Monday, March 4, 2019

Haechi Ep 4 Part 4

Sebelumnya...


Yeoning dan Dal Moon bicara di dalam.

Yeoning : Jadi kau orang yang menyebarkan semua rumor tentangku? Kau sangat mengesankan. Aku tidak percaya komplotan tunawisman mengambil alih rumah pelacuran Gae Dol. Kau pasti punya orang yang sangat berkuasa dan kotor di belakangmu.

Dal Moon : Tidak masalah orang macam apa itu, sepanjang aku bisa memberi makan keluargaku.

Yeoning : Apakah Min Jin Hoon orang yang ada di belakangmu?

Dal Moon : Aku tidak bisa bilang yang ingin kau dengar.

Yeoning : Pria tidak bersalah bisa terluka.

Dal Moon : Tidak masalah sepanjang... itu bukan salah satu anak buahku.


Yeoning marah. Ia menatap tajam Dal Moon dan memaksa Dal Moon bicara. Ia berjanji akan memberikan semua yang ia punya asal bicara mengungkap kejahatan Tuam Min.

Dal Moon menolak. Ia berkata, yang ia butuhkan bukanlah uang tapi kekuasaan yang bisa melindungi orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan.

"Cukup lucu, kekuasaan adalah hal yang bisa melindungi orang-orang yang tidak  memiliki kekuasaan. Aku berbicara mengenai kekuasaan untuk orang sepertimu yang tidak pernah bisa kami miliki. Itulah satu-satunya cara agar orang-orangku tetap aman." ucap Dal Moon.

"Jadi kau akan tetap membiarkan orang lain terluka? Kau tidak masalah dengan itu? Apakah tidak masalah bagi orang lain untuk dipukul, dirampok maupun mati!" Yeoning menghela nafas.

"Kau mungkin tidak bisa menjawabnya. Aku tidak percaya mempertanyakan  kesadaran pria tunawisma. Apa yang kulakukan disini?" ucap Yeoning kecewa, lalu pergi.


Dal Moon tiba-tiba menyuruh Yeoning ke Anguk.

Dal Moon : Setidaknya aku akan memberitahumu satu hal yang kuketahui.


Seorang petugas Saheonbu membebaskan Jung Seok.

"Kau harus keluar. Aku bertugas malam ini, jadi tidak ada siapapun disini. Kau bisa keluar untuk jalan-jalan. Aku yakin disana sangat pengap."


Yeoning minta penjelasan, kenapa dia harus pergi ke Anguk. Dal Moon berkata, bahwa Mil Poong ada di Hanyang saat ini dan mencoba menyakiti Hwon.

Yeoning tidak percaya karena dia melihat sendiri Mil Poong pergi ke Dinasti Qing.

"Tidak, dia kembali lagi dan dia berada di area Anguk  sekarang dimana rumah pribadi Pangeran  Yeon Ryeong berada." ucap Dal Moon.


Mil Poong berkata pada seorang pelayan bahwa ia akan pergi menemui Yeoning.

Si pelayan berniat menyiapkan tandu untuk Mil Poong tapi Mil Poong melarang dan menyuruhnya istirahat.


Setelah si pelayan pergi, Tan muncul dengan jubah hitam.


Yeoning sedang menuju ke tempat Hwon.


Moon Soo heran Yeoning belum datang juga. A Bong salah paham dan berpikir Yeoning mengkhianati mereka.

Moon Soo menyuruh A Bong diam dan bertanya pada Yeo Ji apa yang harus mereka lakukan.

"Mari kita tunggu 30 menit lagi.  Setelah itu, kita harus masuk." jawab Yeo Ji.


Jung Seok yang sedang berjalan-jalan diluar, mendengar pembicaraan Byung Joo dengan salah satu petugas Saheonbu. Petugas Saheonbu itu berkata, bahwa Tuan Min meninggalkan surat untuk Byung Joo dan ia meletakkan suratnya di kantor Byung Joo.


Byung Joo masuk ke ruangannya dan mendapati Jung Seok sedang membaca suratnya.

"Ini semua adalah rencanamu?" tanya Jung Seok kecewa.

Byung Joo heran, ia tidak mengerti bagaimana Jung Seok bisa bebas.


Hwon terkejut Mil Poong tiba-tiba datang menemuinya. Mil Poong berkata, ia datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Hwon ketakutan.


Jung Seok marah dan kecewa pada Byung Joo.

Jung Seok : Rencanamu adalah menjadi anjing penjaga yang melakukan apapun dan semua yang dikatakan oleh orang yang berkuasa!


Mil Poong mengatakan pada Hwon, bahwa itulah sebabnya ia kembali.

"Aku pikir ini akan membuatku merasa lebih nyaman." ucap Mil Poong.

Hwon ketakutan.


Jung Seok tidak menyangka, Byung Joo bekerja sama dengan Tuan Min untuk menjebaknya.

Byung Joo berusaha menjelaskan tapi Jung Seok tidak mau mendengarkan dan memanggil Inspektur Jang.


Mil Poong membunuh Hwon. Ia menusuk leher Hwon dengan pisaunya.


Byung Joo memukul Jung Seok.


Mil Poong : Ingat ini. Kau meninggal karena kakakmu.

Mil Poong menjatuhkan Hwon ke tanah.

Melihat Hwon kesakitan, Mil Poong tersenyum dan bernyanyi.


Yeo Ji mencari buku catatan kematian Mil Poong, tapi ia tidak bisa menemukannya.

Moon Soo kemudian datang.

"Kau menemukannya?" tanya Moon Soo.

"Bukan disini." jawab Yeo Ji.


Yeo Ji dan Moon Soo berlari keluar.

Diluar, mereka melihat bangunan kuil yang lain dan curiga buku catatan Mil Poong ada di sana.


Byung Joo kaget melihat Jung Seok tidak bergerak. Darah tampak mengalir dari kepala Jung Seok.


Yeoning menemukan Hwon sudah terkapar.


Yeo Ji dan Moon Soo menerobos ke ruangan itu, dimana para biksu tengah berkumpul.

Mereka membuka lemari dan mencari buku kematian Tan.

Tak lama, Yeo Ji menemukan sebuah kotak. Ia membukanya, tapi sayangnya kotak itu sudah kosong.

A Bong dan Jang Dal datang. Mereka langsung lemas karena gagal menemukan buku kematian Tan.


Yeoning memeluk Hwon yang sekarat.

Hwon menatap Yeoning lirih.

Hwon : Hyungnim, apa kau ingat.

Yeoning menangis dan berteriak memanggil bantuan.


Hwon tewas, tapi sebelum menghembuskan napasnya, ia berkata, bahwa Joseon adalah milik Yeoning.

Tangis Yeoning langsung pecah.


Sukjong langsung jatuh sakit setelah mendengar kabar kematian Hwon.


Tuan Kim memberitahu Tuan Min tentang kematian Hwon. Tuan Kim berkata, tabib mengatakan Hwon mati tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.


Byung Joo memarahi petugas yang melepaskan Jung Seok.

Tak lama, Tuan Lee datang. Byung Joo pun mengatakan, Jung Seok tewas karena terjatuh setelah mencoba melarikan diri dengan memanjat dinding.

Tuan Lee : Jasadnya?

Byung Joo : Sudah kuberikan pada keluarganya.


Tangis istri dan anak Jung Seok seketika pecah melihat Jung Seok yang sudah tidak bernyawa.


A Bong, Jang Dal, Moon Soo dan Yeo Ji yang baru datang syok melihat jasad Jung Seok.

A Bong tidak percaya Jung Seok telah tiada.


Moon Soo marah.

Jang Dal yakin, Jung Seok tewas terbunuh.


Yeo Ji menangis.


Buku kematian Tan ada di tangan Yoon Young.


Yoon Young pun mengingat saat Mil Poong mengatakan rencananya untuk membunuh Hwon. Mil Poong berniat meninggalkan luka yang dalam di hati Yeoning. Karena itulah, ia mengambil buku catatannya kembali dan berniat menambahkan nama Hwon di dalamnya.


Yoon Young tersenyum dan menatap lampion yang bertuliskan nama Hwon.

Tidak hanya lampion bertuliskan nama Hwon, tapi disana juga tergantung lampion-lampion lain dengan nama-nama korban Tan.

"Beristirahatlah dengan damai. Jangan menjadi hantu. Takdir berada di pihakku." ucapnya.


Putra Mahkota Yoon, dari Partai Namin, sedang menunggui tabib yang sedang memeriksa ayahandanya.

Tak lama kemudian, Ratu Inwon datang. Putra Mahkota Yoon berkata, Sukjong sedang tidak bisa bicara sekarang.

Tiba-tiba, terdengar dari kamar Sukjong.

"Cheonha."

Ratu Inwon langsung berlari ke dalam.

Putra Mahkota Yoon dan istrinya terkejut.


Di atap, kasim melemparkan jubah Sukjong dan berteriak meminta Sukjong kembali.


Sukjong meninggal.

Tapi Tuan Kim malah membahas Putra Mahkota Yoon yang akan menjadi Raja.


Hujan seketika turun, membasahi tanah Joseon.

Rakyat menangisi kematian Sukjong.


Yeoning tiba-tiba muncul, ia berjalan ditengah-tengah rakyat yang berduka atas meninggalnya Sukjong.

Yeoning kemudian ingat kata-kata Sukjong.

"Sebelum itu terjadi, tidak bisakah kau membiarkan dunia tahu siapa sebenarnya Pangeran Yeoning itu?" pinta Sukjong.


Yeoning pun terjatuh ke tanah. Tak lama kemudian, tangisnya pun pecah.

Bersambung........

Omo... Kasihan Yeoning... lukanya belum hilang atas kepergian Hwon, eeh dia harus kehilangan ayahandanya juga sekarang.

No comments:

Post a Comment