Tuesday, March 5, 2019

Haechi Ep 5 Part 1

Sebelumnya...


Yeoning terluka dengan kepergian adik dan ayahandanya yang begitu cepat. Sangat! Sangat terluka!


Sementara itu, ditemani Jang Dal dan A Bong, Yeo Ji berusaha masuk ke Saheonbu tapi dihalangi petugas. Tak lama kemudian, Byung Joo datang dan memarahi Yeo Ji. Byung Joo berkata, tidak ada yang salah dengan kematian Jung Seok.

Byung Joo : Beraninya kau bertingkah selama situasi seperti ini! Kematian Raja kita telah membawa krisis sangat besar pada pemerintahan kita.

Yeo Ji : Aku yakin ini krisis untukmu. Putra Mahkota kini telah menjadi Raja. Dan Noron selalu menentang itu.

Byung Joo : Jaga ucapanmu! Kau ingin dibunuh?

Yeo Ji : Aku akan tetap hidup sampai menemukan pelaku yang membunuh Inspektur Han!

Byung Joo : Dasar penyihir! Berani sekali dirimu!

Byung Joo mendorong Yeo Ji.


Moon Soo pun datang dan menolong Yeo Ji.

Ia marah dan bersumpah akan menyingkirkan semua antek2 Noron setelah ia berhasil menjadi petugas Saheonbu nantinya.


Byung Joo melarang keras Yeo Ji cs masuk ke Saheonbu. Ia memerintahkan anak buahnya menghalangi mereka masuk Saheonbu.


Tuan Min : Yang Mulia, Anda meninggalkan pemerintahan dalam keadaan sangat berantakan. Putra Mahkota telah menjadi Raja padahal dia tidak kompeten atau punya anak. Apa yang akan terjadi pada negeri ini?


Yeoning menerobos masuk. Ia memberitahu Tuan Min bahwa Hwon tewas karena dibunuh Mil Poong.

Tuan Min tidak kaget sama sekali. Yeoning kaget melihat reaksi Tuan Min.

"Tapi kau masih bungkam soal itu? Kau yang berkeras mendukung Pangeran Yeon Ryeong!"

"Aku tahu tapi menangkap Pangeran Mil Poong tidak akan mengubah apapun."

"Menteri Personalia!"

"Yeoning gun Daegam! Entah Pangeran Yeon Ryeong mati tiba-tiba, dibunuh, atau mati karena alasan lain akan ditentukan sesuai kebutuhan kami. Itulah politik."

"Sesuai kebutuhan kalian? Siapa! Siapa yang menentukan itu!"

"Kami akan memutuskan itu seperti biasa, Pangeran Yeoning."

"Dengan hak apa?"


"Karena kami melindungi negeri ini! Kami melindungi negara ini selama ratusan tahun terakhir dengan mengorbankan banyak nyawa. Kau tidak akan dibunuh. Meski tidak berdaya,
kau masih berdarah bangsawan. Tapi jika kau terus seperti ini, pikirmu apa yang akan terjadi pada teman-teman kecilmu yang selama ini bekerja denganmu?"

"Jangan lakukan apa pun pada mereka. Jangan sentuh mereka."

"Tidak pernahkah kau berpikir Inspektur Han mungkin masih hidu jika bukan karena dirimu Kau seharusnya bermimpi menjadi seorang raja Karena jika kau menjadi raja kau setidakny bisa mendapatkan sedikit kekuasaan. Meski ibumu orang desa, kau masih berdarah bangsawan."

Tuan Min lalu beranjak pergi.


Yeo Ji berdiri di depan Saheonbu. Di lehernya, tergantung tulisan tentang kematian Jung Seok. Ia tak peduli dengan derasnya hujan, yang sudah membuat tubuhnya menggigil.


Moon Soo menatap baju Jung Seok yang masih berlumuran darah.

Moon Soo : Jung Seok Hyung nim...

Tangis Moon Soo pecah lagi.


Dan Dal Moon, memikirkan kata-kata Yeoning.

Yeoning : Kau sungguh tidak masalah dengan itu? Sungguh tidak masalah jika merek dipukuli, dicuri hartanya, atau mati? Kau akan membiarkan orang lain yang terluka?


Yeo Ji masih berdiri di depan Saheonbu.

Dari kejauhan, Yeoning melihatnya. Yeoning menangis lagi.


Seorang anak kecil (Joon Jae?) tiba-tiba datang, memayungi Yeo Ji. Anak kecil itu bilang, seorang bangsawan tidak dikenal menyuruhnya memberikan payung pada Yeo Ji.

Yeo Ji langsung mengedarkan pandangannya, tapi Yeoning sudah pergi.


Yeoning berjalan tertatih-tatih sambil mengingat kata-kata Jung Seok.

Jung Seok :  Bukankah begitu pula untukmu? Lebih mudah untukku melawan mereka daripada mundur.


Lalu, ia ingat senyuman Hwon.

Ia ingat kebersamaannya dengan teman-teman kecilnya.


Yeoning jatuh tersungkur. Ia kemudian mengingat kata-kata Tuan Min.

Tuan Min : Kau seharusnya bermimp menjadi seorang raja.

"Bermimpi menjadi seorang Raja?" gumam Yeoning.


Yeoning lantas ingat saat ia main game dengan Yeo Ji cs, ia berhasil mendapatkan posisi Raja.

Yeoning akhirnya bangun. Kata-kata Tuan Min kembali terngiang di telinganya.

Yeoning pun mengulangi kata-kata Tuan Min itu.

"Karena jika kau menjadi Raja, kau setidaknya bisa mendapatkan sedikit kekuasaan."


Yeoning lantas mencoba berdiri. Tapi tubuhnya yang sudah lemah, membuat ia kembali jatuh.


-Episode 5, Kembali ke Kehidupan-

(Setahun kemudian)


Beberapa tahanan Saheonbu melarikan diri.


Putra Mahkota yang kini telah menjadi Raja, tengah bersiap-siap. Namun, jubah Raja tidak muat di badannya.


Seorang dayang nampak tertawa sambil menutup mulutnya.

Ratu Seonui pun langsung memelototi dayang itu dan juga marah karena jubah Raja yang kekecilan.

Raja berusaha menenangkan istrinya.


Sekarang, Raja sedang bersama Menteri Pendidikannya.

Menteri Pendidikan berkata, ceramah Raja pagi ini tentang analek.

"Anda sudah cukup belajar. Tidak usah gugup, Yang Mulia." ucap Menteri Pendidikan.

Tuan Lee Gwang Ja tiba-tiba datang, meminta Raja membatalkan ceramah paginya.

*Karena ada dua nama yang marganya sama, jadi khusus untuk Inspektur Kepala Lee Yi Kyum, akan sy panggil pakai nama jabatan aja ya


Kasim mengumumkan kedatangan Raja.

Gyeongjong seketika datang dan naik ke singgasana dengan wajah gugup.

Pihak Noron, Soron dan Namin memandanginya.

"Pagi ini, lusinan tawanan, di Jeonokseo keluar dari penjara mereka dan melarikan diri. Itulah yang kudengar." ucap Gyeongjong terbata-bata.


Ia juga beberapa kali menyeka keringatnya yang terus bercucuran dengan saputangan yang disediakan.

Tuan Kim yang berdiri didekat Tuan Min dan Inspektur Kepala Lee, tertawa remeh.


Seonui sedang menghukum dayang yang menertawakan tubuh gendut Gyeongjong.

Tak lama kemudian, Ratu Dowager datang dan meminta Seonui berhenti memukuli dayang.

"Aku mendengar soal kejadian pagi ini. Tapi kini bukan waktunya teriakan terdengar dari istana." ucap Ratu Dowager.

"Bisa-bisanya anda memintaku menahan diri. Kini, bahkan para pelayan istana meremehkan Yang Mulia. Bukankah semua ini gara-gara dia tidak punya keturunan? Rakyat mengira dia raja yang tidak berdaya."


Kaburnya tawanan dari Saheonbu, digunakan Noron untuk menekan Gyeongjong. Tuan Kim meminta penjelasan Gyeongjong kenapa itu bisa terjadi.

Inspektur Kepala Lee ikut-ikutan.

"Negeri ini sengsara akibat musim kemarau, bahkan pernah ada gempa bumi. Para bawahan menyalahkan Anda karena sangat tidak kompeten hingga membiarkan semua itu terjadi. Mereka bahkan mengatakan hal-hal yang tidak bisa kukatakan pada Anda." ucapnya.

Mendengar itu, Tuan Lee marah.

"Jika tidak bisa memberitahunya, seharusnya kau diam saja!" ucapnya.

"Apakah aku bilang begitu? Para bawahan yang mengatakannya." elak Inspektur Kepala Lee.

"Jangan memutar balik perkataan orang Perkataanmu pasti merupakan kehendak Noron." tuduh Tuan Lee.

"Kenapa kau membawa-bawa Partai Politik disini!" balas Tuan Kim.


"Hentikan. Aku akan berhati-hati dengan segalanya." jawab Gyeongjong.

"Tanyakan pada kami jika Anda tidak memahami sesuatu. Terkadang Anda juga harus memberitahukan opini Anda Kenapa Anda terus mengataka bahwa Anda akan berhati-hati tentang segalanya?" ucap Tuan Kim.

Tapi Gyeongjong terus saja mengatakan akan berhati-hati.

Tuan Kim pun semakin meremehkan Gyeongjong.

Tuan Min angkat bicara. Ia meminta Gyeongjong memecat Ketua MA yang sekarang.

"Jo Tae Koo tidak berpengalaman dengan tugas-tugasnya. Dia bukan orang yang pantas untuk menjadi Ketua Mahkamah Agung."

"Anda tidak bisa melakukan itu. Jangan dengarkan mereka, Yang Mulia. Jo Tae Koo sudah di perjalanan menuju ke Hanyang." jawab Tuan Lee.


Akibatnya Gyeongjong pun bingung harus mendengarkan yang mana.

Tuan Min : Jusang Cheonha!

Gyeongjong : Aku mengerti.  Aku akan mengikuti permohonan Menteri Personalia.


Diluar, Noron mengolok-ngolok Gyeongjong.

Tuan Min marah dan meminta mereka berhenti mengolok-ngolok Raja.


Namin mengatakan pada Gyeongjong, bahwa Ketua MA adalah satu-satunya posisi yang mereka miliki. Posisi lain termasuk di Saheonbu dan Hongmoongwan sudah diambil Noron.

Gyeongjong : Mari buka pintu-pintu istana dan sapa Li Zicheng. Saat Li Zicheng masuk istana, kita tidak usah menyerahkan apa-apa lagi.

Gyeongjong lalu beranjak pergi.

*Li Zicheng, ketua pemberontak China yang menggulingkan Dinasti Ming. Maksud Gyeongjong disini mungkin Yeoning kali ya.

Noron kaget. Mereka penasaran dengan isi otak Gyeongjong.


Tuan Lee menatap kepergian Gyeongjong dengan wajah curiga.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment