Saturday, March 2, 2019

Haechi Ep 4 Part 1

Sebelumnya...


Yeoning bersender pada Yeo Ji. Ia menangis, mengingat perkataan Menteri Min tadi padanya.


"Aku agak terkejut pada awalnya. Aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba membantu Pangeran Yeon Ryeong. Setelah semuanya, kau hidup baik-baik saja sebagai orang yang tidak penting tapi aku tiba-tiba mengingat sesuatu. Aku ingat seberapa pintarnya kau saat masih kecil jadi aku mencoba berpikir sesuai keadaanmu. Aku sadar jika kau tiba-tiba
merasa bersalah pada dirimu mungkin kau ingin mendapatkan kepuasan dengan membantu Pangeran Yeon Ryeong."

Yeoning marah.

"Aku tidak peduli dengan perkataanmu. Jangan sentuh Inspektur Han! Dia tidak bersalah."

"Bukan aku yang membuatnya masuk kedalam perangkap tapi kau.  Menurutmu apa yang bisa kau lakukan? Kau pria tidak berkuasa yang bahkan tidak bisa melindungi inspektur, menurutmu apa yang bisa kau lakukan? Nurani tanpa kekuatan, sangat lemah dan tidak berdaya. Kau seharusnya tahu sebelum mengambil tindakan, Pangeran Yeoning."

Flashback end...


Yeo Ji bertanya, ada masalah apa. Yeoning pun berkata, bahwa dia benar, pria sepertinya tidak bisa melakukan apapun.


Di istana, Menteri Lee tidak mengerti kenapa Sukjong memilih Yeoning menjadi Raja selanjutnya.

Sukjong marah, dia juga putraku! Dia Pangeran yang memiliki darah bangsawan! Orang yang aku akui untuk menjadi Raja selanjutnya adalah Pangeran Yeoning!


Sukjong lalu menatap singgasananya.

"Masalahnya adalah tidak ada partai politik yang berada di pihaknya termasuk Noron, Soron dan Partai Namin." ucap Sukjong.

"Bisakah aku bertanya kenapa anda memberitahu hal ini, Yang Mulia? Aku juga Noron." tanya Menteri Lee.

"Kau pikir aku tidak tahu rencanamu? Aku yakin posisimu diantara Noron menjadi tidak stabil karena kau gagal melindungi Pangeran Mil Poong." jawab Sukjong.


Sukjong lantas mendekati Menteri Lee dan meminta Menteri Lee memihak Yeoning. Sontak, Menteri Lee kaget.


Menteri Lee meninggalkan istana sambil memikirkan kata-kata Sukjong tadi.

Sukjong : Aku minta kau membuatnya menjadi Raja dengan kedua tanganmu. Tempatkan dia di singgasana dan dengan kekuatan itu, kau bisa menjadi Kepala dari Noron.


Kasim menemukan saputangan Sukjong yang bernoda darah.

Sukjong pun menyuruh kasimnya menyingkirkan benda itu. Ia tak mau ada satu pun yang tahu kondisinya.


-Ep 4, Takdir Malam Itu-


Di sebuah kamar, Yeo Ji, Jung Seok dan istri Jung Seok sedang membahas kertas yang diterima Jung Seok. Jung Seok mengatakan, itu dikirim oleh Jang Il Soo, pedagang sutra yang bekerja di pusat kota.

Jung Seok : Ini untuk dana bantuan yang dibuat oleh Inspektur.

Istri Jung Seok : Apa kau berbicara tentang dana yang dikumpulkan dari gaji para Inspektur?

Jung Seok mengangguk.

Jung Seok lalu menatap Yeo Ji.

"Kau juga mengetahuinya. Kau pernah membantuku memberi makan rakyat miskin." ucap Jung Seok.

"Iya, aku ingat sekarang." jawab Yeo Ji.

"Jang Il Soo membuat donasi sejak beberapa tahun yang lalu. Dia juga mengirimnya ke Saheonbu tapi kali ini, dia mengirimnya ke rumahku untuk alasan tertentu." ucap Jung Seok.

"Ini bukan sesuatu yang aneh kan, Tuan?" tanya Yeo Ji cemas.

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Jung Seok polos.


Diluar, Yeo Ji memikirkan kata-kata Yeoning.

"Kau bisa menghinaku semaumu tapi kau harus melindungi Inspektur Han."

Yeo Ji penasaran apa maksud Yeoning tapi ia yakin, kata-kata Yeoning ada hubungannya dengan dana bantuan yang dikirim ke rumah Jung Seok.


