Friday, March 1, 2019

Haechi Ep 3 Part 2

Sebelumnya...


Yeoning menyendiri di salah satu sudut istana. Tak lama kemudian, Sukjong datang. Menghampirinya dan memberitahu bahwa Saheonbu sudah menahan Mil Poong.

Sontak, Yeoning senang mendengarnya. Sukjong lantas menanyakan alasan Yeoning yang meminta dikirim ke Tamna.

"Aku bisa saja menyelamatkanmu dan kau bisa saja mengabaikannya." ucap Sukjong.

"Kenapa anda mau menyelamatkan orang sepertiku? Aku tidak berguna. Tapi jika aku bisa menjadi sepotong kayu bakar, kehidupan seperti itu akan menjadi berarti." jawab Yeoning.

"Kau melakukan ini untuk Yeon Ryeong? Karena itu kau melaporkan dirimu atas sebuah kejahatan? Kau tidak tahu Tamna itu tempat seperti apa." ucap Sukjong.

"Aku sudah berkelana sepanjang hidupku. Itu akan menjadi tempat bagus untuk berkelana." jawab Yeoning.

"Geum-ah." bujuk Sukjong.

"Aku ingin menjadi putra yang baik, tapi tidak bisa Kurasa aku orang yang tidak bisa memenuhi harapan apa pun." ucap Yeoning.

Yeoning lantas memberi hormat dan pamit.


Sukjong memandangi kepergian Yeoning dengan mata berkaca-kaca.

"Kenapa kau tidak bisa, Yi Geum? Kau juga seorang pangeran. Seharusnya kau bisa melebihi orang lain Kenapa kau tidak bisa menjadi raja? Geum-ah." ucap Sukjong.

*Mendengar Sukjong manggil nama Yeoning, sy jadi rindu Selir Choe Suk Bin.


Yoon Young marah. Ia menampar gadis kecil hanya karena gadis itu mengaku melihat Mil Poong ditangkap.

"Kau senang bukan?  Ujung mulutmu naik saat mengatakan itu, bukan? Kau bahagia?  Rasanya menyenangkan karena aku punya hubungan khusus dengan Pangeran Mil Poong? Kau ingin aku hancur bukan? Kau gembira, kan? Bagaimana jika pria tua di rumah ini juga tahu?" ucapnya.

Yoon Young lalu menyuruh orang-orangnya membawa gadis kecil itu pergi.

Gadis kecil itu berteriak, minta diampuni.


Moon Soo menemui Jung Seok dan Yeo Ji. Ia mengaku takut jika Mil Poong tidak diinterogasi dengan benar.

"Mereka akan melakukannya dengan baik. Pejabat tinggi dari Saheonbu punya harga diri." ucap Jung Seok.

"Hyung,  Tidak semua orang punya harga diri, seperti kita. Kesuksesan pribadi mereka, kehormatan keluarga mereka. Itulah prioritas mereka." jawab Moon Soo.

"Kau harus lulus sebelum bicara." ucap Jung Seok.

"Aku kontributor yang menentukan saat mereka menahan Gae Dol." jawab Moon Soo menyombongkan diri. Ia lalu meminta pendapat Yeo Ji.

"Tidak. Sejujurnya, kau mengganggu." ucap Yeo Ji.

"Apa? Mengganggu? Omong kosong. Itu tidak benar. Aku terbang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah." sewot Moon Soo sambil mengepit leher A Bong dengan keteknya.

"Kau tidak akan dapat apa-apa hanya dengan bicara. Ayo pulang. Nona kami memasak ayam." ucap Jang Dal.

"Dia membuat sup ayam?" tanya Moon Soo.

"Kudengar dia juga membuat anggur." tambah Jung Seok.


"Itu luar biasa. Kita akan minum sampai matahari terbit?" jawab A Bong.

"A Bong, ayo bermain Seunggyeongdo." ajak Moon Soo.

"Tapi bukankah seharusnya ada satu orang lagi bersama kita?" ucap Yeo Ji.


Yeoning pulang ke rumah dan langsung disambut kemarahan istrinya.

"Tamna? Siapa yang menyetujui itu?" protes Seo.

Seo lalu membuang pakaian Yeoning ke tanah.

"Aku perempuan semacam ini sekarang. Istri buruk yang melempar pakaian suaminya. Pernahkah aku minta kasih sayang suami? Atau pernahkah aku minta kehidupan yang layak? Haruskah aku diusir sampai ke Tamna karena dirimu? Aku tidak bisa hidup seperti ini. Aku tidak bisa jatuh lebih jauh lagi." ucap Seo.

"Maafkan aku. Aku selalu merasakan yang sama untukmu. Tidak ada alasan kau harus ikut denganku ke Tamna. Aku akan menceraikanmu." jawab Yeoning.

"Cerai? Maksudmu kau akan mengakhiri pernikahan kita? Aku tidak akan ikut denganmu. Aku ini apa sampai harus ikut denganmu? Silahkan pergi sendirian." ucap Seo.


Cho Hong kemudian datang.

"Kau harus bawa ini denganmu. Kudengar di sana berangin. Aku akan mengemas yang dibutuhkan. Jangan cemas." ucap Cho Hong.

Seo tambah marah. Apalagi saat Cho Hong mengaku akan ikut dengan Yeoning.


Yeo Ji tiba-tiba datang. Yeo Ji berkata, ia melihat gerbang terbuka jadi ia memutuskan masuk.

Seo : Siapa lagi perempuan ini?

"Siapa dia?" tanya Cho Hong lembut.

"Jika tidak masalah, aku ingin minum bersamamu." jawab Yeo Ji.

Kekesalan Seo pun makin menjadi-jadi.

Yeoning : Kau mau minum denganku?

Yeo Ji : Iya, dengan sup ayam.

Yeoning : Sup ayam?


Yeoning memperhatikan Jung Seok, A Bong, Jang Dal, Moon Soo dan Yeo Ji yang sedang bermain Seunggyeongdo.

Ia bahkan tertawa melihat tingkah A Bong dan Moon Soo.


Jung Seok kemudian menatap Yeoning yang sedari tadi hanya duduk saja memperhatikan mereka.


Jung Seok dan Yeoning bicara diluar. Jung Seok menuangkan arak untuk Yeoning.

"Maaf baru mengatakannya sekarang. Terima kasih atas bantuanmu." ucap Jung Seok.

"Aku baru saja mengakui kejahatanku. Hanya itu yang kulakukan." jawab Yeoning.

"Aku mendengar kabar soal kejadian di Istana. Kau meminta untuk diasingkan." ucap Jung Seok.

"Mereka sepertinya tidak tahu. Sebaiknya kita tutup mulut. Aku tidak mau menghancurkan suasana." jawab Yeoning.

Yeoning lalu meminum araknya dan berjalan maju ke depan.

"Lagi pula, karena aku pecundang yang tidak punya masa depan, hidupku tidak penting lagi." ucap Yeoning.


Yeoning lalu menatap Jung Seok.

"Bagaimana denganmu? Kenapa kau putra seorang Noron, memilih jalan yang sulit?" tanya Yeoning.

"Tidak. Sebenarnya, itu jalan yang mudah. Bagaimana mungkin kita sengaja memilih jalan yang sulit? Bukankah kau juga demikian? Bagiku, lebih mudah melawan mereka daripada mundur." jawab Jung Seok.


A Bong keluar dan menyuruh Jung Seok masuk. A Bong bilang giliran Jung Seok untuk bermain.

Jung Seok mengajak Yeoning main. Yeoning menolak. Tapi Jung Seok menyeret Yeoning masuk dan memberitahu semuanya kalau Yeoning akan ikut main dengan mereka.


Yeoning masih menolak. Tapi Moon Soo menahannya. Moon Soo menyerahkan dadunya pada Yeoning dan berkata, akan menganggap Yeoning berada di pihak mereka.

"Perlukah aku berterima kasih?" balas Yeoning.

Jung Seok tertawa.

"Kita lihat saja. Kau baru ikut bermain, tapi karena kau peringkat pertama di ujian bagaimana kalau kita anggap dia lolos?" ucap Jung Seok.

"Benar. Dia menggantikan seseorang, tapi tetap dapat peringkat pertama." tambah Jang Dal.

"Serta, dia keturunan bangsawan. Jadi, mulai dari kepala inspektur." ucap A Bong.

"Tidak, itu curang." jawab Yeo Ji, lalu memindahkan dadunya.

Moon Soo menyuruh Yeoning mulai bermain.

Yeoning pun berkata, ia ahli dalam permainan itu. Tapi Moon Soo tidak percaya.


Yeoning mulai melempar dan langsung mendapat angka tiga. Sontak semua terperangah.

"Benar-benar raja." ucap mereka.

"Apa maksud kalian? Tidak ada raja di Seunggyeongdo." jawab Yeoning.

"Kami iseng menambahkan raja." ucap A Bong.

"Mereka pasti hanya iseng." tambah Jung Seok.

"Kami memang menambahkannya, tapi itu seharusnya mustahil untuk didapatkan." jawab Yeo Ji.

"Karena sudah terjadi, mainkan saja. Lagi pula, ini hanya permainan, bukan?" ucap Moon Soo.

"Apa?" tanya Yeoning.

"Raja boleh melakukan apa saja. Katakan perintahmu." jawab Moon Soo.

"Baiklah. Ini memang hanya permainan Raja, ya. Karena kalian berdua loyal dan gigih, jadilah Hanseongbu dan lindungi Hanyang." ucap Yeoning pada Jang Dal dan A Bong.


Yeoning memindahkan bidak Jang Dal dan A Bong.

"Kau netral dan punya pendirian. Perdana menteri untukmu." ucap Yeoning pada Jung Seok.

"Dan Kepala biro kepolisian untukmu." ucap Yeoning pada Yeo Ji.


"Lalu, karena kau yakin keadilan adalah prinsip dunia ini, jadilah kepala inspektur Saheonbu, penegak hukum di negara ini." ucap Yeoning pada Moon Soo.

Moon Soo sontak senang dan memanggil Yeoning dengan panggilan Cheonha.


Petir menggelegar. Cahaya kilatnya mengarah pada bidak Yeoning.


Diluar sana, hujan turun dengan deras. Dal Moon berdiri di depan gerbang, menatap sesuatu dengan tatapan marah.

Bersambung ke part 3........

No comments:

Post a Comment