Thursday, November 10, 2016

I Have a Lover Ep 28 Part 2

Sebelumnya...


Hae Gang heran sendiri dengan reaksi Jin Eon. Jin Eon mengaku bahwa itu kali pertama ia mendengarnya dari mulut Hae Gang.

“Aku tidak pernah mengatakannya sekalipun?” tanya Hae Gang kaget.

“Ya.” jawab Jin Eon.

“Saat kita berkencan?”  tanya Hae Gang.

“Ya.” jawab Jin Eon.


“Setelah kita menikah?” tanya Hae Gang.

“Ya.” jawab Jin Eon.

“Kenapa kau hidup denganku?” tanya Hae Gang.

“Supaya aku bisa mendengar kata-kata itu... Untuk mendengar kau mencintaiku...” jawab Jin Eon berkaca2.


Hae Gang pun mendekati Jin Eon. Dipegangnya wajah Jin Eon. Dengan lembut, ia berbisik, Aku mencintaimu.

Jin Eon terharu mendengarnya. Hae Gang tersenyum, kemudian mencium Jin Eon.


Di ruangannya, Tae Seok sedang menertawakan Jin Eon yang memutuskan berhenti mengejarnya untuk melindungi Hae Gang. Produser Kim berkata, bahwa Jin Eon memang harus melupakannya karena meskipun ia mengungkap kepada dunia, semua orang bisa hancur.

Tae Seok berkata bahwa mereka masih belum bisa bernafas lega karena Yong Gi masih hidup dan berada di sisi Jin Eon. Produser Kim mengingatkan Tae Seok tentang bahaya yang akan mereka hadapi kalau mereka bertindak sekarang. Tae Seok pun mengaku kalau ia akan membuat Jin Eon yang mengambil tindakan.

“Ada video dan jurnal milik Kim Sun Yong yang disembunyikan Dokgo Yong Gi. Aku akan membuat adik ipar menyerahkannya kepadaku. Setelah aku mendapatkannya, maka aku mungkin bisa bernafas dengan lega.” Ucap Tae Seok.

“Selama mereka bersaudara, Dokgo Yong Gi tidak akan bisa menggunakannya dengan mudah karena itu akan berakibat pada kakaknya.” Jawab Produser Kim.

“Itu benar sekali. Kita harus membuat supaya adiknya tidak akan menyakiti kakaknya. Mari kita beritahu adik ipar untuk menghalangi pertemuan kedua saudara itu. Kita hanya akan minum saja.” Ucap Tae Seok.


Yong Gi tiba di kantor Seok. Ia masuk ke kantor Seok dengan wajah cemberut. Tangannya mendekap sebuah amplop berwarna kuning.

“Dia benar-benar tidak ada di sini?” tanya Yong Gi.

“Dia sudah pergi dari tadi, duduklah.” Jawab Seok.

“Baguslah kalau begitu. Aku datang kesini karena kau bilang dia tidak ada di sini, aku datang bukan untuk bertemu dengannya.” Ucap Yong Gi.

“Dia adalah kakakmu, kakak kandungmu.” Jawab Seok.

“Kakak kandungku yang menyebabkan kematian ayahnya Woo Joo.” Ucap Yong Gi.


“Dia sendiri hampir mati dua kali. Tidak seorangpun yang tahu. Belum terlambat untuk marah setelah kebenaran terungkap. Sebelum itu, aku ingin kalian berdua menghabiskan waktu bersama-sama Dengan kehangatan (On Gi) dan keberanian (Yong Gi). Mengerti?” jawab Seok.

“Ini dikirimkan kepadaku dari Cina. Apa kau ingin melihatnya?” ucap Yong Gi sambil menyerahkan amplop itu.

Seok buru2 membuka amplop itu. Ia menemukan sebuah USB dan dokumen di dalamnya. Yong Gi menyuruh Seok untuk cepat2 melihat dokumen dan USB itu agar ia bisa segera pulang untuk menemani Woo Joo.


Di kamarnya, Hae Gang sedang melihat album tahunan Seok. Tiba2 ponselnya berdering. Hae Gang terkejut mengetahui Presdir Choi lah yang menghubunginya. Presdir Choi menyuruh Hae Gang untuk datang ke rumahnya besok. Hae Gang mengatakan soal ingatannya. Presdir Choi meminta Hae Gang untuk tidak mencemaskan soal itu dan menyuruh Hae Gang datang.

Usai berbicara dengan Presdir Choi, Hae Gang teringat kata2 ibunya tentang Presdir Choi yang adalah teman baik ayahnya. Hae Gang merasa heran karena Jin Eon tidak memberitahukan hal ini kepadanya.


Seok dan Yong Gi sedang melihat rekaman kesaksian Kim Sun Yong.

“Saat pemeriksaan klinis Pudoxin, terungkap bahwa ada kemungkinan kerapuhan tulang jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan perusahaan menyembunyikan kebenarannya dan memalsukan hasil tesnya dan...”

“Dokumen dan video itu, aku rasa yang terbaik adalah bila aku yang menyimpannya. Terlalu berbahaya kalau kau yang menyimpannya” ucap Seok.


“Untuk siapa? Aku atau Do Hae Gang? Kau berada di pihak siapa?” sindir Yong Gi.

Seok diam saja dan hanya menghela napas mendengar kalimat Yong Gi barusan.

“Lihatlah kau, lihatlah orang ini. Kenapa kau tidak bisa menjawabku? Kalau aku memberikannya padamu, bagaimana kalau kau dibutakan oleh cinta. Dan kau menghancurkannya? Apa yang harus kulakukan kalau begitu? Apa? Apa yang harus kulakukan? Aku akan memberikannya pada seseorang yang berada di pihakku. Saat aku mendapatkan seseorang yang berada di pihakku, saat itulah aku akan menyerahkannya.” Ucap Yong Gi.

“Bukan aku, tapi On Gi berada di pihakmu.” Jawab Seok.

“On Gi? Dia Do Hae Gang.” ucap Yong Gi, lalu tersenyum sinis.

“Kau yakin wanita itu berada di pihakku.” Tanya Yong Gi lagi.

“Dia sedang mencari tahu tentang kasus Kim Sun Yong. Tuntutan akan segera kami buat melawan Farmasi Cheon Nyeon, oleh On Gi dan aku.Dia akan menang, dia mempertaruhkan segalanya dan dia memberikan segalanya. Untuk dirinya sendiri dan untuk adiknya.” jawab Seok.

Yong Gi terkejut mendengarnya.


Hae Gang tidak bisa tidur. Ia tampak memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian, Hae Gang meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

Sementara itu, Yong Gi yang juga tidak bisa tidur mendapat panggilan dari Hae Gang. Awalnya Yong Gi me-reject panggilan Hae Gang tapi kemudian ia menjawab panggilan Hae Gang, namun Hae Gang diam saja.

“Kau menelponku, jadi katakanlah sesuatu Do Hae Gang-ssi.” Ucap Yong Gi kesal.

“Ini Eonni. Katakan, Eonni.” Jawab Hae Gang.

“Apa kau bilang?” ucap Yong Gi kesal.

“Aku ini Eonni mu, jadi panggil aku Eonni.” Jawab Hae Gang.


“Tapi kau tua berapa menit dariku Eonni?” tanya Yong Gi.

“Meski hanya tiga menit, tetap saja aku lebih tua, jadi panggil aku Eonni.” Jawab Hae Gang.

Yong Gi pun langsung menarik napas kesal.

“Moodku sedang tidak bagus dan sekarang bukan saatnya, Do Hae Gang-ssi.” Ucap Yong Gi.

“Eonni. Yong Gi-ya, katakan Eonni.” Jawab Hae Gang.

“Hei, kau!” maki Yong Gi.

“Bukan kau, tapi Eonni.” Jawab Hae Gang.

“Ah! Baiklah, baik Ini bukannya kari tiga menit atau Jjajangmyun tiga menit. Baiklah, baik Eonni tiga menit.” Ucap Yong Gi kesal.

Hae Gang tersenyum haru mendengarnya.

“Eonni tiga menit ada di sini, Yong Gi-ya.” ucap Hae Gang

“Jadi, kenapa kau menelpon?” tanya Yong Gi.

“Untuk bergosip denganmu.” Jawab Hae Gang.

“Apa?” kaget Yong Gi.

“Aku... dilamar seorang pria hari ini. Dia ingin menikah denganku. Tapi... dia adalah mantan suamiku. Kau pikir apakah benar menikah dengan pria yang sama?Kalau kami menikah lagi, akankah kami akan hidup bahagia kali ini?” tanya Hae Gang.

:Kau sudah meninggalkannya Eonni. Jadi kau benar-benar ingin menikah lagi dengan pria itu? Eonni tiga menit?” tanya Yong Gi.

“Aku sudah gila, benarkan?” tanya Hae Gang.

“Kau sudah gila! Tidak ada yang spesial tentang dirinya, tidak ada yang menarik dari dirinya.” Jawab Yong Gi.

“Bukannya tidak ada, ada banyak malah.” Ucap Hae Gang.

“Lalu? Kenapa kalian bercerai?” tanya Yong Gi.

“Dia berselingkuh dariku.” Jawab Hae Gang.

“Siapa? Bajingan itu?” tanya Yong Gi kaget.

“Bajingan itu.” jawab Hae Gang.


Mendengar kakaknya diselingkuhi, Yong Gi langsung sewot dan nyerocos panjang lebar.

“Eonni, apa kau sudah gila? Apa kau tidak punya harga diri? Apa kau sudah kehilangan akalmu? Bagaimana kau bisa berpikir untuk menikah lagi dengan orang yang telah berselingkuh darimu? Tidak bisa, jangan Eonni. Pikirkanlah lagi. Sekali dia berselingkuh, dia akan berselingkuh lagi, Apa bagusnya dia yang berselingkuh darimu? Aku tidak bisa berkata-kata! Dasar bajingan! Eonni, kau benar-benar tidak boleh melakukannya. Kau harus memikirkannya lagi. Mengerti? Eonni.Eonni! Apa kau mendengarkan aku? Eonni!”

Hae Gang pun tersenyum mendengar ceramah Yong Gi.


Shin Il Sang akhirnya benar2 menemui Hae Gang. Hae Gang menyapa Shin Il Sang dengan ramah, tapi Shin Il Sang malah menatap tajam papan nama Hae Gang. Melihat itu, Hae Gang curiga dan ingin tahu siapa pria di hadapannya.

“Pengacara Do Hae Gang seharusnya tidak bertanya ‘siapa kau’ padaku.” Jawab Shin Il Sang.

“Apa?” ucap Hae Gang bingung.

“Kau lupa padaku? Bagaimana kau bisa lupa padaku? Setelah membuat aku menjadi pembunuh, Kau lupa? Bagaimana bisa! Karena dirimu, aku kehilangan semuanya! Obatku, perusahaanku, keluargaku dan hidupku! Aku kehilangan semuanya, tapi kau di sini seperti ini, tanpa perasaan terluka, tanpa adanya kesadaran!” teriak Shin Il Sang.

Hae Gang pun langsung ketakutan….

“Aku membayar semua dosa-dosaku.Selama 4 tahun aku berada di penjara. Dan setiap hari aku membenci diriku sendiri, aku membencimu!  Pada anakmu yang malang, aku mengatakan padanya aku bersalah dan meminta maaf padanya... Begitulah aku dihukum!”


“Anak... Anakku... Anakku yang malang... Puteriku, kau membunuhnya? Benarkah? Apakah itu benar?” tanya Hae Gang berkaca2.

“Ya. Itu benar. Aku membunuhnya. Aku seharusnya membunuhmu!Tapi anak itu... Dengan mobilku, aku berusaha membunuhmu... Tapi puterimu memanggilmu, "Ibu!" dan berlari ke arahmu, jadi…”


Hae Gang pun syok, Tidak! Tidak... Eun Sol, tidak. Tidak... Kau tidak boleh mati. Tidak! Eun Sol! Ini ibu. Datanglah ke ibu. Bayiku... Eun Sol... Ayo kita pergi menemui ayah, ayo kita pergi, menemui ayahmu! Tidak! Tidak!”


Hae Gang pun jatuh pingsan. Begitu Hae Gang pingsan, Shin Il Sang langsung melarikan diri.

Tak lama kemudian, Hae Gang membuka matanya. Ingatannya kembali!! Ia teringat kemarahan Jin Eon saat dirinya berpura2 sudah bisa menerima kematian Eon Seol.

Flashback…


“Kalau kau berpura-pura lupa, jangan lakukan itu. Kalau kau berusaha, jangan lakukan itu juga! Kau adalah seorang ibu! Kami menikah! Kasihan sekali Eun Sol kami! Aku tidak bisa menyaksikan kau baik-baik saja, itu mengerikan, itu membuatku gila!”

Tak hanya itu, Hae Gang juga saat ia mencoba bunuh diri dengan melompat ke sungai. Hae Gang juga ingat kata2 Jin Eon setelah Jin Eon menyelamatkannya saat itu.

“Meski kau mati, meski aku mendengar kau sudah mati, aku tidak akan bergerak sedikitpun, jadi janga lakukan ini lagi. Ini terakhir kalinya aku perduli pada hidupmu, jadi mari kita berpisah.Mari kita mati secara terpisah.”


Hae Gang juga ingat saat Jin Eon berlutut pada Presdir Choi, memohon agar Presdir Choi menyingkirkan dirinya.
 
‘Orang ini... tolong singkirkan Hae Gang untukku ayah. Supaya aku hidup tanpa harus melihatnya lagi, supaya aku bisa melupakannya.Tolong singkirkan orang ini dariku ayah.”

Flashback end……..


Perlahan2, Hae Gang bangun… sorot matanya tampak terluka.

Bersambung………….

2 comments:

  1. Berharap hea gang cma ingat masa bahagia mereka aja... Ikut nangis.. semangat min..

    ReplyDelete
  2. Episode Kali ini bner2 buat sedih :'(
    Semanget trus ya MbA...

    ReplyDelete