Monday, December 10, 2018

The Promise Ep 13 Part 3

Sebelumnya...


Hwi Gyung terkejut saat sang ayah menyuruhnya mengelola AP Food.

Hwi Gyung yang tahu kemerosotan AP Food pun berkata, bahwa dirinya tidak mungkin mengambil alih AP Food. Ia juga mengaku tidak tahu harus melakukan apa untuk menghidupkan kembali AP Food.

"Jika kau menyerah saat orang lain sudah menyerah, kau akan tetap sama atau tertinggal jauh. Jika orang lain menyerah, itu adalah kesempatan emas."

"Ayah tahu ada banyak alasan aku tidak bisa mengambil alihnya. Aku tidak punya kemampuan dan tidak tertarik."

"Kau tidak mau mengelola perusahaan dan tidak mau menikah. Jadi apa yang kau mau?"

"Ayah tahu, aku tidak setia pada wanita dan aku tidak tertarik pada perusahaan. Aku hanya akan bekerja sebagai bawahan Kyung Wan dan mengurusmu."

"Jika aku meninggal, ibumu hanya bisa mengandalkanmu."

"Demi ibu, bertahan lah lebih lama ayah. Aku tidak bisa menyakiti wanita yang tidak bersalah."


Mendengar itu, Pimpinan Park pun marah dan berniat melempar Hwi Gyung. Untunglah, Young Sook masuk tepat waktu. Tak mau Pimpinan Park sakit lagi, Young Sook pun menyuruh Hwi Kyung keluar.

Pimpinan Park kemudian berteriak, menyuruh Young Sook memanggil Kyung Wan.


Eun Bong dan Joong Dae menunggui Se Jin di dalam mobil, di depan rumah sakit. Joong Dae yakin kekasih Se Jin adalah Tae Joon.

Sontak, Eun Bong marah mendengarnya dan melarang Joong Dae mengatakan itu di depan Na Yeon.

Tak lama, Tae Joon dan Se Jin muncul.


Eun Bong yang kaget pun langsung menutupi pandangan Joong Dae agar tidak melihat Tae Joon.

Sementara Joong Dae mengira Eun Bong memegangi mukanya karena ingin menciumnya.

Setelah Tae Joon dan Se Jin pergi, baru lah Eun Bong melepaskan Joong Dae.

Joong Dae pun sewot dan tambah sewot saat melihat Eun Bong meletakkan kaki di dashboard mobilnya.


Na Yeon yang berada di sekolah Sae Byeol menghubungi Yoo Kyung, menanyakan soal pesanan Yoo Kyung.

Yoo Kyung pun meminta maaf karena lupa menelpon Na Yeon. Yoo Kyung berkata, bahwa ia batal memesan makanan Na Yeon karena ada masalah keluarga.

Na Yeon pun kecewa, tapi ia meminta Yoo Kyung menghubunginya lagi jika ingin memesan makanan.


Se Jin mengajak Tae Joon ke apartemen baru mereka.

Se Jin berkata, ia akan datang setiap hari ke apartemen itu sampai mereka menikah nantinya.

"Se Jin-ah, aku tidak melakukan apapun untukmu." ucap Tae Joon dengan wajah bersalah.

"Kau memberikanku hadiah terbaik." jawab Se Jin sambil menyentuh perutnya.

Se Jin lantas mengeluarkan barang-barang couple yang sempat mereka beli sebelum ke apartemen.

"Se Jin-ah, bagaimana kalau kita tidak menikah?"

"Aku cemas kalau itu karena ibuku tapi sepertinya itu karena mantan kekasihmu."

"Ini karena keuanganku."

"Jika masalahnya uang, aku siap membantu."

Tae Joon yang malas berdebat dengan Se Jin pun akhirnya beranjak ke dapur untuk membuat teh.


Saat Tae Joon di dapur, ponsel Tae Joon berdering. Se Jin membaca nama 'Yeon' di layar ponsel Tae Joon.

Sebelum menjawab telepon Na Yeon, Se Jin pun menghela nafas. Ia yakin Yeon adalah pacarnya Tae Joon.

Sontak, Na Yeon kaget yang menjawab teleponnya seorang wanita.

"Aku minta maaf, tapi boleh kutanya dengan siapa aku bicara?" tanya Na Yeon.

Se Jin pun membalas pertanyaan Na Yeon dengan senyum penuh kemenangan.


Bersambung...........

No comments:

Post a Comment