Friday, March 8, 2019

Haechi Ep 6 Part 4

Sebelumnya...


Jang Dal menyuruh A Bong memeriksa Moon Soo.

A Bong : Kau tidak tahu betapa keras kepalanya dia? Dia tidak akan mendengarkan aku.

Yeo Ji pun datang.

A Bong : Yeo Ji-ya,  Kenapa kau baru datang? Kami mencarimu ke mana-mana?

Yeo Ji : Waeyo?

A Bong : Kau harus mencegah Tuan Mun Su. Gunakan paksaan atau sesuatu. Katanya dia akan protes untuk mengungkap korupsi ujian. Kurasa akhirnya dia akan menyebabkan keributan dengan menghadapi Raja hari ini.

Yeo Ji kaget, dia berencana untuk protes? Jika dia melakukan itu tanpa hati-hati, dia bisa dipukuli sampai mati.


Yeo Ji pun masuk ke kamar Moon Soo.

Moon Soo mengaku bahwa ia senang bertemu Yeo Ji karena bisa pamitan.

Yeo Ji : Kau benar-benar akan protes ke Yang Mulia Raja?

Moon Soo : Aku bertemu Inspektur Saheonbu. Katanya dia tidak bisa menginvestigasi meski dia mau. Para petinggi telah mencegah dia.

Yeo Ji : Karena kau kau bertindak bahkan dengan mempertaruhkan nyawa?

Moon Soo : Yeo Ji-ya, jika aku bisa mengungkap ini pada dunia dan mendapat persetujuan Yang Mulia, bahkan para petinggi Saheonbu tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka tidak punya alasan untuk bertindak. Aku akan kembali hidup-hidup, jadi, jangan cemas. Aku hebat bertahan dalam hal-hal seperti ini.


Moon Soo pun pergi tapi Yeo Ji menghentikannya.

Yeo ji : Apakah Inspektur dari Saheonbu itu pria bernama Yoon Hyuk?

Moon Soo kaget.

"Bagaimana kau tahu?" tanyanya.

"Lantas ada sesuatu yang harus kau ketahui sebelum pergi. Kau harus tahu apa yang kau lakukan, bagaimana itu bermula, untuk apa tujuannya, dan siapa yang ada di balik itu." jawab Yeo Ji.


Ja Dong menyuruh orang-orangnya bergerak.


Setelah itu, Yeoning menghampiri Ja Dong.

"Bagaimana dengan bukti?" tanya Yeoning.

"Akan kupastikan itu tiba di Saheonbu sebelum pukul 9.00." jawab Ja Dong.

"Lantas kurasa kita hanya perlu menunggu sampai dia menghasut Noron. Keramik yang sudah retak akan sangat mudah pecah." ucap Yeoning.


Tuan Min memberitahu satu anggotanya bahwa Mil Poong sudah menangkap tawanan yang membantu semua tawanan lolos dari Jeonokseo.

Tuan Min : Tampaknya dia mengikuti Jipyeong Wi demi menemukan kelemahan kita dan memanfaatkannya.

Anggotanya itu pun cemas, ia takut Mil Poong menyerahkan tawanan itu pada Raja, padahal rencana mereka, menggunakan tawanan itu untuk menyingkirkan Kepala Soron.

"Tidak. Dia akan mengunjungi kita dahulu. Dia setidaknya tahu siapa yang memegang kekuasaan saat ini." jawab Tuan Min.


Anggota Noron yang lain menunggu diluar. Inspektur Lee sebal karena Tuan Min mengumpulkan mereka, tapi malah membuat mereka menunggu.

Inspektur Lee menyuruh Tuan Kim masuk ke dalam.

"Dia membuat Saheonbu menghentikan investigasi pada Pangeran Mil Poong. Untuk apa dia melakukan itu?" ucap Inspektur Lee.

"Dia tidak pernah mendengarkan aku." jawab Tuan Kim.

"Pikirmu dia berusaha mendukung pangeran Mil Poong lagi?" tanya Inspektur Lee.

"Tidak mungkin. Dia hampir bermusuhan dengan Pangeran Mil Poong." ucap Noron lainnya.

"Aku sangat muak dan lelah akan Menteri Personalia. Bukan dia yang harus menentukan siapa raja yang berikutnya. Pertama Pangeran Mil Poong, lalu Pangeran An Gye. Jika dipikirkan, tindakannya tidak ada yang benar." sewot Tuan Kim.


Tak lama kemudian, Mil Poong dan orang-orangnya datang.

Melihat Yoon Young, Tuan Kim langsung sewot.


Tuan Min lalu keluar dan meminta semua anggota Noron menunggunya di dalam.

Mil Poong pun berkata, kalau dia memiliki rahasia Noron.

"Dia tahu rahasia kita? Apa yang dia bicarakan?" tanya Inspektur Lee.

Mil Poong tertawa.

Sementara Tuan Min terdiam.


Gyeongjong yang berdiri di salah satu sudut istana menanyakan perubahan dalam Saheonbu pada Tuan Lee.

Tuan lee bilang, Saheonbu sedang menginvestigasi Mil Poong dan mereka akan berhenti melakukannya pagi ini.

"Apa kiranya yang terjadi?" tanya Tuan Do.

"Kita serahkan saja itu pada Saheonbu. Tampaknya ini saatnya untuk pergi." jawab Gyeongjong lalu pergi.

"Aku ingin tahu apa pemikiran Yang Mulia. Bisaka kau memahaminya?" ucap Tuan Do.

"Ayo pergi." jawab Tuan Lee.


Semua rakyat menunduk ketika Raja mereka lewat.

Tak lama kemudian, Raja mendengar bunyi gong.

"Tampaknya seseorang sedang protes. Beraninya seseorang berusaha mencegat Yang Mulia. Pengawal akan menghukum pemrotes, jadi, abaikan saja, Yang Mulia." jawab Tuan Lee.


Moon Soo membunyikan gong sambil berteriak.

"Yang Mulia! Ada yang harus kukatakan pada Anda! Tolong dengarkan apa yang harus kukatakan!"


Pengawal Raja datang dan langsung menyeret Moon Soo. Tapi Moon Soo kekeuh dengan pendiriannya.

Pengawal Raja akhirnya memukuli Moon Soo. Darah pun mulai nampak mengalir dari telinga Moon Soo.


Yeoning pun datang dan menyuruh para pengawal berhenti memukuli Moon Soo.

Moon Soo terkejut melihat Yeoning.

Yeoning mendekati Moon Soo.

Yeoning : Moon Soo-ya, kau tidak apa-apa?

Moon Soo menangis. Terharu.

"Kurasa Yeo Ji benar." ucapnya.


Yeoning marah.

"Tidak akan kubiarkan siapa pun menyakiti pria ini!" ucapnya.

"Maaf tapi anda tidak bisa melindungi dia. Protes harus ditangani dengan hukum kerajaan." jawab pengawal.


Gyeongjong pun datang.

"Bagaimana jika kuputuskan untuk terlibat? Bagaimana jika kuputuskan untuk mendengarkan perkataan pria itu? Bagaimana jika aku ingin dia memberitahuku soal penyimpangan yang sudah lama terjadi di negara ini?"


Yeoning dan Moon Soo terkejut mendengarnya.


Mil Poong minta Tuan Min mendukungnya sebagai Raja selanjutnya. Ia berjanji, akan memusnahkan tawanan itu jika Tuan Min mendukungnya.

"Kau sungguh berpikir Noron akan hancur akibat hal seremeh itu?" tanya Tuan Min.

"Tentu tidak. Kau mungkin akan menyingkirkan orang yang terlibat saja. Tapi bagaimana denganmu? Kau akhirnya akan membodohi diri sendiri. Noron sudah meributkan dirimu tadi. Pikirmu mereka akan mendengarkanmu setelah ini?" jawab Mil Poong.

"Hati-hati kalau bicara." ucap Tuan Min.

"Naega wae! Kau tahu betapa aku telah menunggu untuk hari ini? Jika kau enggan berakhir sebagai pria tua tidak berdaya, lebih baik yakinkan Noron untuk menobatkan aku. Jika kau lakukan itu, setidaknya kau akan kubiarkan hidup." jawab Mil Poong.


Mil Poong lalu tertawa keras-keras, seperti orang gila, sambil menunjuk-nunjuk Tuan Min.

Inspektur Lee kemudian datang dan mengatakan, mereka dapat masalah.

"Aku baru menerima pesan dari Saheonbu. Dan di saheonbu...."


Gyeongjong baru membaca surat dari Moon Soo. Ia pun mengajak Tuan Lee kembali ke istana.


Noron dilarang masuk ke Saheonbu oleh Petugas Yoon.

"Noron curang saat ujian pamong praja yang lalu?" ucap Petugas Yoon.

"Itu benar-benar tidak masuk akal. Segera hentikan investigasi." jawab Tuan Min.


Yeoning menemui Gyeongjong.

Gyeongjong : Kau benar-benar melakukan itu?

Yeoning : Benar, Yang Mulia. Aku menepati janjiku.


Petugas Yoon :  Seperti yang sudah kubilang, itu mustahil, Tuan. Ini Saheonbu. Tidak ada yang bisa campur tangan atau menekan kami. Kami hanya mematuhi hukum untuk menangani kejahatan.

Tuan Min terdiam. Dalam hatinya, ia bicara.

"Apakah dia serius memicu perang?"


Yeoning memberitahu Gyeongjong kalau Noron akan mulai terpengaruh dan hancur mulai dari sekarang.

Gyeongjong terkejut.

Bersambung............

No comments:

Post a Comment