Wednesday, February 13, 2019

Haechi Ep 1 Part 4

Sebelumnya...


Moon Soo menunggu di depan Kantor Saheonbu. Ia kesal lantaran Jung Seok belum keluar juga. Ia mengira, petugas Saheonbu tidak becus bekerja.

Tak lama kemudian, Jung Seok berjalan keluar bersama A Bong dan Jang Dal. Mereka membahas situasi di dalam istana yang tidak stabil.

Moon Seok memanggil Jung Seok sembari melambaikan tangan ke mereka.

Jung Seok tidak percaya Moon Soo masih di sana menunggunya.

Jang Dal berkata, Moon Soo seperti seekor anjing yang tidak pernah melepaskan mangsanya.

"Masalahnya adalah dia juga punya otak anjing." tambah A Bong.


Sekarang, Moon Soo menenggak minumannya sambil berkata, kalau ia yakin dia telah melakukan hal seperti ini beberapa kali sebelumnya. Beberapa pria berwajah cantik mengambil uang dan menunggang kuda yang sangat mahal.

Di depannya, duduk Jang Dal dan A Bong. Jang Dal berkata, jika orang ini (Geum) gagal ujian, maka dia akan menyalahkannya.

"Tapi dia memang terlihat tidak menyenangkan." jawab A Bong sambil melihat sketsa wajah Geum.


"Kau mengajukan laporan ke Saheonbu dan menggambar dia. Kasus ini akan diberikan pada seseorang yang cocok besok." jawab Jung Seok yang duduk disampingnya.

"Tapi dia akan bisa melarikan diri ke Pyongyang saat itu. Jika kau terlalu sibuk, setidaknya tunjukkan daftar daftar keluarga. No Tae Pyeong, 52. aku pernah melihatnya menulis Hanyang juga." ucap Moon Soo.

"Itu melebihi otoritasku dan itu ilegal. Berapa kali kukatakan." jawab Jung Seok.

"Kita akan kehilangan penjahat jika melalui semua prosedur." ucap Moon Soo.

"Aku tahu kau memiliki antusiasme yang kuat. Itu sebabnya aku menyukaimu. Tetapi kau harus melakukan itu ketika kau secara resmi menjadi seorang inspektur Saheonbu." jawab Jung Seok.

"Hyungnim." bujuk Moon Soo.


Jung Seok berdiri, ia berkata harus pergi. Tapi sebelum pergi, ia menyuruh Moon Soo mampir ke rumahnya.

Jung Seok : Istriku bertanya tentangmu. Aku pikir dia mau memberimu makanan, jadi mampirlah nanti.


Moon Soo pun kesal. A Bong berkata, makanan bukan masalah disini tapi Jung Seok sangat kasar.

 "Kau gagal tes 11 kali, tetapi dia ingin kau lulus terlebih dahulu. Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu?"

Mendengar itu, Moon Soo pun meralat dengan wajah sebal kalau ia hanya gagal 10 kali.

Moon Soo lantas meminta bantuan Jang Dal. Tapi Jang Dal langsung menolak dengan alasan tak mampu melakukannya. Ada kasus besar diantara para inspektur sekarang.

"Jang Dal, bagaimana sebuah kasus bisa besar atau kecil?" tanya Moon Soo.


Tapi tiba-tiba, Moon Soo menyadari sesuatu.

Moon Soo : Benar, kenapa aku tidak mencoba mencari Yeo Ji? Dia akan melompat kesini dengan api di matanya.


Di sebuah ruangan, Geum memperhatikan botol minumannya.

Geum : Harganya sama, tetapi botolnya semakin kecil.

"Kecil? Apakah ini kecil?" Terdengar suara seorang wanita tiba-tiba. Geum pun menatap keluar dan melihat seorang wanita bicara sendiri.

"Aku tahu, jadi aku punya dada yang kecil." ucap wanita itu, lalu memegangi payudaranya.

Sontak Geum tersedak dan langsung mengalihkan pandangannya.


Wanita itu menatap Geum karena mendengar suara batuk Geum.

Beberapa gisaeng lewat di depannya.

"Aku tidak pernah tertarik dengan hal itu sebelumnya. Seberapa besar seharusnya untuk ukuran tidak kecil? Lupakan. Jadi milikku setidaknya sebesar itu? Punyaku harus sebesar itu untuk masuk ke ruangan itu, kan?" gumamnya sambil menatap Geum.


Geum sendiri masih menatap wanita itu.

"Apa itu?" tanya wanita itu.

"Ini bukan apa-apa. Aku hanya minum." jawab Geum.

"Maka kau harus terus minum." ucap wanita itu.

Wanita itu kembali bergumam, kalau dia harus mencuri jeruk keprok. Geum pun menatapnya dengan bingung.


Wanita itu mengendap2 keluar dari sebuah ruangan sambil membawa beberapa buah jeprok keprok. Saat mau pergi, ia terbelalak melihat dua pria sedang berbicara.

"Tuan Min telah mengirim gadis-gadis itu? Kenapa dia melakukan itu?" tanya pria berbaju pink.

Wanita itu langsung menyimpan jeruknya dan menatap curiga pada dua pria itu.


"Dia mengatakan kepadaku untuk mengambil gadis-gadis karena dia akan membahas masalah pribadi hari ini." jawab pria berbaju abu-abu.

"Astaga, dia seperti ratu drama. Lalu mengapa dia datang ke tempat gisaeng bekerja? Dia seharusnya bertukar surat saja." ucap pria berbaju pink kesal.

Pria berbaju pink lalu masuk ke dalam sebuah ruangan dan pria berbaju abu-abu beranjak pergi.


Tanpa berpikir lagi, wanita itu memutuskan mendekati ruangan itu.

Min yang dimaksud adalah Min Jin Hun. Dia duduk di dalam ruangan itu, bersama pria berbaju pink dan seorang pria lagi.

"Yang Mulia pasti sudah memutuskan karena dia membebaskan Kang Bin. Aku yakin bahwa Pangeran Mil Poong akan menjadi putra mahkota." ucap Menteri Personalia Min.

"Tetapi apakah itu mungkin tanpa masalah? Seperti yang kau tahu, para inspektur Saheonbu melakukan inspeksi malam padaku." jawab Perdana Menteri Kim.

"Aku tahu. Mereka mengatakan inspektur tertentu sedang menyelidiki beberapa pembunuhan. Tapi dia menganggap Pangeran Mil Poong sebagai tersangka." ucap Menteri Personalia Min.

"Aku menekan biro polisi untuk menghentikan itu, dan itu membuatku terhina oleh Saheonbu." jawab Perdana Menteri Kim.


"Ada batas bagiku untuk menahan Saheonbu." ucap Menteri Lee (Yi Myung).

"Tapi itu hanya tuduhan. Tidak ada bukti. Pangeran Mil Poong adalah orang tolol terburuk. Dia memiliki banyak kekurangan juga. Namun kekurangannya tidak selalu buruk. Karena kekurangan itu, Pangeran Mil Poong akan menjadi raja yang bisa kita tangani." jawab Menteri Personalia Min.


Ja Dong menghampiri Geum.

"Ya ampun, aku merasa sangat gugup." ucap Ja Dong.

"Mengapa? Siapa yang datang?" tanya Geum.


Ketiga Menteri itu berjalan pergi. Perdana Menteri berjalan duluan.

Menteri Lee memanggil Menteri Personalia Min. Menteri Lee berkata, bahwa ia yakin Mi Poong tidak melakukan pembunuhan tapi kasusnya agak sedikit aneh.

"Terus?" tanya Menteri Personalia.

"Aku mendapat kehormatan sebagai Inspektur Kepala. Aku tidak bisa menghentikan inspektur selamanya." jawab Menteri Lee.

"Ada seorang inspektur bernama Wi Byung Joo di Saheonbu." ucap Menteri Personalia.

"Anggota Partai Namin itu?" tanya Menteri Lee.

"Jadikan dia pemimpin tim inspektur. Dia akan mengurus tugas." jawab Menteri Personalia lalu beranjak pergi.

*Sepertinya Han Sang Jin dapat peran brengsek lagi nii.. kayak Shin Myeon di The Princess Man kek nya perannya.


Ja Dong memberitahu Geum doal Pangeran Mi Poong. Geum terkejut mendengar bahwa test yang ia gantikan diminta oleh Pangeran Mil Poong aka Tan.

Geum penasaran, kenapa Tan melakukan itu. Ia bertanya siapa yang ingin dikalahkan Tan.

"Bagaimana aku bisa tahu pikiran orang gila yang melakukan hal-hal gila? Aku hanya normal. Apakah kau tidak tahu temperamen Pangeran Mil Poong? Kita akan mati jika ini salah.

Pangeran Mil Poong tidak tahu kamu mengikuti tes untuknya." ucap Ja Dong.

"Mengapa kau membiarkan ini terjadi!" tanya Geum tegas.

"Pak, kau juga mendengar desas-desus, kan? Aku berbicara tentang buku besar kematian Lee Tan. Ayolah. Orang mengatakan bahwa mayat terus menumpuk dekat Pangeran Mil Poong, Lee Tan." jawab Ja Dong.

Geum, Buku Besar Kematian?

*Buku besar kematian ini mungkin isinya list orang-orang yg mau disingkirkan Tan. Dua diantaranya sy yakin, Yeonryung dan Geum.


Yeonryung dapat laporan dari Jung Seok tentang buku kematian Tan itu.

"Setelah membunuh seseorang, dia menulis angka pada tulisan? Apakah itu artinya?" tanya Yeonryung.

"Itu hanya rumor. Itu bisa dimulai dengan gosip. Tapi memang benar bahwa banyak orang di dekat Pangeran Mil Poong  sekarat." jawab Jung Seok.


Tan duduk di dalam sebuah gubuk yang mirip gudang bersama dua pengawalnya.

"Astaga, apa yang harus aku lakukan dengan ini? Aku harus menahan amarahku. Itu hal yang benar untuk dilakukan. Aku perlu mengendalikan diri." ucapnya.

Wajahnya ada noda darah.


Jung Seok memberitahu Yeonryung, bahwa 4 tahun lalu  seorang kepala pelayan yang bertugas mengelola tanah Pangeran Mil Poong ditemukan meninggal.

Flashback...

Seorang wanita menemukan jasad Kepala Pelayan di semak2.

Flashback end...


Jung Seok : Itu tepat setelah dia datang ke kantor polisi untuk mengungkapkan penyimpangan Pangeran Mil Poong. Setelah itu, Pengawal Pangeran Mil Poong dan istrinya juga ditemukan tewas. Penyelidik yang bertanggung jawab atas kasus ini melakukan bunuh diri.

Flashback...


Jung Seok menemukan penyelidik yang bertanggung jawab atas kasus Tan gantung diri.

Flashback end...


Jung Seok : "Dan baru-baru ini, seorang ibu muda yang diperkosa oleh Pangeran Mil Poong akhirnya meninggal ketika dia hamil."

Wanita yang diperkosa itu adalah wanita yang digantung Tan pada sebuah pohon (di awal episode ini)

Jung Seok : Bahkan saudara perempuannya ditemukan tewas. Dan pejabat militer yang mencoba mencari tahu mengapa mereka semua mati akhirnya sekarat juga.


Kembali ke Tan yang masih duduk di gubuk itu. Ia berkata, ia bukan Budha dan tak bisa menahan amarahnya. Ia lalu berdiri dan menatap seorang pria yang sekarat di depannya.

"Serangga jangan pernah mendengarkan ketika kau mencoba bersikap baik kepada mereka!" teriak Tan, lalu mencabut pedang pengawalnya dan menebas pria itu.


Setelah itu, ia dan dua pengawalnya membawa jasad pria itu ke tempat dimana ia menggantung wanita yang diperkosanya.

Ia menuliskan sesuatu di bukunya.

"Tidak ada hantu yang mengatakan keinginan mereka sebelum kematian." ucapnya sambil menatap jasad yang ia baringkan di tanah.


Seorang pria berbaju pink kemudian berbicara pada Tan di dalam gubuk itu.

"Aku akan menutup mata pada apa yang kau lakukan pada keponakanku, jadi tolong bantu aku lulus ujian pegawai negeri." pintanya.


Di hari lainnya, pria itu kembali menemui Tan di gubuk itu dan meminta kompensasi.

Ternyata pria itu adalah pria yang sekarat tadi dan wanita yang diperkosa Tan adalah keponakannya.


Seorang pengawal Tan, melirik Tan dengan tatapan takut.

Tan balik menatapnya.

"Dia seharusnya puas dengan posisi kantornya. Kenapa dia  tidak punya malu untuk meminta kepadaku lebih banyak?" ucapnya.

Tan lalu bertanya nama pria itu pada pengawal yang menatapnya dengan tatapan takut tadi.

"Siapa nama brengsek ini?"

"Dia tidak punya nama."

"Tae Pyeong, kan?"


Yeonryung minta penjelasan Jung Seok, kenapa Jung Seok memberitahu semua itu padanya.

Jung Seok :  Jika itu semua benar, itu berarti Pangeran Mil Poong menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi jalannya.

"Hambatan? Apakah kau berbicara tentang tahta?" tanya Yeonryung.

"Apa yang terjadi di dalam istana bukan urusanku. Namun, ini pekerjaanku.  Aku akan terus mengawasinya, tetapi kau juga harus jaga dirimu, Tuan." jawab Jung Seok.


Sekarang kita diperlihatkan seorang pria yang tengah mencari sesuatu di dalam sebuah ruangan.

Wanita jeruk keprok itu datang.

"Kauadalah inspektur wanita. Siapa namamu?" tanya pria itu yang tak lain adalah Byung Joo.

"Yeo Ji imnida. Apakah kau di sini untuk melihat tuanku?"

"Aku datang untuk minum, tapi aku kira aku datang agak terlambat. "

"Akan kuberitahu kau mampir."


Byung Joo lantas pergi, tapi ia berbalik pergi hanya untuk menanyakan soal rambut Yeo Ji. Yeo Ji pun berkata, ia hanya ingin tampil cantik seperti wanita lain.

Yeo Ji kemudian memberikan satu jeruknya pada Byung Joo.


Geum berdiri diluar, memikirkan soal buku kematian Tan.

"Aku kira orang gila akan mampu melakukan itu. Tapi mengapa dia ingin seseorang mengikuti tes untuk No Tae Pyeong?" tanyanya.


Paginya, seseorang memberikan busur pada Geum. Geum berkata, Tan mengadakan kontes berburu di Yangju hari itu.

"Ini untuk merayakan ... dan memamerkan kekuatannya." ucap Geum.

"Anda tidak pernah pergi ke acara seperti itu sebelumnya."

"Aku penasaran tentang apa yang dia rencanakan dan apa yang dia rencanakan selanjutnya." ucap Geum.

"Kau harus khawatir tentang Pangeran Yeonryeong."

"Aku kira kau khawatir padaku." ucap Geum.

"Anda harus hati-hati."

"Aku menjalani seluruh hidupku dengan hati-hati." jawab Geum.


Yeo Ji sedang bersiap-siap, ia berpakaian seperti laki-laki.

Tak lama, Jung Seok datang. Yeo Ji pun mengaku sudah siap.

"Akan ada bahaya di mana-mana. Apakah kau yakin akan baik-baik saja?" tanya Jung Seok.

"Kita perlu menangkap Pangeran Mil Poong. Menurut percakapan yang ku dengar kemarin, sepertinya para Noron juga sadar akan dosa-dosa Pangeran Mil Poong. Mereka hanya sibuk berusaha menyembunyikan semuanya." jawab Yeo Ji.

"Tentu saja. Sangat jelas. Itu sebabnya mereka hanya banyak kantong sampah." ucap Jang Dal.

"Tapi setan itu hampir menjadi raja negara ini." jawab A Bong.

"Kita harus mencuri buku besar kematiannya." ucap Yeo Ji.

"Hati-hati." jawab Jung Seok.


A Bong tiba-tiba keluar dan menyembunyikan kertas dibalik bajunya.

Ternyata A Bong pergi menemui Moon Soo yang menunggunya di depan. A Bong memberikan kertas ujian Geum pada Moon Soo. Moon Soo pun bertekad menangkap Geum.


Di lokasi perburuan, Tan sudah siap dengan kuda dan orang-orangnya. Semua orang memujinya dan mereka semua tertawa.

Geum yang berdiri tak jauh dari Tan, menatap Tan dengan tatapan dingin.


Moon Soo menyusup ke rumah Geum. Tapi sampai disana, ia tak menemukan siapa pun. Ia berfikir, Geum sudah kabur karena tahu ia akan datang.


Moon Soo jalan2 di pasar. Ia yakin, Geum kabur karena tahu ia akan datang. Tak lama kemudian, ia berpikir tidak akan bisa menangkap Geum jika tidak menangkap Tae Pyeong.

Moon Soo lalu melihat kerumunan orang berlari menuju suatu tempat.


Yeo Ji mulai menyusup ke lokasi perburuan.

Ia tak sengaja menabrak Geum.

Karena Yeo Ji berpakaian seperti laki-laki, Geum tak ingat siapa Yeo Ji. Yeo Ji ingat Geum adalah pria di Gibang malam itu.


Geum memberikan uang pada seorang pria. Lalu ia menanyakan keberadaan Tan.


Hasil ujian pegawai negeri sudah keluar. Moon Soo yang kebetulan lewat, langsung mencari namanya di daftar peserta yang lulus. Ia pun syok menemukan nama Tae Pyeong di urutan pertama.


Yeo Ji menelusup ke tenda Tan. Ia mencari sesuatu. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah kotak kayu dan mencoba membukanya dengan sebuah kawat.

Tak lama kemudian, Geum datang. Geum berkata, bahwa Tan tidak sebodoh itu.

"aku mengatakan kau tidak bisa membukanya dengan itu. Lebih baik mengambil semuanya." ucap Geum.

Yeo Ji mau pergi, tapi Geum menghalanginya dan mengaku ingin tahu juga apa isi kotak itu. Ia bahkan menawari Yeo Ji sejumlah koin.

Kesal, Yeo Ji menendang kejantanan Geum dan beranjak pergi.


Tapi diluar, Yeo Ji dipergoki Tan. Tan melihat kotak kayu yang coba disembunyikan Yeo Ji.

Yeo Ji kabur. Tan pun menyuruh orangnya mengejar Yeo Ji.

Yeo Ji baku hantam dengan orang2nya Tan. Tapi sebelumnya ia sempat menyembunyikan kotak itu.

Yeo Ji kalah. Salah satu lengannya sempat terkena pedang orang2 Tan.


Tan mendekati Yeo Ji yang sudah tersudut. Ia meletakkan pedangnya di leher Yeo Ji.


Tak lama kemudian, Geum datang. Ia memberitahu Tan bahwa Yeo Ji bukanlah seorang pria.i

"Kau sangat kasar. Bagaimana kau bisa memutar lengan seorang gadis?" ucap Geum.

Tan kaget, Yeoja?

"Ayo Leei Tan. Kau harus melawanku." ucap Geum.


Yeo Ji menatap Geum dengan kaget.

Geum tersenyum.

Bersambung........

Ngerti sy, ini si Tan minta Geum gantiin Tae Pyeong buat menyamarkan pembunuhan yang dilakukannya. Sementara Geum ikut ujian, Tae Pyeong dibunuh Tan.

Sy ngakak liat reaksi Moon Soo pas baca hasil ujiannya.. si Tae Pyeong di urutan pertama... jelas aja, Geum kan sejak dulu pintar.

Yg pernah nonton Dong Yi, pasti tahu dong gimana Dong Yi berusaha menutupi kepintaran Geum dari Ok Jung.

Sy penasaran, ini kenapa Geum kayak diasingkan gitu ya dari istana.

Setau sy, Geum ini putra kesayangannya Raja Sukjong. Queen Inwon juga kayaknya gk terlalu suka sama Geum, padahal di Dong Yi diceritakan, bagaimana ia pada akhirnya berpihak pada Dong Yi.

2 comments:

  1. Lanjut,klu bisa sampai selesai suka dgn drama seuguk

    ReplyDelete
  2. Kayaknya pas ini dongyi udah nggak ada..

    ReplyDelete