak perlu cemas. Aku yang akan membayarnya.” Ucap Roo Na.

“Baiklah.” Jawab Gilja.

Roo Na juga menyuruh Gilja bicara langsung pada In Soo. Gilja mengangguk.


Roo Na pun senang Gilja setuju dengan rencananya. Lalu, ia berkata dalam hatinya, bahwa In Soo tidak akan bisa lagi mengganggunya jika ia menjadi kakak ipar In Soo. Jika In Soo masih mengganggunya, maka In Soo juga akan disalahkan.

No comments:

Post a Comment