Friday, March 8, 2019

Haechi Ep 6 Part 3

Sebelumnya...


Mil Poong mengajak utusan dari Dinasti Qing berburu. Mil Poong berkata, bahwa harimau Joseon sangat terkenal.

Mil Poong lantas menyuruh utusan Dinasti Qing menangkap satu.

"Akan kutangkap harimau. Kenapa kau tidak tangkap rusa kecil?" ucap Mil Poong.

Utusan Dinasti Qing menolak. Tapi Mil Poong malah menepuk pantat kuda yang ditunggangi utusan Dinasti Qing. Sontak, kuda itu langsung membawa lari utusan Dinasti Qing.

Mil Poong menyusul utusan Dinasti Qing.


Mereka lantas melihat seekor rusa. Tapi utusan Dinasti Qing tidak berani menembaknya.

Mil Poong greget. Ia lalu merebut paksa senjata yang dipegang utusan Dinasti Qing. Saat berusaha merebut senjata itulah, Mil Poong tak sengaja menarik pelatuknya. Senjata meletus ke udara. Membuat kuda yang ditumpangi utusan Dinasti Qing terkejut dan mengamuk. Utusan Dinasti Qing pun jatuh. Utusan Dinasti Qing nyaris diinjak kuda, tapi untunglah Yeoning datang tepat waktu dan menenangkan kuda utusan Dinasti Qing.

Yeoning lantas turun dari kudanya dan membantu utusan Dinasti Qing.

"Tuan, kau baik-baik saja?" tanya Yeoning dalam Bahasa China.

"Kurasa begitu, untungnya." jawab utusan Dinasti Qing.

"Akan kupanggilkan dokter untuk berjaga-jaga." ucap Yeoning.

Yeoning lalu menyuruh anak buah Mil Poong memanggil dokter.

Setelah itu, utusan Dinasti Qing bertanya siapa Yeoning.


Mil Poong ingin menyahut kalau Yeoning bukan siapa-siapa, tapi Yeoning keburu memperkenalkan diri sebagai putra kedua Raja Sukjong.

"Benar juga, raja Joseon yang sebelumnya memiliki putra kedua. Bagaimana mungkin kau juga berbicara bahasa kami?" tanya utusan Dinasti Qing.

Yeoning hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.


Yeoning yang mau pergi, ditahan Mil Poong. Mil Poong bertanya, apa yang Yeoning rencanakan dan kenapa Yeoning ikut campur.

"Aku bekerja untuk Kantor Silsilah Kerajaan. Sudah sewajarnya." jawab Yeoning.

"Kapan kau belajar bahasa mereka? Kau bicara apa pada Duta Besar?" tanya Mil Poong.

"Kau cukup lama di sana. Kau tidak memahami bahasanya? Kau pasti sungguh bodoh. Aku mempelajarinya tadi malam." jawab Yeoning.


Mil Poong yang sudah tidak tahan lagi pun mencengkram baju Yeoning.

"Kenapa turut campur! Kau bukan orang yang suka mencampuri urusan seperti ini!"

"Demi tahta. Bagaimana jika aku ingin menjadi raja sepertimu?" tanya Yeoning.

Mil Poong kaget, Raja?

"Wae? Jika Pangeran Mil Poong saja mengincarnya, kenapa Pangeran Yeoning tidak mencobanya juga?" jawab Yeoning.

"Kau pasti sudah gila. Tidak ada yang mendukungmu. Mana bisa?" ucap Mil Poong.


"Pemilik negara yang sesungguhnya. Aku akan memikat mereka." jawab Yeoning,

"Apa artinya itu? Pikirmu kau bisa memikat Noron untuk memihakmu? Berhentilah bicara omong kosong. Bagaimana? Dengan cara apa?" tanya Mil Poong.

Yeoning hanya tersenyum. Lalu bicara dalam hatinya.

Yeoning : Pertama, kau akan kusingkirkan Pangeran Mil Poong. Saheonbu mungkin sedang menyelidikimu saat ini. Min Ji Hoon tidak akan membiarkanmu.


Dan memang benar, pejabat tinggi Saheonbu menyuruh anggotanya menyelidiki korupsi yang Mil Poong lakukan.


Para petugas Saheonbu mendatangi kediaman Tuan Kim. Mereka ingin menggeledah kamar Yoon Young.

Sontak Tuan Kim sewot, tapi petugas2 Saheonbu tidak peduli dan meminta Tuan Kim bekerja sama dengan mereka.


Mil Poong langsung menemui Yoon Young. Yoon Young berkata, bahwa Tuan Min mulai membuat Saheonbu menjadikan Mil Poong sebagai sasaran.

Mil Pong kesal. Yoon Young pun menyuruh Mil Poong tenang dan berkata, kalau mereka hanya perlu memancing keputusan Raja.

"Mana bisa aku tenang? Bahkan Pangeran Yeoning tidak terkendali sekarang."

"Dia kenapa?" tanya Yoon Young.


Yeoning kembali ke rumahnya dan menanyakan situasi Saheonbu pada Ja Dong.

Ja Dong : Saheonbu mulai menginvestigasi Pangeran Mil Poong sesuai perintah.

Yeoning : Mereka berusaha menekan dia menggunakan Saheonbu. Aku memprovokasi Pangeran Mil Poong.

Ja Dong : Akankah dia bergerak sesuai kehendak kita?

Yeoning : Kita harus mengambil risiko. Kirim pesan untuk Jipyeong Wi dan katakan aku akan menyerahkan tawanan dari Jeonokseo malam ini.


Tuan Min juga menyiapkan rencana. Ia mengatakan pada Byung Joo, bahwa ia akan menggunakan cara lain untuk mengetahui perbuatan Mil Poong.

Byung Joo : Saheonbu juga sedang mencari, jadi, dia tidak akan bisa bebas.

Tuan Min :  Apa yang terjadi pada kasus korupsi Pangeran An Gye? Inspektur Kepala bilang kau menutup kasus itu.

Byung Joo : Maafkan aku. Itu laporan sepele dari Kantor Silsilah Kerajaan. Para inspektur memperbesar kasus tanpa mengetahui latar belakangnya.

Tuan Min : Apakah hanya itu?

Byung Joo : Tentu saja.

Tuan Min : Apa yang terjadi pada tawanan yang lolos dari Jeonokseo? Pastikan tidak meninggalkan dalih, mengingat situasinya.

Byung Joo : Ya, dia akan diserahkan padaku hari ini. Jangan cemas.


Byung Joo beranjak pergi. Setibanya diluar, Byung Joo menyerahkan sesuatu yang diberikan Tuan Min padanya.

Byung Joo : Kirim ini ke ruang inspeksi. Aku harus pergi ke suatu tempat.


Dal Moon dan temannya menyerahkan tawanan dari Jeonokseo pada Yeoning.

Yeoning mengucapkan terima kasih dan berkata, dia bisa dimanfaatkan.

Dal Moon : Boleh kutanya apa yang kau lakukan?

Yeoning : Kenapa? Min Jin Hoon menyuruhmu mencari tahu soal aku? Goon Tae tahu apa yang kulakukan selama setahun terakhir. Kau bisa tanyakan dia.

Dal Moon : Aku tidak sia-sia bekerja.

Yeoning :  Aku tahu.  Aku melakukan kegiatanku dan kau melakukan kegiatanmu. Walau kuharap semuanya menjadi satu usaha suatu hari nanti.

Yeoning pergi.


Goon Tae mendekati Dal Moon. Ia bertanya, apa Dal Moon juga akan mempercayai informasi dari Yeoning.

Dal Moon : Tetap saja, kumpulkan semuanya. Semua tampak mencurigakan.


Yeoning membawa tahanan itu ke hutan.

Tanpa Yeoning sadari, beberapa orang berpakaian ninja mengikutinya diam-diam.


Yeoning menyerahkan tahanan itu pada Byung Joo yang telah menunggunya sejak tadi.

Byung Joo tidak menyangka tahanan itu masih hidup.

Yeoning : Kau harus periksa wajahnya. Aku bisa bunuh dia kalau kau mau.

Yeoning mencabut pedang Byung Joo.

Si tahanan sontak takut.


Saat Yeoning hendak menebas si tahanan, tiba-tiba saja, ia tertembak anak panah.

Yeoning terkejut.

"Siapa mereka?"

"Aku tidak tahu." jawab Byung Joo.

"Akan kualihkan mereka. Bawa dia, cepat!" perintah Yeoning.


Yeoning pun mengambil busurnya dan mulai menembakkan panah ke sekumpulan ninja yang menyerangnya.

Sementara Byung Joo membawa tahanan itu lari.


Yeoning masih bertarung, kali ini ia menggunakan pedang Byung Joo sebagai senjata.

Yeoning : Aku yakin pasukan kalian masih ada lagi? Dimana Lee Tan!

Pasukan ninja yang lain menyergap Byung Joo.


Tak lama kemudian, Mil Poong muncul.


Yeoning masih bertarung.

Terdengar narasi Yeoning.

"Benar Lee Tan, umpan ini bukan untuk Wi Byung Joo. Umpan ini untukmu."


Yeoning terdesak. Saat Yeoning terdesak dan hampir terbunuh, Yeo Ji tiba-tiba saja muncul dan membantu Yeoning.

Sontak Yeoning kaget melihat Yeo Ji.

"Kita bicara setelah mengurus mereka." ucap Yeo Ji.

Yeoning dan Yeo Ji sama-sama bertarung, melawan puluhan ninja-ninja itu.

Di tengah pertarungan, para ninja itu tiba-tiba saja kabur.


Yeo Ji mau mengejar tapi dilarang Yeoning. Yeoning berkata, mereka bukan lah sasarannya.

Yeoning : Jangan membahayakan dirimu karena aku.

Yeoning lantas bertanya kenapa Yeo Ji bisa ada disitu. Yeo Ji pun mengaku bahwa ia mengikuti Yeoning sejak tadi.

Yeo Ji : Aku enggan membencimu dan melihat kebenaran, tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Aku ingin tahu lebih banyak soal dirimu, tapi tidak bisa memikirkan yang lebih baik.

Yeoning terkejut.


Byung Joo menghadap Tuan Min. Dengan napas terengah-engah, Byung Joo memberitahu bahwa ia kehilangan tawanan mereka karena Mil Poong.

Byung Joo lalu memberikan surat titipan Mil Poong.

Tuan Min pun geram membaca surat Mil Poong. Dalam suratnya, Mil Poong menulis bahwa tahanan itu ada padanya.


Yeoning bertanya, apa Yeo Ji bertemu Cho Hong.

Yeo Ji : Aku tidak akan bertele-tele. Lagipula, sedikit yang harus dikatakan. Apa yang kau lakukan?

Yeoning : Bukan urusanmu.

Yeo Ji : Aku tahu ini berbahaya dan bisa mengakhiri hidupmu. Kau pasti tahu orang-orang Pangeran Mil Poong mengincarmu.

Flashback...


Yeo Ji mengikuti Yeoning yang membawa tawanan itu. Ia lantas bersembunyi dibalik batu dan melihat puluhan ninja mengikuti Yeoning.

Yeo Ji juga melihat Mil Poong yang menyergap Byung Joo.

Flashback end...


Yeo Ji meminta penjelasan, kenapa Yeoning membiarkan Byung Joo membawa tawanan itu. Apa rencana Yeoning.

Yeoning : Bagaimana kau tahu itu?

Yeo Ji : Kesulitan yang kita lalui setahun lalu, berhubungan dengan ini kan? Lantas aku pun harus tahu jika aku salah paham soal dirimu, dan apakah kita masih melalui jalan yang sama.


Dal Moon menemui Goon Tae di pegadaian.

Dal Moon : Apakah Pangeran Yeoning kehilangan pria itu? Apa yang terjadi?

Goon Tae :  Mereka bilang pasukannya terlalu banyak. Pangeran Yeoning juga tidak sadar dia dibuntuti.

Dal Moon : Tidak mungkin. Pangeran Yeoning tidak segampang itu. Jika dia kehilangan pria itu, itu sesuai dengan kehendaknya. Dia sengaja melepaskan pria itu.

Goon Tae : Kenapa? Untuk apa dia berbuat kebaikan untuk Pangeran Mil Poong?

Dal Moon : Kebaikan untuk Pangeran Mil Poong? Itu akan merugikan Noron. Bahkan bagi Min Jin Hoon.

Dal Moon lantas bertanya apa perintah Pangeran Yeoning untuk Goon Tae selama setahun terakhir.

"Tidak banyak. Sebagian besarnya untuk informasi terkait ujian pamong praja." jawab Goon Tae.

"Ujian pamong praja?" tanya Dal Moon.

"Dia ingin membantu pria bernama Park Moon Soo. Itulah yang kutahu." jawab Goon Tae.


Moon Soo masih di depan Saheonbu. Ia sedang bicara dengan Petugas Yoon.

Petugas Yoon : Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau bertanya aku orang seperti apa?

Moon Soo : Kau Yoon Hyuk, inspektur Saheonbu. Kau menginvestigasi penyimpangan pada ujian terakhir. Tapi para petinggi menghentikan investigasimu, dan kau bahkan minta maaf padaku karena mengasihani aku.


Ternyata setelah kejadian itu, dimana Moon Soo membuat keributan di Songwansa, Petugas Yoon mengajaknya ke kedai minuman.

Petugas Yoon : Jika kita meneruskan investigasi ini, kita bisa mengungkap penyimpangan lama saat ujian. Maaf karena aku hanya inspektur rendahan yang tidak berdaya. Aku tidak yakin apakah Saheonbu masih bisa disebut Haechi, yang membedakan baik dan jahat. Aku teringat akan inspektur
dari Saheonbu yang memiliki mata persis sama.

Flashback end...


Moon Soo meminta bantuan Petugas Yoon.

Petugas Yoon bertanya, bagaimana jika dirinya seseorang yang seperti itu.

Moon Soo : Akankah kau menjadi Haechi sejati dan mengungkap kebenaran jika kupertaruhkan nyawa dan mengumumkan ini agar Saheonbu harus turut campur? Katakan padaku. Kau yakin bisa bertahan dengan gigitanmu seperti anjing liar?

Petugas Yoon terdiam.

Bersambung ke part 4........

No comments:

Post a Comment