Monday, March 4, 2019

Haechi Ep 4 Part 3

Sebelumnya...


Part ini dibuka dengan Hwon yang menemui Sukjong. Hwon kaget, apa itu artinya........

Sukjong : Ini keputusan yang sulit. Tapi kupikir kau bisa menerimanya.

Hwon : Apakah Pangeran Yeoning juga mengetahuinya?

Sukjong : Aku belum memberitahunya. Aku ingin kau memutuskannya lebih dulu.

Hwon : Kau harus memutuskan siapa Raja selanjutnya.  Kenapa menanyakan pendapatku?

Sukjong : Karena kau juga putraku. Sama seperti Putra Mahkota dan Pangeran Yeoning. Kau juga putraku.

Hwon terharu mendengarnya.

Sukjong : Akan tetapi aku berpikir, jika Pangeran Yeoning akan menjadi Raja berbeda, tidak sama dengan Raja bodoh seperti diriku. Darah dari rakyat kita mengalir di dalam pembuluh darahnya. Kupikir darah itu akan membuatnya menjadi Raja sejati.

Hwon : Bisakah kau memberiku waktu selama beberapa hari? Ini pasti juga akan menyebabkan  pertentangan diantara Soron. Mereka mungkin tidak banyak, tapi berikan aku waktu untuk membujuk orang-orang yang setia padaku. Aku yakin jika bantuan mereka akan bermanfaat untuk Pangeran Yeoning, A... Abamama.


A Bong memberitahu Yeo Ji bahwa Yeoning sudah datang. Yeo Ji pun langsung berlari keluar.


Diluar, Moon Soo minta penjelasan Yeoning. Ia yakin, Yeoning terpaksa menarik kesaksiannya.

"Kau adalah pria terhormat. Aku yakin kau tidak akan membuang Inspektur Han seperti ini." ucap Moon Soo.


Tak lama, Yeo Ji datang dan meminta Yeoning menolong Jung Seok.

Yeo Ji : Aku yakin Inspektur Han masih mempercayaimu. Tolong buktikan jika dia tidak bersalah.

Yeoning kaget mendengarnya. Ia tidak menyangka, Jung Seok masih mempercayainya.

Yeoning : Ini belum terlambat. Baiklah. kupikir ada sesuatu yang bisa aku lakukan bersamamu.


Jung Seok dan Yeoning mulai dikonfrontir. Byung Joo dengan pedenya, meminta Yeoning bersaksi untuk menjatuhkan Jung Seok.

Jung Seok yakin, Tuan Min lah yang memaksa Yeoning mencabut kesaksiannya.

Byung Joo : Jangan terganggu olehnya. Dia mengatakan apapun karena dia merasa terpojok.


Yeoning angkat bicara. Ia mengatakan, bahwa ia ingat hari dimana Jung Seok mendatanginya untuk menangkap Mil Poong.

Yeoning : Kasus yang kau berikan padaku. Pangeran Mil Poong dibalik semua pembunuhan itu tapi kau bilang tidak ada bukti, kan? Kau mulai berbicara tentang apapun untuk membujukku, menggunakan hubungan buruk antara aku dan Pangeran Mil Poong.

Jung Seok kaget dengan kata-kata Yeoning.


"Pangeran Mil Poong dan Buku Catatan Kematiannya. Kau orang pertama yang  memberitahuku tentang hal itu. Buku Catatan Kematian yang ditulis oleh Lee Tan setelah membunuh korbannya. Kau bilang harus menemukanny apapun yang terjadi." lanjut Yeoning.

"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak pernah bilang..."

"Kau bilang!" Yeoning memotong kata-kata Jung Seok. "... bahwa menemukannya akan membuktikan dirimu tidak bersalah. Apa kau masih mempercayai itu?"

Jung Seok terdiam.

Yeoning lantas menatap Jung Seok lekat-lekat.

Yeoning : Jawab aku! Apa kau masih percaya jika buku kematian itu ada?

Jung Seok : Iya, Pangeran Yeoning. Aku masih mempercayainya. Buku Catatan Kematian itu ada dan itu akan membuktikan semua kejahatannya.


Ja Dong membawa Moon Soo, Yeo Ji, A Bong dan Jang Dal ke rumah musim panas Yeoning.

"Dia menyuruhku untuk membawamu kesini. karena ini tempat terpencil yang dia miliki." ucap Ja Dong.

Moon Soo sontak kaget.

Jang Dal bertanya, apakah itu artinya Yeoning juga memiliki rumah lain?

"Iya, dia punya sekitar selusinan lebih." jawab Ja Dong.

"Diseluruh negara ini?" tanya A Bong.

"Tidak, hanya di Hanyang." jawab Ja Dong.

"Apa? Selusin... rumah... hanya di Hanyang?" tanya Moon Soo.

"... tapi tunggu dulu. Kalau selusin rumah di Hanyang, lalu berapa banyak yang dia punya di seluruh negeri ini?" tanya Moon Soo lagi.

"Bahkan Pangeran Yeoning tidak mengetahuinya sendiri. Dia tidak tertarik pada kekayaan yang dia miliki." jawab Ja Dong, lalu mengajak mereka masuk.


"Apa ini pertama kalinya kau melihat rumah? Kita tidak punya banyak waktu, jadi bergegas lah." ucap Yeo Ji, lalu pergi menyusul Ja Dong.

"Aku hampir kencing dicelana." ucap A Bong.

"Ayo kita pergi." ajak Jang Dal.

Jang Dal dan A Bong menyusul Yeo Ji.

Sementara Moon Soo masih diam di tempat.

"Ini membuatku terasa kecil di hadapan kakak." ucap Moon Soo.


Di dalam, Yeoning cs mulai membahas buku kematian Mil Poong. Yeo Ji melihat catatan yang diberikan Yeoning.

Yeo Ji : Ini sangat mirip dengan pola Lee Tan yang kita selidiki.


Ja Dong menyuguhkan camilan pada mereka.

A Bong : Ini juga camilan?

Ja Dong : Ini permen beruang naga, dari Dinasti Qing.

A Bong kaget dan langsung menoleh pada Jang Dal.

"Ini permen impor." ucap A Bong yang langsung ditampol Jang Dal.


Moon Soo : Maka, bisakah informasi mengenai buku catatan kematian ini juga benar? Dikatakan itu berada di Kuil Yongwonsa.

Yeoning : Kuil itu dekat dari rumah Lee Tan. Mereka bilang dia sering pergi kesana sebagai penganut Buddha setia.

Jang Dal : Bagaimana bisa penganut Buddha melakukan pembunuhan?

Yeoning : Pangeran Mil Poong sangat ambisius,  tapi dia juga mudah takut. Dia mungkin melakukan kejahatan,  tapi dia juga ingin dimaafkan.

Yeo Ji kesal, dasar orang gila. Aku tahu saat dia mengumpulkan bunga setelah membunuh seseorang. Dia harus dikurung dalam penjara.

Yeoning : Mereka bilang Lee Tan selalu membawa buku catatn kematiannya tapi saat dia meninggalkan Hanyang, dia menaruhnya disini, di dalam Kuil Yongwonsa. dan dia akan pergi besok bersama utusan dari Dinasti Qing.


Dan memang benar. Tan terlihat sedang menyerahkan buku kematiannya pada seorang biksu di Kuil Yongwonsa.


Yeoning meminta Moon Soo, Jang Dal dan A Bong berhati-hati agar rencana mereka tidak diketahui Mil Poong. Jang Dan dan A Bong mengerti, lalu minta diri.

"Terima kasih karena membiarkan kami untuk mempercayaimu lagi. Ini mungkin aneh untuk didengar, tapi aku tidak mau membenci kakakku. Aku lega karena bisa terus memanggilmu kakak." ucap Moon Soo.

A Bong dan Jang Dal kaget mendengarnya, Hyungnim?

Moon Soo, A Bong dan Jang Dal pun pergi.


Jang Dal : Jadi kau sudah sedekat itu dengan Pangeran Yeoning?

A Bong : Dia mengkhianati atasan kita lebih dulu. Apa kau yakin kita bisa mempercayainya?

