Thursday, August 9, 2018

Still 17 Ep 5 Part 2

Sebelumnya...


Keesokan harinya, Jennifer yang habis belanja dan hampir sampai di rumah, merasa diikuti seseorang. Ia pun langsung berhenti melangkah dan menodongkan pollack kering ke orang itu yang ternyata Ri An.

"Ada apa dengan pollack kering itu? Aku hendak datang ke tempat ini." jelas Ri An.

"Ini rumahki. Aku pembantu rumah tangga disini." jawab Jennifer.

"Kau yang menjaga Chan rupanya. Aku pacarnya Chan." ucap Ri An.

"Tersandung dua kali karena batu yang sama adalah aib. Pepatah oleh..."

"Cicero! Itu yang dikatakan Cicero, kan?" sambing Ri An.


Tak lama kemudian, 3 sekawan datang. Chan pun mengajak Ri An masuk, tapi Hae Beom menyuruh Ri An kembali lagi nanti karena Woo Jin tidak ada di rumah. Ri An jelas senang tahu Woo Jin tidak ada di rumah. Ia menyusul Chan ke dalam dengan wajah berseri-seri.


Sampai di dalam, mereka bertemu Seo Ri yang lagi membalikkan kaus kaki.

"Siapa dia? Chan tidak punya saudara perempuan." tanya Ri An.

"Kau belum pernah bertemu dengannya, kan? Dulu dia pemilik rumah ini. Dia akan tinggal disini selama sebulan karena ada urusan." jawab Deok Soo.

Mendengar itu, Ri An pun langsung mengenalkan dirinya sebagai pacar Chan. Sontak, Chan menyangkal kalau dirinya adalah pacar Ri An. Tapi Ri An kembali menegaskan kalau dia akan segera menjadi pacar Chan setelah Chan memenangkan medali di pertandingan internasional.


Seo Ri diam saja dan terus memandangi Ri An. Ri An pikir, Seo Ri memandanginya karena dia cantik. Seo Ri pun berkata, kalau seragam Ri An sangat cantik. Tawa Deok Soo dan Hae Beom pun seketika pecah. Sementara Chan menatap Seo Ri iba.


Ri An sedikit kesal karena disuruh membantu Seo Ri membalik kaus kaki. Deok Soo bilang, membalik kaus kaki lebih baik daripada memotong bawang.

"Aku bisa melakukan ini sendiri." ucap Seo Ri.


Deok Soo kemudian terdiam saat melihat Seo Ri mengedip-ngedipkan mata padanya. Ia langsung berbisik pada Hae Beom kalau Seo Ri menyukainya karena Seo Ri terus mengedipkan mata padanya.


Hae Beom terkejut dan langsung menatap ke arah Seo Ri. Seo Ri memang mengedipkan matanya, tapi karena kelilipan.  Hae Beom pun langsung mengatai Deok Soo bodoh.


Chan mau meniup mata Seo Ri yang kelilipan. Ri An yang cemburu pun bergegas menghentikan Chan.

"Biar aku saja!" teriak Ri An, tapi dia justru menabrak gelas jus yang ada disamping Seo Ri. Akibatnya, celana Seo Ri basah terkena tumpahan jus.

Chan mengambil tisu. Dia mau membersihkan bagian celana Seo Ri yang terkena tumpahan jus. Tapi Ri An langsung mengambil alih tugasnya.

"Tidak usah. Aku akan mencucinya di kamar mandi." ucap Seo Ri, lalu beranjak ke kamar mandi.


Tahu Seo Ri tidak punya baju lain, Chan pun berniat meminjamkan bajunya. Mendengar itu, Ri An lagi-lagi menghentikan Chan dengan berkata akan meminjamkan pakaiannya.

"Maksudmu bagaimana? Kau akan memberinya seragammu?" tanya Deok Soo.

"Ri An, tanganmu juga terkena jus. Naiklah dan cuci tanganmu." suruh Chan.

"Kamar mandinya di pintu pertama dekat tangga." beritahu Deok Soo.


Ri An keluar dari kamar mandi sambil ngedumel kalau dia tidak bisa melihat wanita lain memakai baju Chan nya.

Kemudian, terdengar suara Deok Soo dan Hae Beom yang menyapa Woo Jin. Sontak, Ri An terkejut melihat Woo Jin yang sudah pulang.

Bersamaan dengan itu, Woo Jin menuju ke atas. Ia terkejut saat berpapasan dengan Ri An yang memakai topeng.


Sampai dibawah, Ri An langsung mengambil tasnya dan pergi.

"Tidak apa-apa Lee Ri An! Masih ada hari lain. Aku bisa beraksi lagi di lain hari!" ucapnya, lalu pergi.


Wanita bersepatu kuning itu muncul lagi. Seperti biasa, dia berdiri menatap ke arah rumah Woo Jin.


Di ruang makan, Seo Ri lagi minum. Tepat saat itu, Woo Jin datang dan mengaku kalau ia membawa air itu dari pancuran air. Sontak lah, si Seo ri kaget dan langsung berhenti minum. Tapi kemudian, dengan ekspresi datar, Woo Jin bilang kalau dia hanya bercanda.


Di jalan, Seo Ri tak sengaja melihat petugas sedang memasang beberapa spanduk. Salah satu spanduk berisi pengumuman orang hilang.

"Ahjussi, kita boleh memasang spanduk seperti ini? Aku juga sedang mencari seseorang." ucap Seo Ri.

"Kau harus membuat spanduk, lalu ajukan ke kantor wilayah. Kau harus menunggu sampai ada ruang pada papan ini. Saat mereka meneleponmu dan bilang saatnya giliranmu, kau bisa membayar biaya sewa pemasangan spanduk." jawab si petugas.

"Apa biayanya mahal?" tanya Seo Ri.

"Tidak mahal, tapi kau harus menunggu tiga atau empat bulan." jawab si petugas.


Jennifer turun dari lantai atas sambil membawa penyedot WC Woo Jin. Bersamaan dengan itu, Seo Ri pulang. Jennifer heran melihat Seo Ri masih membawa sekarung penuh kaus kaki.

"Aku membawa kaus kaki baru." jawab Seo Ri. Lalu, Seo Ri melihat penyedot WC di tangan Jennifer.

"Ada suara aneh di toilet lantai satu dan toiletnya tersumbat. Kurasa itu ulah Mr. Gong. Dia mungkin mau memperbaikinya sendiri. Aku menemukan ini di kamarnya. Aku akan menggunakan ini untuk memperbaiki toiletnya." ucap Jennifer.

"Jangan gunakan itu." larang Seo Ri.


Woo Jin tiba-tiba datang dan mengaku penyedot WC itu miliknya dan gunanya untuk membuka jendela. Lantas, Woo Jin mengambil penyedot WC itu dari tangan Jennifer dan kembali ke kamarnya.

"Anyway, sebaiknya aku membeli penyedot untuk toilet." jawab Jennifer, lalu pergi ke dapur.


Seo Ri awalnya kaget melihat Woo Jin mengambil kembali penyedot WC itu dari Jennifer, tapi tak lama kemudian ia senang bahkan sampai bersenandung dan berlari kecil menuju ke lantai atas, namun langkahnya terhenti karena ia ingat bahwa kamarnya bukan di atas. Seo Ri pun berbalik dan kembali bersenandung menuju kamarnya.

Tepat saat itu, Chan keluar dari kamar dan melihat Seo Ri bersenandung ria.

"Apa sesuatu yang baik terjadi padanya?" tanya Chan.


Seo Ri ingin memberi makan Deok Goo tapi dia lupa harus mencampurkan apa pada makanannya Deok Goo. Akhirnya, dia masuk ke kamar Woo Jin untuk bertanya, tapi malah mendapati Woo Jin yang ketiduran di meja. Tak mau Woo Jin sampai terbangun, Seo Ri pun berniat keluar tapi tak jadi dan memutuskan melihat Woo Jin.


Seo Ri senyum-senyum menatap wajah Woo Jin dari jarak yang begitu dekat. Saat Woo Jin merubah posisi tidurnya, dia pun buru-buru bersembunyi di kolong meja agar tidak ketahuan.

Kemudian, pelan-pelan Seo Ri merangkak keluar dari kamar Woo Jin.


Keesokan harinya, Seo Ri lewat di depan Chan yang lagi push up dan terus ke kamar Woo Jin. Seo Ri mau mengajak Woo Jin sarapan tapi Chan bilang,

Woo Jin baru saja pergi untuk menemui produser.

"Jadi dia juga bekerja di akhir pekan." ucap Seo Ri.


Lalu Seo Ri tak sengaja melihat penyedot WC nya yang tergantung di rak. Seo Ri masuk dan melihatnya. Ia tertegun menemukan tulisan 'khusus untuk jendela' di penyedot WC nya.


