Friday, March 1, 2019

Haechi Ep 3 Part 1

Sebelumnya...


Seisi Mahkamah Agung kaget ketika Yeoning gun tiba-tiba saja menerobos masuk ke pengadilan.

Jung Seok : Yeoning gun Daegam.

"Narasumber itu ada di sini. Aku habis minum segelas alkohol. Tapi kurasa aku pun mabuk dalam mimpi. Kau menyebutku apa Harus kukatakan, tidak menyenangkan dipanggil begitu. Tapi benar Akulah narasumber itu Aku pengganti dalam tes sesuai perintah Pangeran Mil Poong Narasumber yang akan membuktikan kejahatan Pangeran Mil Poon adalah aku. Yeoning Gun.


Moon Soo berlarian di pasar. Tangannya tampak menggenggam sebuah kertas.

Di tengah pasar, ia menabrak Dal Moon dan terjatuh. Moon Soo yang sedang terburu-buru itu langsung bangun dan pergi tapi Dal Moon menghentikannya. Dal Moon berkata, Moon Soo berjalan ke arah yang salah. Jika Moon Soo lewat sana, akan lebih lama. Dal Moon lalu menunjukkan arah yang benar.

"Sungguh?" tanya Moon Soo, lalu langsung pergi.

Ternyata Moon Soo berniat menangkap seseorang.


Begitu Moon Soo pergi, pria pedagang temannya Dal Moon langsung memberitahu Dal Moon siapa Moon Soo.

"Namanya Park Moon Su. Dia junior dari Han Jung Seok, seorang inspektur di Saheonbu."

"Kudengar Pangeran Yeoning muncul di Saheonbu?" tanya Dal Moon.

"Ya. Petugas arsip berusaha mengetahui apa yang terjadi." jawab si pria pedagang.

"Haechi. Tidak kupercaya masih ada yang mengharap kebajikan dari kekuasaan." gumam Dal Moon sinis.


-Episode 3, Malapetaka dari Kebajikan-


Menteri Lee marah. Ia bertanya, apa maksud Yeoning mengatakan Mil Poong menyuruh seseorang menggantikan ujian pegawai negeri untuk No Tae Pyong

"Ini Mahkamah Agung! Siapa pun yang mengatakan dusta di sini akan dihukum meskipun dia berdarah bangsawan." ucap Menteri Lee.

"Aku juga rakyat Joseon. Jadi, aku tahu benar kekuasaan Saheonbu. Namun, benar bahwa aku pengganti tes it dan narasumber yang mengakui apa yang terjadi Tidak ada yang bisa kau lakukan soal itu. Dan ini kebenaran yang sangat sulit." jawab Yeoning.

"Inilah yang selama ini kau minta. Narasumber akhirnya muncul Apa lagi yang kau butuhkan?" tanya Jung Seok.


Tapi tetap saja, pihak Noron membela Mil Poong. Mereka mengatakan, menyuruh orang menggantikan ujian kepegawaian untuk No Tae Pyong tidak bisa membuktikan kalau Mil Poong membunuh No Tae Pyong.

"Karena itu kami ingin menahan Pangeran Mil Poon untuk mengetahui kebenaran di balik hubungan mereka!" jawab Jung Seok.

"Apa katamu? Menahan? Kau menyarankan kita harus membawa seorang pangeran ke Saheonbu!" sentak Menteri Lee.

"Apa ada alasan kita tidak bisa? Keluarga kerajaan juga rakyat dari negeri ini. Seperti inilah Saheonbu pada awalnya!" tegas Jung Seok.


Satu per satu, petugas Saheonbu mulai berdiri. Mereka menunjukkan dukungan mereka pada Jung Seok. Sontak, pihak Noron kaget.

Jung Seok dan Yeoning menatap Byung Joo yang tidak ikut berdiri.


Sukjong sedang melakukan ritual doa bersama para menterinya dari Partai Noron. Tak lama kemudian, seorang menteri kepercayaannya datang memberikan informasi.

Menteri Min melihat itu. Lalu tak lama, Menteri Min juga mendapatkan informasi dari seorang rekannya.

Menteri Min kaget dan langsung menatap ke arah Sukjong yang juga membalas tatapannya.


Di pengadilan, seluruh petugas Saheonbu menunjukkan dukungan mereka untuk Jung Seok dan Yeoning.

Sontak, Menteri Lee marah.

"Kami tidak bisa mengabaikan kejahatan Pangeran Mil Poong Sebagai inspektur Saheonbu, kami akan menahan dia." ucap Jung Seok lantang.

"Kalian menyidangkan dia? Beraninya kalian!" protes Menteri Lee.


Byung Joo yang sedari tadi diam saja, akhirnya angkat bicara.

