Thursday, March 7, 2019

Haechi Ep 5 Part 4

Sebelumnya...


Yoon Young menemui Seonui.

Yoon Young : Wanita yang memakan ulat sutra ini hidup-hidup, selalu melahirkan anak. Khususnya anak laki-laki. Anda harus melahirkan anak laki-laki. Ini demi anda dan Yang Mulia.

Seonui merasa jijik, tapi ia tetap memakannya demi memiliki keturunan.

Yoon Young : Tapi tadi aku melihat anda menemui beberapa anggota muda keluarga kerajaan.

Seonui : Jika tetap tidak bisa melahirkan meskipun sudah berjuang, aku harus mengadopsi anak yang bisa kupercayai. Itu satu-satunya cara untuk melindungi Yang Mulia.


Usai menemui Seonui, Yoon Young langsung berkumur-kumur dengan wajah kesal. Tak lama kemudian, Mil Poong datang. Yoon Young bilang, ia terpaksa ikut menelan ulat sutra untuk menghentikan rengekan Seonui.

Mendengar itu, Mil Poong memuji Yoon Young. Ia berkata, kekejian Yoon Young membuktikan bahwa Yoon Young cocok jadi partnernya.

"Sulit sekali meyakinkan wanita jalang itu. Menurutmu kau mumpuni?"

"Saat aku menjadi raja kelak, kau harus duduk di sampingku sebagai ratu baru di negeri ini." jawab Mil Poong.


Yeoning resah memikirkan kata-kata Mil Poong tadi.

"Raja berikutnya? Raja... tidak mungkin."

Ya, Yeoning menyadari sesuatu.


Yeoning langsung ke Saheonbu. Byung Joo berkata, tidak seharusnya Yeoning ke Saheonbu meski situasinya mendesak.

"Aku datang karena punya alasan. Aku mengajukan penyidikan korupsi dari keluarga kerajaan. Anggaplah kita bertemu hari ini untuk membahas ini." jawab Yeoning.

Byung Joo terkejut mendengar permintaan Yeoning. Ia berkata, permintaan Yeoning tidak masuk akal.

"Tuan Min Jin Hoon dan faksi Noron tidak akan membiarkan itu." ucap Byung Joo.

"Bagaimana jika Pangeran Mil Poong punya kejutan yang akan memojokkan mereka?" tanya Yeoning.


Yeoning lantas berdiri dan menatap Byung Joo lekat-lekat.

"Percaya atau tidak, itu tidak penting. Tapi kau  harus memberi tahu Min Jin Hoon. Bahwa dia sebaiknya mencariku sebelum berada dalam masalah." ucap Yeoning.


Sekarang, Yeoning sudah berada diluar. Byung Joo berkata, akan menemui Yeoning secepat mungkin.

Yeoning : Aku akan menunggu.

Setelah Byung Joo pergi, Yeoning melihat bayangan hitam yang melintas di belakangnya.


Si pemilik bayangan hitam adalah Yeo Ji. Ia menutupi wajahnya dengan kain hitam dan mencari sesuatu di ruangan arsip.

Tak lama, Yeoning datang memergokinya.

Yeo Ji berusaha kabur tapi Yeoning berhasil menangkapnya.

Yeo Ji dan Yeoning sempat berkelahi, sebelum akhirnya Yeoning menindih Yeo Ji ke meja dan membuka masker Yeo Ji.

Yeoning terkejut melihat Yeo Ji.

Yeoning : Yeo Ji-ya, kau sedang apa?


Yeoning lalu melihat kertas yang diambil Yeo Ji. Ada nama Jung Seok disana.

Yeoning : Kau berusaha menyelidiki kematian Inspektur Han?

Yeo Ji berdiri, ia berkata, itu bukan urusan Yeoning.

Tapi kemudian, terdengar teriakan penjaga diluar.

Yeo Ji mau pergi tapi Yeoning menyuruhnya sembunyi.


Dua orang penjaga masuk. Yeoning keluar dan pura-pura terkejut melihat mereka.

Salah seorang penjaga bertanya, apa yang Yeoning lakukan disana.

Yeoning : Wae? Aku tidak boleh berada disini?

Penjaga bilang, tidak ada seorang pun yang boleh masuk tanpa seizin Byung Joo.

Yeoning : Baiklah, akan kuminta izin darinya.


Setelah mereka pergi, Yeo Ji menghela nafas. Tapi kejadian itu membuatnya heran sendiri.

Yeoning keluar. Setibanya diluar, ia kembali menatap ke arah ruang arsip Saheonbu.

Yeoning : Yeo Ji-ya...


Di jalan, Yeo Ji memikirkan kenapa Yeoning membantunya.


A Bong dan Jang Dal memberitahu Moon Soo, orang aneh yang berniat memberi Moon Soo kursi serta kunci jawaban adalah orang yang pernah mereka tangkap saat mereka masih bekerja di Saheonbu. Jang Dal berkata, ada yang membayar orang itu untuk membantu Moon Soo.

"Kenapa? Siapa yang membayar seseorang untuk membantuku?" tanya Moon Soo.

Tak lama Yeo Ji datang. Mereka pun memikirkan siapa kira-kira yang membantu Moon Soo.


Byung Joo memberitahu Tuan Min tentang kembalinya Mil Poon. Sontak, Tuan Min kaget mendengarnya.

Byung Joo : Ya, dia kembali. Dan menurut Pangeran Yeoning, dia memiliki sesuatu yang tidak bisa dihentikan Noron.

Tuan Min : Aku tahu kau cukup ramah tapi aku baru tahu kau menghabiskan waktu bersama Pangeran Yeoning.

Byung Joo : Aku selama ini mengawasinya. Dia sangat pandai menganalisis keadaan saat ini.

Tuan Min :  Kau seharusnya sibuk mengurus hal lain saat ini. Aku membicarakan tawanan yang melarikan diri dari Jeonokseo. Tugas yang kupercayakan padamu. Kau sebaiknya becus menanganinya jika tidak mau kita dan Noron berada dalam masalah.

Byung Joo mengerti. Tuan Min lalu menyuruh Byung Joo pergi ke perjamuan untuk menyambut utusan dari Dinasti Qing.


Tuan Min beranjak keluar. Sampai diluar, dia disamperin Tuan Min. Tuan Min mengeluh karena istana direpotkan dengan kedatangan utusan dari Dinasi Qing.

Tiba-tiba, Tuan Min terdiam. Ia terkejut melihat Seonui keluar bersama Yoon 8Young.

"Kenapa dia bersama Ratu?"

"Maksudmu Yoon Young? Akan kujelaskan. Dia ingin berkenalan dengan Ratu untuk membantu karierku jika mereka berdua menjadi akrab." jawab Tuan Kim.

"Apa katamu!"

"Menteri Personalia. Dia lebih kompeten daripada penampilannya. Dia bisa membuat orang-orang menyukainya."

"Apa yang telah kau lakukan? Kau tidak tahu dia siapa?"

Tak lama, Tuan Min menyadari, rencana Yoon Young.


Tak jauh dari tempat Tuan Min berdiri, Yeoning sedang menatapnya.


Gyeongjong menyambut utusan dari Dinasti Qing.

"Kau telah menempuh perjalanan jauh." ucap Gyeongjong.

"Perjalanannya tidak terasa lama. Aku ditemani oleh teman yang sangat baik." jawab utusan Dinasti Qing.


Tak lama, Mil Poong masuk, membuat semuanya terkejut terutama Tuan Min.

Noron penasaran, alasan Mil Poong datang.

Mil Poong kemudian menyapa Gyeongjong.


Di ruangannya, Tuan Min memikirkan rencana Mil Poong.

"Apa kau berniat memanfaatkan Ratu dan menggunakan dukungan Dinasti Qing untuk menjadi anak angkat Raja?"

Tuan Min panic.


Tak lama kemudian, Yeoning datang.

"Aku tidak menyangka ekspresi wajahmu akan seperti itu." ucap Yeoning.

Yeoning : Kau pasti frustrasi. Kau memberikan takhta kepada Pangeran Mil Poong dan merebutnya. Itu sebabnya aku memintamu untuk menemuiku. Aku sudah memperingatkanmu.

Tuan Min : Apa maksudmu? Kau tidak mungkin datang kemari hanya untuk menyombongkan diri.

Yeoning : Bukankah kau membutuhkan seorang pangeran? Seseorang yang bisa bermain untukmu seperti bidak catur. Pangeran semacam itu.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment