Saturday, March 2, 2019

Haechi Ep 3 Part 3

Sebelumnya...


Pihak Noron menggelar pertemuan.

"Tentu saja, kita seharusnya bertindak dengan lebih baik. Posisi yang penting diberikan kepada orang yang tidak layak, sehingga saat dibutuhkan, dia setidaknya harus menjalankan tugasnya. Ada pemberontak Dan kita tidak tahu mereka siapa. Tapi situasi selalu berubah. Kita telah lama berjaya. Pokoknya, kita pasti bisa menang." ucap Menteri Min.

Menteri Lee diam saja, ia nampak tegang. Sementara Menteri Kim tersenyum mendengarnya.


Yeoning pulang ke rumah dan terkejut melihat Yi Hwon menunggunya dalam hujan.


Yeoning menyuruh Ja Dong membawakan pakaian ganti dan makanan hangat untuk Hwon. Hwon merasa tidak enak karena sudah membuat Jang Dal terbangun di malam yang larut.

"Jangan sungkan, Tuan." jawab Jang Dal, lalu pergi.

"Tidak usah." teriak Hwon.


Hwon memasang wajah serius. Ia meminta Yeoning membatalkan keinginan untuk diasingkan. Tapi Yeoning menolak dan berkata akan pergi ke Tamna sesuai rencananya.

"Hyung-nim." bujuk Hwon.

"Hwon,  kenapa aku begitu percaya diri meminta diasingkan? Karena kau akan menjadi raja. Dan begitu menjadi raja, kau tidak boleh membebaskanku karena alasan pribadi. Kau akan menjadi raja yang seperti itu Raja yang adil dan tidak pandang bulu. Setelah bersikap seperti itu kepadaku, kau akan merangkul rakyat rendah yang dibenci semua orang. Raja yang seperti itu." ucap Yeoning.

Hwon tidak mau.

"Hwon-ah,  rakyat negeri ini harus pernah memiliki raja semacam itu. Saudaraku. Aku juga ingin hidup di dunia tempatmu menjadi raja." ucap Yeoning lagi.

"Hyung-nim." pinta Hwon.

"Jadi, jangan mencariku. Aku tahu mereka akan menyerang balik. Jangan kalah dengan mereka." ucap Yeoning.


Menteri Min menyusun rencana untuk menjebak Jung Seok. Ia minta Byung Joo membantunya untuk rencananya.

"Saat lulus ujian dan menjadi inspektur Saheonbu, aku membakar gubukku. Aku tidak akan pernah kembali ke rumah bobrok itu." jawab Byung Joo, lalu pergi membawa kertas yang diberikan Menter Min.


Menteri Min menghela nafas. Ia berharap rencananya sukses. Dal Moon tiba-tiba datang.

Dal Moon : Malam Hanyang memang berada di genggaman tangan Anda. Itu sebabnya aku menginginkan tangan itu."

Seorang pria keluar dari balik dinding gubuk dan menyerang Dal Moon. Dal Moon langsung menghindar dan mengambil pisaunya.

"Aku tahu dia siapa, Tuan. Aku tidak mungkin datang jika ragu. Jangan sampai ada pertumpahan darah." ucap Dal Moon.

Menteri Min pun langsung menyuruh pria itu pergi.


Pria itu menurut, ia pergi dan menginjak pecahan guci dengan wajah dingin.

"Sudah kuduga. Dia bahkan tidak merasakan sakit. Anda punya anjing yang hebat." ucap Dal Moon sambil menyimpan senjatanya.

"Siapa kau? Kenapa kau datang?" tanya Menteri Min.

"Aku hanya rakyat jelata yang tidak pantas untuk dikenal. Serta, aku lahir sebagai pengemis di dekat Jembatan Gangdong." jawab Dal Moon.


Dal Moon lantas mengambil salah satu guci Menteri Min.

"Astaga, bagus sekali. Ini tembikar putih?" ucap Dal Moon.

"Itu bukan benda yang dikenali seorang pengemis." jawab Menteri Min.

"Tapi aku yakin Anda lebih penasaran bagaimana aku menemukan tempat ini. Apalagi seorang pengemis." ucap Dal Moon, lalu meletakkan gucinya kembali ke atas rak.


Dal Moon lalu membahas soal rumor Mil Poong yang menyebar ke seisi kota begitu cepat, hingga Menteri Min tidak bisa melakukan apa-apa.

Sontak, Menteri Min kaget dan bertanya apa tujuan Dal Moon menemuinya.

"Sudah kusampaikan. Aku datang untuk memamerkan itu." ucap Dal Moon.


Moon Soo ke Dermaga Mapo. Ia bingung kenapa disuruh datang kesana.

Yeoning tiba-tiba muncul dan mengomeli Moon Soo yang datang terlambat.


Yeo Ji juga ada di sana.

"Kurasa kau juga menerima catatan itu." ucap Yeo Ji.


"Lekas. Kita sibuk hari ini." ucap Yeoning sembari mendekati Moon Soo.

"Sebentar, Pangeran Yeoning. Kurasa ada yang harus diluruskan dahulu. Begini, aku bukan anjing peliharaanmu. Kau tidak bisa memerintahku hanya dengan sebuah catatan. Aku juga perlu belajar. Aku sangat sibuk." protes Moon Soo.

"Buka ikatannya, dan berhenti belajar. Kau tidak akan sukses." jawab Yeoning.

"Apa?" tanya Moon Soo.

"Ada orang yang tidak bisa sukses meskipun sudah berusaha keras. Tidak semua orang dapat peringkat pertama dengan mudah sepertiku." jawab Yeoning.

"Hei. Bisa-bisanya kau berkata seperti itu?" sewot Moon Soo.

"Bahkan jika mau, aku bisa mengerjakan ujianmu." jawab Yeoning, lalu naik ke kapal.

"Pangeran Yeoning, kau mengajakku berkelahi? Mentang-mentang kau pangeran." ucap Moon Soo.


"Berhenti mengeluh. Ayo pergi." ucap Yeo Ji mendekati Moon Soo.

"Yang benar saja." Moon Soo masih mengomel.

"Dia belagu dan sombong. Dia juga berhasil karena kesombongannya. Dia berterus terang tanpa peduli perasaan orang lain." ucap Yeo Ji.

"Hei, itu tidak mungkin." jawab Moon Soo.

"Tapi kurasa dia bukan orang jahat. Turuti dia saja. Karena dia akan pergi." ucap Yeo Ji.

"Apa maksudmu? Dia mau kemana?" tanya Moon Soo.

*Ini Yeoning ama Moon Soo sehari aja akur tanpa adu bacot kek nya gk bisa ya.... Kek nya mereka gk afdol gitu klo gk serengehan.


Sukjong hendak ke suatu tempat secara diam-diam.

"Yang Mulia, kami akan mengantar anda kesana." ucap pengawalnya.


Sekarang, Sukjong duduk dengan salah satu petugasnya di tempat rahasia.

Petugas : Ada laporan terkait Pangeran Mil Poong. Semua tentang aktivitasnya di Pulau Ganghwa ada di situ.

Sukjong : Aku menemuimu, alih-alih Departeman Kehakiman, karena tahu kau punya informasi rahasia. Para pejabat tinggi akan meninggalkan Departemen Kehakiman, tapi beda halnya untuk orang-orang sepertimu. Kau orang terbaik yang akan tinggal di Departemen Kehakiman selamanya.

Petugas : Kebaikan Raja tidak terukur.

Sukjong : Aku memanggilmu kemari, bukan ke Istana. Kau tahu alasannya, bukan?

Petugas :  Departemen Kehakiman berada di bawah wewenang Anda. Tidak ada rahasia yang akan bocor.


Sekarang, petugas yang tadi menemui Sukjong sedang menemui Menteri Min.

"Raja pasti meminta informasi tentang Pangeran Mil Poong." ucap Menteri Min.

"Aku dari Departemen Kehakiman, Tuan. Tuan tidak bisa menanyakan hal yang tidak bisa kujawab." jawab petugas itu.

"Aku yakin kau akan bilang tidak tahu apa-apa jika aku bertanya kamu memberi Raja informasi apa. Tapi aku yakin kau juga akan memberiku sesuatu." ucap Menteri Min.


"Tentu saja." jawab si petugas, lalu memberikan sebuah kertas.

"Departemen Kehakiman berada di bawah wewenang Raja, tapi posisi seorang raja tidak abadi. Tapi aku harus tahu tujuan Anda menggunakan ini. Aku juga harus membuat persiapan." ucap si petugas.

"Kau tidak akan berada dalam bahaya. Aku punya pengemis yang berguna." jawab Menteri Min.


Menteri Min lalu menatap kertas itu. Di kertas itu, bertuliskan nama Yeoning.

Bersambung ke part 4..........

No comments:

Post a Comment