Thursday, March 7, 2019

Haechi Ep 5 Part 3

Sebelumnya...


Yeo Ji cs menggelar peringatan kematian Jung Seok.

Joon Jae tampak sedih.

Yeo Ji mendekati Joon Jae.

Yeo Ji : Joon Jae-ya, membungkuk lah pada ayahmu.


A Bong merasa sedih dan kesal karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

A Bong : Nona kita juga gugur. Keduanya dibunuh oleh mereka. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apa itu masuk akal!

Moon Soo menyuruh A Bong diam karena ada Joon Jae di depan mereka.

Tapi A Bong terus mengatakan tentang Jung Seok  yang dibunuh secara tidak adil.

Moon Soo : Kubilang cukup! Terkadang kau harus menggigit bibir untuk tetap diam. Bahkan saat merasa tidak terima karena ketidakadilan, tunggulah sampai kau  memiliki kekuatan untuk melawannya.

Yeo Ji menyuruh keduanya tenang.


Kesal, Moon Soo pun beranjak keluar dan melampiaskan kekesalannya diluar.

Yeo Ji menyusul Moon Soo.

Yeo Ji : Moon Soo Naeuri...

Moon Soo : Maafkan aku. Joon Jae ada di sana. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Tapi tahukah kau?  Aku berusaha mengendalikan diri, tapi tidak bisa. Perasaanku menggebu-gebu.


Moon Soo lantas menatap Yeo Ji.

"Dunia ini sungguh kacau. Jung Seok mati secara tidak adil! Dan para anjing itu hidup bahagia. Serta, Pangeran Yeoning. Kudengar dia melupakan semuanya dan baik-baik saja. Menurutmu kenapa Jeong Seok mati? Seakan tidak terjadi apa pun." ucap Moon Soo.

"Lantas apa? Apa kaitan nyawanya dengan kita? Aku pun mendengar banyak hal. Aku tahu bagaimana keadaan Pangeran Yeoning. Dia melakukan apa pun untuk bertahan hidup.

Meskipun dia harus mengandalkan seseorang seperti Wi Byung Joo." jawab Yeo Ji.


Cho Hong mencemaskan Yeoning. Ia lalu memberikan apa yang diminta Yeoning.


Yeo Ji meminta Moon Soo melupakan Yeoning. Yeo Ji berkata, tujuan hidup Yeoning berbeda dengan mereka.


Yeoning masih berduka atas kematian Hwon.

"Hwon-ah, sudah lama aku hidup seperti ini." ucap Yeoning.


Yeoning pergi ke rumah Jung Seok. Ia ingin masuk, tapi langkahnya tertahan.


A Bong mengantarkan Moon Soo ujian. Moon Soo yakin, ia akan lulus dengan peringkat pertama kali ini.

A Bong tak yakin Moon Soo bisa lulus.

A Bong : Kau gagal 10 kali dan memiliki 10 alasan. Sebentar lagi 11 kali.

Mendengar itu, Moon Soo sewot dan langsung memites A Bong.


Seorang pria tiba-tiba menerobos antrian Moon Soo.

Moon Soo pun langsung menegurnya.

"Maaf. Apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh menyelak di depanku seperti itu." ucap Moon Soo.

"Kau bicara denganku? Ini tampak seperti tempat gratis." jawab pria itu.

"Anda benar. Itu tempat gratis." ucap A Bong.

Lalu terdengar pengumuman bahwa gerbang akan dibuka.

Moon Soo Aku akan masuk, Ah Bong. Dah!


Tapi sampai di dalam, dia malah didorong kerumunan orang dan jatuh.

Moon Soo nyaris terinjak, tapi untung saja pria yang sekamar dengannya, tiba-tiba datang membantunya dan bahkan juga mencarikan kursi untuknya.

"Duduklah di sini. Kau beruntung. Aku menyewa mereka dan mendapatkan dua kursi bagus. Aku kebetulan melihatmu. Ayo cepat duduk." ucap pria itu.


Tapi Moon Soo menolak. Ia berkata, itu ilegal.

"Semua orang melakukan ini." ucap pria itu.

"Aku belajar untuk menciptakan dunia yang menganut keadilan." jawab Moon Soo lalu pergi.


Pria yang menyerobot antrian Moon Soo tadi ternyata bukan peserta ujian. Ia adalah petugas Saheonbu yang bertugas mengawasi jalannya ujian agar tidak ada peserta yang curang.

"Pastikan kau mengawasi mereka dengan baik." suruh pria itu pada anak buahnya.


Yeoning kembali menemui Dal Moon.

"Kau langsung menangkap orang yang kuinginkan. Gang-gang di Hanyang memang berada di bawah kekuasaanmu." ucap Yeoning.

"Kau melihat insiden di Jeonokseo berkaitan dengan Noron. Kau punya mata yang bagus, ya?" balas Dal Moon.

"Aku juga pernah melihat kejadian semacam itu. Aku menutup mata karena merasa tidak peduli." ucap Yeoning.

"Kini ada yang membuatmu peduli?" tanya Dal Moon.

"Entahlah. Aku tidak akan memberitahumu meskipun ada. Kita mungkin telah saling merasa nyaman, tapi aku belum lupa bahwa kau anjingnya Min Jin Hoon"

"Tampaknya kau akan dapat bantuan dari tempat lain. Bukankah kini saatnya kau mengungkap identitasmu di depan mereka? Inspektur wanita dan pria itu, Park Moon Soo... mereka pasti salah paham tentang dirimu."

"Mereka tidak salah paham. Itu benar. Aku mengkhianati mereka. Banyak yang mereka pertaruhkan untuk memercayai orang sepertiku."


Yeoning yang enggan bicara lagi pun beranjak pergi.

Dal Moon :  Situasi akan makin kacau. Entah apa rencanamu, tapi kurasa kau harus bertindak lebih cepat.

Yeoning :  Apa maksudmu? Kenapa situasi akan makin kacau?

Dal Moon tersenyum mendengar pertanyaan Yeoning.


Seorang pria teriak-teriak di depan istana.

"Seorang raja harus seperti ini! Raja harus berhati-hati dalam bertindak! Raja harus tetap mulia! Itulah yang harus dilakukan!"


Noron langsung heboh. Tuan Kim minta penjelasan pada Tuan Lee, siapa orang sinting yang menyebabkan kekacauan di istana.


Pria sinting yang berteriak di depan istana, meminta Raja mengembalikan kehormatan Ok Jung.

"Yang Mulia, ibu Anda, Jang Hee Bin, terbunuh secara tidak adil. Anda harus mengembalikan kehormatannya!"

Tak lama kemudian, Yeoning datang dan melihat semuanya.

Yeoning : Jang Hee Bin? Apa Soron mengungkit Hee Bin disini?


Pertemuan di balai istana langsung digelar. Noron meminta Raja mendengarkan mereka.

Yeoning berdiri di depan balai istana. Ia penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.


Noron menggelar rapat. Tuan Kim heran kenapa Raja tidak bilang akan berhati-hati seperti biasa.

Tuan Min : Noron mungkin punya kuasa atas seluruh tanah ini, tapi takhta itu milik Yang Mulia. Dia tidak akan menyerahkan takhta semudah itu.

Inspektur Lee :  Maksudmu dia akan bertarung melawan kita?

Tuan Min : Bagaimana cara dia melakukannya? Apa yang tidak akan dia lakukan? Dia pasti tahu dia akan mati jika turun dari singgasana. Seorang pewaris. Saatnya untuk menentukan pewaris untuk menjadi raja berikutnya. Maksudku kita, faksi Noron, harus menentukan pewaris raja.


Yeoning kembali ke rumahnya dan memberitahu Cho Hong bahwa kakaknya dalam bahaya jika Noron sampai bertindak.

"Bukan hanya Noron sekarang. Soron juga akan berusaha mendukung putra mahkota. Untuk dijadikan raja berikutnya." ucap Yeoning.

Cho Hong terkejut.

Yeoning : Istana sudah mulai mencari seorang putra untuk diadopsi.


Dan benar saja, istana sedang menyeleksi anak-anak yang akan diadopsi menjadi Putra Mahkota.

Seonui ikut menyeleksi.


Yoon Young dari kejauhan memperhatikan Seonui dengan senyuman licik.


Tuan Lee mengajak Raja membuka pintu2 istana lebar dan menyambut Li Zicheng.

Tuan Lee : Saat Li Zicheng memasuki Istana, kita tidak perlu lagi merelakan apa pun. Ini lagu yang dinyanyikan orang-orang selama kudeta Li Zicheng. Lagu ini dibuat agar masyarakat punya harapan dalam kudetanya. Tapi Li Zicheng tidak bisa meraih tujuannya, dan lagu itu berakhir sia-sia. Li Zicheng kekurangan dukungan dan kemampuan untuk melakukan itu.

Raja : Dia berada di situasi yang serupa denganku saat ini. Untuk meraih tujuan, kita harus mengutamakan kemampuan dan dukungan masyarakat. Aku dan Soron tidak memiliki kedua hal itu. Jika kita kurang kuat, kita harus menggunakan kekuatan lawan atau meminta bantuan dari seseorang. Aku membutuhkan seseorang yang bisa membantuku dengan kekuatannya.


Yeoning berniat memasuki istana.

"Beberapa anggota keluarga kerajaan harus pergi ke kamar Ratu, jadi, kita butuh seseorang untuk memandu mereka." ucap bawahan Yeoning.

"Benar. Ratu mencari seorang putra untuk diadopsi, bukan?" tanya Yeoning.

"Tapi anda harus pergi ke Mohwagwan sekarang juga. Anda harus menyambut utusan dari Dinasti Qing."

"Kenapa aku? Anggota kerajaan yang lain pun bisa."

"Sayangnya, mereka menginginkanmu."

"Aku? Siapa yang menginginkanku?" tanya Yeoning.


Tapi sampai di Mohwagwan, Yeoning malah bertemu Mil Poong. Mil Poong tersenyum menyeringai pada Yeoning.


Mil Poong lalu turun dari kudanya dan menghampiri Yeoning.

"Kudengar kau menjadi orang yang terhormat  selagi aku di Dinasti Qing. Cerita itu rupanya benar. Aku sangat terkejut." ucap Mil Poong.

"Omong-omong, apa kau yang memanggilku untuk menyambut utusan?" tanya Yeoning.

"Aku akrab dengan beberapa atasan di Dinasti Qing sekarang. Di dunia ini, semua bisa dibeli dengan uang." jawab Mil Poong.


Mil Poong lalu meletakkan tangannya di bahu Yeoning.

Mil Poong : Kau orang yang paling ingin kutemui. Aku bersungguh-sungguh selama setahun terakhir, aku tidak pernah melupakanmu sehari pun.

Yeoning : Jauhkan tangan kotormu dariku.

Mil Poong malah ketawa.


Mil Poong lalu mengatakan pada Yeoning bahwa pertarungannya baru berakhir saat ia menang.

Ia berbisik, mengatakan ia kembali karena dirinya akan segera menjadi Raja.

Mendengar itu, Yeoning yang sudah marah sedari tadi mencabut pedang Mil Poong dan mengarahkannya pada Mil Poong.

Pengawal Mil Poong ingin membalas tapi dihentikan Mil Poong.

Yeoning : Kau mungkin akan mati ditanganku sebelum itu terjadi.

"Tenanglah, nanti kau menyesal." jawab Mil Poong sambil tertawa.

"Sebenarnya apa yang kau rencanakan kali ini?" tanya Yeoning.

"Sudah kubilang. Aku akan menjadi raja. Aku sudah selesai mempersiapkan diriku untuk menjadi raja berikutnya." jawab Mil Poong.

Bersambung ke part 4......

No comments:

Post a Comment