Thursday, March 28, 2019

Haechi Ep 11 Part 4

Sebelumnya...


Di dinding luar istana, tertempel surat yang mengatakan bahwa Seja adalah orang pertama yang memedulikan rakyat miskin.

Satu per satu rakyat lantas mulai meninggalkan identitas mereka di sana sebagai bentuk dukungan terhadap Seja.


A Bong terharu melihatnya. Jang Dal mengajak A Bong melakukannya juga.


Moon Soo dan Dal Moon datang.

Moon Soo : Maksudmu kau dan anak buahmu bukan dalang di balik ini? Aku tidak memercayai yang kusaksikan saat ini. Mereka semua maju dan mempertahankan nyawa mereka.

Dal Moon : Ini sesuatu yang tidak bisa dimanipulasi oleh siapa pun. Ini adalah suara rakyat.

Moon Soo dan Dal Moon ikut meninggalkan identitas mereka.


Di Saheonbu, Byung Joo marah karena Hanseongbu dan Saheonbu diam saja, tidak mengambil tindakan.

Inspektur Eksekutif berkata, pengawal kerajaan yang bertugas melakukan itu dapat perintah dari Raja untuk melindungi rakyat yang mendukung Seja.


Gunungan identitas itu semakin tinggi.

Bahkkan para wanita ikut meninggalkan identitas mereka disana.

Tuan Min dan antek2nya terkejut melihatnya.

Tuan Min melihat gunungan identitas itu dari jarak dekat.


Si gadis pembunuh memanggil Yeo Ji yang lewat di depannya. Ia meminta bantuan Yeo Ji.


Di depan istana, Seja terharu membaca identitas si gadis pembunuh.

Yeo Ji : Kknot Nim. Itu nama gadis itu, Yang Mulia. Gadis yang membunuh majikannya.

Flashback....


Yeo Ji menemui Kkot Nim dan memberikan identitas Kkot Nim.

Rupanya Kkot Nim minta dibuatkan identitas agar bisa mendukung Seja. Ia terharu melihat namanya yang terukir di atas sebuah batu.

Yeo Ji lalu menunjukkan identitasnya pada Kkot Nim.


Yeo Ji : Aku berjanji. Aku akan melempar identifikasiku dan identifikasimu.

Kkot Nim : Bolehkah aku mengatakan satu permintaan lagi?

Flashback end...


Yeo Ji : Dan dia juga memintaku memberitahumu bahwa dia berterima kasih atas perbuatanmu, dan dia tidak akan melupakannya.


Rakyat masih terus berdatangan hanya untuk meletakkan identitas mereka.

Seja terharu melihatnya.


Malamnya, Tuan Jo dan Tuan Min kembali bertemu. Tuan Jo menanyakan pendapat Tuan Min soal dukungan rakyat pada Seja.

Tuan Min : Maksudmu kau akan memercayai orang-orang yang mudah goyah? Itukah sebabnya kau memutuskan untuk merangkul Putra Mahkota?

Tuan Jo : Ini cara kita untuk menang meskipun kemenangan kita hanya bertahan sebentar. Siapa yang tahu? Jika terus menang seperti ini, kita mungkin bisa bertahan.

Tuan Min lantas menyuruh Tuan Jo melakukan beberapa hal yang diinginkan Noron.

Tuan Jo : Tentu saja. Kita tetap harus membuat semuanya tetap formal.

Tuan Min : Harus kukatakan, Putra Mahkota sangat malang. Ini peluang satu-satunya bagi dia untuk bertahan hidup.


Tuan Lee dan Tuan Cho juga ikut meninggalkan identitas mereka.

Tuan Cho bahkan mengaku ingin lebih mengenal Seja lagi.


Seja membaca identitas pendukungnya satu per satu.


"Ma Seon si budak, wajah dengan bekas luka penyakit cacar..."

Ma Seon lah yang menulis surat dukungan untuk Seja pertama kali.

"Putra Mahkota adalah orang pertama yang memedulikan rakyat miskin seperti kami. Aku yakin Putra Mahkota adalah orang yang sangat baik.


Seja : Kang si pengawal, Gae si pelajar, Sembilan Jari...

"Jadi, kumohon jangan makzulkan Putra Mahkota."


Seja : Si Pincang....

"Aku meninggalkan identifikasiku di sini, maka silakan tangkap aku jika harus. Tapi meskipun kakiku yang lainnya harus patah, aku masih mendukung Putra Mahkota."


Paginya, Yoon Young sebal melihat Mil Poong yang diam saja dan tidak melakukan apapun untuk melawan Seja yang mendapat dukungan rakyat.

Mil Poong : Aku sungguh berharap dia tidak dimakzulkan kali ini. Kenapa? Karena harus aku yang menyingkirkan dia dan menjadi raja. Aku harus menjadi orang yang menghentikan kejahatan dan mencapai kebijakan. Aku sendiri yang harus melakukannya. Itulah karma yang sesungguhnya.


Ji Gwang menyeret Gae Dol ke hadapan Dal Moon.


Yoon Young terkejut mendengar perkataan Mil Poong. Ia meminta Mil Poong mengulang perkataannya lagi.

Mil Poong : Aku akan memecahkan karma baiknya...

Yoon Young : Bukan yang itu.


Ji Gwang menyuruh Gae Dol dan Dal Moon saling menyapa.






Yoon Young terkejut mengetahui Mil Poong menyuruh Ji Gwang menemui seseorang bernama Dal Moon.



Yoon Young pergi keluar. Ia syok mendengar soal Dal Moon.


Ja Dong cemas karena Seja ingin pergi ke suatu tempat.

Seja berkata, ia sudah memberitahu Gyeongjong bahwa ia mau keluar.


Seja ternyata pergi menemui Moon Soo. Moon Soo minta maaf karena duduk berselonjor di depan Seja.

Seja : Aneh sekali mendengarnya. Dari awal saja kau sudah tidak sopan.

Moon Soo : Saat itu aku tidak bisa mengukur tindakan, gegabah, dan kebingungan.

Seja : Lalu? Kini kau bisa mengukur tindakan?

Moon Soo : Sedikit. Aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapa. Kukira semua akan berakhir begitu aku menjadi inspektur. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak bisa melakukan sesuatu hanya dengan niat. Itulah yang kupelajari.

Seja : Kedengarannya kau sedang bicara denganku. Bagaimanapun, kau mengatakan untuk tidak melelahkan diri.


Seja keluar. Diluar, dia bertemu Yeo Ji. Yeo Ji terkejut melihat Seja disana. Sementara Seja senang melihat Yeo Ji. Mereka lantas bicara.

Yeo Ji : Insiden serupa akan terjadi lagi. Insiden yang mengincar dan mengancam Anda. Nyawa Anda mungkin terancam saat itu terjadi.

Seja : Aku sudah mengetahui semua itu. Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Orang yang terlalu kompeten biasanya menjadi target banyak orang. Aku cerdas, tampan, dan aku Putra Mahkota. Aku harus menyalahkan diri sendiri karena terlalu kompeten. Siapa lagi?

Yeo Ji terkejut mendengar ucapan Seja, apa?

Seja : Kau tidak perlu cemas.

Yeo Ji : Anda tidak memahami ucapanku. Bukan itu maksudku. Jeoha, ada yang mau kusampaikan.


Moon Soo keluar dari dalam. Ia sudah berpakaian rapi dan berniat mengantarkan Seja pulang.


Yeo Ji meminta izin Seja untuk memasuki istana. Ia mengaku, ingin menjadi pelayan istana agar bisa melindungi Seja.

Tentu saja Seja syok mendengar pengakuan Yeo Ji itu.

Seja lalu duduk disamping Yeo Ji.

Seja : Kau tidak akan memahamiku. Akan kujelaskan tugas seorang pelayan istana...

Seja lalu memegang tangan Yeo Ji.


Seja : Itu artinya ini bisa terjadi.

"Dan, ini...." Seja meletakkan tangan Yeo Ji di dadanya.

"Lalu...ini juga..." Seja mencium Yeo Ji.

Bersambung..........

No comments:

Post a Comment