Friday, July 27, 2018

Still 17 Ep 2 Part 2

Sebelumnya...


Chan yang baru aja mau makan, terpaksa berhenti makan gara-gara Deok Goo yang mendadak berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, Seo Ri pun muncul di pintu dan langsung memeluk Deok Goo. Chan lantas beranjak dari duduknya dan menghampiri Seo Ri.

Seo Ri minta izin untuk mencari barang-barangnya yang mungkin masih tertinggal. Tapi Chan bilang, kalau dia yakin kakeknya sudah membuang barang-barang itu karena kakeknya sudah pindah ke rumah Seo Ri cukup lama. Tapi Seo Ri memaksa dan berjanji akan pergi setelah 3 menit.

Chan pun cemas, dia takut kalau pamannya marah tapi karena pamannya sedang mandi jadi ia mengizinkan Seo Ri masuk dan meminta Seo Ri pergi setelah 3 menit.


Tapi tiba-tiba2, terdengar suara Woo Jin.

"Ada apa Kang Daepyo?" tanya Woo Jin. Rupanya Woo Jin sedang berbicara dengan Hee Soo di telepon.

Hee Soo pun marah, dia sewot karena Woo Jin memblokir nomor ponsel klien mereka. Tapi Woo Jin tidak peduli dan malah memutuskan panggilannya.


Woo Jin mau turun. Tepat saat itu, Chan datang dan menghalangi Woo Jin.

"Bagaimana kau bisa mandi secepat itu? Apakah kau membersihkan badanmu dengan benar?" tanya Chan.

"Semuanya sudah bersih." jawab Woo Jin sambil mengelus-ngelus kepala Chan.

Woo Jin mau turun. Untuk menghalangi Woo Jin, Chan pun memeluk Woo Jin. Sontak, Woo Jin heran dengan tingkah Chan. Chan membuat alasan dengan mengaku bahwa ia senang bisa tinggal lagi bersama Woo Jin. Woo Jin tersenyum dan mulai mencium pipi Chan seperti yang biasa ia lakukan dulu.

Chan protes, "Paman, ludahmu!"

Chan lalu mengajak pamannya bicara. Ia minta waktu pamannya 3 menit.

"Saatnya berbincang!" teriak Chan sambil menepuk tangannya.

"Saatnya paman minum air!" balas Woo Jin sambil menepuk tangannya pula.


Woo Jin lantas turun. Chan pun bergegas menghalangi pamannya. Ia minta pamannya minum nanti saja, tapi terdengar sesuatu di bawah. Woo Jin bergegas turun. Paniklah Chan. Tapi begitu sampai dibawah, mereka melihat Jennifer sedang memindahkan pot.

"Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Jennifer.

"Aku turun untuk mengecek sesuatu. Masalah selesai." jawab Woo Jin, lalu pergi ke dapur.


Setelah Woo Jin pergi, Chan pun bertanya-tanya apa Seo Ri sudah pergi.


Chan lalu berbisik-bisik memanggil Seo Ri. Tanpa ia sadari, Deok Goo berdiri di depan lemari buku.

"Apa kau mencariku?" tanya Jennifer yang tiba-tiba nongol di belakang Chan. Chan menoleh dan terkejut setengah mati melihat Jennifer.

"Aku tidak mencarimu, Bibi." jawab Chan.

"Sekedar informasi, saya bukan seorang bibi-bibi. Kalau seperti itu, mengapa kita tidak memutuskan untuk saling memanggil nama saja? Please call me, Jennifer." ucap Jennifer.


Woo Jin yang baru keluar dari dapur dan tak sengaja mendengar hal itu pun tersedak.

Jennifer lalu beranjak pergi karena mau menjemur cucian.


Woo Jin kumat lagi. Dia mengeluarkan meterannya dan mengukur kandang Deok Goo. Woo Jin beralasan, kalau ia mau membuatkan kandang yang baru untuk Deok Goo. Chan pun protes karena Woo Jin lebih menyayangi Deok Goo ketimbang dirinya.

Tepat saat itu, pacarnya Chan muncul dan melihat Chan sedang berbicara dengan Woo Jin.

Chan minta Woo Jin membuatkan kandang ayam untuknya.


Woo Jin terus mengukur kandang Deok Goo. Melihat sosok Woo Jin, pacarnya Chan pun teringat pada sosok yang dipukulinya dan dipanggilnya 'Brengsek Mesum'. Ia pun kaget dan langsung kabur begitu saja tanpa menghampiri Chan.


Woo Jin sedang bekerja di kamarnya ketika ia mendengar suara tangisan perempuan.


Chan pun juga langsung keluar dari kamar karena tangisan itu. Dan ia sedikit kaget saat melihat pamannya yang tiba-tiba membuka pintu.

"Paman juga mendengarnya?" tanya Chan.

"Paman saja yang turun. Kau tetap disini." jawab Woo Jin.

"Aku ikut dengan paman." ucap Chan.

Chan lalu memanggil sebuah payung, kemudian memanjangkan tangkainya dan mengaku kalau ia sudah siap. Woo Jin awalnya tersenyum geli, tapi dia malah ikut-ikutan mengambil batang tanaman hiasan.


Mereka lantas dengan perlahan-lahan turun ke bawah. Saat suara tangisan itu semakin jelas, mereka mulai takut. Tapi mereka memberanikan diri untuk memeriksa ke bawah. Tapi sosok Jennifer yang berpakaian putih mendadak muncul di depan mereka.

Sontak, mereka kaget.

"Jennifer, apakah kau mendengarnya juga?" tanya Chan.

Jennifer mengangguk. Lalu, bersama-sama mereka memeriksa ke bawah dan Jennifer mengambil kemoceng.


Setibanya di bawah, mereka melihat Deok Goo yang menyalak di depan lemari buku.

"Anjing itu mungkin melihat sesuatu yang tidak bisa kita lihat." ucap Jennifer.

"Berhentilah menakutiku!" protes Chan.


Woo Jin lantas memanggil Deok Goo. Setelah Deok Goo menjauh, lemari buku itu terbuka seperti pintu. Tak lama kemudian, sebuah tangan keluar, disusul dengan sesosok perempuan. Sontak, Woo Jin dan Chan menjerit ketakutan sambil berpelukan.


Jennifer tampak biasa-biasa saja. Ia kemudian menyalakan lampu dan kaget lah Woo Jin serta Chan melihat sosok perempuan itu ternyata Seo Ri.


Seo Ri makan makanan yang disiapkan Jennifer dengan lahap. Sementara Woo Jin duduk menemaninya.

"Kelaparan sampai pingsan memperlambat metabolismemu, dan itu buruk bagi kesehatanmu." ucap Jennifer, lalu memberikan Seo Ri secangkir air.


Tak lama kemudian, Chan pun datang.

"Daebak! Daebak! Daebak! Ini seperti sebuah ruangan dari Harry Potter. Apakah kau tahu ada ruang di bawah tangga?" tanya Chan pada Woo Jin.

Woo Jin pun menggeleng.


"Tapi kau banyak berubah. Aku bahkan tidak mengenalimu di jalan. Pria mesum ini adalah pria kotoran." ucap Seo Ri.

"Apakah kau mengambil pita pengukur lagi?" tanya Chan pada Woo Jin.


Chan lalu menjelaskan pada Seo Ri kalau itu hanya salah paham. Pamannya bukan pria mesum.

"Dia mengukur segalanya, kemudian membuat model yang lebih kecil sebagai bagian dari pekerjaannya." ucap Chan memberi penjelasan.

"Oh begitu, aku senang dia bukan pria cabul." jawab Seo Ri.


"Lalu bagaimana dengan kotoran?" tanya Chan.

"Tadi siang di jalan, ada kotoran yang...."

Mendengar penjelasan Seo Ri, Jennifer dan Chan pun salah paham. Mereka pikir, Woo Jin berak di celana.


Woo Jin pun bertanya, bagaimana Seo Ri bisa masuk ke rumahnya. Chan mengaku, kalau dia yang mengizinkan Seo Ri masuk.

"Tapi kenapa kau masih disini?" tanya Chan pada Seo Ri.

"Kau mengatakan bahwa keluargaku pindah sangat mendesak dan meninggalkan semua barang-barang mereka dan Fang di sini. Aku pikir barang-barang yang kami miliki di bawah tangga mungkin masih ada di sini, jadi aku datang untuk memeriksa. Selain keluarga kami, tidak ada yang memperhatikan bahwa ada ruang rahasia di bawah tangga dan aku menemukan yang kucari disana." jawab Seo Ri.

Flashback...


Chan panik karena mendengar suara Woo Jin. Ia pun langsung berlari ke atas untuk mencegah pamannya turun. Saat itulah, Seo Ri masuk ke ruangan rahasianya. Ia membuka pintu lemari buku dan masuk ke dalam. Disana, ia menemukan biolanya juga fotonya bersama ayah dan ibunya saat mereka pindah ke rumah itu.

Flashback end...


"Aku akan pergi setelah menemukannya, tapi aku terlalu lapar dan lemah. Aku akan beristirahat sebentar, tapi aku tertidur." ucap Seo Ri.

Seo Ri lantas meminta maaf karena sudah mengagetkan mereka semua. Lalu ia mengambil paprika dan memberikannya pada Deok Goo.


Woo Jin dan Chan pun terkejut melihat Deok Goo yang makan dengan lahap. Seo Ri memberitahu mereka kalau paprika adalah makanan favorit Deok Goo, bahkan saat dia sedang tidak berselera sekali pun dia akan menyantap paprika.

"Dia pasti mengenali pemilik aslinya. Dia menjadi energik setiap kali bibi di sini." jawab Chan.


Mendengar itu, Woo Jin sebal dan langsung menyuruh Seo Ri pergi. Tapi Chan melarang. Seo Ri pergi dengan alasan hari sudah larut.

Mereka kemudian berdebat. Jennifer pun menghentikan perdebatan itu dengan mengatakan kalau ia setuju pada Chan.


Woo Jin pun kesal tapi ia tak bisa berbuat apa-apa dan memutuskan naik ke kamarnya.

"Beristirahatlah dengan baik sebelum bibi pergi." ucap Chan.

"Tapi si Kotoran menyuruhku pergi." jawab Seo Ri.

"Dalam bahasa Tuan Gong, artinya kau boleh menginap. Tuan Gong jarang berbicara jadi aku bekerja sebagai penerjemahnya." ucap Chan.

Mendengar itu, Seo Ri pun senang.


Chan mengantarkan selimut, bantal, alat pembasmi nyamuk serta minuman untuk Seo Ri. Ia berkata, akan menaruhnya di lantai tapi karena tak ada respon dari dalam, akhirnya Chan masuk dan tidak menemukan Seo Ri disana. Chan pun melihat ada selimut dan bantal di sana. Ia berpikir Jennifer lah yang mengantarkannya. Lalu, ia melihat biola Seo Ri.


Di luar, Seo Ri duduk di halaman sambil melingkari bulan seperti selama ini yang sering ia lakukan. Deok Goo duduk di pangkuannya.


Woo Jin keluar dari kamarnya untuk mengambil air. Saat memeriksa kandang Deok Goo, ia terkejut mendapati Deok Goo tidak ada di sana.

Woo Jin pun berjalan ke arah jendela mencari Deok Goo. Namun sayang dia tidak melihat yang dilakukan Seo Ri karena Chan keburu muncul memanggilnya.

"Apa yang paman lakukan?" tanya Chan.

"Paman sedang mencari Deok Goo." jawab Woo Jin.


Diluar, Seo Ri masih melingkari bulan. Tak lama kemudian, Chan keluar dan duduk disampingnya.

"Yang bibi cari adalah biola? Mian, aku berniat membawakan beberapa barang untukmu, lalu aku melihatnya." ucap Chan.

"Itu biola yang diberikan ibuku.  Aku kehilangan itu sebelumnya, tapi untungnya aku menemukannya. aku benar-benar khawatir ini akan hilang untuk saat ini." jawab Seo Ri.

"Apakah bibi bisa main biola?" tanya Chan.

"Ayahku membangun rumah ini karena itu. Itu agar aku bisa berlatih tanpa mengganggu tetangga kami. Ayahku menggambar cetak biru itu dan keluarga kami bahkan memindahkan batu bata. Kami menanam pohon-pohon ini sendiri. Ayahku memberikanku ruang rahasia itu sebagai hadiah." jawab Seo Ri.


Seo Ri lalu mengingat kenangan demi kenangannya bersama kedua orang tuanya.


"Rumah ini adalah satu-satunya tempat yang masih menyimpan semua kenangan yang kumiliki bersama kedua orang tuaku. Itulah mengapa ini seperti museum bagiku." ucap Seo Ri.

"Tapi bukankah bibi bilang kalau bibi tinggal disini dengan paman bibi?" tanya Chan.

"Orang tuaku meninggal saat aku berumur 14 tahun. Sebuah terowongan runtuh. Itu kecelakaan mendadak. Sejak saat itu, aku tinggal bersama paman dan bibi ku." jawab Seo Ri.

"Ngomong-ngomong, menurut bibi kenapa paman bibi menjual rumah ini?" tanya Chan.

"Aku juga sangat penasaran akan hal itu. Aku pikir mereka akan tetap tinggal disini.  Petugas polisi memberi tahuku bahwa mereka tidak dapat membantu. Aku juga tidak tahu dimana teman-temanku yang dulu. Rasanya seperti semua orang yang kukenal menghilang ditelan bumi." jawab Seo Ri.

Chan pun tambah iba pada Seo Ri.


Keesokan harinya, Jennifer memberikan makanan pada Seo Ri yang sudah mau pergi.

"Ketika kau lapar, makan ini untuk menghibur. Jangan kelaparan sampai pingsan lagi." ucap Jennifer.

Seo Ri pun terharu, ajumoni.

"No, no. Please call me, Jennifer." jawab Jennifer.


Setelah mengucapkan terima kasih, Seo Ri pun beranjak keluar sambil menggendong Deok Goo dan diantar Chan.

"Fang, aku harus pergi sekarang." ucap Seo Ri, lalu menyerahkan Fang pada Chan.

Chan pun berkata, kalau Seo Ri boleh datang kapan saja jika Seo Ri kelaparan atau rindu pada Deok Goo.

Kemudian, Chan menanyakan tujuan Seo Ri. Seo Ri pun berkata, kalau ia tidak tahu harus pergi kemana tapi ia harus mencari pamannya.

Saat Seo Ri sudah mau pergi, Chan pun kembali memanggilnya.

"Bibi mengatakan kepadaku bahwa rasanya seperti semua orang yang bibi kenal tiba-tiba menghilang. Tapi sekarang, bibi punya teman. Aku akan menjadi teman bibi." ucap Chan.

"Aku tidak setua itu." jawab Seo Ri.

"Aku tahu, tapi rasanya canggung kalau langsung memanggil nama bibi." ucap Chan.


Tiba2, beberapa orang pria datang bersama Woo Jin. Seo Ri terkejut saat mendengar pria itu mau merobohkan rumahnya.

Seo Ri pun memohon agar Woo Jin tidak menjual apalagi merobohkan rumahnya. Woo Jin pun kesal dan menegaskan kalau orang tuanya sudah membeli rumah Seo Ri. Ia juga menyuruh Seo Ri bicara dengan makelar dan orang tuanya jika mau membeli kembali rumah itu.

Woo Jin pun bergegas pergi. Seo Ri panic, ia tidak tahu harus bagaimana.

Chan pun langsung mengambil ponselnya. Sementara itu, Seo Ri pergi mengejar makelar2 itu.


Tiba2, Deok Goo terlepas dari gendongan Chan. Chan pun menyusul Deok Goo.

Tepat saat itu, Woo Jin yang baru masuk mobilnya melihat Deok Goo berlari ke jalanan.

Lalu mendadak saja, sebuah motor melaju kencang ke arah Deok Goo.

"Deok Goo-ya!" jerit Woo Jin.

Seo Ri yang mendengar jeritan Woo Jin pun menoleh dan langsung berlari menyelamatkan Fang nya. Chan memarahi si pengendara itu.

Lalu ia dan Woo Jin memeriksa Seo Ri. Chan terkejut melihat ada darah yang mengalir. Woo Jin langsung menelpon ambulance, tapi belum sempat Woo Jin melakukannya, Seo Ri langsung bilang kalau itu jus anggur, bukan darah.


Seo Ri pun berdiri dan menjelaskan kalau ia menumpahkan jus anggur pemberian Jennifer. Chan pun lega, tapi tak lama kemudian ia melihat hidung Seo Ri terluka.


Hyung Tae kembali ke Korea. Rekannya memberitahu kalau permintaannya dikabulkan oleh dokter kepala. Hyung Tae pun senang dan langsung pergi ke kamar Seo Ri tapi ia kaget karena tidak menemukan Seo Ri di sana.


Hyung Tae pun bertanya pada suster yang merawat Seo Ri. Ia senang saat mendengar kabar bahwa Seo Ri sudah siuman, tapi saat suster itu bilang Seo Ri menghilang, ia kaget.


Hyung Tae pun bergegas mencari Seo Ri.


Sementara itu, Woo Jin dan Chan berdebat. Chan membujuk Woo Jin agar mengizinkan Seo Ri tinggal di rumah mereka sementara.

Chan menceritakan bagaimana berharganya rumah itu bagi Seo Ri. Tapi Woo Jin tetap tidak mengizinkannya. Chan pun gemes melihat pamannya sangat keras kepala.

Tak lama kemudian, Seo Ri datang dan meminta izin Woo Jin untuk menginap disana. Ia juga berjanji akan tinggal diam-diam di ruang rahasianya.

Tapi Woo Jin tetap menolaknya dan berkata akan memberikan uang karena Seo Ri sudah menyelamatkan Deok Goo.

Chan yang gemes, akhirnya menyuruh Seo Ri membawa pergi ke Deok Goo karena Seo Ri lah pemilik asli Deok Goo.


Saat mereka tengah berdebat, ponsel Woo Jin berdering. Telepon dari si makelar. Si makelar memberitahu, kalau ia sudah mendapatkan pembeli rumah mereka.

Tepat saat itu, Jennifer menunjukkan sweater Seo Ri. Ia bertanya, harus menaruh sweater itu dimana karena tidak tahu itu milik siapa.

Seo Ri pun mengaku kalau sweater itu miliknya.

Sontak, Woo Jin langsung teringat saat Seo Ri menutupi bekas lelehan cokelat di celananya dengan sweater itu.

"Tolong beritahu mereka untuk menunggu sebulan lagi." ucap Woo Jin pada si makelar.

Setelah menutup teleponnya, Woo Jin menyuruh Jennifer meletakkan sweater itu di ruang rahasia Seo Ri.


Woo Jin lantas beranjak pergi. Mendengar itu, Chan pun senang karena Woo Jin mengizinkan Seo Ri tinggal dengan mereka. Seo Ri awalnya gak ngeh tapi setelah diberitahu Chan kalau ia dapat izin tinggal di rumah itu, ia pun senang.


Woo Jin keluar dari rumah dan masuk ke mobilnya.


Bersamaan dengan itu, Hyung Tae datang. Ia turun dari taksi dan berdiri di depan rumah lama Seo Ri.


Di dalam, Seo Ri sedang bermain dengan Deok Goo. Jennifer pun bahkan ikut senang karena Seo Ri boleh tinggal bersama mereka.

Chan lalu menghampiri Seo Ri. Ia mengucapkan selamat datang di rumahnya pada Seo Ri.

Lalu tiba2, terdengar bunyi bel. Seo Ri dan Chan pun bergegas menuju pintu.

Bersamaan dengan itu, Woo Jin turun kembali dari mobilnya dan berjalan menuju rumahnya.

Sementara Hyung Tae masih berdiri di depan rumah mereka.


Bersambung..........

No comments:

Post a Comment