Friday, March 8, 2019

Haechi Ep 6 Part 2

Sebelumnya...


Dal Moon yang baru tiba di rumah pelacuran Gae Dol yang sudah ia ambil alih, melihat temannya mengusir para customer. Sontak, Dal Moon langsung mendekati temannya.

Dal Moon : Kau mengusir para pelanggan yang lain?

Teman Dal Moon : Ya, kupindahkan Noron ke halaman dalam sesuai perintahmu.


Di dalam, Noron lagi heboh lantaran Mil Poong akan segera menjadi anak angkat Gyeongjong.

Inspektur Lee berkata, masalah mereka bukan hanya itu. Pangeran An Gye yang didukung Tuan Min, akan dilenyapkan.

"Mana bisa Menteri Personalia berbisnis seperti ini Mana bisa aku memercayainya jika begini cara dia bekerja?" sewot Tuan Kim.


Tiba-tiba, Tuan Min datang. Ia minta maaf karena terpaksa mengumpulkan mereka semua seperti itu.

"Jika kita di rumah bordil, kita harus memanggil para gisaeng. Kau tidak pernah memanggil merek dan membuat kami melalui semua kesulitan ini." jawab Tuan Kim.

Tuan Min menyuruh Tuan Kim pulang. Sontak semuanya kaget. Anggota Noron yang lain disuruh masuk oleh Tuan Min.

Satu per satu anggota Noron mulai masuk ke dalam. Sementara Tuan Min dan Tuan Kim ribut. Inspektur Lee tampak memperhatikan mereka.


"Karena kau Kepala Noron, aku berusaha menjaga kehormatanmu. Itu artinya kau seharusnya tahu apa yang selirmu lakukan di belakangmu." ucap Tuan Min.

"Selirku? Apa yang dilakukan Yoon Young?" tanya Tuan Kim.

"Pulang saja dan tanya perempuan itu siapa yang berencana mendukung Pangeran Mil Poong Meski aku tidak yakin dia masih ada di rumahmu." jawab Tuan Min.

Tuan Min lalu mengajak Inspektur Lee masuk.

Namun sebelum masuk, Inspektur Lee sempat mengatakan pada Tuan Kim akan memberikan kesempatan pada Tuan Kim.


Tuan Lee dan Tuan Do menemui Gyeongjong. Tuan Lee minta Gyeongjong memikirkan kembali rencana mengadopsi Mil Poong. Ia berkata, Mil Poong selama ini selalu berusaha merebut tahta, apa Gyeong Jong sudah lupa semua itu.

"Mana mungkin aku bisa melupakan itu?" jawab Gyeongjong.

"Lantas kenapa anda membuat keputusan itu?" tanya Tuan Do.

"Jika aku tidak berdaya, aku akan menerima bantuan siapa pun. Aku akan menerima bantuan siapa pun jika mereka bisa memberiku pedan untuk melawan Noron tidak peduli betapa dalamnya aku membenci mereka." jawab Gyeongjong.


Tuan Min marah saat diminta memakzulkan Pangeran An Gye.

"Para inspektur menangani kasus dari Kantor Silsilah Kerajaan. Mereka tidak tahu insiden itu berhubungan dengan Pangeran An Gye." jawab Tuan Lee.

"Apa yang terjadi jika Yang Mulia mengadopsi Pangeran Mil Poong? Kita bahkan tidak punya alternatif." ucap Noron yang lain.


Inspektur Lee berkata, mereka masih punya Yeoning gun. Sontak, Tuan Min kaget dan Noron yang lain meminta penjelasan.

"Dia seseorang di usia yang tepat untuk menjadi pewaris." jawab Inspektur Lee.

Noron yang lain tidak setuju. Mereka tidak sudi membungkuk pada Yeoning yang anak seorang petani.


Tuan Min pun bertanya-tanya, siapa yang berani mengganggu Pangeran An Gye. Ia berpikir, itu ulah Mil Poong tapi tak lama, ia menyadari itu ulah Yeoning. Apalagi setelah mengingat kata-kata Yeoning tentang dirinya yang membutuhkan seorang pangeran sekarang.


Dal Moon disuruh Tuan Min mencari informasi tentan Yeoning. Dal Moon pun bertanya alasannya. Ia berkata, Yeoning tidak punya kekuatan jadi kenapa Tuan Min mau menyerang dia.

"Haruskah orang sepertimu mengetahui detail seperti itu Cari tahu setiap detail dari apa yang dilakukan putra petani itu selama setahun terakhir dan hingga kini. Cari tahu segalanya. Dia mungkin lebih berbahay daripada Pangeran Mil Poong." jawab Tuan Min.


Yeoning dan Cho Hong berdiri di tepi dermaga. Menunggu seseorang. Tak lama kemudian, seseorang yang mereka tunggu pun tiba.

Ja Dong lah yang mereka tunggu. Yeoning menyambut Ja Dong dengan ramah.

"Kau tampak lebih tua. Pasti perjalanannya sulit untuk pria tua sepertimu." ucap Cho Hong.

"Tidak sama sekali. Aku lega ada sesuatu untuk kulakukan bahkan pada usia ini." jawab Ja Dong.

"Di mana kau selama lebih dari sebulan?" tanya Cho Hong.

"Tetaplah disini untuk sementara." ucap Yeoning pada Cho Hong.


Yeoning lalu bertanya pada Ja Dong apa Ja Dong sudah menemukan apa yang dia hilangkan.

Ja Dong: Iya, Tuan. Kutemukan lembar jawaban yang kau minta. Kutemukan saksi juga.

Ja Dong lalu menunjukkan lembar jawaban itu.

Yeoning lantas memberitahu Jang Dal tentang rencana istana mengadopsi Mil Poong.

Ja Dong kaget, apa? Bukankah itu artinya tidak akan berjalan sesuai rencanamu?

"Tidak. Dia akan membantuku, Ja Dong-ah.  Sebelum pesta yang kusiapkan dimulai, Pangeran Mil Poong akan menggoncan Noron untukku." jawab Yeoning.


Moon Soo masih kecewa. Ia duduk di serambi sambil menjedorkan kepalanya ke kayu.

Disamping Moon Soo, duduk Yeo Ji. Yeo Ji juga melamun sambil memukul-mukulkan tongkatnya ke lantai.

A Bong dan Jang Dal pun bingung melihatnya. Pasalnya, mereka sudah begitu selama 1 jam.

"Sampai kapan dia akan melakukan itu Bagaimana jika otaknya yang kurang pandai bertambah bodoh?" ucap Jang Dal.

"Dia gagal untuk kesebelas kali. Dia tidak mungkin masih waras." jawab A Bong.

A Bong lalu mempertanyakan, kenapa Yeo Ji ikut-ikutan galau seperti Moon Soo.


Tak lama kemudian, Moon Soo dan Yeo Ji menyadari sesuatu.

Keduanya lalu berdiri dan pamit pada A Bong dan Jang Dal, lalu berjalan ke arah yang berbeda.


Yeo Ji ternyata pergi ke pasar, menemui pria yang mempekerjakannya waktu itu sebagai tukang masak. Pria itu mengaku senang melihat Yeo Ji karena ada pekerjaan untuk Yeo Ji. Pria itu bilang, upah Yeo Ji kali ini akan lebih besar.

Yeo Ji pun berkata, ada yang mau ia sampaikan.


Di Toko Buku Hakgo, Ja Dong dan Petugas Yoon mengambil buk yang sama.

Petugas Yoon pun mengalah dan membiarkan Ja Dong membeli buku itu.

Ja Dong lalu membayar buku itu yang harganya satu yang, lalu beranjak pergi.


Setelah Ja Dong pergi, si pemilik toko mengadu pada Petugas Yoon bahwa seseorang mengganggunya lagi.

Petugas Yoon : Tunjukkan padaku.

Si pemilik toko pun memberikan sebuah buku. Petugas Yoon membukanya. Terselip sebuah amplop di dalamnya.

Petugas Yoon : Mereka memberimu buku lain dengan pengarang tidak dikenal?

Pemilik toko : Ya. Mereka memintaku menjual buku itu, jadi, aku tidak tahu banyak.


Petugas Yoon lalu keluar dan memberitahu anak buahnya kalau mereka dapat informasi lagi dari seseorang.

Mereka pun heran, karena si narasumber yang melaporkan penyimpangan terkait ujian kepegawaian tidak mau diketahui identitasnya.

"Entah dia percaya padaku atau tidak Dia mungkin orang dalam yang merasa berisiko karena melakukan ini." ucap Petugas Yoon.

Anak buahnya pun berkata, mereka tetap harus mencari tahu identitasnya.

"Kini, Saheonbu lebih bermasalah daripada narasumber ini. Aku disuruh berhenti menginvestigas penyimpangan ujian pegawai negeri." jawab Petugas Yoon.


Tiba-tiba, mereka melihat petugas Saheonbu berlarian di tengah pasar.

Mereka lantas bertanya pada salah seorang penduduk.

Penduduk berkata, ada pemuda gila yang marah-marah di depan Sugwonso.

"Sugwonso adalah tempat penyimpanan lembar jawaban ujian pegawai negeri. Untuk apa seseorang marah-marah di situ?" ucap Petugas Yoon heran.

Petugas Yoon lalu mengajak anak buahnya mengecek apa yang terjadi.


Pemuda yang marah-marah di depan Sugwonso adalah Moon Soo. Moon Soo berkata, ia akan menerima kenyataan kalau ia gagal tes jika mereka menunjukkan lembar jawaban para peserta yang lulus tes.

"Kau bukan yang pertama bertingkah seperti ini. Salahkan saja kompetensimu. Untuk apa kemari dan membuat keributan?" tanya petugas Sugwonso.

"Itulah yang kulakukan di masa lalu! Dahulu aku menyalahkan kompetensiku. Tapi tidak kali ini Aku belajar mati-matian dengan otakku yang tidak berkompeten. Jika aku gagal tes,
artinya ada yang curang. Ini tindakan menindas orang yang tekun belajar seperti aku!" jawab Moon Soo.


Para petugas Saheonbu akhirnya datang.

Moon Soo berkata, tidak akan pergi sampai ia yakin tidak ada penyimpangan.

Moon Soo lalu duduk di depan Sugwonso.

Inspektur Saheonbu menyuruh anggotanya menyeret Moon Soo.

Moon Soo mencengkram tangannya.

"Sudah kubilang aku tidak akan beranjak sampai kuperiksa faktanya. Akan kutunjukkan apa yang terjadi saat kuputuskan untuk menggila dan menolak untuk tetap tenang." ucap Moon Soo.


Petugas Yoon datang dan menghentikan keributan itu. Ia mengaku, kenal dengan Moon Soo.

"Rupanya kau Dia orang yang menolak kursi bagus di tempat ujian." ucap Petugas Yoon.

"Kau mengenalku? Kau Inspektur Saheonbu?" tanya Moon Soo.

"Namaku Yoon Hyuk. Kau tidak apa-apa?" jawab Petugas Yoon.

Dari kejauhan, Ja Dong melihat Moon Soo. Ja Dong bertanya-tanya, bagaimana Moon Soo bisa mengenal Petugas Yoon.


Ja Dong pun langsung memberitahukan hal itu pada Yeoning.

Yeoning pun penasaran apa yang terjadi.

Ja Dong memberi saran, untuk mengabari apa yang mereka ketahui pada Moon Soo dan Yeo Ji.

Yeoning tidak mau. Yeoning berkata, tidak ingin teman-teman kecilnya terlibat dalam bahaya.

Yeoning lalu melihat pengumuman ujian.

Yeoning : Moon Soo tidak lulus ujian Ja Dong-ah. Sekeras apapun dia mencoba, dia tidak akan mampu mengatasi penyimpangan saat ujian Namun, Moon Soo akan diberikan kesempatan lain seperti halnya aku diberi kesempatan lain berkat dia. Tapi hingga saat itu, aku harus mengurus ini sendirian.

*Berarti harusnya si Moon Soo ini lulus sejak awal ujian ya....


Pria yang mempekerjakan Yeo Ji, memberitahu Cho Hong bahwa Yeo Ji ingin berhenti. Pria itu mengaku, sudah menanyakan alasan Yeo Ji ingin berhenti tapi Yeo Ji tidak mau memberitahunya.


Yeo Ji tiba-tiba muncul.

"Aku punya firasat, dan kurasa firasatku benar. Dari apa yang kuingat, ini rumah Pangeran Yeoning." ucap Yeo Ji.

Cho Hong pun hanya bisa nyengir karena ketahuan.


Cho Hong lalu mengajak Yeo Ji minum. Ia terkejut melihat betapa kuatnya Yeo Ji minum. Cho Hong berkata, ia sangat menyukai Yeo Ji.

"Kau ingin minum segelas?" tanya Yeo Ji.

"Ya, tentu. Aku juga kuat minum. Aku pernah menjual miras di masa lalu." jawab Cho Hong.

"Begitu rupanya." ucap Yeo Ji.

"Kau tidak tampak terkejut saat tahu aku pernah menjual miras." jawab Cho Hong.

"Kenapa aku harus terkejut akan itu?" tanya Yeo Ji.

"Kini aku paham, tidak heran dia..."

"Dia? Kau membicarakan Pangeran Yeoning?" tanya Yeo Ji.

Cho Hong lalu menenggak minumannya.


"Itu yang ingin kau tahu, bukan? Ya, itu Pangeran Yeoning. Dia memintaku melakukan itu. Dia menyuruhku memberimu sedikit pekerjaan dan mengupahmu cukup besar karena kau harus mencari nafkah." ucap Cho Hong.

"Lantas dia juga yang berusaha membantu Tuan Moon Soo?" tanya Yeo Ji.

"Aku tidak yakin soal bangsawan. Tapi Pangeran Yeoning yang kukenal pasti telah membantu dia." jawab Cho Hong.

"Kenapa?  Apakah itu tindakan yang berasal dari ketulusan hati kecil? Atau dia berusaha menyingkirkan rasa bersalah karena mengkhianati kami?" tanya Yeo Ji.

"Begitulah tampaknya jika kau ingin pesimis soal itu. Tapi kau akan paham jika berusaha melihat ketulusannya." jawab Cho Hong.

"Ketulusan apa? Apa yang kau bicarakan?" tanya Yeo Ji.

"Astaga, itu tidak akan menyenangkan. Kudengar kau dahulu inspektur wanita yang kompeten. Kau harus mencari tahu sendiri." jawab Cho Hong.


Cho Hong lantas berdiri dan berniat pergi.

"Jangan pergi begitu saja." pinta Yeo Ji.

"Aku tidak yakin soal ini tapi kurasa Pangeran Yeoning berusaha melakukan hal berbahaya. Sesuatu yang sangat sulit hingga akhirnya bisa mengakhiri hidupnya." jawab Cho Hong.


Cho Hong menatap Yeo Ji.

"Ada batasan untuk apa yang bisa kulakukan. Tapi kau dan bangsawan bernama Park Moon Soo mungkin bisa membantu dia. Kurasa kau akan memahami ketulusannya." ucap Cho Hong.


Cho Hong beranjak pergi, tapi sampai diluar, ia berhenti melangkah dan kembali menatap Yeo Ji.

Cho Hong lalu ingat permintaan Yeoning.


Yeoning :  Tolong pastikan Yeo Ji tidak menderita. Cara bersikap dan bicaranya berbeda dibandingkan wanita pada umumnya. Jadi, akan sulit untuknya menyesuaikan diri.

Cho Hong : Kenapa tidak temui dia dan selesaikan kesalahpahaman itu? Tampaknya dia membencimu.

Yeoning : Bertemu akhirnya hanya akan lebih menyakiti kami.

Cho Hong : Lantas lupakan saja dia. Jika kau melupakan dia, setidaknya kau akan tenang.

Yeoning : Aku ingin melakukan itu, tapi tidak bisa berhent memikirkannya. Aku ingin melupakan dia. Sungguh ingin.

Flashback end....


"Aku iri padamu. Dia sebenarnya memikirkan dirimu. Sedangkan denganku, dia hanya merasa kasihan." ucap Cho Hong dalam hati.

Cho Hong lalu pergi.

Bersambung ke part 3.......

Cho Hong mencintai Yeoning, Yeoning mencintai Yeo Ji...

No comments:

Post a Comment