Tuesday, March 26, 2019

Haechi Ep 10 Part 4

Sebelumnya...


Seja terkejut mendengar penjelasan gadis kecil itu.

"Kami menjadi seperti ini karena kalian, para bangsawan. Jika bukan untuk sewa tanah pertanian, saudariku tidak akan dijual ke Dinasti Qing. Andai majikanku memberi kami sedikit waktu lagi, ayahku tidak akan berusaha menjual aku juga. Meski aku cuma punya tanah untuk dimakan, aku masih tetap ingin tinggal di negara ini. Meski negara ini punya banyak masalah, aku tetap ingin tinggal di sini bersama teman-teman dan keluargaku."

"Apa maksudmu kau hampir dijual? Maksudmu seseorang berusaha membawamu pergi ke Dinasti Qing?" tanya Seja.

Gadis itu mengangguk.

Seja berkaca-kaca mendengarnya.


Tiba-tiba, terdengar suara penjaga.

"Siapa di situ?"

Yeo Ji langsung mendekati mereka.

"Jeoha, kurasa para penjaga datang. Kita harus apakan dia?"

"Lari!"

"Apa?" tanya gadis kecil itu kaget.

"Lari sebelum penjaga datang." jawab Seja.

Gadis itu lari.


Tak lama kemudian, para penjaga datang.

"Yang Mulia. Permisi, Yang Mulia. Kami dengar suara datang dari sini."

"Tidak ada yang perlu dicemaskan. Kalian boleh kembali." jawab Seja.


Dal Moon dan Moon Soo akhirnya menemukan markas budak pemberontak itu.

Mereka trenyuh melihat betapa buruknya tempat tinggal mereka.

Moon Soo : Tidak bisa kupercaya ini markas budak pemberontak. Tidak bisa kupercaya anak-anak itu pembunuhnya. Bagaimana mungkin?


Seorang pria tua menghampiri mereka.

"Siapa kalian?" tanyanya.


Di Saheonbu, Petugas Joo masih aja menyindir Petugas Yoon yang tidak ikut serta dalam aksi pengunduran diri mereka.

Petugas Yoon : Bukankah sikapmu kekanak-kanakan?


Moon Soo kemudian datang dan meminta waktu Petugas Yoon sebentar. Moon Soo ingin bicara soal kasus perdagangan manusia.

Petugas Joo mencengkram Moon Soo. Moon Soo yang kesal pun mendorong Petugas Joo.

"Park Moon Soo! Ingin mati di tanganku? Berandal cilik. Kau adalah rekrutan baru. Pangkatmu yang terendah dan tidak lebih baik dari binatang. Kau sedang melalui masa perpeloncoan, yang berarti kau harus menggonggong seperti binatang jika senior menyuruhmu!" teriak Petugas Joo.


"Rekrutan baru? Ritual perpeloncoan sialan itu. Baiklah. Menggonggong seperti binatang? Tentu. Aku akan menggonggong untukmu karena itu keinginanmu. Tahukah kau kenapa dunia sangat sulit untuk ditinggali? Karena ada beberapa bedebah sialan yang berbuat kotor sementara mereka memperoleh uang lewat pajak. Rakyat negara ini entah dijual atau akhirnya hidup menderita. Tapi sementara itu, beberapa bedebah yang menjijikkan dan menyedihkan hanya fokus berbuat kotor agar mereka bisa memperoleh uang!" teriak Moon Soo, membuat Petugas Joo terheran-heran dan melangkah mundur.

"Cukupkah gonggongan itu untukmu?" tanya Moon Soo lagi.


Petugas Yoon tampak menahan tawanya melihat aksi Moon Soo.

Moon Soo lalu meminta Petugas Yoon untuk ikut dengannya.

Petugas Yoon :  Baiklah.

Petugas Joo : Bedebah itu tidak waras.

Petugas Yoon : Aku kurang yakin. Aku tidak begitu setuju denganmu. Tapi harus kukatakan, ucapannya lebih baik daripada gonggongan. Dia lebih baik dari rekrutan baru yang pernah ada selama ini. Itu suara gonggongan paling kreatif yang pernah kudengar.

Petugas Yoon beranjak pergi.


Petugas Joo kesal bukan main.

*Park Moon Soo, kau keren.... Suka adegan ini...


Seja langsung memberitahu Gyeongjong alasan anak2 itu melakukan pembunuhan.

Gyeongjong terkejut dan sedih mendengarnya.

Seja : Kita tidak akan bisa pura-pura tidak mengetahui fakta bahwa anak-anak itu membunuh, Yang Mulia. Namun, kuharap Anda juga akan memperbaiki penyakit sosial negara ini, karena itulah yang memicu mereka melakukan pembunuhan.


Tuan Lee menatap kagum pada Seja.

Gyeongjong : Lihatlah di mana aku duduk, Putra Mahkota. Aku bahkan tidak bisa melindungi rakyatku dari dijual. Tapi aku duduk di ruangan hangat ini yang diperbaiki oleh tangan-tangan kecil itu.


Tuan Lee keluar. Diluar, Tuan Lee bertemu Inwon. Inwon meminta pendapat Tuan Lee soal Seja.

Tuan Lee : Aku tidak bisa mengatakan Putra Mahkota itu orang yang seperti apa. Namun, jika menyangkut kualitas menjadi raja, dia mungkin sebenarnya mampu untuk menjadi raja, yang sungguh dibutuhkan negara ini.


Seja meninggalkan istana Raja.


Inspektur Kepala kesal saat membaca surat permintaan Seja.


Moon Soo dan Yeo Ji menghampiri Seja.

Seja : Kau siap?

Yeo Ji : Jangan khawatir, Yang Mulia. Itu akan segera diurus.


Inspektur Kepala dan beberapa petugas Saheonbu menemui Seja. Inspektur Kepala yang masih yakin kalau Seja yang membunuh Jipyeong Oh pun mengaku kalau Saheonbu hanya mematuhi hukum negara.

Seja : Aku lebih tahu daripada siapapun bahwa Saheonbu berusaha sangat keras mematuhi hukum negara. Meski, aku mempertanyakan awalnya untuk siapa hukum itu dibuat.


Moon Soo, Yeo Ji, A Bong, Jang Dal dan beberaa petugas Saheonbu lainnya berkumpul di depan sebuah rumah.

Dipimpin oleh Petugas Yoon, mereka pun mendobrak pintu masuk.


Sementara itu, Seja tiba di Mahkamah Agung. Para inspektur Saheonbu menatapnya penuh kebencian.

Byung Joo : Kita akan mengikuti perintah ini. Anda mengetahui aturan Saheonbu. Anda pernah kemari sebelumnya.

Seja : Instruksi yang sungguh baik. Terima kasih.

Byung Joo : Agak terlalu cepat untuk bilang begitu, mengingat kesulitan yang akan Anda lalui. Anda ingat pernah mengatakan ini? Anda mulai dewasa setelah tahu apa yang terjadi ketika penguasa mulai membenci Anda. Bagus seandainya Anda sungguh jera saat itu. Dengan begitu, Anda tidak akan gegabah seperti sekarang.


Moon Soo dan yang lainnya ternyata datang ke rumah bordil Ji Gwang.

Mereka berniat menangkap Ji Gwang karena sudah menjual anak2 ke Qing.


Tuan Min menerobos masuk ke MA. Dia membawa seseorang untuk dilihat oleh Seja. Seja sontak kaget melihatnya.


Mil Poong bergabung bersama Ji Gwang. Sontak, Moon Soo cs kaget melihatnya.


Seja terkejut melihat petugas membawa gadis kecil itu masuk.

Bersambung..............

No comments:

Post a Comment