Wednesday, September 12, 2018

Still 17 Ep 13 Part 2

Sebelumnya...


Malam harinya, Nyonya Gook kembali ke toko bunganya dan menghubungi rumah sakit tempat Seo Ri dirawat dulu.

Ia mengajukan pertanyaan, apa Seo Ri sudah sadar.

Tapi pihak RS tidak mau memberikan informasi pasien pada orang asing.

Ia pun langsung menutup teleponnya saat pihak RS menanyakan hubungannya dengan Seo Ri.


Nyonya Gook menutup toko bunganya dan berjalan menuju mobilnya.

Tepat saat itu, Woo Jin datang.

"Anda Nyonya Gook Mi Hyun kan?" tanya Woo Jin.

Nyonya Gook pun berbalik dan menatap bingung Woo Jin. Tapi saat Woo Jin menyebutkan nama Seo Ri, ia sontak kaget.

"Anda bibinya, kan?" tanya Woo Jin.


"Kurasa kau salah orang." jawab Nyonya Gook, lalu beranjak menuju mobilnya.

"Seo Ri sangat merindukanmu. Dia menunggumu. Dimana pamannya?" tanya Woo Jin.

Tapi Nyonya Gook tidak peduli dan berlalu dari hadapan Woo Jin.


Di perjalanan, Nyonya Gook menangis. Ia berkali-kali meyakinkan dirinya, bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.


Chan dan Seo Ri masih di jalan. Mereka tersesat!

Chan melirik ponselnya. Dan ia panic melihat baterai ponselnya yang tinggal satu garis.

Ban vespa Chan gembos. Chan pun kehilangan kendali sehingga akhirnya mereka berdua jatuh.

Chan panic dan tambah panic saat melihat lecet di tangan Seo Ri.

"Tidak apa-apa, ini hanya lecet kecil." jawab Seo Ri.

Seo Ri lantas menatap ke arah vespa dan memberitahu Chan bahwa bannya copot.

Chan pun memeriksa ban nya dan bingung harus bagaimana.


Chan gugup. Ia pun berusaha menenangkan dirinya dengan menarik napasnya, tapi tetap saja dia gugup dan tidak tahu harus bagaimana.

Chan juga merasa bersalah karena membuat Seo Ri kelaparan, tapi Seo Ri bilang dirinya baik-baik saja.

Tak lama berselang, mobil polisi datang. Chan menghela nafas melihat vespa nya digeret.


Woo Jin menjemput Chan di kantor polisi. Ia memarahi Chan karena sudah mengendarai vespa di jalur terlarang.

Seo Ri pun membela Chan. Ia mengaku, dirinya lah yang mengajak Chan untuk merayakan kemenangan Chan.

Woo Jin lantas menyuruh mereka masuk ke mobil.


Saat menuju ke mobil, Chan pun kembali merasakan sakit di kakinya.

Melihat itu, Woo Jin pun langsung memeriksa kaki Chan.

Ia dan Seo Ri terkejut melihat kaki Chan yang dibebat.

Chan pun menghela nafas karena Woo Jin akhirnya mengetahui keadaan kakinya.


Woo Jin membawa Chan ke RS. Dokter menjelaskan, bahwa pergelangan kaki Chan terkilir dan tendonnya pecah.

"Sudah berapa lama ini terjadi?" tanya dokter.

Chan pun mengaku bahwa kakinya sakit sudah dua minggu.

"Dia harus di gips. Kami perlu memantau pembengkakan selama beberapa hari, kemudian melihat apa dia harus dioperasi atau tidak." ucap dokter.


Woo Jin menyusul dokter keluar. Woo Jin menjelaskan bahwa Chan seorang atlet dan bertanya, apakah sakit di kaki Chan akan mempengaruhi karir atlet Chan.

Dokter pun berkata, bahwa Chan akan segera membaik setelah minum obat dan dirawat.


Seo Ri memapah Chan keluar kamar.

Saat itulah, Hyung Tae dan Seo Ri bertemu.

Hyung Tae memanggil Seo Ri dari belakang.

Seo Ri dan Chan pun berbalik, kemudian menatap ke arah Hyung Tae.

Hyung Tae menarik napas lega dan langsung memeluk Seo Ri. Seo Ri yang merasa tak kenal Hyung Tae, jelas terkejut.


Kesal, Chan pun mendorong Hyung Tae. Ia marah melihat Seo Ri yang tiba-tiba di peluk pria asing.

Tepat saat itu, Woo Jin datang dan melihat mereka.

Dan Chan mengenali Hyung Tae sebagai dokter yang pernah datang mencari Seo Ri ke rumahnya.


"Kemana saja dirimu? Kau tahu berapa lama aku mencarimu?" tanya Hyung Tae.

Woo Jin datang dan langsung berdiri di depan Seo Ri.

"Ada apa ini? Kau siapa?" tanya Woo Jin.

"Kau siapa? Kau mengenalku?" tanya Seo Ri bingung.

"Kau tidak mengingatku? Na ya Seo Ri-ya, Hyung Tae. Kim Hyung Tae." jawab Hyung Tae.


Hyung Tae pun kembali mendekati Seo Ri. Ia mengecek keadaan Seo Ri.

Chan marah dan menjauhkan Hyung Tae dari Seo Ri.

"Chan, hentikan!" ucap Woo Jin.

Woo Jin lantas kembali menatap Hyung Tae.

"Kau siapa?" tanyanya.

"Dia bilang, dia temanku. Dokter ini temanku." jawab Seo Ri.

Woo Jin terkejut.


Hyung Tae dan Seo Ri bicara di taman RS. Seo Ri yang masih tidak percaya dokter di hadapannya adalah Hyung Tae temannya pun berkata, bahwa Hyung Tae yang dikenalnya adalah seorang anak dance.

"Bagaimana dokter bisa menjadi Hyung Tae?" tanya Seo Ri bingung.

"Dokter? Berhenti memanggilku begitu. Ini aku temanmu, Kim Hyung Tae. Aku menjadi dokter." jawab Hyung Tae.

Tapi Seo Ri tetap merasa canggung.

Hyung Tae pun bertanya kenapa Seo Ri lari dari RS seperti itu. Ia juga mengaku, mencari Seo Ri kemana-mana.


Seo Ri lantas menanyakan paman dan bibinya. Ia ingin tahu kenapa paman dan bibinya menelantarkannya.


Sontak, Hyung Tae teringat saat ia melihat Nyonya Gook buru-buru meninggalkan rumah Seo Ri sambil membawa koper.

Setelah itu, Hyung Tae datang lagi ke rumah Seo Ri. Ia memanggil-manggil Tuan Kim tapi tak seorang pun membukakannya pintu.

Flashback end...


Tak mau Seo Ri terluka, Hyung Tae pun berbohong. Ia berkata, bahwa Tuan Kim dan Nyonya Gook sama sekali tidak menelantarkan Seo Ri.

"Mereka merawatmu. Menurutmu, bagaimana kau bisa berada di rumah sakit? Pikirkan tagihan rumah sakitnya." ucap Hyung Tae.

"Tapi mereka semua bilang, paman dan bibiku menelantarkanku dan Fang." jawab Seo Ri.

"Mereka... di luar negeri. Mereka sibuk. Aku kesulitan menghubungi mereka, tapi aku akan mencobanya lagi jadi jangan cemas." ucap Hyung Tae.

Seo Ri lalu menanyakan Su Mi. Hyung Tae juga berbohong, ia mengaku kehilangan kontak setelah Su Mi pindah. Ia juga berkata, akan berusaha mencari Su Mi.


Lalu, Hyung Tae meminta Seo Ri melakukan pemeriksaan di RS. Tapi Seo Ri menolak, ia meyakinkan Hyung Tae kalau dirinya baik-baik saja.

Seo Ri yang canggung lantas pura-pura mencari Woo Jin dan Chan.

"Aku mengatakan ini bukan sebagai teman, tapi sebagai dokter. Dan ini aku, Hyung Tae. Bisakah kau berhenti bersikap formal?" pinta Hyung Tae.


Di kamarnya, Chan kesal karena Hyung Tae memeluk Seo Ri. Ia berkata, tidak peduli meskipun Hyung Tae adalah temannya Seo Ri.

Chan bahkan ingin menyusul Seo Ri, tapi dilarang Woo Jin.

"Ah, jwesung, mian..." ucap Seo Ri.

Seo Ri lalu berkata, bahwa ia tidak tahu harus bagaimana karena merasa Hyung Tae tidak seperti orang yang dikenalnya.

"Pelan-pelan saja, kita lakukan pelan-pelan. Menemukanmu saja sudah cukup bagiku." jawab Hyung Tae.


 Tak lama, Hyung Tae dan Seo Ri datang. Seo Ri langsung berlari ke sisi Woo Jin.

"Terima kasih karena telah menjaga uri Seo Ri sampai hari ini." ucap Hyung Tae.

Chan kesal Hyung Tae memanggil Seo Ri dengan sebutan 'uri Seo Ri'.

Ia mau menghajar Hyung Tae, tapi dihentikan Woo Jin.

"Aku akan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan beberapa pemeriksaan mendalam." ucap Hyung Tae.

"Apa ada masalah?" tanya Woo Jin.

"Kami belum menyelesaikan perawatannya. Ini untuk berjaga-jaga saja. Aku akan segera memeriksa dokumen agar dia bisa diperiksa besok." jawab Hyung Tae.


Hyung Tae juga berkata, Seo Ri bisa menemuinya kapan pun di ruang jaga.

Ia juga berencana mencarikan Seo Ri tempat tinggal baru.

Chan sewot lagi mendengarnya.

Woo Jin berkata, bahwa Seo Ri baik-baik saja bersama mereka.

"Saat itu dia tidak punya siapa-siapa, tapi sekarang dia sudah bertemu denganku. Jadi tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sana lagi." ucap Hyung Tae.

"Aniyo." jawab Woo Jin.


"Aku akan tinggal di rumahku bersama keluargaku. Itu lebih nyaman." ucap Seo Ri.

Mendengar itu, Hyung Tae langsung kecewa. Tapi ia tak bisa apa-apa dan mengajak Seo Ri memulainya pelan-pelan.

*Kok sy kasihan ya sama Hyung Tae. Dulu Seo Ri ini ngakunya rindu banget sama Hyung Tae. Giliran udah ketemu Hyung Tae, reaksinya malah begitu. Dia ngerasa, ntu dokter bukan Hyung Tae nya karena Hyung Tae dibayangannya itu anak dance, bukan dokter.


Hyung Tae hendak mengisi formulir rawat inap Seo Ri, tapi Woo Jin tiba-tiba datang dan mengaku sebagai wali Seo Ri.

Hyung Tae terkejut saat Woo Jin berkata, dirinya pacar Seo Ri.


Hyung Tae lantas mengajak Woo Jin bicara di atap.

"Aku benar-benar berterima kasih kau sudah mengurus Seo Ri dengan baik, tapi kau belum lama mengenal Seo Ri. Berapa banyak yang kau ketahui untuk menjadi walinya?" ucap Hyung Tae.

"Aku walinya untuk saat ini." jawab Woo Jin.

"Aku selalu berada di urutan terakhir selama tes di sekolah. Menurutmu, kenapa aku putus asa menjadi seorang dokter, dengan mengambil ujian sampai empat kali? Aku mungkin bisa membantu Seo Ri sadar lagi. Itulah satu-satunya alasanku menjadi dokter. Aku menunggunya selama 15 tahun dan kau mengenalnya selama beberapa bulan. Kau pikir, dirimu memenuhi syarat sebagai walinya dibandingkan diriku? Menurutku, kau tidak mengenalnya sejauh aku mengenal dirinya." ucap Hyung Tae.

"Dia baik-baik saja di tempat kami. Banyak yang telah terjadi antara dia, keluarga dan teman-temanku. Dia hebat dalam segala hal. Dia mengatasi segalanya. Dia baik-baik saja." jawab Woo Jin.


"Kenapa kau memberitahuku ini?" tanya Hyung Tae.

"Sepertinya kau akan penasaran tentang bagaimana dia sejauh ini. Aku senang dan berterima kasih karena akhirnya kau datang. Dia sangat merindukan teman-temannya dan ingin mencari mereka. Terima kasih sudah kembali ke kehidupannya. Tolong jaga dia sebagai dokter dan teman." jawab Woo Jin.

"Menjaganya?" tanya Hyung Tae bingung.

"Waktunya telah berhenti untuk waktu yang lama. Itu sebabnya dia butuh waktu. Kuharap, kau tidak terburu-buru dalam banyak hal." jawab Woo Jin.

"Apa maksudmu?" tanya Hyung Tae.


"Kau mungkin terus mengawasi dia sepanjang waktu. Tapi baginya waktu dia telah berhenti. Mungkin dia menganggapmu aneh. Dia juga sangat asing dengan dirinya sendiri pada awalnya. Aku harap situasi ini tidak membingungkannya lagi." jawab Woo Jin.

"Kenapa kau sangat tenang! Apa kau tahu perasaanku kepadanya?" tanya Hyung Tae.

"Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu kepadanya, tapi aku tahu bagaimana perasaanku kepadanya. Aku tahu mana yang terbaik untukku, untuknya, untuk mencintai dan tinggal bersamanya. Itu sebabnya aku tenang. Kau merasa cemas, tentang hal-hal yang kau yakini." jawab Woo Jin.

Woo Jin lantas bertanya kenapa Hyung Tae berbohong pada Seo Ri. Woo Jin berkata, paman dan bibi Seo Ri tidak diluar negeri.


"Siapa kau? Berapa banyak yang kau tahu?" tanya Hyung Tae.

"Apa yang coba kau sembunyikan?" tanya Woo Jin.

Hyung Tae pun terdiam.


Hyung Tae turun ke lobby dan bertemu Jennifer. Ia pikir, Jennifer sakit. Jennifer pun berkata, bahwa anggota keluarganya di rawat di sana.


Kini, mereka semua berkumpul di ruangan Seo Ri.

"Jadi kau orang yang memakai sandal yang tidak cocok itu? Aku tidak percaya sudah begitu dekat denganmu. Aku bisa bertemu denganmu sebelumnya." ucap Hyung Tae.

Chan yang panas pun langsung menyindir Hyung Tae yang memiliki banyak waktu senggang sebagai seorang dokter.

Tak lama kemudian, Hyung Tae dihubungi IGD dan langsung pergi.

*Sy ngakak sengakak-ngakaknya liat Chan yg panasan pas Seo Ri dipeluk n diajak bicara Hyung Tae. Hmm.. gimana entar ya reaksinya kalo tau Seo Ri udah di-kiss pamannya.


Hae Beom dan Deok Soo juga datang ke RS. Mereka semua sedang menyantap makanan yang dibawa Jennifer.

Deok Soo minta maaf pada Seo Ri, karena Seo Ri tidak bisa ikut makan. Tapi Seo Ri bilang tidak apa-apa.


Seo Ri lantas tertawa bahagia.

Hyung Tae yang melihat tawa Seo Ri dari depan pintu pun langsung minder.

Ia ingin masuk, tapi tidak jadi lantaran tidak mau mengganggu Seo Ri.


Perlahan, Hyung Tae beranjak pergi. Seo Ri yang sempat melihat Hyung Tae pergi pun merasa tidak enak.


Woo Jin menjaga Chan. Chan yang sudah tertidur mengigau, "Uri Ahjumma".

Woo Jin lantas menyelimuti Chan.


Woo Jin masuk ke kamar Seo Ri, ketika Seo Ri sedang melamun memikirkan sesuatu.

Seo Ri mengaku, bahwa ia takut sesuatu terjadi pada dirinya.

"Semuanya akan baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir dan tidurlah." jawab Woo Jin.

Seo Ri pun tidur. Woo Jin menyelimuti Seo Ri.

Woo Jin lantas menggenggam tangan Seo Ri. Setelah Seo Ri tidur, ia ingat kata-kata Hyung Tae tadi saat ia bertanya alasan Hyung Tae berbohong.


Flashback...

"Kau tidak tahu betapa hebatnya Seo Ri. Dia tidak akan hidup seperti ini jika bukan karena kecelakaan itu. Setelah orang tuanya meninggal, hanya violin yang dia miliki. Tapi kecelakaan, juga merenggut itu darinya. Dia mungkin merasa sangat tertekan karenanya. Dia sudah cukup menderita dengan bebannya jadi aku tidak berpikir aku harus bilang yang sebenarnya sekarang. Aku akan menunda itu selama yang aku bisa."

Flashback end...


Tak lama Hyung Tae datang dan melihat Woo Jin tengah menjaga Seo Ri.

Hyung Tae kemudian teringat saat Seo Ri memanggilnya tadi.

Flashback...


Hyung Tae yang melihat tawa Seo Ri memutuskan pergi karena tidak mau mengganggu Seo Ri.

Seo Ri yang melihat kepergian Hyung Tae pun menyusul Hyung Tae keluar.

Seo Ri memanggil Hyung Tae.

"Hyung Tae-ya." panggilnya canggung.


Mereka pun bicara di kantin RS.

"Apa kau tahu apa yang paling canggung setelah aku bangun setelah 13 tahun?" tanya Seo Ri.

Seo Ri pun meminta maaf karena lagi-lagi bicara dengan bahasa formal.

Lalu, ia mengubah kalimatnya dengan bahasa informal dan mengajukan pertanyaan yang sama.

"Diriku. Seingatku, aku berumur 17 tahun. Tapi saat aku membuka mata, aku sudah berumur 30 tahun. Butuh waktu sangat lama untuk menerima diriku saat ini dan terbiasa dengan itu. Sejujurnya, aku sebenarnya masih dalam proses. Dalam pikiranku aku dapat menerima bahwa kau adalah temanku tapi untuk benar-benar jujur, itu terasa sedikit canggung." ucap Seo Ri.

Seo Ri lantas meminta waktu. Ia juga meminta maaf karena canggung berada di dekat Hyung Tae.

Seo Ri menangis. Hyung Tae pun terluka.

Flashback end...


Hyung Tae pun hanya bisa membeku mengingat itu semua.


Keesokan harinya, Chan menunggu Seo Ri yang sedang menjalani pemeriksaan di kamar Seo Ri.

Tak lama, Jennifer dan Seo Ri datang. Chan langsung menyuruh Seo Ri berbaring.

"Pergelangan kakimu tidak akan cepat sembuh jika kau banyak bergerak." ucap Jennifer.

"Tak apa-apa." jawab Chan, lalu menyuruh Seo Ri berbaring.

Seo Ri pun duduk di kasurnya dan tersenyum menatap Chan.

Chan lantas menanyakan Mr. Gong nya. Jennifer bilang, Woo Jin sedang mengurus sesuatu.


Suster pun datang membawakan sarapan untuk Seo Ri. Tapi saat melihat Chan, ia langsung mengomeli Chan yang jalan-jalan kesana kemari dan menyuruh Chan kembali ke kamar untuk diperiksa.

Tapi Chan meminta diperiksa di kamar Seo Ri.

"Kalau begitu, tarik celanamu." jawab suster.

Chan pun mendengus kesal dan terpaksa kembali ke kamarnya.


Seo Ri dan bahkan Jennifer pun tertawa melihat kelakuan Chan.


Setelah Chan pergi, Seo Ri meminta maaf karena sudah membuat Jennifer repot.

Tapi Jennifer berkata, tidak apa-apa.

Jennifer lalu beranjak pergi.


Setelah Jennifer pergi, seorang dokter mendatangi Seo Ri.

Dokter itu mengaku, ia dikirim oleh Hyung Tae untuk mendampingi Seo Ri melakukan pemeriksaan.

Dokter itu mengaku sebagai koleganya Hyung Tae.

Ia juga berkata, Hyung Tae sedang melakukan operasi darurat.

"Dia memberitahuku tentangmu. Aku lega akhirnya kau sadar. Dia benar-benar peduli padamu saat kau tidak sadar. Kau harus baik padanya."

Dokter itu juga mengatakan, bahwa Hyung Tae kehilangan dua temannya karena kecelakaan itu.

Seo Ri kaget.


Hyung Tae yang baru keluar dari ruang operasi terkejut melihat Seo Ri menunggunya di depan ruang operasi.

Air mata Seo Ri pun pecah saat dia menanyakan soal Su Mi. Hyung Tae sendiri bingung bagaimana menjelaskannya tanpa harus menyakiti Seo Ri.


Woo Jin kembali ke kamar Seo Ri dan terkejut mendapati Seo Ri tidak ada di sana.

Ia pun langsung keluar mencari Seo Ri.

Di kasur, tergeletak ponsel Seo Ri dengan artikel kecelakaan itu.


Woo Jin menemukan Seo Ri sedang menangis di taman.

"Temanku yang ada di bus bersamaku...."

Seo Ri tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Woo Jin pun memeluk Seo Ri.

Chan balik ke kamar Seo Ri dan heran tidak mendapati Seo Ri disana.


Tak lama kemudian, suster datang dan mencari Woo Jin.

"Dimana walinya Seo Ri?"

"A.. aku walinya." jawab Chan.

"Bukan kau. Kau pasti keponakan pacarnya. Maksudku Tuan Gong Woo Jin."

Sontak Chan kaget.

Suster meminta Chan menyuruh Woo Jin datang ke administrasi.


Woo Jin menemani Seo Ri ke rumah abu.

Woo Jin bertanya, apa Seo Ri mau ditemani atau pergi sendirian.

Seo Ri pun berkata, ia ingin pergi sendiri menyapa temannya.


Tangis Seo Ri pun pecah saat berada di rumah lemari abu Su Mi.

"Aku ada disini, Su Mi-ya. No Su Mi." isak Seo Ri.

Mendengar nama Su Mi, sontak Woo Jin kaget dan teringat masa lalunya.

Ia lantas memberanikan diri melihat foto di lemari abu Su Mi.


Menyadari, Seo Ri adalah gadis masa lalunya, ia pun langsung memeluk Seo Ri.

"Jadi namamu Woo Seo Ri? Kau masih hidup? Kau hidup?" tanya Woo Jin.

Air mata Woo Jin mulai keluar.

"Gomawo, karena masih hidup." ucap Woo Jin.

Seo Ri pun bingung, ahjussi. Wae?

Woo Jin tidak menjawab dan terus memeluk erat Seo Ri.


Bersambung............

No comments:

Post a Comment