Thursday, March 7, 2019

Haechi Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Yeoning menemui Tuan Min. Yeoning :  Aku tidak tahu kau bisa membuat ekspresi seperti itu. Kau pasti frustasi. Kau memberi tahta pada Pangeran Mil Poong dan mengambilnya kembali. Maka itu aku memberitahumu, untuk ikut denganku. Kau sudah kuperingatkan, untuk datang padaku.

Tuan Min : Apa maksudmu? Kau disini bukan hanya untuk menyombongkan diri, kan?

Yeoning : Bukankah kau butuh Pangeran? Seseorang yang bisa memerankan Raja untukmu seperti bidak catur.


Inwon marah karena Seonui berniat mengadopsi Mil Poong. Inwon menentang keras niat Seonui itu.

Yoon Young yang juga ada di sana, tersenyum licik.


Utusan dari Dinasi Qing menuangkan minum untuk Mil Poong.

Gyeongjong tak berhenti menatap Mil Poong.

Mil Poong menatap balik Gyeongjong dan berniat menunjukkan tariannya pada Gyeongjong.

Gyeongjong : Kau mau melakukan itu untukku?

Mil Poong : Sebuah kehormatan untukku, Yang Mulia.


Mil Poong mulai menari. Gyeongjong tersenyum menontonnya.


Tuan Min bertanya maksud Yeoning.

Yeoning : Bukankah ini baru awalannya? Awalan dalam mencari pewaris untuk menggantikan Raja. Semua orang sedang putus asa untuk menemukan pewaris.

Tuan Min : Jadi, kau akan menjadi raja yang berikutnya?

Yeoning : Aku mungkin tidak berdarah ningrat, tapi aku masih tetap pangeran.

Yeoning lalu mengulangi kata-kata Tuan Min padanya waktu itu.

"Lebih baik kau bermimpi menjadi Raja. Bukankah itu yang anda katakan padaku? Aku memutuskan memimpikan itu seperti saran anda. Bukankah aku akan menjadi bidak catur yang lebih baik daripada Pangeran Mil Poong?"


Tak lama kemudian, Tuan Lee dan rekan-rekannya sesama Soron datang. Mereka terkejut melihat Yeoning mengobrol dengan Tuan Min.


Mil Poong masih menari.


Inspektur Lee sebal melihatnya.

Gyeongjong tampak menikmati tarian Mil Poong.


Yeoning lalu datang dan melihat Gyeongjong menikmati tarian Mil Poong.

Gyeongjong lantas tidak sengaja menatap Yeoning. Ia yang tadinya senyum-senyum menikmati tarian Mil Poong, langsung berhenti senyum saat melihat Yeoning.


-Ep 6, Aliansi Yang Goyah-


Moon Soo memaksa teman sekamarnya bicara, siapa yang menyuruhnya. Tapi pria itu hanya mengatakan, bahwa ia hanya menjalankan perintah saja tanpa tahu siapa yang memerintahnya dan dibayar cukup besar.

Kedua teman pria itu datang. Yeo Ji menyuruh kedua pria itu pergi tapi pria itu tidak mau.

Kesal, Yeo Ji menendang 'anu' salah satu dari pria itu dan menjitak pria yang satunya.

Yeo Ji pun heran, kenapa ia harus memukul pria dulu baru para pria mengerti.


Sementara itu, Moon Soo tidak percaya pengakuan pria aneh itu.

Moon Soo : Orang tuaku mati saat aku masih muda dan keluargaku membuangku. Jadi siapa yang membayarmu untuk mengawasiku?

Pria itu :  Tapi ini benar. Aku tidak tahu karena dihubungi lewat surat. Aku hanya ditanyai apakah kau  belajar dengan bai dan apakah kau akan lulus ujian.

Yeo Ji ikut bicara.

"Katamu kau dibayar cukup besar? Sebesar apa?"

"Itu... tiga sampai empat kali dari harga normal." jawab pria itu.

"Hei, apakah jumlah uangnya lebih penting untukmu?" protes Moon Soo.

"Katamu orang tidak dikenal membayar harga yang tidak masuk akal, bukan?" tanya Yeo Ji lagi.


A Bong dan Jang Dal datang. A Bong mengatakan, daftar orang yang lulus ujian akan segera dirilis. Jang Dal menyuruh Moon Soo bergegas.


Dalam perjalanan, Moon Soo berkata bahwa ia diam saja karena tidak mau A Bong, Jang Dal dan Yeo Ji berharap.

"... tapi sejujurnya kurasa aku yang terbaik di tes ini. Jawabanku benar-benar sempurna." ucap Moon Soo.

"Mungkin itu. Aku memimpikan naga yang terbang ke langit." jawab Jang Dal.

"Apa maksudmu? Lulus ujian di peringkat pertama? Kau lulus saja sudah keajaiban." ucap A Bong.

Moon Soo langsung sewot mendengarnya.


Moon Soo lantas menatap tangannya.

"Darah, keringat, dan air mataku. Kau tahu kan?" ucapnya.

"Berhentilah mengoceh. Di sana. Kita harus melihatnya sekarang." jawab Yeo Ji.


Tapi sayangnya, nama Moon Soo tidak ada di tempat pertama, kedua dan ketiga.

A Bong mengajak Moon Soo mengecek tempat terakhir.

Tapi Yeo Ji bilang nama Moon Soo juga tidak ada di tempat terakhir.

Moon Soo kecewa. Ia bahkan sampai mengecek daftarnya berkali-kali, berharap menemukan namanya. Moon Soo sangat yakin ada kesalahan.


Petugas Yoon, pria penyerobot antrian Moon Soo yang ternyata adalah petugas Saheonbu yang bertugas mengawasi jalannya ujian, menatap Moon Soo dengan tatapan iba.


Byung Joo yang sedang membaca laporan, terkejut. Ia lalu bertanya pada anak buahnya, siapa yang menyelesaikan laporan itu.

"Maaf, tapi apa maksudmu?" tanya anak buahnya.

"Kasus korupsi dari Kantor Silsilah Kerajaan Siapa menutup investigasi kasus ini?" tanya Byung Joo.


Petugas Yoon melapor pada Petugas Joo kalau ada kecurangan dalam ujian. Tapi Petugas Joo menanggapinya dengan santai. Ia berkata, semua orang melakukan itu. Tidak ada yang bersih dalam ujian. Semua membeli tempat bagus dan menyontek ujian orang lain.

"Maksudku bukan sekadar curang seperti mengambil tempat yang bagus atau menyontek. Ada keadaan yang menunjukkan ini berhubungan dengan petinggi organisasi pemerintahan." ucap Petugas Yoon.

Petugas Joo minta bukti. Petugas Yoon bilang, belum ada buktinya.

"Kau pasti kurang pekerjaan. Haruskah kutugaskan lebih banyak?" jawab Petugas Joo.

"Ketia Tim, ini lebih penting." ucap Petugas Yoon.

"Lupakan saja! Tutup kasus itu!" jawab Petugas Joo.

Petugas Yoon sewot, ia bahkan sampai menggebrak meja Petugas Joo.

"Kenapa?" tanya Petugas Joo ketakutan.

"Aku paham. Aku akan pergi." jawab Petugas Yoon, lalu pergi.

"Wajah pria itu,  kenapa dia sangat mengerikan saat bilang begitu?" ucap Petugas Joo.


Byung Joo tiba-tiba datang. Namun, ia sempat menabrak Petugas Yoon yang hendak keluar. Petugas Yoon minta maaf.


Byung Joo tak peduli dan pergi melabrak Petugas Joo yang sudah menutup kasus korupsi di Kantor Silsilah Kerajaan. Petugas Joo pun mengaku menutup kasus itu atas perintah Byung Joo.

"Ya, itu diperintahkan olehmu, Tuan Jipyeong,

Byung Joo tambah marah. Ia mencengkram kerah Petugas Joo dan berkata, Petugas Joo tidak berhak menutup kasus itu tanpa persetujuannya.


Byung Joo lalu pergi melabrak Yeoning.

Byung Joo : Kau ingat? Permintaan yang kau buat tadi soal korupsi para bangsawan? Kasus yang seharusnya menjadi alasan untukmu mampir di Saheonbu. Kuremehkan itu karena kau bilang itu hanya alasan bagimu, tapi dibalik kasus ini...

Yeoning : Ada Pangeran An Gye. Karena lamban dan naif, Min Jin Hoon ingin menjadikannya Raja berikutnya. Karena kau sudah ada disini, Kantor Silsilah Kerajaan pasti sudah menginvestigasinya.

Yeoning lantas tersenyum penuh kemenangan.


Pangeran An Gye yang ternyata masih sangat belia itu, gemetaran melihat petugas menyita barang2nya.

Tak lama kemudian, Tuan Min datang.

Pangeran An Gye jatuh terduduk.


Yeoning : Dia masih muda, tapi sudah mengalami banyak kesulitan. Bukankah para bangsawan itu luar biasa? Mereka mungkin bodoh tapi tahu cara menyelesaikan sesuatu tanpa diketahui orang.

Byung Joo : Kau mengincar ini sejak awal? Menyingkirkan Pangeran An Gye yang didukung Min Jin Hoon.

Yeoning : Jika bukan, pikirmu kenapa aku mau bergabung dengan Kantor Silsilah Kerajaan?

Byung Joo : Kenapa? Untuk apa?

Yeoning : Jangan langsung menyimpulkan. Kau bahkan belum tahu.

Byung Joo : Min Jin Hoon tidak akan membiarkan ini. Jika dia tahu kau terlibat...

Yeoning : Maka tentu kau akan melindungiku.


Byung Joo : Yeoning gun Daegam!

Yeoning : Tawanan dari Jeonokseo. Dia masih ada di tanganku, Jika kau kehilangan dia sekarang posisimu yang berhubungan dengan Min Jin Hoon akan menjadi cukup sulit. Benar, kan?

Bersambung ke part 2.....

No comments:

Post a Comment