Thursday, May 24, 2018

Ruby Ring Ep 29

Sebelumnya...

Kesalahpahaman itu akhirnya berakhir, namun.... Chorim terluka.


Setibanya di rumah, Chorim langsung membahas soal pernikahan dengan Gilja. Gilja pun berkata, yang ia bicarakan tentang pernikahan Roo Na. Gilja lalu tertawa. Melihat Gilja tertawa, Chorim tambah luka. Merasa tak enak, Gilja pun menyuruh Chorim menikah juga. Tapi Chorim yang terlanjur kecewa, tidak mau lagi membicarakan hal itu dan beranjak masuk ke kamarnya. 


Soyeong menyusul Chorim ke kamar. Melihat Chorim menangis, Soyeong ikutan sedih.


Di kantor, Roo Na stress memikirkan soal In Soo. Seokho mendekati Roo Na, menanyakan soal In Soo. Tapi baru mulai bertanya, Roo Na langsung pergi dengan wajah kesal.


Di restoran, Dongpal mencari Chorim. Soyeong berkata, kalau Chorim sakit. Soyeong juga minta Dongpal memperlakukan Chorim dengan baik.

Dongpal pun bingung, “Apa yang sudah kulakukan?”


Roo Na sengaja mampir ke restoran, ia datang untuk mengajak ibunya bicara. Roo Na mengajak sang ibu bicara di tempat lain. Gilja awalnya menolak, karena Chorim sakit dan tidak ada yang membantu Soyeong. Tapi Roo Na memaksa. Roo Na bilang, mau membicarakan sesuatu yang penting.

Dan... mereka bicara di sebuah kafe.

DEG!

Gilja terkejut mendengar penyuapan yang dilakukan In Soo. Roo Na pun memberikan jalan keluar untuk In Soo. Roo Na ingin pernikahan In Soo dan Roo Bi segera dilaksanakan. Roo Na berkata, itulah satu-satunya cara menyelamatkan In Soo dan Roo Na. Dengan pernikahan itu, Tuan Bae dan Gyeong Min bisa membantu In Soo.

“Kau tahu kan seberapa seriusnya masalah ini?” ucap Roo Na, menakut-nakuti Gilja. Roo Na juga bilang, kalau In Soo dipecat maka Roo Bi juga akan dipecat.
Gilja pun tambah stress.  Roo Na lalu bertanya, apa sang ibu sudah menemui In Soo.

“Aku sudah menemuinya. Dia bilang, akan memikirkannya.” Jawab Gilja.


In Soo akhirnya menemui Roo Na. Roo Na yang baru turun dari mobilnya pun terkejut melihat In Soo yang keluar dari rumah Gyeong Min.

“Menurutmu, kenapa aku ada disini, Jeong Roo Na?” tanya In Soo.

“Kau semakin gila.” Jawab Roo Na kesal.

“Sebelum aku melakukan hal yang lebih gila, kenapa tidak bicara saja?” ucap In Soo.


Mereka pun singgah ke kafe.

“Ini perbuatanmu, kan? Kau lah yang berusaha membuatku menikahi Roo Bi dan kau juga yang menjebakku.” Ucap In Soo.

“Kau punya bukti?” tanya Roo Na.

“Benar, bukti sangat penting. Tidak ada bukti, maka tidak ada seorang pun yang percaya denganmu.” Jawab In Soo.


In Soo lantas menunjukkan ponselnya pada Roo Na.

“Disini ada video, yang dapat menjatuhkanmu dalam satu gerakan.” Ucap In Soo.


Awalnya Roo Na tidak percaya. Tapi setelah melihat isi video itu, ia terkejut dan langsung menghancurkan ponsel In Soo.


In Soo tertawa. In Soo bilang, dia masih memiliki copy-an yang lain. In Soo pun memberikan Roo Na waktu 24 jam untuk membersihkan namanya. Jika tidak, bukan hanya Gyeong Min yang akan melihat video itu, tapi semua orang di JM.


Roo Na pun menangis dan meminta In Soo menyelamatkannya. Tapi In Soo tidak percaya. Roo Na juga berkata, dia bersedia mati jika In Soo menyuruhnya mati dan dia akan berlutut jika In Soo menyurunya berlutut.

“Na In Soo yang dulu sudah mati. Jeong Roo Na, kau yang membunuhnya!”

“Itulah kenapa kau melakukan ini padaku? Itulah kenapa kau coba membunuhku?” tanya Roo Na.

“Membunuh?” tanya In Soo, lalu In Soo tertawa.


“Bunuh saja aku! Jika kau terus seperti ini, bunuh saja aku!”

“Kau, bahkan tidak layak untuk dibunuh.” Jawab In Soo.

“Kau melakukan ini karena masih mencintaiku?” tanya Roo Na.

“Jangan percaya cinta. Cinta adalah kebodohan. Itulah yang selalu kau katakan, Jeong Roo Na.” Jawab In Soo.

In Soo lantas pergi.


“In Soo-ssi, In Soo-ssi, Chagi-ya!” bujuk Roo Na. Tapi In Soo tak peduli dan beranjak pergi meninggalkan Roo Na.

Roo Na kalut. Tak ingin videonya tersebar, ia pun langsung menghubungi Yeonho.


Tuan Bae ketiduran saat tengah menonton sinetron bersama istri dan neneknya, serta Geum Hee. Ia baru terbangun saat sinetronnya sudah habis.

“Bagaimana? Apa pasangan kekasih itu akhirnya bersatu?” tanya Tuan Bae, membuat Nyonya Park dan nenek tertawa.

Nenek lalu pergi tidur karena sinetronnya sudah habis.


Chorim menghubungi Geum Hee. Singkat cerita, dia mengakui dirinya sebagai kekasih Dongpal. Geum Hee tertawa dan meminta Chorim berhenti berhalusinasi. Chorim lantas mengajak Geum Hee bertemu, tapi Geum Hee menolak. Geum Hee juga menyebut Chorim sbg ayam sabung. Chorim marah dan Geum Hee pun memutuskan panggilannya.


Di kamar mandinya, Roo Na terus mencoba menghubungi Yeonho, tapi ponsel Yeonho tak aktif.

“Eotteokaji?” ucap Roo Na bingung.


Roo Na lantas mengguyur dirinya dengan air.

“Aku ingin membunuhnya. Aku ingin membunuhnya.” Ucapnya.


Sekarang, Roo Na kembali berada di ruangan gelap itu. Ia mengaku, seandainya bisa, ia ingin membunuh In Soo. Ia juga berkata, bahwa dirinya adalah wanita yang akan melakukan segala cara untuk memenuhi ambisinya.

“Aku membunuh Na In Soo? Dia mati karena aku? Aku tidak berpikir begitu. Aku hanya mencoba melindungi diriku. Semua orang, secara naluriah, berusaha melindungi diri mereka.” Ucap Roo Na.


Dongpal tengah menghitung uangnya. Teman Dongpal pun penasaran, apa yang sedang dihitung Dongpal. Ia berkali-kali mengganggu Dongpal, sehingga membuat Dongpal merasa terganggu dan berteriak kesal.

“Uang! Uang! Uang! Semua itu karena uang! Kenapa kau tidak pergi keluar dan berusaha mencari uang? Biar kuperjelas, kau hanya bisa tinggal selama dua bulan. Aku tidak bisa membiarkanmu tinggal lebih lama karena harga sewanya naik 20 ribu dollar.” Jawab Dongpal.

“Meskipun langit jatuh, pasti ada jalan keluar. Jangan cemas. Itu hanya 20 ribu dollar. Aku akan mendapatkannya untukmu.” Ucap teman Dongpal.

“Jangan pernah menipu orang lagi!” jawab Dongpal.

“Biar kukatakan. Kau membuatku terkesan No Dongpal.  Kau masih memilikinya.” Ucap teman Dongpal.

“Kau ini bicara apa?” tanya Dongpal.

“Bukan hanya satu, tapi dua wanita datang dengan lauk buatan sendiri.” Jawab teman Dongpal, membuat Dongpal kaget.

Gilja menghela nafas memikirkan masalah In Soo. Ia tidak mengerti bagaimana bisa In Soo terlibat skandal penyuapan. Gilja juga resah memikirkan soal kesalahpahamnya dengan Chorim.


Roo Na tak bisa tidur karena ancaman In Soo. Ia lalu meraih ponselnya, pergi keluar dan menghubungi Yeonho tapi Yeonho masih tak bisa dihubungi.

Gyeong Min menyusul Roo Na keluar. Ia penasaran, siapa yang dihubungi Roo Na tengah malam seperti itu. Roo Na pun berbohong, bahwa ia mencemaskan Roo Bi dan mengajak Gyeong Min tidur lagi.


Besoknya, In Soo kembali dipanggil ke kantor audit. Kantor audit memaksa In Soo mengakui skandal penyuapan dan pelecehan itu. In Soo marah dan menyangkal tudingan itu. Tim audit pun mengancam akan memanggil polisi. In Soo tak takut dan malah menyuruh tim audit melibatkan polisi.

“Bagaimana bisa, kalian menyimpulkan aku melakukan pelecehan seksual dan penyuapan? Inikah hal terbaik yang bisa dilakukan kantor audit!” protesnya.

Tim audit marah. Lalu In Soo berkata, di penghujung hari ini, akan terungkap bahwa dia tidak bersalah.


Di ruangannya, Roo Na masih berusaha menghubungi Yeonho, tapi lagi2 Yeonho tak bisa dihubungi.

Tak lama kemudian, ponsel Roo Na berdering. Sebuah pesan masuk, dari In Soo.

“Aku sudah menyiapkan semuanya. Kau hanya punya waktu 5 jam lagi.”


Roo Na pun panic dan kembali menghubungi seseorang. Tapi kali ini, Eun Ji lah yang dihubunginya.


Roo Na menyuruh Eun Ji menghubungi Yeonho, tapi Yeonho tetap saja tak bisa dihubungi. Roo Na lantas mengajak Eun Ji ke rumah Yeonho. Tapi Yeonho tak ada di rumahnya. Eun Ji pun menghubungi Yeonho lagi sesuai permintaan Roo Na, tapi Yeonho masih tak bisa dihubungi.


Tak tahu lagi harus bagaimana, Roo Na akhirnya mendatangi kantor audit. Ia meminta tim audit mencari bukti bahwa In Soo tidak bersalah. Roo Na juga menjanjikan posisi yang bagus untuk Kepala Tim jika mereka berhasil menemukan bukti yang menyatakan In Soo tidak bersalah. Tapi Kepala Tim menolak. Kepala Tim berkata, apa yang dia lakukan, semuanya demi kebaikan JM.


Keluar dari kantor audit, Roo Na pergi ke toilet. Ia kembali mendapatkan pesan dari In Soo, bahwa waktunya tinggal 3 jam lagi.

Roo Na kembali menghubungi Yeonho, tapi hasilnya nihil.


Ponsel Roo Na berdering. Telepon dari Se Ra, yang mengingatkannya soal meeting mereka. Se Ra berkata, semua orang sudah menunggu Roo Na.

“Aku akan segera kesana.” Jawab Roo Na.

Saat mau pergi, tanpa sengaja Roo Na menjatuhkan isi tasnya. Roo Na benar-benar stress.


Di apartemennya, In Soo masih menunggu kabar Roo Na. Karena tak kunjung ada kabar dari Roo Na, In Soo pun bersiap menyebarkan video itu.


Sepanjang rapat, Roo Na tak bisa konsentrasi. Pikirannya makin kacau setelah membaca sms In Soo bahwa waktunya tinggal 1 jam lagi. Panic, Roo Na pun langsung meninggalkan ruang rapat dan menghubungi Eun Ji.

Waktu Roo Na tinggal 10 menit lagi.. Tepat saat itu, Yeonho menghubungi Roo Na.


Mereka pun bertemu di tepi Sungai Han. Yeonho mengaku, ia sengaja menghilang karena kantor audit tengah mencarinya. Roo Na lantas menyuruh Yeonho menyerahkan diri. Tapi Yeonho menolak. Yeonho baru mau menuruti permintaan Roo Na, setelah Roo Na berjanji akan mengirimkan uang padanya.


Di restoran, Dongpal berusaha menghubungi Chorim, tapi Chorim tak mau menjawab panggilannya.

Dongpal lantas menanyakan Chorim pada Soyeong. Soyeong pun menyuruh Dongpal mencari tahu sendiri.


Yeonho yang sedang menuju kantor audit, bertemu Eun Ji. Eun Ji mengajak Yeonho minum kopi. Awalnya, Yeonho menolak. Tapi Eun Ji memaksa dan berjanji mereka hanya bicara lima menit saja. Yeonho pun setuju.

Roo Na melihat Yeonho pergi dengan Eun Ji. Tepat saat itu, ia kembali menerima SMS dari In Soo, yang mengatakan waktunya tinggal 20 menit lagi.


In Soo sudah bersiap dengan video Roo Na. Ponselnya kemudian berdering. Telepon dari Roo Na yang meminta tambahan waktu 10 menit. Tapi In Soo tidak mau dan memutuskan panggilannya begitu saja.


Panic, Roo Na langsung menghubungi Yeonho. Tepat saat itu, Roo Bi muncul di hadapan Roo Na.

“Kenapa kau mencari Goo Yeonho? Kau tahu kan dia orang yang menjebak In Soo?” ucap Roo Bi curiga.


Roo Na pun berbohong, ia pura-pura tidak tahu. Lalu, Yeonho menelponnya. Sambil berbisik, Roo Na menyuruh Yeonho menyerahkan diri.

Setelah itu, Roo Na beranjak pergi meninggalkan Roo Bi.

Roo Bi pun menatap Roo Na dengan tatapan curiga.

No comments:

Post a Comment