Moon Soo : Tentu saja, dia orang yang bisa kita percaya.


Yeoning menyerahkan surat pada Ja Dong dan meminta Ja Dong menyampaikan pada Hwon agar berhati-hati dengan Mil Poong.

Yeoning : Lee Tan berbahaya. Beritahu dia untuk waspada sampai dia pergi.


Yeo Ji masih di dalam, mempelajari denah Kuil Yongwonsa. Yeoning kembali ke dalam dan menyuruh Yeo Ji pulang. Yeoning berkata, jika Yeo Ji takut pulang sendirian, ia akan mengawal Yeo Ji.

Yeo Ji : Bukan begitu. Aku tidak takut keluar pada malam hari.

Yeoning lalu duduk.

"Lantas apa yang kau lakukan?" tanya Yeoning.

"Aku sedang mencari tanah lapang di sekitar kuil. Pangeran Mil Poong pasti menaruh beberapa anak buahnya disana. Jika ada perlawanan, aku harus menanggapinya." jawab Yeo Ji.

"Kau? Apa yang bisa kau lakukan sendirian?" tanya Yeoning.

"Termasuk orang-orang di Saheonbu, aku penyelidik paling kompeten dalam seni beladiri dan kemampuan menginvestigasi. Pandai menyamar dan menyusup. Aku juga belajar bahasa Cina dan Jepang. Beberapa orang menyebutku sebagai Pria Sejati, Senjata Manusi atau prajurit satu-satunya di abad ini." jawab Yeo Ji.


"Kau sedang membual?" tanya Yeoning.

"Tidak. Aku bicara yang sejujurnya." jawab Yeo Ji.

"Kau memang tidak normal. Apa kau sadar jika kau itu wanita?" tanya Yeoning.

"Ah, benar! Aku dengar beritanya. Kudengar jika kau membentuk ikatan persaudaraan dengan Tuan Moon Soo. Aku diberitahu jika aku yang paling muda. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku memanggilmu kakak juga?"

"Apa? Kakak?"

"Kau tidak mau aku menjadi adikmu. Aku tidak tahu alasannya, tapi orang-orang merasa tidak nyaman saat mereka mencoba memperlakukanku sebagai adik perempuan."

"Kau tidak tahu kenapa orang merasa tidak nyaman memperlakukanmu sebagai adik perempuan?"

"Tidak, aku tidak tahu. Hal alami bagi wanita yang lebih muda untuk menjadi adik. Tapi orang-orang tidak menyukainya saat mereka harus memperlakukanku sebagai adik."

"Kau benar-benar tidak tahu? Astaga, kau memang tidak normal." jawab Yeoning sambil tertawa geli.


Ja Dong menyampaikan pesan Yeoning pada Hwon.

Hwon : Dia khawatir tanpa alasan lagi.

Ja Dong : Utusan berangkat jam 1 pagi. Dia menyuruhmu untuk berhati-hati sampai saat itu.

Hwon : Sebenarnya, aku juga ingin mengatakan sesuatu pada Pangeran Yeoning.

Ja Dong : Aku akan menyampaikan pesanmu jika kau memberiku surat.

Hwon : Aku harus mengatakannya langsung.


Yeoning hendak pergi, tapi Mil Poong tiba-tiba saja mendatanginya.

Mil Poong mengaku datang untuk mengucapkan selamat tinggal.

Mil Poong : Kita seharusnya bersikap ramah sebagai anggota keluarga kerajaan. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal. Ini semua... berkat dirimu. Aku harap lebih manusia saat kita bertemu kembali.

Yeoning : Tentu saja, aku tidak yakin jika kau bisa kembali.

Mil Poong : Kau pikir kamu sudah menang, kan?

Yeoning : Tidak, tidak sama sekali. Aku tidak mengajakmu untuk  berkompetisi sejak awal.

Mil Poong : Ini karena kau bodoh. Bagaimana kau menyebutnya kompetisi?  Ini hanya perkelahian kotor. Kompetisi memiliki aturan tapi aturan tidak ada saat menyangkut dengan perkelahian kotor.

Yeoning : Apa maksudmu?

Mil Poong : Perkelahianku hanya berakhir saat aku menang, jadi kau sebaiknya menungguku, brengsek.


Yeoning dan Moon Soo melihat kepergian Mil Poong.

"Pangeran Mil Poong, dia akhirnya pergi." ucap Moon Soo.

"Tapi kita masih harus tetap waspada." jawab Yeoning.

"Tentu saja." ucap Moon Soo.


Yeo Ji menyusup ke penjara tempat Jung Seok di tahan lewat bantuan salah satu rekannya. Rekannya menyesal karena tidak bisa membantu Yeo Ji lebih banyak.


Jung Seok terkejut Yeo Ji datang. Yeo Ji memberitahu Jung Seok tentang rencana Yeoning mencari buku catatan itu.

"Jadi aku benar. Dia berusaha menunjukkan padaku jika dia tahu dimana buku catatan kematian itu berada." ucap Jung Seok.

"Setelah matahari terbenam, kami akan menyerang Kuil Yongwonsa  pada jam 7:30 malam. Semuanya akan segera berakhir." jawab Yeo Ji.

Yeo Ji lalu bertanya, apa Jung Seok ingin mengatakan sesuatu untuk keluarga Jung Seok.

Jung Seok : Aku akan segera menemui mereka. Setelah aku keluar dari sini, aku akan memberikan Joon Jae  pelukan yang hangat. Aku tidak bisa berhenti memikirkan mengenai caranya menangis.


Cho Hong sedang berjalan-jalan ditemani Sam Wol. Cho Hong berjalan sambil menghitung.

"Astaga, ini nomor genap lagi." ucap Cho Hong.

"Kau melakukan apa?" tanya Sam Wol.

"Saat dikampungku, kau butuh jumlah ganjil untuk setiap langkahmu saat melintasi jembatan, jika kau ingin suamimu berumur panjang. Mari kita menyebranginya sekali lagi." jawab Cho Hong.


Namun saat hendak melakukannya sekali lagi, Cho Hong tanpa sengaja melihat pria pendongeng sedang berbicara dengan Dal Moon.


Cho Hong langsung memberitahukannya pada Yeoning.

Yeoning : Kau yakin itu dia? Ada banyak pendongeng di pasar.

Cho Hong : Dulu aku menjual alkohol. Aku selalu mengingat semua orang yang kulihat. Aku yakin itu pria yang aku ajak bicara sebelumnya.

Yeoning : Dimana kau melihatnya?

Cho Hong : Dia bersama komplotan tunawisma dibawah Jembatan Kwangtong. Dia bersama pria berbadan tegap. Mereka sepertinya cukup serius.

Yeoning : Tunggu. Komplotan tunawisma? Komplotan tunawisma. Tidak ada tunawisma satupun di rumah pelacuran pada malam itu. Kenapa mereka tidak datang saat aku  memberikan minuman gratis?


Dal Moon dapat laporan dari temannya.

"Kudengar beberapa orang juga melihatnya di Area Anguk."

"Tapi bagaimana cara dia kembali?" tanya si pria pendongeng.

"Di Area Anguk dan kenapa?" pikir Dal Moon.

Yeoning tiba-tiba datang.

Yeoning : Benar. Itu sangat aneh. sedikit pun malam itu? Beberapa hari yang lalu, aku membuka rumah pelacuran... dan mengundang semua orang untuk datang. tapi aku tidak melihat satupun tunawisma. Bukankah itu aneh? Menurutmu kenapa tidak ada satu pun tunawisma kesana saat tempat itu dipenuhi dengan makanan dan minuman gratis? Mungkin itu karena kepala komplotannya melarang mereka untuk pergi.

Dal Moon tersenyum kesal.

"Yeoning gun Daegam." ucapnya.


Yeoning lantas mendekati Dal Moon. Sontak, kedua teman Dal Moon langsung sembunyi di belakang Dal Moon.

Yeoning : Kita pernah bertemu sebelumnya, kan? Dan dari yang kuingat, namamu adalah... Dal Moon.

Bersambung ke part 4.......

No comments:

Post a Comment