"Jika kesaksiannya benar tentu saja kita harus mencurigai Pangeran Mil Poong atas pembunuhan Namun, itu hanya satu orang Bagaimana kita harus memercayai kesaksian dari narasumberm Bagaimana siapapun bisa yakin bahwa ini bukan hanya rencana jahat?"

"Pejabat tinggi dimakzulkan berdasar rumor tidak beralasan dan narasumber tidak dikenal cukup untuk Saheonbu membuat keputusan. Jadi, aneh sekali bagaima narasumber tidak dikenal tidak cukup untuk membuktikan kasus ini. Bahkan saat narasumber itu berdarah bangsawan." jawab Yeoning.

"Itulah persisnya kenapa Fakta bahwa anda berdarah bangsawan. Saheonb tidak seharusnya terlibat dalam skema politik!" ucap Byung Joo.


"Maksudmu Saheonbu itu jujur dan adil Ya, itulah yang seharusnya Baiklah. Lantas bagaimana dengan ini Bagaimana jika kubawaka narasumber lain?" jawab Yeoning, yang bikin seisi pengadilan tambah kaget.


Yeo Ji menyusup ke sebuah rumah.


Gae Dol sedang berkemas-kemas. Ia menyuruh pekerjanya mengemas semua daging yang mahal.

Tiba-tiba, Dal Moon datang menemuinya. Gae Dol langsung menanyakan Yeoning. Dal Moon berkata, bahwa Yeoning sudah meninggalkan desa mereka.

"Aku tidak heran. Aku yakin dia juga cemas. Aku juga akan bersembunyi untuk sementara." jawab Gae Dol.

Suara teriakan seseorang terdengar, Tunggu!

Dal Moon pun langsung menyuruh Gae Dol lari lewat pintu belakang.


Moon Soo lagi mencari Gae Dol. Kertas yang dipegangnya ternyata sketsa wajah Gae Dol.

Pria pedagang temannya Dal Moon mendatangi Moon Soo. Ia memberitahu Moon Soo kalau Gae Dol berusaha kabur lewat pintu belakang di balik pondok.


Gae Dol sendiri yang berusaha kabur, disergap Yeo Ji. Yeo Ji menunjukkan sketsa wajah Gae Dol.

"Sebuah wajah yang mirip kuda Tahi lalat besar di dahi. Kau ditahan karena menjadi makelar untuk ujian pamong praja." ucap Yeo Ji.

"Memangnya kau siapa?" tanya Gae Dol.

"Ikuti saja aku kalau tidak mau terluka." jawab Yeo Ji.

"Ke penjara?" tanya Gae Dol.

Gae Dol lalu menyuruh orang-orangnya menyingkirkan Yeo Ji.

Tak butuh waktu lama bagi Yeo Ji untuk meringkus orang-orangnya Gae Dol.


Gae Dol berusaha kabur saat orang-orangnya menyerang Yeo Ji.

Tapi di depan, ia bertemu Moon Soo.

"Senang bertemu denganmu, Gae Dol. Aku sudah mencarimu ke mana-mana." ucap Gae Dol.

"Siapa kau Bedebah?" sewot Gae Dol.

Gae Dol mengeluarkan pisaunya tapi Moon Soo berhasil meringkusnya.


Moon Soo lalu membawa Gae Dol ke hadapan Yeo Ji.

"Yeo Ji-ya, berikan tali." pinta Moon Soo. Yeo Ji langsung melemparkan talinya dan Moon Soo mengikat tangan Gae Dol dengan tali.

"Jadi, beginilah rasanya bekerja di bidang ini. Ini menyenangkan." ucap Moon Soo.

"Bagaimana kau tahu dia disini?" tanya Yeo Ji.

"Ini, kau juga dapat dari Pangeran Yeoning kan?" jawab Moon Soo sambil menunjukkan sketsa wajah Gae Dol.


Di belakang, Dal Moon diam-diam mengamati mereka.


Yeo Ji membawa Gae Dol ke Saheonbu.

Diluar, Moon Soo berharap rencana Yeoning sukses.


"Aku Cheon Yeo Ji, inspektur perempuan. Aku menahan Gae Dol, kriminal yang diperintah Pangeran Mil Poong dan dia mengaku bahwa dia bersalah."

Sontak Jung Seok kaget.

"Yeoning Daegam, apa yang terjadi?"

"Sepertinya kau tidak pandai memainkan trik. Aku tidak mau orang lain tahu sebelumnya. Jadi, kupinjam bawahanmu tanpa memberitahumu." jawab Yeoning.


Menteri Lee dan rekan-rekannya sesama Noron pun keluar. Mereka terkejut melihat Gae Dol terangkap.

"Sekarang, mari kita selesaikan ini. Kau lakukan tugasmu, dan aku akan lakukan tugasku." ucap Yeoning pada Jung Seok.


Orang-orang Noron pun langsung riweuh.


Mil Poong terlihat kesal.

"Lee Geum, bedebah gila itu. Seharusnya kuhancurkan dia dahulu." ucapnya.

Mil Poong lalu bicara pada para pengawalnya.

"Itu akan baik-baik saja, bukan? Kita semua Noron, bukan? Siapa peduli soal Saheonbu dan yang lain jika kita Noron menekannya."


Menteri Lee kesal karena dipaksa mengambil keputusan oleh antek-anteknya agar tidak menahan Mil Poong.

"Menahan Pangeran Mil Poong sekarang akan membebani Saheonbu."

"Tapi apa kata publik jika kita tidak melakukan apa-apa sekarang?"

"Publik? Kita membicarakan Pangeran Mil Poong. 100 tahun dari masa depan negeri kita bergantung pada ini."

"Pejabat tinggi di sini bisa menolak mayoritas Lantas aku akan merampas hak inspektu sebagai inspektur kepala." jawab Menteri Lee.


Jung Seok menyuruh anak buahnya bersiap-siap untuk menangkap Mil Poong.


Tak lama kemudian, Byung Joo datang. A Bong menatap kesal Byung Joo dan memanggilnya pengkhianat.

Lalu A Bong, Jang Dal dan Yeo Ji pergi.


Jung Seok meminta penjelasan Byung Joo, soal tujuan sebenarnya Byung Joo membuka Mahkamah Agung.

Byung Joo menyuruh Jung Seok berhenti. Tapi Jung Seok tidak mau dan melangkah pergi.

"Kurasa kau harus berhenti. Pejabat tinggi akhirnya akan menghentikanmu. Kau tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak bisa memenangi otoritas Noron pemilik dunia ini sekarang." ucap Byung Joo.

Sontak, langkah Jung Seok terhenti. Jung Seok lantas kembali menatap Byung Joo.


"Kita lebih baik memilih hidup di bawah kekuasaan mereka. Mana bisa kulakukan itu, Byung Joo Dunia yang kita lihat sangat berbeda." jawab Jung Seok.

"Inspektur Han." Byung Joo membujuk Jung Seok. Tapi Jung Seok menolak dan beranjak pergi.


Di istana, orang-orang Noron mulai membuat hasutan. Mereka berkata, tuduhan yang dialamatkan pada Mil Poong adalah konspirasi untuk menjatuhkan Mil Poong.

"Konspirasi? Kenapa Pangeran Yeoning memikirkan hal seperti itu?" tanya pihak dari partai Soron.

"Pangeran Yeoning adalah saudara tiri Pangeran Yeon Ryeong. Kau butuh penjelasan lain. Aku tidak mengatakan Pangeran Yeon Ryeong berniat buruk. Kalau ada niat buruk, Pangeran Yeoning pasti melakukannya sendiri untuk saudaranya Kalau tidak, ini akan menjadi masalah besar. " jawab Menteri Min

"Tidak ada lagi yang perlu dibahas. Pada akhirnya ini tugas Saheonbu. Kita harus tunggu saja keputusan mereka." ucap Menteri Kim.


Sukjong kemudian datang.

"Bagaimana jika aku tidak bisa mempercayai keputusan Saheonbu?" tanya Sukjong.


Sukjong lantas naik ke singgasananya.

"Bagaimana bisa seorang raja tidak memercayai keputusan Saheonbu? Itu topik berbahaya, Yang Mulia. Atas dasar apa Anda membicarakan ini?" jawab Menteri Min.

"Kalau begitu, atas dasar apa kau mencurigai Pangeran Yeoning? Kenapa Pangeran Yeoning mendiskriminasi Pangeran Mil Poong dengan kebohongan itu?" balas Sukjong.

"Karena dia tidak akan dihukum hanya dengan hukum setelah menggantikan. Salahkah aku, Yang Mulia? Akankah Anda menghukum putra Anda, Pangeran Yeoning, untuk itu? Tapi tuduhan untuk Pangeran Mil Poong berbeda. Ini membutuhkan hukuman yang berat. Bagaimana jika Pangeran Yeoning sengaja melakukan ini untuk menjebak Pangeran Mil Poong? Bahkan rakyat jelata di jalanan akan menyadari ada yang aneh dengan insiden ini." jawab Menteri Min.


Yeoning tiba-tiba datang.

"Aku, Yeoning gun menyapa anda, Yang Mulia." ucap Yeoning.


Pasukan Saheonbu mendatangi sebuah rumah (sepertinya kediaman Tan).


Yeoning menatap tajam Menteri Min.

"Aku tiba-tiba mencemaskan ini. Beberapa orang mungkin mengira aku berniat buruk hanya karena aku saudara Pangeran Yeon Ryeong. Namun, aku tidak berniat buruk di balik ini."


Yeoning lalu menatap Sukjong.

"Aku pernah bertindak tidak pantas, tapi aku kebetulan mengetahui kejahatan Pangeran Mil Poong." ucap Yeoning.

"Benarkah kau menggantikan ujian sesuai perintah Pangeran Mil Poong?" tanya Sukjong.

"Ya, Yang Mulia. Aku menggantikan ujian untuk mendiang No Tae Pyeong. Juga, aku mengikuti bawahan Pangeran Mil Poong dan menemukan jasadnya tadi malam. Aku saksi dari semua kejahatan yang dilakukan Pangeran Mil Poong." jawab Yeoning.

Menteri Min kesal.

Menteri Min : Pangeran Yeoning, apa yang Anda...


Yeoning : Jadi, aku telah memutuskan untuk minta diasingkan, Yang Mulia. Aku datang ke istana dan minta untuk masuk agar bisa meminta ini di depan semua orang. Meski tidak menyadari perbuatanku, apa yang kulakukan adalah bersekongkol dalam kejahatan serius Pangeran Mil Poong. Sebagai hukuman keras untuk itu, tolong kirim aku ke Tamna, tanah yang paling ekstrem.

Sontak, Sukjong kaget begitu pula dengan pihak Noron dan Soron.

*Tamna, nama lama Pulau Jeju gaes. Dulu merupakan tempat pengasingan.


Jung Seok memberi perintah anak buahnya untuk menangkap Mil Poong. Yeo Ji maju duluan dan menangkap Mil Poong.

Anak buah Mil Poong pun langsung mencabut pedang mereka dan mengarahkannya ke Yeo Ji.


Sukjong marah saat Yeoning minta dikirimkan ke Tamna.

Tapi Yeoning ternyata tidak main-main dengan ucapannya.

Yeoning : Hingga kini, keluarga kerajaan dan pejabat tinggi tidak pernah dihukum untuk kejahatan mereka. Hukum bermurah hati pada mereka, jadi, Pangeran Mil Poong akhirnya membunuh orang yang tidak bersalah. Dia tahu kekuasaannya akan mengalahkan hukum. Tapi setelah insiden ini, akan kubuktikan hukum itu adil untuk semua orang di kerajaan ini. Bahkan aku harus membayar atas kejahatanku dengan bersedia dihukum.


Yeoning lalu menatap Menteri Min.

"Akankah itu cukup, Menteri Personalia? Termasuk pejabat tinggi dan orang awam, semua akan menyetujui ini benar."


Diluar, Noron membahas taktik Yeoning untuk menangkap Mil Poong. Mereka menyebut Yeoning bodoh karena mengakui kejahatannya sendiri.

"Dia berani mengubah pengadilan istana sesuai seleranya? Pangeran Yeoning, berani sekali kau." ucap Menteri Min kesal.

Menteri Min lalu bertanya apa yang sedang dilakukan Saheonbu sekarang.


Jung Seok menyuruh orang-orang Mil Poong menyerah. Tapi mereka tidak mau.

Yeo Ji pun meminta Jung Seok untuk tidak mencemaskannya dan menahan Mil Poong.

Namun saat Saheonbu hendak menangkap Mil Poong, Inspektur Senior pun datang.

"Aku datang untuk menyampaikan perintah Inspektur Kepala. Jatuhkan pedang kalian. Sekarang!" perintahnya.

Yeo Ji marah. Ia menghadap Inspektur Senior dan berkata bahwa Inspektur Senior tidak berhak menghentikan mereka. Tapi Yeo Ji malah ditampar.


Mil Poong merasa di atas angin. Tapi Inspektur Senior kemudian mengaku, bahwa dia datang untuk menangkap Mil Poong.

Inspektur Senior memungut topi Mil Poong yang jatuh.


"Dia tidak pantas menjadi raja. 100 tahun dari masa depan negeri kita? Konyol." ucapnya.

Jung Seok : Inspektur Senior...

Inspektur Senior : Semua pejabat setuju untuk menahan kecuali Inspektur Kepala dan Inspektur Eksekutif. Mulai sekarang, pejabat tinggi akan mengambil kasus ini. Kami Saheonbu. Kami masih bisa mengurus kasus serius semacam ini.

Inspektur Senior lalu menatap Yeo Ji.

"Mianata dan obati lukamu." suruhnya lalu beranjak pergi.


Moon Soo dan orang-orang melihat Mil Poong diseret keluar.


Moon Soo lantas menemui keempat inspektur Saheonbu.

"Di Saheonbu, pejabat tinggi akhirnya bertindak. Inilah Haechi yang sebenarnya." ucap Moon Soo.

Mereka semua senang karena berpikir sudah berhasil menangkap Mil Poong.

Bersambung ke part 2...........

Feeling sy gk enak.... Penangkapan Mil Poong sy yakin hanyalah kamuflase.

No comments:

Post a Comment