Monday, February 18, 2019

Haechi Ep 2 Part 4

Sebelumnya...


Orang2 itu mulai menggali tanah, Yeoning dan Moon Soo heran. Yeoning menebak, mereka sedang berusaha memindahkan jasad.

Moon Soo terkejut, apa itu No Tae Pyung?

"Kau bisa minggir? Dan kau juga harus tenang." sewot Yeoning.

Moon Soo malah berbisik, menanyakan apa itu jasad Tae Pyung.

"Apa kau gila? Kenapa kau berbisik seperti itu?" protes Yeoning.

"Kau menyuruhku tenang. Kau sangat aneh." jawab Moon Soo.


Mereka lalu melihat seseorang mendekat dan lekas bersembunyi.


Seseorang itu adalah Yeo Ji. Yeo Ji mencocokkan daun yang belum kering itu dengan daun di pohon yang ada di tempat itu.

Setelah itu, ia mengarahkan obornya ke segala arah.

Lalu, ia mengarahkan obornya ke tanah dan melihat tanah yang tampak seperti baru digali.

Yeo Ji menancapkan obornya di tanah, lalu berusaha menggali tanah dengan tangannya.


Salah satu dari orang2 itu muncul diam-diam dan mengarahkan pedangnya ke Yeo Ji.

Namun orang itu jatuh, terkena tembakan panah Yeoning.


Yeo Ji langsung berbalik dan mengarahkan obor nya.

Orang2 itu muncul bergerombol dan siap menebas Yeo Ji.

Yeo Ji berusaha mempertahankan diri dengan obornya namun sial, salah seorang dari mereka membuat obornya jatuh.

Yeo Ji lantas mengambil senjata dari pinggangnya.


Moon Soo keluar dan langsung membantu Yeo Ji.

Moon Soo dan Yeo Ji berkelahi, melawan orang2 itu.

Yeo Ji berhasil menjatuhkan orang2 itu satu per satu menggunakan pisau kecilnya.


Sementara Moon Soo berusaha mendorong pedang yang diarahkan ke lehernya.

Dari kejauhan, Yeoning mengarahkan panahnya ke orang yang mengancam nyawa Moon Soo.

Yeoning menembak kaki orang itu tepat sasaran. Orang itu langsung jatuh. Moon Soo heran Yeoning bisa menembak tepat sasaran dalam kondisi gelap begitu.

Yeoning kembali menembakkan panahnya untuk mengusir orang2 itu.


Setelah orang2 itu pergi, Yeoning mendekati Yeo Ji. Sementara Moon Soo mengejar orang2 itu.

Yeo Ji kembali menggali tanah dan menemukan sebuah jasad di sana. Dan tak berapa lama kemudian, ia menemukan tanda pengenal jasad itu.

Moon Soo muncul. Ia mual mencium aroma jasad itu dan bergegas menjauh.

Yeo Ji membaca tanda pengenalnya.

Mereka pun kaget mengetahui itu jasad No Tae Pyung.


Yeoning langsung kembali ke rumahnya dan mencari Ja Dong. Namun, ia terkejut melihat Seketaris Kerajaan berdiri di halaman rumahnya bersama Ja Dong.


Penemuan jasad No Tae Pyung sampai ke telinga salah satu petinggi Saheonbu. Ia pun lekas menyampaikan hal itu pada Menteri Personalia Min.


Menteri Personalia tampak kesal. Inspektur Wi duduk di depannya. Menteri Personalia : Kini saatnya mencari tahu betapa bergunanya dirimi nanti, Inspektur Wi.


Yeoning pergi menemui ayahandanya. Sang ayahanda mengira, Yeoning abis minum-minum seperti biasa sehingga datang terlambat menemuinya.

Raja lalu menanyakan apa Yeoning ingat tempat mereka bertemu sekarang.

"Ini Bogyeongdang. Tidak pernah kuduga anda akan memintaku datang kemari, Yang Mulia." jawab Yeoning.

"Maksudmu kau kesal karena kuminta kita bertemu di tempat tinggal ibumu dahulu?" tanya Raja.

"Mohon maaf, Yang Mulia." jawab Yeoning.

