Thursday, March 28, 2019

Haechi Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


Para bangsawan banyak yang pergi ke ibu kota.

Para petugas memeriksa identitas mereka satu per satu.


Salah satu pria bangsawan itu bernama Jo Tae Koo.

"Rupanya ada banyak bangsawan yang pergi ke ibu kota." ucap Tuan Jo sambil mengelus anak kucing di gendongannya.

"Mereka kemari untuk cari gara-gara. Kelompok pembunuh majikan menyebabkan keributan hari ini." jawab si petugas.

Saat melihat identitas Tuan Jo, si petugas langsung meminta maaf.

"Kau punya sembilan jari. Pasti tidak nyaman." ucap Tuan Jo.

"Aku mengerjakan tugas kasar di biro kepolisian dan..."

"Pertahankan kinerjamu." ucap Tuan Jo, lalu pergi.


Tuan Jo adalah Ketua MA, dari Soron.

Tuan Jo menemui Tuan Min. Ia memberikan Tuan Min hadiah, yaitu seekor anak kucing.

"Kutemukan ini saat menuju kemari." ucap Tuan Jo.


Tuan Min mengelus kepala anak kucing itu.

Tuan Jo tersenyum melihatnya dan berkata, Si  bodoh yang tidak setia.

"Kau segera memihak yang kuat." ucap Tuan Jo.

"Itu omong kosong. Kau menyindirku karena aku mundur ke ruang belakang." jawab Tuan Min.

"Kau sehebat ini bahkan dari ruang belakang. Ibu kota sedang kacau." ucap Tuan Jo.

"Kepala Soron telah kembali. Hagok Jo Tae Koo." jawab Tuan Min.

"Sepertinya kau juga akan mengambil kembali posisimu sebagai kepala Noron." ucap Tuan Jo.


"Kita dahulu satu akar. Kita berdua di Partai Seoin, mempertahankan kehormatan Joseon." jawab Tuan Min.

"Itu sudah lama sekali. Kini, kita hanya Noron dan Soron." ucap Tuan Jo.

"Joseon bukan milik raja lagi. Para bangsawanlah yang berkuasa." jawab Tuan Min.

"Bukankah sudah lama sejak mereka korup?" ucap Tuan Jo.

"Benarkah memercayakan segalanya pada raja, sesuai keinginan Soron? Raja yang buruk bisa menghancurkan kerajaan." jawab Tuan Min.

"Tidak masalah jika satu atau banyak yang menghancurkan kerajaan." ucap Tuan Jo.

"Noron itu korup. Mabuk oleh kekuasaan yang telah lama dimiliki, mereka bahkan tidak kompeten. Tapi ini fondasiku. Aku akan menyelamatkan akarnya." jawab Tuan Min


"Dan kau  akan membicarakan kejahatan Istana Putra Mahkota?" tanya Tuan Jo.

"Ini kesempatan bagus untuk menyatukan Noron yang terbagi." jawab Tuan Min.

"Jika kau menyasar Istana Putra Mahkota, kita akan menuduh Noron berkhianat." ucap Tuan Jo.

"Tidak. Akankah Yang Mulia mampu menahan opini keras kaum bangsawan? Kau mungkin sudah lihat para bangsawan yang marah. Kau akan harus menyerahkan Putra Mahkota, Hagok. Kalau tidak, Raja akan berada dalam bahaya." jawab Tuan Min.


Tuan Kim dan dua anteknya sedang membahas Geum. Tuan Kim menolak mempertaruhkan keluarga dan nyawanya demi menyelamatkan Geum.

"Ini bukan waktunya untuk mengeluh. Bahkan para bangsawan di pedesaan berkumpul di ibu kota." jawab Yi Kyum.

Satu pejabat lagi berkata, bahwa ia tidak berharap Geum dimakzulkan.

Yi Kyum kaget,  kamu bicara apa? Lantas kita semua akan mati.

Tuan Kim : Soron akan tetap memihak Putra Mahkota, bukan? Tentu. Raja menunjuk Putra Mahkota.


Paginya, Tuan Lee menemui Tuan Cho. Tuan Lee menanyakan keadaan Gyeongjong pada Tuan Cho.

Tuan Cho : Tadi malam, dia tidak bisa tidur sama sekali.

Mereka berdua cemas.


Mereka lalu dikejutkan dengan kehadiran Tuan Jo. Mereka senang dan langsung menyambut Tuan Jo.


Gyeongjong tampak tegang.

Tak lama kemudian, ia memanggil seseorang diluar.


Tuan Jo berencana memakzulkan Geum. Sontak, Tuan Lee dan Tuan Cho kaget mendengarnya.

Tuan Cho : Tapi akankah kekacauan ini berakhir dengan cara itu?

"Poin keseluruhan dari politik adalah berurusan dengan keributan dan perselisihan. Itulah sifat dari politik. Meskipun kita mengorbankan Putra Mahkota dan berhasil menghindari perselisihan, kekacauan dalam bentuk lain pasti akan muncul. Satu-satunya cara kita bisa menghentikan perkelahian itu adalah mati. Tapi kita tidak bisa mati sekarang. Aku bukan hanya membicarakan kita. Aku juga membicarakan raja kita. Karena itu, mari kita menyerah dan mencapai kesepakatan kali ini. Siapa tahu? Mungkin suatu hari, kita juga bisa menang." jawab Tuan Jo.


Noron dan Soron bertemu di depan balai istana.


Tuan Kim dan Yi Kyum serta anggota Noron lainnya kaget melihat keakraban mereka.

Yi Kyum : Soron pasti telah memutuskan untuk mengabaikan Putra Mahkota. Artinya Soron bersepakat dengan Noron yang lain.


Moon Soo dan A Bong di penjara. A Bong panic karena Moon Soo belum siuman juga.

Tak lama, Moon Soo bangun dan langsung menanyakan Geum.

A Bong terdiam. Moon Soo meminta A Bong mengatakan padanya apa yang terjadi pada Geum.


Yeo Ji dengan gagah berani menyusup ke Hanseongbu.

Yeo Ji melihat petanya.

"Aku yakin dia ada di dekat sini." ucap Yeo Ji.


Yeo Ji kemudian mendengar suara.

"Kalian tidak dengar? Kuperintahkan kalian membuka pintu!"

Yeo Ji mengintip dan melihat beberapa orang disana.


Di istana, para pejabat yang sudah menunggu Gyeongjong heran karena Gyeongjong tak juga datang.


Tuan Lee bertanya pada Kasim. Tapi Kasim tidak mau memberitahu dimana Raja mereka.


Tuan Cho kemudian datang dengan wajah panic.


Gyeongjong ternyata ke Hanseongbu menemui adiknya. Geum terkejut melihat hyungnya.

Gyeongjong : Belum lama sejak kau menjadi Putra Mahkota. Kau memang tahu caranya membuat keributan.

Geum : Kegaiban adalah berkat bagi Raja. Aku tahu benar perbuatanku itu salah. Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Anda harus mendengarkan bawahan Anda yang setia dan memakzulkan aku.

Gyeongjong marah.

"Siapa kau hingga harus bertanggung jawab!"

Gyeongjong lantas mengatakan, dialah Raja Joseon dan tanggung jawab hanya bisa diemban oleh satu orang yang berhak melakukannya.

Bersambung ke part 3...........

No comments:

Post a Comment