Sunday, February 17, 2019

Haechi Ep 2 Part 1

Sebelumnya...

Kita lanjut ini gaes... akhirnya, dari kemaren sy udah pengen lanjutin ni drama...


Tan terkejut saat Geum mengatakan, Yeo Ji adalah perempuan.

Geum lantas mengajak Tan bertarung. Tan tidak mau dan bertanya apa urusan Geum. Apa Geum mau pamer, tanyanya.

"Itu adalah naluri semua pria. Sudah menjadi kewajibanku menyelamatkan wanita cantik." jawab Geum sambil mengambil busurnya.

"Hanya dengan satu anak panah? Pikirmu orang-orangku ini hanya boneka?" tanya Tan.

"Aku hanya perlu mengalahkan satu orang." jawab Geum.

Yeo Ji menyuruh Geum pergi. Geum tidak mau dan mulai mengarahkan busurnya pada Tan.

Tan yakin, Geum tidak akan berani menembak.

Geum : Kau keliru. Aku akan menembakkannya.


Geum mengarahkan busurnya ke atas dan mulai menembak. Sontak, Tan panic dan langsung ngumpet di belakang salah satu anak buahnya tapi anah panah Geum meleset.

Tan senang dan mengatakan bahwa Geum bukanlah tandingannya. Yeo Ji juga ikut memarahi Geum karena panah Geum meleset.

Tapi Geum tiba-tiba bertanya pada Yeo Ji, apa Yeo Ji bisa berlari.

Suara erangan binatang buas terdengar.  Tak lama kemudian, babi hutan muncul. Tan dan orang-orangnya langsung berhamburan menyelamatkan diri.

Babi hutan itu terkena panah Geum. Ia berlari tak karuan dan akhirnya menabrak sebuah pohon.

Geum : Ukurannya besar, bukan? Lee Tan, katak emas itu milikku.

Babi hutan itu mengamuk lagi. Anak buah Tan ketakutan dan berusaha menghindari si babi hutan. Kesempatan itu, dipergunakan Yeo Ji dan Geum untuk kabur. Tapi sebelum kabur, Yeo Ji sempat mengambil kotak kayu Tan yang tadi sempat disembunyikannya.


Tan melihat tangkapannya kabur bersama Geum. Ia berteriak, menyuruh anak buahnya mengejar Geum dan Yeo Ji.

Geum dan Yeo Ri lari secepat mungkin ke arah hutan, namun sialnya, mereka terkepung.


Mereka lalu bersembunyi. Geum menyuruh Yeo Ji lari saat ia mengalihkan perhatian Tan. Tapi Yeo Ji menolak. Geum berkata, ia menolong Yeo Ji bukan karena Yeo Ji cantik tapi karena ingin tahu apa isi kotak yang dicuri Yeo Ji. Geum kemudian mengajak Yeo Ji bertemu lagi di Jembatan Kwangtong sekitar pukul setengah sepuluh malam.

Yeo Ji : Kau yakin bisa mengatasi mereka sendirian? Aku tidak memukulmu.

Geum lalu melihat ke area pentingnya yang tadi dipukuli Yeo Ji. Yeo Ji yakin, Geum tidak baik-baik saja setelah ia memukul area penting Geum itu. Ditambah lagi, ia melihat Geum pincang.

Geum : Aku tidak pincang!

Yeo Ji melemparkan sebuah kayu pada Geum. Yeo Ji : Itu akan berguna untukmu. Tubuh atasmu lebih lincah.

Geum, tubuh atas?

Yeo Ji : Ayo bertemu lagi nanti malam. Aku tidak mau selamat sendirian.


Geum memperlihatkan dirinya pada anak buah Tan. Anak buah Tan lansung menyerang Geum.

Tan kemudian datang. Ia merebut pedang salah satu anak buahnya dan menyerang Geum.

Tapi Geum berhasil menangkis dan menjatuhkan pedang Tan.

Geum lalu mendorong Tan.


Tan nyusruk.

Tan kemudian bangun dan terkejut menyadari hidungnya berdarah. Geum mengarahkan busurnya ke leher Tan.

Geum : Kau sudah mengerti, Tan? Ini selalu menjadi masalahmu. Kau tidak sadar bahwa kau dungu.

Tan : Hya, Yeoning-gun. Beraninya kau membuat hidungku berdarah. Beraninya kau melakukan ini pada calon Raja!


Raja Sukjong datang. Seluruh anak buah Tan langsung berlutut. Geum dan Tan menghadap Raja.

Raja : Kudengar akan ada pemandangan seru selama perburuan berlangsung. Ternyata benar. Aku memang belum pernah melihat pemandangan ini.

Tuan Min menatap sinis Geum.

"Mereka pasti punya alasan, Cheonha." ucapnya.


Yoonryung menatap cemas Geum.

Tan mau menjelaskan, tapi Raja Sukjong tidak mau mendengarnya karena ia sudah mengerti apa yang terjadi.


Raja Sukjong lalu menatap kecewa ke arah Geum.

"Kau lagi? Sudah kuduga. Selalu kau." ucapnya menyalahkan Geum.

Geum hanya bisa menunduk dengan wajah kecewa.


Dari kejauhan, Yeo Ji melihat apa yang terjadi.


-Episode 2, Namamu Adalah...-


Seorang pria, rakyat biasa, berteriak-teriak di pasar, memberitahu orang-orang di pasar bahwa seseorang akan tinggal di gunung jika tidak berhasil lolos ujian pegawai negeri.


Moon Soo dengan muka lemas memberitahu A Bong bahwa Geum lulus ujian dengan peringkat pertama sedangkan namanya tidak ada di dalam daftar peserta yang lolos.

A Bong : Tidak mengherankan jika kau tak lulus tapi bukan berarti kau akan membawa-bawa pengumumannya begini.

Geum : Dia seperti pria tampan yang bodoh dan berbau alkohol. Kuasnya pun jelek.

A Bong : Jadi dia orang yang serba bisa? Dia juga berpenampilan menarik.

Moon Soo : Dia tidak lulus ujian begitu saja. Bagaimana caranya lulus dengan peringkat pertama?

Moon Soo terluka. *Astaga, sy ngakak. Untung ada dua orang ini di Haechi. Kalo gk bakal tegang terus ni drama.

A Bong : Apa dia orang miskin? Aneh sekali melihat pria andal seperti dia menggantikan peserta.

Moon Soo : Bukan hanya aneh. Dia pun sangat mencurigakan. Tapi No Tae Pyung yang memintanya telah pergi.


Dal Moon kesal karena pelayan terus menerus menyajikan makanan yang tidak disukainya. Si pelayan beralasan, karena hanya itulah yang bisa disajikannya. Ia lalu memberikan beberapa koin pada Dal Moon dan mengatakan, itu biaya sewanya sampai bulan lalu dan berjanji akan membayar yang bulan ini jika Dal Moon memberinya waktu.

Dal Moon : Supnya terasa amis, pantas saja usahamu payah. Kau tahu toko ikan di persimpangan sana, kan? Beritahu mereka Dal Moon menyuruhmu kesana. Mereka akan memberimu ikan teri yang bagus.

Dal Moon lalu mengambil 3 koin dan beranjak pergi. Si pelayan mengejarnya.

Dal Moon tersenyum, bagaimana kau bisa bertahan hidup jika membayar semuanya? Kau mau mati begitu saja?

Si pelayan hanya bisa menunduk. Dal Moon lalu memberikan satu koin yang diambilnya tadi untuk membayar mi nya.


Dal Moon berjalan melewati A Bong dan Moon Soo yang sedang membicarakan Tae Pyung.

Moon Soo yakin Tae Pyung akan muncul jika tahu namanya ada di peringkat pertama.

Seorang pria pedagang memanggil Dal Moon.

Pria pedagang : Kau sedang menagih hutang, kan?

Dal Moon : Kau lihat dua orang di depan kedai mi itu? Coba selidiki mereka.


Semua orang di Saheonbu langsung berkumpul saat mendengar pengumuman Perdana Menteri Kim datang.

Perdana Menteri Kim turun dari tandunya dan mendekati Jung Seok.  Ia tersenyum kesal lantaran Jung Seok berani melakukan inspeksi malam padanya. Jung Seok pun beralasan, itu lantaran Perdana Menteri Kim mengganggu penyelidikannya. Perdana Menteri Kim marah.

Menteri lainnya datang dan memberitahu Perdana Menteri Kim bahwa Inspektur Kepala sudah menunggunya. Perdana Menteri Kim langsung pergi.


Jung Seok tak tinggal diam. Ia berusaha membawa Perdana Menteri Kim ke ruang interogasi tapi perutnya malah ditabok menteri yang memanggil Perdana Menteri Kim tadi.

Sambil menahan sakit di perutnya, Jung Seok menyuruh menteri itu membawa Perdana Menteri Kim ke ruang interogasi dalam waktu 30 menit. Si menteri marah dan kembali berniat memukul Jung Seok, tapi dihalangi oleh Ketua Saheonbu.


Geum sedang diinterogasi. Petugas keamanan istana berkata, tidak akan mengampuni Geum meski Geum seorang anaknya Sukjong.

Geum : Kau tidak akan punya nyali mencemarkan nama baik keluarga kerajaan, jadi sebaiknya kita sudahi hal ini.

Geum berdiri. Ia berniat pergi tapi petugas keamanan menanyainya soal Yeo Ji.

Geum meminta petugas tidak menangkap Yeo Ji karena hanya akan membuat malu kerajaan saja.

Petugas mulai penasaran dengan maksud Geum.

Dengan wajah sok bingung, Geum mengaku bahwa ia tak tertarik lagi pada wanita. Sekarang, dengan wajah serius, ia mengaku sengaja mendandani Yeo Ji seperti pria lantaran merasa nyaman melihat Yeo Ji berpakaian seperti pria.

Si petugas mulai takut saat Geum menatap intens padanya. Geum memuji ketampanan si petugas. Ia berkata si petugas tampak gagak dalam balutan seragam petugas keamanan dan mengaku menyukai si petugas keamanan.


Raja Sukjong kesal saat petugas melaporkan jawaban Geum padanya, bahwa Geum menyukai pria. Ia pun menyebut Geum pecundang.


Yeonryung berada di depan ruang interogasi. Ia tengah menemui Geum. Tak lama kemudian, Menteri Personalia dan rombongannya datang. Menteri Personalia berkata, bahwa Geum akan dihukum karena telah mempermalukan Tan. Orangnya Yeonryung marah mendengar Menteri Personalia menuduh Yeonryung menanfaatkan Geum untuk melukai Tan. Yeonryung pun menyuruh orangnya diam karena mereka sedang berada di istana. Yeonryung lalu bicara pada Menteri Personalia, bahwa ia berharap Menteri Personalia tidak memanfaatkan insiden yang terjadi hari itu sebagai suatu alasan di kemudian hari. Ia juga meminta Menteri Personalia untuk bersikap pada Geum yang ia sebut sebagai kakaknya.

Menteri Personalia berkata, sikap Yeonryung yang terlalu baik pada Geum, membuatnya kecewa. Yeonryung mengatakan, perasaan kecewa Menteri Personalia tidak penting baginya.

Menteri Personalia : Kita akan kesulitan bekerja sama di kemudian hari. Harus kukatakan bahwa seorang Raja tidak bisa bekerja sendirian.

Menteri Personalia dan antek2nya beranjak pergi.


Yeonryung melihat Geum yang berdiri di kejauhan, menatap mereka.

Yeonryung : Yeoning...


Geum dan Yeonryung bicara di tepi kolam. Geum merasa bersalah karena Yeonryung jadi ikut disalahkan karena dirinya yang terlahir tidak sempurna. Yeonryung meminta Geum tidak mencemaskan itu.

Geum : Terkadang kau perlu menyalahkan orang lain. Kau membutuhkan itu tapi kau terlalu keras kepala.

Geum lantas menyuruh Yeonryung berpihak pada Menteri Personalia.

Yeonryung tidak setuju, Hyung-nim.

Geum : Hwon-ah, yang penting dalam politik adalah jumlah pendukung.

Yeonryung : Itu pemikiran yang hina. Kita punya Putra Mahkota.

Geum : Kau tahu dia akan digantikan. Jika kau kalah, yang menantimu hanyalah kematian.


Tapi Yeonryung tetap tidak sependapat dengan pemikiran Geum. Geum lalu melihat katak emasnya dan menyinggung soal buku kematian Tan. Geum berkata, Tan sudah membunuh banyak orang. Yeonryung terkejut Geum tahu akan hal itu. Geum berkata, bahwa mungkin saja dia bisa menemukan kelemahan Tan dan mungkin akan bagus juga bila dia mati.

Geum lalu membuang katak emasnya ke kolam.


Yeo Ji kesal saat melihat isi kotak kayu Tan. Ia juga heran dan bertanya-tanya kenapa Tan menyimpan bunga yang sudah kering.

A Bong berkata, bahwa Tan itu gila.

Yeo Ji lantas memukuli kepalanya sendiri dan mengatai dirinya bodoh.

Jung Seok sontak langsung menghentikan aksi Yeo Ji itu. Yeo Ji meminta maaf karena sudah keliru mengambil barang.

Jung Seok : Buku kematian itu memang tidak ada di sana. Jika tidak bisa menemukannya, artinya buku kematian itu memang tidak ada.


Sekarang, A Bong berdiri diluar. Tak lama kemudian, Yeo Ji datang dan marah-marah pada dirinya.

A Bong : Kita memang sedang menghadapi situasi darurat. Aku pun kebakaran jenggot sampai harus meminta bantuanmu.

Yeo Ji : Bantu apa?

A Bong : Bisa bantu temukan seseorang? Guru Moon Soo meminta tolong mencari seseorang. Orang itu menggantikan orang lain mengikuti ujian pegawai negeri.

Yeo Ji : Untuk apa dia mencarinya?

A Bong : Guru Moon Soo memang selalu ingin tahu. Aku pun lelah dengan itu.

A Bong lalu menunjukkan sketsa wajah Geum.

A Bong : Kalau tidak salah, dia bilang namanya No Tae Pyung.

Yeo Ji terkejut, No Tae Pyung yang tinggal di Manjangnae?

A Bong mengira Yeo Ji tahu dari Moon Soo.

Yeo Ji : Dimana Guru Moon Soo sekarang!


Geum sedang menunggu Yeo Ji di tempat mereka janjian. Sembari menunggu Yeo Ji, ia melamun memikirkan kata-kata ayahandanya tadi di lokasi perburuan. Tak lama kemudian, Yeo Ji datang membuyarkan lamunannya. Mereka bicara di dalam sebuah ruangan.

Yeo Ji menunjukkan isi kotak Tan pada Geum. Geum terkejut melihat isinya yang hanya bunya kering. Yeo Ji berkata, tidak bermaksud membodohi Geum tapi itulah isi kotak itu.

Geum : Tidak, dia memang gila dan tidak bisa ditebak.

Yeo Ji : Kau pasti sangat mengenalnya.


Geum yang tidak mau identitasnya ketahuan pun langsung menutup kotak itu dan mengatakan, Yeo Ji pasti kecewa dengan isi kotak Tan.

Yeo Ji : Terkadang hidup membuatmu gagal. Omong2, siapa namamu? Apa profesimu? Kau berhasil kabur dengan selamat dari kekacauan tadi. Kau pasti orang penting.

Geum : Mau bertukar nama? Saatnya kau penasaran dengan pria tampan. Tapi aku menolak. Aku tidak akan menanyakan namamu.

Yeo Ji : Aku seorang petani, bukan pencuri. Aku inspektur wanita di Saheonbu.

Geum : Inspektur wanita?

Yeo Ji : Dan kau mungkin Yeoning-gun-i, Geum? Kau putra kedua Raja, kan?

Geum : Kau memang gadis kecil yang bernyali.

Geum lalu menyuruh Yeo Ji pulang karena merasa urusan mereka sudah selesai.

Geum pergi duluan.


Moon Soo berlari menuju ke tempat Geum dan Yeo Ji janjian bertemu.

Lalu tiba-tiba, ia berhenti berlari karena melihat Geum. Moon Soo pun senang karena berhasil menemukan Geum.

Tak lama, Yeo Ji keluar dan Moon Soo mengucapkan terima kasih lantaran Yeo Ji sudah membantunya menemukan Geum.

Sontak Geum kaget dan langsung menatap ke arah Yeo Ji.

Bersambung ke part 2.....

No comments:

Post a Comment