"Kau tidak menangis. Pada hari kelahiranmu di Bogyeongdang, kau tidak menangis. Baik ibumu dan aku menjadi pucat karena dirimu. Tapi aku membatin bahwa aku akan merasa lebih baik jika kau mati. Aku tidak akan berpikir demikian kalau kau seorang putri. Aku ingin tahu apakah kau akan mampu hidup sebagai pangeran karena kau dilahirkan oleh seorang wanita petani. Aku ingin tahu apakah akan ada yang memanggilmu pangeran." ucap Sukjong.

"Anda ingin aku berkata apa? Anda ingin aku minta maaf karena tidak mati waktu itu!" marah Yeoning.


"Kau bahagia? Aku bertanya apakah kau bahagia bahwa kau memenuhi standarku yang rendah dengan hidup gegabah. Kau bisa saja hidup dengan berbeda. Terlepas dari fakta bahwa ibumu seorang petani, kau tetap bisa berdiri tegar dan hidup dengan layak. Tapi kenapa kau hidup dengan sangat gegabah? Kenapa kau tidak bisa lebih baik?" tanya Sukjong,

"Mungkin karena aku terlalu memenuhi syarat. Anda ingin tahu kenapa aku hidup seperti ini? Aku terpaksa hidup seperti ini karena aku selalu dilimpahi dengan kemampuan. Meski aku mengusahakan sesuatu, aku tidak pernah sanggup! Jadi, aku lebih baik menjadi orang udik saja." jawab Yeoning.

"Benar, kau selalu pergi itu. Kau selalu sangat cerdas dan riang. Maka itu lebih menyakitiku tiap kali kulihat betapa mumpuninya dirimu untuk menjadi raja." ucap Sukjong.

"Kenapa anda berkata begitu? Maaf atas lelucon tidak pantas yang kuucapkan..." jawab Yeoning.


Sukjong mendekati Yeoning. Sukjong : Aku akan segera mati, Pangeran Yeoning. Tapi sebelum itu, bisakah kau tunjukkan pada dunia semua sifat baik yang kulihat saat kau kecil? Aku bertanya apakah kau bisa mengurus dirimu dengan lebih baik dan tunjukkan pada dunia betapa terhormatnya dirimu?

Yeoning terkejut, cheonha...


Yeoning meninggalkan istana sambil memikirkan kata-kata ayahandanya tadi.

Yeoning terlihat berkaca-kaca, abeoji...


Jung Seok senang mendengar Byung Joo diangkat sebagai pemimpin tim.

Jung Seok yakin, Byung Joo akan banyak membantu.

Byung Joo : Bagaimana keadaannya? Bisakah kau membuktikan bahwa ada hubungan antara Pangeran Mil Poong dan No Tae Pyung?


Yeoning yang baru tiba, terkejut melihat Yeo Ji dan Moon Soo di depan kediamannya.

Tak lama kemudian, Jung Seok muncul.


Yeoning dan Jung Seok bicara di dalam. Jung Seok minta Yeoning bersaksi agar mereka bisa mengadili Tan.

Yeoning :  Bagaimana jika aku tidak bisa bekerja sama?

Jung Seok : Bukankah kau mengejar Pangeran Mil Poong karena kau mengetahui kejahatannya? Dan dia saat ini berusaha menjadi raja negeri ini.

Yeoning : Apa hubungannya itu denganku? Dasar naif. Bagaimana kau berharap aku membuktikan dia bersalah? Itu akan menjadi senjata makan tuan untukku.

Jung Seok : Lantas kenapa anda...

Yeoning : Kenapa aku terlibat dalam ini? Ini menyenangkan. Ya, itu dia. Aku ingin Pangeran Mil Poong kesusahan. Itu saja.


Jung Seok berjalan keluar dari kediaman Yeoning. Ia menyuruh Yeo Ji dan Moon Soo pulang.

Moon Soo kesal.

"Tuan! Tolong keluar. Kenapa kau memilih keluar pada saat ini?" teriaknya.

"Tidak usah hiraukan dia. Kita bisa melakukannya sendiri. Ayo." jawab Yeo Ji.

"Sejenak kukira kau pria yang baik. Tapi mereka semua sama. Wajar jika dia memihak mereka. Seekor sapi akan menguap dan seekor anjing akan mentertawaimu." teriak

Moon Soo lagi, lalu pergi.


Di dalam, Yeoning menanyakan siapa Jung Seok pada Ja Dong.

Ja Dong : Benar bahwa dia inspektur dengan rasa keadilan. Dia seorang Noron, tapi menentang para pejabat.

Yeoning : Itu masih tetap Saheonbu. Noron sudah mengendalikan Saheonbu. Inspektur rendahan bisa apa dalam keadaan semacam itu?

Ja Dong : Ada satu lagi.

Yeoning : Siapa? Pangeran rendahan yang lemah ini?

Ja Dong : Kau  memimpikan impian tanpa harapan dan tanpa emosi. Kuharap kau membiarkannya sebagai mimpi juga. Kuharap kau tidak berusaha menyadari impian itu sia-sia.


Pemimpin Tim Joo kesal tahu dirinya dipecat sebagai pemimpin dan posisinya akan digantikan oleh Byung Joo. Tak lama, Byung Joo datang dan Kepala Inspektur Lee menyuruhnya keluar.


"Menteri Personalia memintaku menunjukmu. Mungkin dia ingin kau membujuk Han Jung Seok karena kalian dekat."

"Inspektur Han tidak akan terbujuk begitu saja. Mari gunakan taktik standar. Akan kubuka mahkamah agung untuk mengadili kejahatan Pangeran Mil Poong."

"Apa kau gila? Maksudmu kita harus mengadili Pangeran Mil Poong?" marah Kepala Inspektur Lee.

"Sebaliknya. Mari hancurkan argumen Inspektur Han yang kekurangan bukti. Jadi, dia tidak akan membuat klaim lain." jawab Byung Joo.


Jung Seok dan rekan2nya yakin, Byung Joo masih berpihak pada mereka. Rekan2 Jung Seok cemas, jika mereka tidak bisa membuktikan hubungan Tan dan Tae Pyung di mahkamah agung nanti, maka Jung Seok akan berada dalam kesulitan. Tapi Jung Seok tidak peduli.


Cho Hong (wanita yang datang bersama Geum) menghampiri Geum. Ia melihat botol minuman Geum yang sudah kosong.

"Sudah habis? Bukankah kau ingin mabuk?"

"Mabuk dengan anggur atau dengan mimpi. Sedang kurenungkan."

Cho Hong menuangkan isi botol yang sudah berganti dengan air mineral biasa.

"Cepat putuskan kau mau mabuk dengan apa. Selesaikanlah dan mari bermain, seperti yang biasa kita lakukan."

Geum yang hendak minum teringat kata-kata ayahandanya semalam.


Sementara pengadilan Tan dimulai. Jung Seok mengatakan, ada seseorang yang diminta Tan untuk menggantikan ujian No Tae Pyung.

Kepala Inspektur Lee meminta Jung Seok menghadirkan orang itu. Jung Seok menolak dengan dalih bahwa Saheonbu dilarang mengungkapkan informan mereka.

Kepala Inspektur Lee marah. "Beraninya kau mengguruiku!"

"Anda lah yang seharusnya tidak melindungi Pangeran Mil Poong lagi!"

Jung Seok lalu melirik rekan2 setimnya.

"Kau sungguh tidak tahu? Kau pasti tahu. Kau tahu Pangeran Mil Poong adalah kriminal!"


Moon Soo di depan kediaman Yeoning. Ia berteriak, sambil menggedor-gedor pintu meminta Yeoning keluar.


Jung Seok :  Dunia pernah menyebut para pejabat Saheonbu, "Haechi." Itu karena mereka yakin Saheonbu akan mengadili yang baik dah jahat serta menegakkan keadilan. Tapi bagaimana kita sekarang? Semua orang mengabaikan kebenaran demi keamanannya sendiri. Rakyat tidak bersalah mati oleh pedang orang berkuasa. Di saat seperti ini, rakyat masih mengandalkan Saheonbu. Mereka berharap kita masih tetap memihak mereka. Mereka berharap Saheonbu akan melakukan tugas mereka sebagai sistem yudisial.

Para petinggi marah dan menganggap Jung Seok sudah menghina sistem hukum mereka.

Kepala Inspektur Lee mendesak agar Jung Seok menghadirkan si pengganti. Ia berjanji, akan mengadili Tan jika si pengganti dihadirkan.

Jung Seok terdiam.

Yang lain juga sepakat, meminta si pengganti dihadirkan. Jika tidak, mereka akan menghukum Jung Seok.


Tak lama kemudian, Yeoning datang dan mengaku bahwa dia lah si pengganti.

Sontak, seisi mahkamah agung kaget.

Bersambung........

1 comment: