Tuesday, February 12, 2019

Haechi Ep 1 Part 2

Sebelumnya...


(Manhwaroo)

Para penduduk berebut masuk ke Manhwaroo.

Para penduduk duduk di lapangan dan memanjatkan doa.

Diantara para penduduk itu, terlihat lah Geum. Geum melihat kuasnya.

"Astaga, sikat ini dalam kondisi mengerikan." ucapnya.

Park Moon Soo datang dan bicara pada Geum bahwa itu akan merepotkan jika hujan tidak berhenti.

Geum celingak celinguk, mencari seseorang yang diajak bicara Moon Soo. Tapi tidak ada siapa pun disampingnya.

Moon Soo lantas duduk disamping Geum. Geum bertanya, apa ia yang diajak bicara oleh Moon Soo.

Moon Soo mengangguk. Moon Soo lalu melihat wajah Geum yang tidak segar.

Moon Soo : Kau tidak bisa tidur juga? Kau khawatir ujian akan ditunda, kan?

Geum : Aku tidur nyenyak dan tidak mungkin wajahku hitam.


Moon Soo : Aku kira tidak. Kau terlihat gelap dimana-mana. Atau apakah kau memiliki penyakit kronis?

Geum pun langsung mengusap lingkar matanya.

Moon Soo lantas mencium sesuatu. Ia pun mengendus-ngendus tubuh Geum.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Geum.

"Alkohol? Apakah kau minum sepanjang malam? Kenapa kau melakukan itu? Ini belum berakhir sampai selesai. Kenapa kau melakukan itu?" ucap Moon Soo.

"Bukan urusanmu. Kehidupan beberapa orang akan berakhir begitu mereka mulai." jawab Geum.

"Kau telah gagal berkali-kali. Itu sebabnya kau terlihat busuk." ucap Moon Soo.

"Terserah apa katamu." jawab Geum.


Moon Soo pun duduk di dekat Geum. Ia mengaku, bahwa dirinya sudah gagal 10 kali.

"Ini berlaku sama untuk semua orang di sini. Bukan hanya kau. Kau harus gagal 1000 kali untuk berhasil.  Jadi ayo... tidak menyerah sampai selesai." ucap Moon Soo.

"Baik, tapi aku tidak pernah bertanya dan aku tidak ingin tahu." jawab Geum.


Moon Soo kemudian menunjukkan kuasnya yang masih bagus dan memberikannya pada Geum. Ia juga memuji kuda Geum.

Geum mengaku tidak butuh kuas Moon Soo, tapi saat mau mengembalikannya, Moon Soo malah memperkenalkan diri dan menanyakan namanya.


A Bong kesal lantaran pemimpin mereka memperlakukan Jung Seok seperti itu.

"Apa begitu cara menjadi pemimpin tim! Apakah kita benar-benar menutup kasus ini? Seperti pengecut, hanya karena dia perdana menteri?"

"A Bong, sudah berapa lama kau bekerja untukku sebagai penyelidik?" tanya Jung Seok.

A Bong pun berpikir, 5 tahun. Kenapa?


Jang Dal datang dan menggeplak A Bong dari belakang. Ia memarahi A Bong dan meminta A Bong berhenti mengatakan hal konyol dan aneh. Jung Seok pun tertawa.


Geum dan Moon Soo selesai dengan ujiannya. Saat melihat kertas Geum, ia terkejut. Itu karena nama dan usia yang dituliskan Geum. Geum menulis bahwa namanya adalah No Tae Pyeong dan usianya 52 tahun.


Moon Soo menghentikan Geum saat mereka akan mengumpulkan kertas ujian.

"Tuan, bukankah ini bermasalah? Kau memberiku nama belakangmu adalah Chang. Di sana tertulis No Tae Pyeong, 52 tahun.  Hidupmu pasti sangat bergejolak. Kau mungkin terlihat

busuk tetapi bagaimana kau bisa berusia 50-an Kau menggantikan seseorang, bukan?"

Moon Soo berteriak, memanggil pengawas.


Melihat itu, Geum pun langsung mendorong Moon Soo. Setelah itu, ia meletakkan kertas ujiannya dibawah tumpukan kertas ujian yang lain. Lalu, ia mengembalikan kuas Moon Soo dan berkata, bahwa kuas Moon Soo terbuat dari rambut babi. Geum pun kabur.

Moon Soo bergegas meletakkan kertas ujiannya di atas meja dan berlari mengejar Geum.

Geum mengelus kudanya dan berkata bahwa ia akan segera kembali.


Moon Soo mengejar Geum bersama para pengawal.


Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Jung Seok, A Bong dan Jang Dal.

A Bong : Bukankah itu Moon Soo?


Mengira sudah lolos dari Moon Soo, Geum berjalan santai, tapi Moon Soo mendadak muncul.

Geum berusaha kabur, tapi Moon Soo tidak membiarkannya.

Moon Soo yang lelah, meminta Geum berhenti sebentar dan minum minuman orang lain.


Setelah itu, Moon Soo kembali berusaha menangkap Geum. Ia berkata, semua orang mempertaruhkan hidup demi ujian itu.

Geum : Hanya sebuah saran. Jangan mempertaruhkan hidupmu di dalamnya. Aku melihat, kau dikutuk dalam kehidupan ini.

Kesal, Moon Soo melompat ke atas meja dan berusaha menangkap Geum. Tapi Geum berhasil menghindar. Para pengawal tiba.  Moon Soo yang jatuh pun meneriaki Geum.


Geum kembali berlari. Moon Soo mengambil tombak pengawal dan mengejar Geum bersama para pengawal.

"No Tae Pyeong, 52!" teriak Moon Soo lalu melemparkan tombaknya ke arah Geum. Lemparannya meleset. Tombak itu tertancap pada salah satu rumah penduduk.


Tak lama kemudian, Pangeran Yeonryung lewat. Para pengawal Yeonryung menyuruh semua orang menyingkir agar tidak menghalangi jalannya sang pangeran.

Geum menatap Yeonryung. Ia tertegun, begitu pula sebaliknya. Geum kemudian kabur. Yeonryung melihat Moon Soo meneriaki Geum.


Jung Seok, A Bong dan Jang Dal datang. Melihat mereka, Moon Soo mengaku bersyukur dan memberitahu mereka bahwa ada pria yang berusaha menggantikan seseorang dalam ujian pegawai negeri dan ia berusaha mengejarnya.

"Ujian pegawai negeri? Kenapa kau ada di sana?" tanya Jang Dal.

"Jangan bilang kau ikut ujian." ucap A Bong.

"Maksudku ... aku memang ikut ujian tapi ..." Moon Soo bingung menjelaskannya.


Yeonryung menyusul Geum. Geum berkata, bahwa ia sudah menyuruh Yeonryung mengabaikannya.

"Kau pengacau lama yang sama. Pangeran Yeoning." ucap Yeonryung.


Tan mempertontonkan kemampuannya dalam pertunjukan pedang di depan Queen Inwon dan Putri Mahkota.

Semua orang memujinya setelah ia selesai dengan pertunjukannya.


Ia lalu kembali ke mejanya.

"Sekarang. aku ingin tahu apakah kau menikmatinya?" tanya Tan.

"Itu menyenangkan bagi mata. Aku belum pernah melihat tarian semacam itu." ucap Putri yang duduk disebelahnya.

"Pangeran Mil Poong benar-benar memiliki keenam kebajikan seorang pria terhormat." puji pria yang duduk disampingnya.

"Semua orang punya harapan tinggi jadi aku mencoba belajar tarian pedang." jawab Tan.


"Tarian pedang agak terlalu banyak, bukan begitu? Para tamu menderita di luar dalam cuaca seperti ini  karena kau." ucap Queen Inwon.

"Bagaimana pun, aku tidak melihat Putra Mahkota." jawab Tan.


Tan lantas bertanya pada Putri Mahkota, dimana Putra Mahkota. Dengan sedikit gugup, Putri Mahkota berkata bahwa suaminya menderita sakit perut sehingga harus beristirahat.

"Bukankah dia terlalu banyak di ranjang? Pusat kerajaan seharusnya tidak ditinggalkan, bukan?" jawab Tan.


"Terima kasih atas perhatiannya. Tapi bukankah raja dan keluarga kerajaan akan menjaga tempat kosong itu?" balas Queen Inwon.

"Keluarga kerajaan artinya anda?" tanya Tan.

"Itu berarti kau tidak perlu khawatir tentang hal itu." jawab Queen Inwon.


Yeonryung datang. Ia minta maaf karena terlambat. Queen Inwon bertanya, apa yang membuat Yeonryung datang terlambat.

"Aku membawa seorang teman lama dalam perjalanan ke sini. Seluruh keluarga kerajaan harus ada di sini untuk mengucapkan selamat ulang tahun anda." ucap Yeonryung.

"Sepertinya semua orang sudah ada di sini. Siapa yang kau bicarakan?" tanya Queen Inwon.


Geum pun masuk. Putri Mahkota langsung mencibir Geum.

"Apa yang kau lakukan di Hanyang? Beraninya kau menginjakkan kaki disini. Apakah dia mencoba mengatakan dia juga berdarah bangsawan?"

Geum menyapa Queen Inwon dan menanyakan kabarnya. Queen Inwon pun mengaku, terkejut melihat Geum juga datang.


King Sukjong di aula, melihat tahtanya. Lalu ia menyuruh Kasim memanggil Seketaris Kerajaan.


Tan sedang menghukum pria yang tadi ikut dalam pertunjukan pedangnya. Ia mencekik pria itu dan mengaku, benci orang yang egois.

"Orang-orang sepertimu yang hanya peduli pada diri mereka sendiri dan menyebabkan masalah bagi orang lain Tetapi yang lebih penting, aku seorang Pangeran! Siapa yang akan menjadi raja selanjutnya? Kau pikir aku tidak bisa membunuhmu karena kita di dalam istana."

Tan mencabut pedangnya dan mengarahkannya pada pria itu. Pria itu minta ampun, tapi Tan tidak peduli dan siap menebas pria itu.


Geum datang menyelamatkan pria itu.

"Aku melihatmu masih memiliki kebiasaan melakukan kekerasan. Kau akan berakhir dalam masalah suatu hari. Penjaga raja dekat Gerbang Jinseon. Kau mungkin tertangkap." ucap Geum.

Tan lalu menyuruh orangnya membawa pria itu.


"Tolong berpura-pura tidak melihat itu, Pangeran Yeoning. Kakak." pinta Tan.

"Inilah mengapa aku menemukanmu sangat menarik. Kau mengubah sikap kamu dengan sangat cepat. Aku tidak percaya kau baru saja memanggilku kakak." jawab Geum.

"Kau tidak berubah. Melihatmu datang jauh2 kesini, aku kira kau akan tetap berhubungan dengan apa yang terjadi di sekitar sini. Apakah kau disini untuk berpihak pada Pangeran Yeonryung?"

"Akutidak peduli tentang apa yang terjadi .. di dalam istana, jadi jangan khawatir tentang aku." jawab Geum.


"Bukannya kau tidak peduli. Kau hanya tidak memenuhi syarat karena ibumu seorang rendahan. Itu sebabnya tidak ada yang merasa nyaman di sekitarmu.  Seorang pangeran yang memiliki darah rendah. Kau jelas memalukan. Kenapa kau bergaul dengan Pangeran Yeonryung? Kalian berdua putra Raja,  tapi dia adalah darah bangsawan sejati sementara kau hanya seorang putra yang diabaikan." ucap Tan.

Geum kesal ibunya dihina, tapi ia berusaha manahan diri.

"Biarkan aku memberi tahumu sesuatu karena kita berbicara tentang darah bangsawan.  Jangan panggil aku kakak. Kau bahkan bukan putra Raja. Kau seperti... setengah keturunan." balas Geum.

Tan terpancing.

"Aku! Adalah pewaris langsung Pangeran So Hyeon! Tahta kerajaan awalnya milik ayahku dan aku!"

"Berhenti lah mengeluh. Itu tidak masuk akal. Siapa pun yang mengambil takhta adalah pemenangnya." jawab Geum sambil tersenyum.

Geum lalu menatap tajam Tan.

"Kudengar Kim Chang Joong tiba-tiba diperiksa semalam. Kau yang ada dibalik semua itu, kan? Kau mungkin membuat dirimu dalam masalah dan Noron harus tetap rendah karena mereka mendukungmu. Mungkin itulah sebabnya ada inspeksi malam. Apakah kau ketahuan membunuh seseorang?"

"Sebaiknya tutup mulutmu." jawab Tan.


"Kau tidak pantas menjadi raja. Yang berikutnya adalah Pangeran Yeonryung. Jadi jangan repot-repot membuang energimu. Dia pria yang baik, jadi dia setidaknya akan membiarkanmu hidup. Jangan terlalu takut." ucap Geum.

Geum lantas beranjak pergi.

Tan marah, HYA!! Ia lalu mengarahkan pedangnya ke leher Geum.

Geum berbalik dan menyuruh Tan menyingkirkan pedang itu dari lehernya karena Tan mungkin bisa terluka.


Pengawal tiba-tiba datang dan menyuruh Tan pergi karena Raja akan membuat pengumuman yang terkait dengan Tan.

Tan terkejut, aku?

Bersambung ke part 3........

1 comment: