Monday, March 25, 2019

Haechi Ep 10 Part 1

Sebelumnya...

Untuk Babel episode 15-16, sabar yoo... Kita ke Haechi dulu... tapi sy spoiler dikit ya Babel episode terakhir... ada yg happy ending, ada yg tidak.... Penjahat utamanya berakhir di penjara setelah membunuh seseorang..... Dan yang paling gak disangka-sangka sih, mata2 di kejaksaan adalah orang yang paling kesal saat melihat Woo Hyuk menemui kegagalan...

Kita mulai.... happy reading....


Moon Soo terluka, terkena sabetan pisau pengawalnya Ji Gwang.


Sementara Seja yang berusaha menolong Inspektur Saheonbu yang ditikam pisau oleh seorang gadis kecil malah jadi tersangka penikaman.


Yeo Ji mengeluarkan talinya, bersiap melawan pengawal Ji Gwang.


Suasana tambah kacau saat petugas Saheonbu lainnya muncul. Mereka terkejut melihat korban penikaman adalah rekan mereka sendiri, Inspektur Oh.

Byung Joo lantas menyuruh petugasnya menahan Seja.


Yeo Ji berhasil menjatuhkan pisau pengawal Ji Gwang.

Salah satu anak buah Ji Gwang tiba-tiba datang dan membisiki Ji Gwang sesuatu. Ji Gwang tertawa mendengarnya, lalu mengajak seluruh anak buahnya pergi.


Setelah mereka pergi, Yeo Ji memeriksa keadaan Moon Soo.

A Bong datang dengan wajah panik.


Gadis kecil yang menikam Inspektur Oh, bergegas meninggalkan rumah bordil Ji Gwang. Gadis itu sudah tidak mengenakan baju pria lagi.


Petugas Saheonbu tidak berani menahan Seja.

Byung Joo marah, kenapa ragu-ragu! Kubilang tahan Putra Mahkota!

Petugas Joo maju, tapi Seja melarang mereka mendekat.

Seja : Jangan berani-berani menyentuhku! Aku akan berjalan dengan kedua kakiku sendiri.


Moon Soo, Yeo Ji dan A Bong datang. Mereka juga terkejut.

Moon Soo : Jeoha...


Dari kejauhan, si tersangka penikaman yang asli memperhatikan mereka. Ia terkejut mengetahui orang yang memergokinya menikam Inspektur Oh adalah Seja Jeoha.


-Episode 10, Perempuan Dengan Tato Hitam-


Soron terkejut mengetahui Seja ditahan Saheonbu.


Gyeongjong juga terkejut mendapat laporan dari kasimnya soal saheonbu yang menahan Seja.

Inwon yang baru mendengar kabar itu, langsung menemui Gyeongjong.


Dal Moon dan anak buahnya membahas soal Seja yang membunuh seseorang. Si pendongeng tidak percaya Seja membunuh seseorang.

Dal Moon : Aku tidak tahu detailnya.

Pendongeng : Tapi mana bisa mereka menahan Putra Mahkota? Dia adalah Putra Mahkota!

Dal Moon : Karena mereka Saheonbu. Mereka bisa mengucilkan bangsawan dan menentang kerajaan. Namun, anggota Saheonbu tewas di depan mereka. Kau pikir Saheonbu akan takut kepadanya saat dia tidak punya kekuasaan?


Para petugas Saheonbu berkumpul di lapangan, menyambut kedatangan Inspektur Kepala.


A Bong panic, ia takut dengan apa yang akan menimpa Seja selanjutnya.

Jang Dal pun meminta penjelasan Moon Soo, kenapa Seja ada di sana.

Moon Soo : Itu karena kita. Dia datang untuk memberi tahu kita ada bahaya Itulah bagaimana ini terjadi. Tapi pembunuhan itu konyol. Dia tidak akan membunuh.


Yeo Ji : Aku akan pergi. Aku harus menemui dia.

Jang Dal : Kau sudah gila? Saheonbu berkeliaran di luar sana.

Yeo Ji : Lantas kau mau kita diam saja? Putra Mahkota telah ditahan. Tapi kita tidak tahu apa-apa? Bukankah lebih gila lagi kalau diam saja?


Saheonbu ingin Seja dihukum. Inspektur Kepala mengatakan, mereka tidak bisa langsung menanyakan Seja.

"Seorang anggota Saheonbu, keluarga kita, dibunuh! Jika kita tidak bisa menghukum Putra Mahkota karena titelnya bukankah kita harus berhenti dari pekerjaan kita?"

Inspektur Kepala : Hentikan. Kau pikir aku tidak tahu semua itu? Satu hal yang pasti adalah Putra Mahkota sendirian di TKP.


Byung Joo : Ya. Hanya Putra Mahkota, jasad Jipyeong Oh, dan pisau berdarah yang ditemukan di sana. Tentu saja Putra Mahkota menyangkal bahwa dia membunuh.

Byung Joo lantas mengingat saat Seja menyangkal sudah membunuh Inspektur Oh tadi.


Byung Joo : Tentu, aku ingin memercayai dia. Kenapa tidak?


Gyeongjong memanggil semua orang ke istana.

Saat menuju balai istana, Gyeongjong bertemu Tuan Kim dan Yi Kyum.

Yi Kyung marah.

"Beraninya Saheonbu menahan Putra Mahkota!"

"Tapi jika ini benar, ini akan menyebabkan berapa banyak masalah?" tanya Tua Kim.


Tuan Min yang sekarang menjadi Kepala Hanseongbu, juga mendapat laporan dari anak buahnya soal Seja.


Byung Joo mulai menginterogasi Seja. Byung Joo dengan wajah arogannya mengaku bahwa ia ingin mempercayai Seja. Seja lantas bertanya, kenapa Byung Joo berani menahannya kalau begitu.

Byung Joo : Kesaksian Anda... Kesaksian ini tidak masuk akal. Anda lebih pintar dari siapapun. Tapi kenapa ada yang mencurigakan dalam kesaksian Anda?


Moon Soo dan Yeo Ji berusaha menemui Seja, tapi dihalangi petugas Saheonbu.

Moon Soo : Tolong biarkan kami lewat. Kami harus menemui Putra Mahkota!

Yeo Ji : Putra Mahkota telah dijebak!


Di dalam, Seja masih diinterogasi.

Byung Joo : Kau mendengar teriakan minta tolong dan bergegas datang. Tapi Jipyeong Oh sudah mati tertikam oleh pisau.

Seja : Berapa kali kamu kau menanyai itu?

Byung Joo : Dan Anda hanya melihat punggung seorang bangsawan melarikan diri.

Seja : Astaga. Ini mulai membosankan.

Byung Joo : Apakah seorang perempuan?

Seja terdiam dan teringat sosok yang menikam Inspektur Oh memang perempuan.

Byung Joo : Apa yang kudengar dari Anda saat itu? Aku yakin itu suara Anda. Ya, Anda melihat si pembunuh. Itu kalau Anda bukan pembunuhnya!

Seja tetap diam.


Petugas Yoon menyuruh Moon Soo pergi. Ia berkata, Saheonbu hanya bekerja sesuai prosedur.

Moon Soo marah.

"Maksudmu menginvestigasi Putra Mahkota tanpa izin? Bukankah kejahatan oleh anggota kerajaan harus diinvestigasi oleh Departemen Keadilan?"


Petugas Joo : Saheonbu juga berhak menginvestigasi kejahatan oleh anggota kerajaan. Tahu apa kau sampai bilang begitu? Lupakan saja. Seret mereka keluar!


Tepat saat itu, Bangsawan Cho datang bersama orang-orang dari Departemen Keadilan. Orang-orang dari Departemen Keadilan menarik pedang mereka dan mengarahkannya pada petugas Saheonbu.


Seja masih bungkam saat Byung Joo menanyainya siapa pembunuh Inspektur Oh yang sebenarnya. Byung Joo berkata, jika Seja tetap diam, Seja bisa dianggap sebagai pembunuh Inspektur Oh.

Seja : Maka cobalah mewujudkan itu. Bukankah itu kehebatanmu?

Byung Joo : Jeoha!


Inspektur Eksekutif datang memberitahu Byung Joo tentang kekacauan yang terjadi diluar.


Inspektur Kepala marah.

"Beraninya kalian menarik pedang di depan Saheonbu. Kalian adalah Departemen Keadilan!"

"Serahkan Putra Mahkota yang ditahan di sini. Departemen Keadilan akan menangani dari sini." jawab Bangsawan Cho.

"Kasus ini milik kami, Saheonbu!" ucap Inspektur Kepala.

"Sudah kubilang kami mengambil alih dari sini." jawab Bangsawan Cho.

"Junior Tingkat Kedua! Kau ingin berkelahi?" tanya Inspektur Kepala.

"Kau menolak perintah Yang Mulia?" tanya Bangsawan Cho.

Bangsawan Cho memberi perintah untuk membawa Seja dari Saheonbu.


Seja lalu keluar.

Seja : Kau dari Departemen Keadilan?

Bangsawan Cho : Kami datang untuk membawa Anda sesuai perintah Yang Mulia. Namun, aku ingin mengatakan ini lebih dahulu. Departemen Keadilan tidak akan mempermudah situasi untuk Anda.

Seja : Tidak ada tempat dalam kerajaan ini yang mempermudah situasiku.

Semua terdiam mendengar ucapan Seja.

Bangsawan Cho : Kawal Putra Mahkota.


Moon Soo dan Yeo Ji memanggil Seja.

Seja terkejut melihat mereka dan meminta waktu sebentar pada Bangsawan Cho untuk menemui mereka.

Seja lalu mendekati Moon Soo dan Yeo Ji.

Moon Soo : Jeoha, kali ini, Anda harus memercayai kami. Kami akan membuktikan Anda dijebak apa pun caranya.

Seja terharu, Moon Soo-ya...


Seja lalu melihat luka di tangan Yeo Ji.

Seja : Apakah semuanya terluka lagi gara-gara aku?

Yeo Ji : Itu hanya luka gores.


Seja tiba-tiba menarik Yeo Ji ke dalam pelukannya.

Sontak semuanya kaget.


Yeo Ji : Jeoha, wae?

Seja berbisik pada Yeo Ji.

Seja : Bunuh tuannya. Aku melihat tato yang mengatakan, 'Bunuh tuannya'.


Seja dibawa pergi Departemen Keadilan.


Di dalam, Yeo Ji memberitahu apa yang dikatakan Seja pada Moon Soo, A Bong dan Jang Dal.

Yeo Ji : Juga...

Moon Soo : Jeoha bilang apa lagi?


Yeo Ji teringat saat Seja memeluknya tadi, Seja juga mengatakan, si pemilik tato seorang gadis kecil. Seja juga meminta Yeo Ji menemuinya.


Beberapa petugas dari Saheonbu melakukan razia di dermaga. Mereka melihat seorang kakek membawa ember besar.

"Ada pembunuhan dan kami sedang menginspeksi. Apa itu?"

"Ya. Ini ember toilet." jawab kakek itu.

Kakek itu lantas diizinkan lewat.


Tanpa mereka sadari, gadis kecil itu bersembunyi di dalam ember itu.

Yeo Ji : Pembunuh Jipyeong Oh adalah seorang gadis desa yang masih kecil.

Bersambung ke part 2................

No comments:

Post a Comment