Seo Ri pun bergegas menyusul Woo Jin. Ia berlari menyusul Woo Jin sambil berteriak memanggil nama Woo Jin, tapi sayang Woo Jin tidak mendengarnya padahal Seo Ri ingin berterima kasih soal penyedot itu.


Woo Jin kemudian memakai earphone nya. Seo Ri pun heran melihatnya dan bertanya-tanya kenapa Woo Jin selalu memakai earphone.


Ri An turun dari taksi sambil membawa beberapa paper bag. Seo Ri yang baru saja kembali ke rumah pun kaget melihat Ri An.

Ternyata paper bag itu berisi pakaian wanita. Ri An beralasan, kalau dirinya merasa bersalah sudah menumpahkan jus ke baju Seo Ri kemarin, jadi ia memutuskan memberikan pakaiannya pada Seo Ri dan ditambah lagi pakaian itu sudah tidak ia pakai.

Chan kaget, ia pikir Ri An punya butik.

Seo Ri yang tak enak menerimanya pun menolak tapi saat mendengar Ri An akan mendonasikan baju itu ia pun langsung menerimanya.


Di tempat lain, temannya Ri An menjerit melihat lemarinya yang kosong. Ternyata oh ternyata, baju yang diberikan Ri An pada Seo Ri adalah baju temannya.


Jennifer latihan taekwondo. Tapi saat latihan, pinggangnya terkilir dan ia langsung pingsan.


Sekarang, kita melihat Seo Ri yang masuk ke sebuah apartemen.

Lalu kita mendengar suara Jennifer yang memberitahu Seo Ri kalau pada hari Senin pekan kedua dan keempat, dia berolahraga di pagi hari lalu bekerja sebagai PRT di ruamh lainnya.

"Aku sudah mengabari pemiliknya. Aku akan menghargainya jika kau bisa membantuku untuk hari ini. Pertama, pergilah ke pasar di depan rumah mereka, lalu belilah semua yang kucatat. Selagi mesin cucinya bekerja, kau bisa mengisap debu. Di lemari yang sejajar dengan pintu masuk, kau akan menemukan mesin pengisap debu. Bersihkan debu selama 5 menit dan  kamar 3 menit. Pastikan setiap sudutnya bersih dari debu. Setelah itu, bersihkan semua debu pada setiap mebel, rak, dan elektronik."


Saat tengah mengelap meja, Seo Ri tak sengaja menjatuhkan bingkai foto.

"Dia sudah memperingatkanku untuk berhati-hati." ucap Seo Ri, lalu memperbaiki foto itu ke posisi semula.

Seo Ri melihat foto itu. Ia tak menyadari, bahwa satu orang di dalam foto itu adalah Hyung Tae.


Setelah itu, Seo Ri membersihkan kamar dan membaca lisensi Hyung Tae. Tapi ia tidak menyadari kalau itu adalah Hyung Tae temannya.

"Aku merindukannya." ucap Seo Ri.


Selesai bersih-bersih, Seo Ri langsung pergi. Tepat saat itu, Hyung Tae pulang. Hyung Tae melintas di belakang Seo Ri dan langsung menuju apartemennya.

Seo Ri baru ingat kalau ia lupa mengambil amplop upah yang letaknya di laci paling atas di sebelah pintu masuk seperti yang dibilang Jennifer. Alhasil, dia balik lagi ke rumah Hyung Tae.


Saat Seo Ri balik, Hyung Tae sudah tidur tapi ia terbangun ketika mendengar suara laci yang dibuka.


Hyung Tae keluar dari kamar, tapi sayangnya Seo Ri sudah pergi.

"Mungkin aku salah." pikirnya tapi ia tertegun saat melihat sandal rumahnya yang beda sebelah.

Flashback...


Seo Ri pergi ke sekolah dengan sepatu yang beda sebelah. Tak lama kemudian, Hyung Tae datang dan memberitahu Seo Ri kalau Seo Ri salah memakai sepatu. Seo Ri hanya tertawa.

"Kau menjadi sangat linglung setiap kali fokus pada sesuatu. Ini sebabnya aku harus mengikutimu ke Jerman dan mendukungmu. Jadi, ayo menikah dan ke sana bersama-sama. Ayolah." ucap Hyung Tae sambil membentuk love sign dengan tangannya. Seo Ri pun tertawa melihatnya.

Flashback end...


Hyung Tae menghela nafas mengingat kenangannya dengan Seo Ri.


Seo Ri bersenandung kecil menaiki tangga penyeberangan. Bersamaan dengan itu, Hee Soo dan Hyun menurunkan Woo Jin di dekat tangga penyeberangan.

Woo Jin yang berjalan di trotoar, tak sengaja melihat Seo Ri yang berdiri di tangga penyeberangan. Ia mau berteriak memanggil Seo Ri tapi gak jadi karena melihat Seo Ri melingkari bulan persis seperti dulu dilakukan "No Su Mi".


Sontak, Woo Jin kaget. Bayangan kecelakaan itu, serta wajah Seo Ri yang disangkanya Su Mi pun menari-nari di otaknya.


Woo Jin yang sudah tidak tahan, akhirnya pergi menjauhi jembatan penyeberangan dengan wajah ketakutan.


Jennifer berterima kasih pada Seo Ri yang sudah mau menggantikannya membersihkan apartemen Hyung Tae.

"Berkat kau aku bisa beristirahat dan kini tubuhku sudah pulih sekitar 93,8 persen. Terima kasih." ucap Jennifer.

"Semangka baik untuk meredakan nyeri otot karena khasiat yang ada di dalamnya yang tidak kuketahui namanya. Dikutip oleh tokoh tidak dikenal." balas Seo Ri.

"Jangan menggoda orang dewasa. Dikutip oleh Jennifer." ucap Jennifer.


Sontak, Seo Ri tertawa. Lalu ia meletakkan semangkanya di atas meja. Saat meletakkan nampan berisi semangka di atas meja, ia tak sengaja melihat kotak musik yang terpajang di meja.

"Cantiknya." ucap Seo Ri.

Mata Jennifer langsung berkaca-kaca melihat kotak musik itu.


Seo Ri kemudian memberikan amplop itu pada Jennifer, tapi Jennifer tidak mau menerimanya dan menyuruh Seo Ri mengambilnya sebagai upah karena

Seo Ri sudah membersihkan rumah Hyung Tae menggantikan dirinya. Awalnya Seo Ri menolak. Tapi Jennifer memaksa. Bahkan si Jennifer sampai nyerocos lagi mengutip kalimat tentang menghargai tenaga kerja. Agar Jennifer berhenti bicara, terpaksalah Seo Ri menerima amplop itu.

Setelah Seo Ri pergi, Jennifer pun mulai mengambil semangkanya tapi saat mengambil semangka, pandangannya teralih pada kotak musiknya.


Seo Ri mencuci tangannya di toilet. Lalu kemudian, ia mematut dirinya di cermin. Merapikan bajunya juga rambutnya.


Setelah itu, Seo Ri berdiri di depan rumah, menunggu Woo Jin. Tak lama kemudian, Chan pulang dan berpikir Seo Ri sedang menunggunya untuk minta izin menggunakan internet.

Lalu Chan melihat penampilan Seo Ri dengan baju yang diberikan Ri An. Ia memuji Seo Ri cantik dan mengambil foto Seo Ri dengan kamera ponselnya.

Chan kemudian mengajak Seo Ri ke dalam.


Di kantornya, Woo Jin sedang membaca artikel kecelakaan Seo Ri menewaskan No Su Mi.

Ia pun teringat saat datang ke pemakaman Su Mi, ia melihat teman-teman Su Mi sedang menangisi kematian Su Mi.

Lalu, ayah Su Mi datang menghampirinya dan berterima kasih atas kedatangannya. Tapi Woo Jin pergi begitu saja tanpa masuk ke rumah duka.


Keesokan harinya, Seo Ri mengetuk pintu kamar Woo Jin. Tak lama kemudian, Jennifer datang dan memberitahu Seo Ri kalau Woo Jin sudah pergi pagi-pagi sekali.


Ternyata Woo Jin pergi menemui dokternya. Sang dokter pun terkejut dan menghela nafas melihat kedatangan Woo Jin.


Flashback...

"Berlin, 2005, Kantor Doktor Neuropsikiatri"

Woo Jin datang untuk yang pertama kalinya. Si dokter pun berkata, kalau kakaknya Woo Jin menceritakan yang baik-baik tentang Woo Jin padanya.

"Aku senior kampus yang sangat dekat dengan kakakmu. Kudengar kau beberapa kali ke Berlin untuk mengunjungi kakakmu. Tapi ini kali pertama kita bertemu. Kudengar kau sangat pandai menggambar. Bisa ajari aku menggambar?"

Tapi Woo Jin diam saja.

Flashback end...


"Kukira aku telah melupakan insiden itu. Aku hampir berhasil melakukannya, tapi itu kembali ke pikiranku setelah dia muncul." ucap Woo Jin.

"Aku yakin situasi serupa atau suasana yang menjadi penghubungnya. Itu bertindak sebagai pemicu dan penyebab rangkaian kilas balik. Tapi saat ini, kita

tidak bisa menyimpulkan bahwa dia bertindak sebagai pemicunya." jawab dokter.

"Kedua-duanya, aku bersama dia di tempat yang sama. Memori soal kecelakaan itu muncul kembali setelah 13 tahun. Serta, memori wanita yang meninggal itu telah kembali." ucap Woo Jin sambil mengingat saat Seo Ri yang nyaris tertabrak mobil ketika berteriak-berteriak memanggil pamannya di jalanan.

"Meski kau tidak bersamanya, suara mengejutkan yang tertanam pada memorimu atau situasi serupa yang dapat menyebabkan kilas balik. Seakan yang terjadi saat itu sedang terjadi saat ini. Meski orang yang kau lihat di jembatan penyeberangan orang adalah orang yang benar-benar berbeda, karena kau melihat situasi yang mirip dengan masa lalumu, memorimu mungkin mengalami timpang tindih." ucap dokter.

Dokter lalu menyuruh Woo Jin mencari perbedaan antara Seo Ri dan Su Mi. Ia melarang Woo Jin menghindari Seo Ri.

"Bagaimana kalau ingatan itu kembali lagi?" tanya Woo Jin cemas.

"Bayangkan tempat yang membuatmu merasa tenang dan tarik napas yang dalam. Membayangkan pengalaman yang baik dan menyenangkan mungkin membantu." jawab dokter.

"Pengalaman yang baik dan menyenangkan?" tanya Woo Jin.


Di kantor, Hyun lagi bicara dengan Tae Rin. Tae Rin meminta Hyun memberikan teleponnya pada staff wanita yang terakhir kali bicara dengannya. Tepat saat itu, Hee Soo lewat dan Hyun langsung memberikan teleponnya karena berpikir Hee Soo lah yang dimaksud Tae Rin.

Hee Soo menjawab telepon Tae Rin dan ia juga heran saat Tae Rin bicara soal si staff wanita itu.


Chan lagi menggerakkan dayungnya kesana kesini. Deok Soo tiba-tiba lewat dan kepalanya kena pukul dayung Chan. Deok Soo langsung sewot, ia menyuruh Chan istirahat tapi Chan mengaku bahwa ia tidak lelah dan mengatakan bahwa dunia sangat indah.

Chan kemudian menegakkan dayungnya dan mengoceh tentang indahnya dunia.

Sontak, Deok Soo langsung mengatainya gila.


Tak lama kemudian, Chan dapat telepon dari Hee Soo.


Woo Jin baru tiba di kantornya, tapi ia tak langsung turun dari mobil. Ia memikirkan saran dokternya soal Seo Ri.

Lalu Woo Jin menatap kalender di ponselnya dan teringat bahwa Seo Ri akan pergi dari rumahnya setelah sebulan.

Chan yang lagi latihan, tiba-tiba berhenti mendayung. Sontak, Deok Soo dan Hae Beok marah.

Chan pun berkata, kalau ia tahu kenapa dadanya sering terasa gatal.


Woo Jin masuk ke kantornya dan terkejut melihat ada Seo Ri disana. Hee Soo pun memberitahu Woo Jin kalau Seo Ri akan membantu mereka untuk festivalnya Tae Rin.

Lalu, Seo Ri memperkenalkan dirinya sebagai staff baru.

Woo Jin terkejut.


Lalu kita mendengar narasi Woo Jin yang berkata, takut kalau terus-terusan berada di dekat Seo Ri.

Setelah itu, ia mengingat saat dirinya dan Seo Ri berada di dalam satu bus, sebelum kecelakaan itu terjadi.

Kemudian, ia teringat ceritanya pada dokternya. Woo Jin menangis saat mengaku takut terjerat lagi dalam kehidupan orang lain.

Flashback end...


Seo Ri menatap Woo Jin sambil tersenyum. Sementara Woo Jin matanya mulai berkaca-kaca melihat Seo Ri.

Bersambung.......

No comments:

Post a Comment