Yeoning sendiri sedang memikirkan kata-kata Menteri Min. Ia tidak tahu harus mengambil keputusan apa. Di satu sisi, ia mau melindungi Hwon tapi di sisi lain, ia tak bisa mengorbankan Jung Seok untuk melindungi Hwon.


Yeoning lalu mengambil kuasnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menuliskan sesuatu di atas kertas.

*Yeoning menarik kesaksiannya gaes untuk melindungi Hwon. Tapi entar, Hwon dan Jung Seok sama-sama tewas di tangan Mil Poong. Sayang ih, Lee Pil Mo bukan cast tetap. Udah klop padahal nih tim nya Jung Seok, Jang Dal, A Bong, Yeo Ji, Moon Soo dan Yeoning.


Yeo Ji kaget saat Moon Soo mengatakan, sudah membuat ikatan persaudaraan dengan Yeoning.

"Iya, aku dan Pangeran Yeoning. Kami setuju membiarkanmu bergabung sebagai adik. Bukankah aku melakukannya dengan baik? Apakah kau senang? Aku satu-satunya orang yang sangat perduli denganmu." ucap Moon Soo.

"Aniyo, aku tidak tertarik.  Kenapa aku ingin menjadi saudara dengan orang yang tidak memiliki hubungan denganku?" jawab Yeo Ji.

"Lalu bagaimana dengan keluarga Jung Seok? Kau tidak memiliki hubungan dengan mereka." ucap Moon Soo.

"Aku menganggap mereka sebagai keluarga sendiri." jawab Yeo Ji.

"Itu maksudku. Kau tidak memiliki hubungan darah dengan mereka. Jika kau berbagi tujuan yang sama dan rutinitas dalam kehidupan, kau bersaudara. Apakah kau memiliki hubungan darah atau tidak, sama sekali tidak penting." ucap Moon Soo.

"Apa dia setuju? Dia benar-benar mau menjadi kakakmu?" tanya Yeo Ji.

"Dia menentang tapi aku yakin dia tidak sungguh-sungguh." jawab Moon Soo.


Mereka lalu melihat Yeoning. Moon Soo dengan semangatnya langsung menghampiri Yeoning.

Yeo Ji menatap cemas Yeoning.


Moon Soo yang tidak tahu apa-apa, mengajak Yeoning makan tapi Yeoning menolak dan mengajak pengawalnya pergi.

Yeo Ji menghentikan Yeoning. Ia ingin tahu apa maksud ucapan Yeoning semalam soal Jung Seok.

Yeoning pun berkata, mereka sebaiknya tidak usah bertemu lagi agar ia bisa mengatakan satu hal. Yeoning lalu menyuruh Yeo Ji ke Saheonbu. Ia bilang, Yeo Ji seharusnya tidak membuang waktu dengan bicara dengan orang yang memalukan seperti dirinya.


Yeoning ke rumah bordil. Ia memberikan semua uangnya dan meminta alkohol.

Yeoning : Undang siapa pun yang ingin masuk ke dalam. Aku akan bersikap liar dengan siapapun di Hanyang hari ini.


Menteri Lee menggebrak mejanya. Ia merasa, permintaan Sukjong yang ingin Yeoning menjadi Raja tidak masuk akal. Ia mengatakan, Yeoning adalah orang yang hina dan tidak pantas menjadi Raja.

Namun, ia teringat kembali tawaran Sukjong tentang dirinya yang bisa menjadi Kepala Noron jika berhasil meletakkan Yeoning di tahta.

Menteri Lee pun merasa Sukjong ada benarnya. Jika ia bisa meletakkan Yeoning di tahta, ia bisa membuat Menteri Min mengaku kalah padanya.


Seorang Menteri Noron tiba-tiba datang dan mengatakan pada Menteri Lee kalau mereka punya masalah.


Menteri Min menemui Sukjong, memberitahu kalau Noron akan mendukung Hwon.

Sukjong kemudian diberitahu tentang kedatangan Kepala Seketaris Kerajaan yang ingin bicara mengenai masalah di Saheonbu.

"Kau bisa mengijinkannya masuk sepertinya itu pesan penting." ucap Menteri Min.


Yeo Ji memberitahu Moon Soo tentang sikap aneh Yeoning. Ia lantas menyuruh Moon Soo ke rumah Jung Seok sementara dirinya akan pergi ke Saheonbu.


Di Saheonbu, Byung Joo dan orang-orangnya menggeledah meja Jung Seok.

Tak lama, Yeo Ji datang dan meminta penjelasan Byung Joo terkait yang terjadi.

Byung Joo pun menunjukkan surat yang mengklaim bahwa Jung Seok telah membuat kesaksian palsu untuk menjebak Mil Poong. Ia berkata, Yeoning lah yang menulis surat itu.

Sontak, Yeo Ji kaget. Apalagi setelah ia membacanya sendiri.

"Apakah kau benar-benar mempercayai omong kosong ini? Bukankah semua orang tahu seperti apa Inspektur Han?" ucap Yeo Ji.

"Sama sepertimu, mereka seharusnya mempercayai Inspektur Han karena dia bersikap seolah-olah orang paling mulia di dunia ini. akan tetapi, Inspektur Han  hanyalah pejabat korup. Menganjurkan pernyataan palsu belum cukup untuknya, dia bahkan mengambil suap dari itu." jawab Byung Joo.

"Suap? Apa yang kau bicarakan?" tanya Yeo Ji.


Orang-orang dari pengadilan menggeledah rumah Jung Seok dan menemukan dana bantuan yang diterima Jung Seok semalam.

Pejabat Saheonbu pun meminta penjelasan Jung Seok.

"Pangeran Yeoning membatalkan pernyataannya? Itulah sebabnya aku harus menjadi pejabat yang lebih korup. Situasinya akan berubah dengan mudah melalui cara ini dan aku akan menjadi contoh bagi yang lainnya." ucap Jung Seok tenang.

Joon Jae menangis, menyadari apa yang terjadi pada ayahnya.

"Aku ingin mempercayaimu, tapi aku tidak punya pilihan. Saksi dan buktinya sangat jelas."

"Tangkap aku." jawab Jung Seok.


Moon Soo datang dan melihat orang-orang Saheonbu menangkap Jung Seok. Ia coba menghentikan Saheonbu, tapi Jung Seok melarangnya ikut campur.

"Hyungnim,  mereka adalah orang-orang yang melanggar hukum. Mereka melanggar hukum dan menjebak orang lain! Kenapa aku tidak boleh menghentikan mereka!"

"Jadi kenapa? Kau ingin menjadi seperti mereka? Kau ingin meremehkan hukum dan berdiri melawannya? Aku yakin jika suatu hari nanti, kau akan menjadi pejabat yangmembanggakan di Saheonbu. Saat hari itu tiba, kau harus menjadi orang yang menang melawan hukum bukan dengan kekuasaan, tunjukkan pada orang-orang yang melakukan apapun yang mereka mau dengan kekuasaan mereka bahwa keadilan sejati selalu menang, kau harus melakukannya."  ucap Jung Seok.

Moon Soo menangis mendengarnya.

Jung Seok lantas dibawa pergi.

Anak dan istri Jung Seok menangis.


Moon Soo marah. Ia tidak mengerti kenapa keadaannya jadi terbalik begitu, padahal sebelumnya mereka sudah menang.


Menteri Lee yang juga Inspektur Kepala Saheonbu marah pada Menteri Min. Ia tahu, dalang dibalik kekacauan di Saheonbu adalah Menteri Min.

Menteri Lee : Menangkap Pangeran Yeoning pasti sudah cukup. Dia dijebak karena menganjurkan kesaksian palsu dan penyuapan Kau bahkan tidak menghormati  Saheonbu.

Menteri Min : Berhati-hatilah Seseorang bisa salah paham pada kita dan berpikir kita melakukannya dengan sengaja. Kita tidak punya pilihan selain membuang Pangeran Mil Poong dan memilih Pangeran Yeon Ryeong. Menangkap Pangeran Yeoning sendirian tidak akan benar. Kejahatannya tidak berarti apapun.

Menteri Min lalu menyuruh asistennya menebang salah satu pohon di halamannya.

"Potong pohon ini, akarnya yang membusuk akan membunuh tanaman lain." ucapnya.


Menteri Min lalu berkata lagi pada Menteri Lee bahwa kasus Jung Seok akan menjadi contoh yang bagus bagi para pejabat lain yang mendukung Jung Seok.

"Mereka akan menyadari bahwa mereka juga akan dihancurkan jika mereka berdiri dengan akar yang membusuk." ucapnya.

"Tapi tetap saja, seharusnya aku bisa mengetahuinya sebagai kepala Saheonbu. Kau harusnya memberitahuku sebelumnya. " jawab Menteri Lee.

"Kenapa? Tidak ada masalah walaupun kau tidak tahu. Mengetahui hal itu sebelumnya tidak akan membuat banyak perbedaan." ucap Menteri Min.

Menteri Min lantas masuk ke rumahnya. Menteri Lee kesal mendengarnya.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment