Saturday, March 2, 2019

Haechi Ep 3 Part 4

Sebelumnya...


Dal Moon menyuruh si pria pendongeng membuat rumor seheboh mungkin. Dal Moon minta rumornya menyebar ke seisi kota hari ini juga.

"Tuan bisa mengandalkanku." ucap si pendongeng lalu pergi.


Teman Dal Moon datang, ia senang karena mereka akhirnya bisa mengambil alih rumah bordil Gae Dol dan membuat semua orang mendukung mereka.

"Pengemis seperti kita akhirnya bisa hidup dengan tenang, seperti yang kau impikan."

"Ya. Aku tidak tertarik dengan pejabat yang memperebutkan kekuasaan. Kita hanya perlu mendapatkan yang kita butuhkan." jawab Dal Moon.

*Tiba2 sy ngebayangin yg jadi Dal Moon itu Yoo Seung Ho. Kapan Jung Il Woo, Kwon Yool dan Yoo Seung Ho dipersatukan.


Moon Soo kaget mengetahui tanah yang ia datangi adalah milik Mil Poong.

"Pangeran Mil Poong bukanlah apa-apa tanpa kesombongannya. Dia tidak bisa menahan diri dan memberitahuku waktu itu. Katanya dia punya tanah di seluruh penjuru kerajaan ini." jawab Yeoning.

"Anggota keluarga kerajaan memang sering memamerkan itu." ucap Moon Soo, lalu nyengir.

"Nama pemilik tanah pasti berbeda-beda. Kita harus mencari semua namanya." jawab Yeoning.


Moon Soo lantas mengeluarkan bukunya dan mencatat sesuatu. Ia berkata, hal ini juga harus disampaikan pada Saheonbu.

Yeoning melihat itu.

Yeoning lalu mengajak Moon Soo pergi minum. Ia bilang, ada rumah bordil di dekat sana.

"Kau mengenali daerah ini? Kau bilang belum pernah kemari." jawab Moon Soo.


"Pangeran Mil Poong sering datang, jadi pasti ada rumah bordil di sini. Anggota keluarga kerajaan pasti menyukai rumah bordil." ucap Yeoning lalu menyuruh Moon Soo mengikutinya.

"Dia memang berbeda karena terbiasa bersenang-senang." ucap Moon Soo.


Yeoning dan Moon Soo pergi ke kedai minuman. Yeoning berkata, mereka bisa minum di tempat yang lebih baik.

"Tidak masalah kita minum di mana pun. Berhematlah. Kau akan membutuhkan uang jika akan pergi ke tempat yang jauh." jawab Moon Soo.

Moon Soo lantas berterima kasih pada Yeoning. Ia berkata, dari semua pria yang ia temui, Yeoning lah yang paling gentle.

"Kau konyol sekali." jawab Yeoning, lalu menyuruh Moon Soo minum.


"Itu sebabnya aku menyarankan ini. Bagaimana kalau kita jadi saudara?" tanya Moon Soo.

Yeoning pun langsung menyemburkan minum di mulutnya ke arah Moon Soo.

Moon Soo : Astaga, menjijikkan.

Yeoning : Apa? Menjadi saudara?

Moon Soo pun duduk di dekat Yeoning.

"Begini.  Aku sadar telah keliru menilaimu. Aku tidak menyangka kau sejantan ini karena wajah manismu." ucap Moon Soo.

"Hei, kembalilah ke tempat dudukmu." suruh Yeoning.


"Tunggu. Berapa usiamu? Kita harus menentukan kakaknya. Berikan KTP-mu. Di mana KTP-mu? Berikan KTP-mu." pinta Moon Soo.

Moon Soo lalu menggeledah badan Yeoning, mencari KTP Yeoning.

"Hei, jangan menyentuhku."


"Hampir lupa. Kita juga harus mengajak Yeo Ji. Dia sebenarnya juga jantan. Tiga bersaudara. Kurasa kita tiga bersaudara yang sempurna. Baiklah, aku akan mengalah dan menjadikanmu kakak tertua, ya? Baiklah, ayo minum." jawab Moon Soo.

Yeoning menatap Moon Soo dengan pandangan syok.

"Tapi kau menyuruh adik kita, Yeo Ji, ke mana?" tanya Moon Soo.


Yeo Ji sendiri lagi jalan-jalan di pasar, bersama seorang wanita dan seorang pria.

"Sungguh? Pangeran Yeoning sepopuler itu?" tanya Yeo Ji.

"Tentu saja. Dia populer di rumah bordil dan tempat judi. Dia juga sering terlihat di area panahan, tempat para pengangguran." jawab si wanita.

"Pangeran Yeoning memang mempermalukan kerajaan." ucap si pria.


"Tapi kepribadian Pangeran Yeoning tidak buruk." ucap penduduk yang lain.

"Anda bilang apa, Eorishin?" tanya Yeo Ji.

"Benar. Pernah terjadi suatu insiden. Saat terjadi kekeringan tahun lalu, ada beberapa tumpukan karung beras di depan kantor pemerintah, bukan?" ucap wanita tadi.

"Maksudmu saat kita benar-benar kekurangan ransum?" tanya yang pria.

"Konon, Pangeran Yeoning yang membawakannya." jawab si wanita.

"Karena ibunya rakyat jelata. Dia memahami kehidupan rakyat jelata. Para pejabat di Istana tidak akan pernah memahami itu. Tapi dia memahami itu." ucap yang  lain.


Wanita lain tiba-tiba datang dan memberitahu telah terjadi kericuhan.


Si pria pendongeng mulai menyebarkan rumor. Dari ceritanya sudah jelas itu tentang Yeoning. Ia mengatakan tentang pangeran yang tidak pernah berhenti bermain wanita dan berjudi serta mengambil ribuan rumah rakyat jelata dan masih menganggap dirinya pangeran, juga mengambil 500 ribu Yang dari kas kerajaan.

Yeo Ji datang. Ia kesal mendengar cerita si pendongeng.


Yeoning yang baru tiba di dermaga terkejut mendengar rumor itu. Moon Soo ingin melabrak orang-orang yang menjelekkan Yeoning tapi ditahan Yeoning.

Yeoning : Ini terlalu cepat. Kita berada di pinggiran kota. Tapi mereka sudah menggunjingku.

Yeo Ji melaporkan rumor itu pada Jung Seok.


Yeo Ji : Dia sudah memprediksi hal ini. Katanya mereka akan menyerangnya dan melemahkan kesaksiannya. Dan dia bilang aku harus siap menghadapi ini.

Jung Seok : Maksudmu mereka akan membuat rakyat meragukan moralitasnya untuk membelokkan kebenaran?


Menteri Min yang hendak menuju istana, mendengar rumor soal Yeoning.

Yeoning yang juga baru tiba, mendenga orang-orang menggunjingkannya.

Yeoning kemudian melihat Menteri Min. Ia pun sadar, itu ulah Menteri Min.

"Saatnya mengakhiri semuanya." ucap Menteri Min, lalu pergi.


Lalu seseorang datang memberikan surat dari Menteri Min untuk Yeoning.


Di istana, Inspektur Joo diam-diam menemui Yoon Young. Inspektur Joo bilang, Yoon Young sudah bisa menemui Mil Poong.


Begitu Yoon Young datang, Tan langsung memeluk Yoon Young.

"Tenanglah, Pangeran Mil Poong." ucap Yoon Young.


Mereka lalu duduk membicarakan Yeoning. Mil Poong tentu saja senang dan berkata, itu hukuman karena sudah mempermalukannya.

"Kau akan segera dibebaskan. Mereka akan mencabut kesaksian Pangeran Yeoning." jawab Yoon Young.

"Bearti aku masih bisa menjadi Raja?" tanya Mil Poong.

"Tentu saja.  Tapi reputasimu sangat tidak..."

"Aku akan makan sup kaldu sapi begitu dibebaskan. Aku meminta sup kaldu sapi, tapi mereka malah memberiku bubur siraegi!"

"Pangeran Mil Poong, jangan mengeluh soal makanan."


Namun tak lama kemudian, Yoon Young menyadari sesuatu.

"Mereka memberimu bubur? Tidak ada yang memberikan makan pada anjing yang tidak berguna."

Yoon Young pun marah menyadari apa yang akan dilakukan Menteri Min.


Yeoning pergi menemui Menteri Min.


Sementara Menteri Kim tiba-tiba datang ke kediaman Hwon. Hwon bertanya, apa tujuan kedatangan Menteri Kim yang tiba-tiba itu. Menteri Kim hanya tersenyum.


Yeoning terkejut Menteri Min mengajaknya bekerja sama. Menteri Min menjelaskan, bahwa Noron siap mendukung Hwon menjadi Raja.

"Bagaimana dengan Pangeran Mil Poong?" tanya Yeoning.

"Porselen yang rusak bahkan tidak lebih berguna dari tembikar. Berarti, betapa tidak bergunanya sepotong kayu? Pangeran Mil Poong tidak akan bisa menjadi raja. Faksi Noron ingin menjadikan Pangeran Yeon Ryeong sebagai raja berikutnya. Tapi ada yang harus kau lakukan untuk mewujudkan itu." jawab Menteri Min.


Menteri Lee heran Seketaris Kerajaan tiba-tiba datang menemuinya di tengah malam.


Sukjong batuk darah.


Tak lama kemudian, kasim mengumumkan kedatangan Menteri Lee. Sukjong pun bergegas menyembunyikan penyakitnya.

Menteri Lee menanyakan alasan Sukjong memintanya datang malam-malam.

"Camkan ini. Tidak ada yang boleh tahu tentang hal yang akan kusampaikan. Ini harus menjadi rahasia kita berdua." ucap Sukjong.


Yeoning keluar dari tempat Menteri Min dengan wajah marah.

Ia mengingat kata-kata Menteri Min yang memintanya untuk melakukan sesuatu.


Menteri Lee terkejut mendengar kata-kata Sukjong, bahwa Sukjong ingin Yeoning yang menjadi raja selanjutnya.


Yeoning berjalan di gontai di pasar, ia bahkan sampai menabrak orang-orang.


Yeoning lalu ingat apa yang diminta Menteri Min. Menteri Min ternyata berjanji kalau Noron akan melindungi Hwon jika Yeoning mencabut kesaksiannya terhadap Mil Poong.

Menteri Min : Katakan saja Inspektur Han memanipulasi semuanya.

Yeoning menolaknya. Menteri Min mengancam, akan melakukan sesuatu pada Hwon.

Menteri Min : Kau tahu bagaimana nasib kandidat raja yang gagal menjadi raja. Jika kau pergi seperti ini, Pangeran Yeon Ryeong akan mati.

Yeoning : Kenapa? Kenapa Anda harus bertindak sejauh itu? Anda bilang akan menyingkirkan Pangeran Mil Poong.

Menteri Min :  Begitulah cara kita menang, Pangeran Yeoning.


Di Saheonbu, Jung Seok menyuruh Yeo Ji ke rumahnya.


Menteri Min : Kau mau tahu bagaimana kita berhasil mempertahankan kekuasaan? Kita harus membuat semua orang menakuti kita. Begitu semua orang melihat nasib orang yang meragukan kita, tidak ada yang akan berani melangkah maju seperti itu. Begitulah caranya untuk menang, Pangeran Yeoning. Kita harus menginjak mereka dan membuat mereka takut dengan kita agar mereka takut untuk berdiri.


Di tengah jalan, Yeoning bertemu Yeo Ji.

Yeoning menangis. Yeo Ji bingung melihatnya.

Yeoning lalu bersender pada Yeo Ji.

Bersambung...............

No comments:

Post a Comment