Saturday, March 9, 2019

Haechi Ep 7 Part 2

Sebelumnya...


Gyeongjong menanyakan situasi Saheonbu pada asistennya.

Tuan Lee bilang, Saheonbu memanggil Menteri Hongmoongwan hari ini.

"Digugat dengan menyalahgunakan lembar jawaban, Wakil Menteri Pajak dan Menteri Tenaga Kerja akan segera diutus ke Saheonbu." ucap Tuan Lee.

"Tidak boleh ada tekanan pada investigasi Saheonbu." jawab Gyeongjong.

"Baik, Yang Mulia." ucap keduanya.

"Ada pergerakan dari Noron?" tanya Gyeongjong.

"Kurasa anda akan segera tahu." jawab Tuan Cho Hyun Myung, Soron.


Tuan Min tiba-tiba datang.

Tuan Min : Aku ingin menyapa Anda. Senang bertemu Anda di sini.


Gyeong Jong dan Tuan Min bicara berdua di balas istana. Gyeong Jong menyuruh Tuan Min minum teh yang sudah disediakan.

Tuan Min hendak minum tapi ia melihat tangan Gyeongjong yang gemetar memegang cangkir.

"Tangan Anda gemetar, Yang Mulia. Pasti tidak nyaman bertemu empat mata denganku."

"Mungkin aku ketakutan. Tahta masih tidak nyaman untukku. Maka itu tidak aneh jika merasa gugup bertemu empat mata denganmu yang lebih tua dariku."

"Anda terlalu jujur." ucap Tuan Min.

"Atau mungkin karena aku tahu benar situasiku. Maka itu aku bisa menduga apa yang hendak kau katakan." jawab Gyeongjong.

"Mari kita tinggalkan topik ini, Yang Mulia." ucap Tuan Min.

"Itu tidak mungkin." jawab Gyeongjong.

"Negara ini tidak membantu pemerintahan." ucap Tuan Min.


"Pola pikir kita berbeda." jawab Gyeongjong.

"Di mana pun Anda berada, tidak ada tempat yang bebas dari pengaruh Noron." ucap Tuan Min.

"Bukankah itu persisnya masalah negara ini?" tanya Gyeongjong.

"Anda tampaknya sangat memercayai Pangeran Yeoning, Yang Mulia. Bagaimana itu terjadi?" ucap Tuan Min.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Gyeongjong.

"Ibu Ratu dibunuh oleh ibu Pangeran Yeoning. Suk Bin melaporkan dia dan dia diracuni sampai mati. Anda tahu itu lebih baik daripada siapa pu dan hidup Anda sulit karena itu. Anda sungguh tidak menyadari niat jahat Pangeran Yeoning?" jawab Tuan Min.

Gyeongjong terkejut mendengarnya.


Yoon Young kembali menemui Seonui.

Yoon Young meminta penjelasan Seonui. Ia bertanya, kenapa mereka tidak bisa membicarakan pewaris sekarang.

Seonui : Kau dengar soal itu? Keterlibatan Noron dalam kasus korupsi ujian membuat istana...

Yoon Young pun tak bisa menahan emosinya lagi. Ia bertanya dengan wajah marah, apa hubungan kasus korupsi itu dengan Mil Poong.

Seonui sontak heran melihat kemarahan Yoon Young.

Tak mau dicurigai, Yoon Young pun langsung menurunkan nada suaranya. Ia berkata, ini waktu yang sempurna untuk menunjuk pewaris karena Noron sudah berantakan.

Seonui : Begitukah?

Yoon Young : Sampai kapan Anda akan tetap berada di belakang sebagai wanita? Anda harus terlibat dalam politik sebanyak yang Anda mau.


Ibu Suri Inwon yang mendengar itu dari luar, tersenyum kesal.

Dayang Ibu Suri pun melarang dayang yang menjaga pintu kediaman Seonui memberitahu Seonui kalau Inwon sempat datang.

Ibu Suri lantas menyuruh dayangnya mencari tahu siapa Yoon Young.


Gyeongjong memberitahu Yeoning kata-kata Tuan Min padanya tadi.

Yeoning : Dimana pun kau berada, tidak ada tempat yang bebas dari pengaruh Noron? Itu artinya mereka tidak akan diam saja.

Gyeongjong : Sudah sewajarnya karena mereka punya kekuasaan.

Yeoning : Dia mengatakan hal lain?

Gyeongjong :  Tidak.

Yeoning : Akan kucari tahu apa yang mereka rencanakan.


Mil Poong datang dan terkejut melihat Yeoning sedang bicara dengan Gyeongjong.

Melihat kehadiran Mil Poong, Yeoning langsung pamit.

Tapi Mil Poong menahannya.

Mil Poong : Kenapa kau di istana?

Yeoning : Pelankan suaramu. Kita di istana. Ingatlah siapa dirimu.


Setelah Yeoning pergi, Mil Poong langsung menemui Gyeongjong.

Mil Poong : Kenapa Anda bergaul dengan Pangeran Yeoning? Dia...

Gyeongjong : Aku sibuk hari ini, Mil Poong gun. Kembalilah besok.

Gyeongjong beranjak pergi.

Mil Poong pun penasaran apa yang mereka berdua rencanakan. Ia yakin, mereka sedang merencanakan sesuatu karena mereka adalah putra Sukjong.


Di Saheonbu sendiri lagi ricuh. Seorang pemuda mengaku kalau dirinya adalah cucu dari mantan menteri pidana.


Petugas Joo keluar.

"Bekerja sama lah dengan kami! Kami akan segera memulangkan kalian!" teriaknya.


Pemuda yang mengaku cucu mantan menteri pidana itu pun menyapa Petugas Joo seperti teman lama.

Petugas Joo terkejut melihatnya, Yoon Taek?

Petugas Joo lalu menarik Yoon Tae ke tempat lain.

Petugas Joo : Kau juga tertangkap? Aku tidak tahu apa yang terjadi.

Yoon Tae : Sejak kapan Saheonbu menginvestigasi korupsi ujian?

Petugas Joo : Kupikir, Yang Mulia ada di balik ini.

Yoon Tae kaget, Raja?

Petugas Joo : Dia jelas mengincar Noron. Noron bisa benar-benar hancur.


Tuan Min bertanya kepada Kepala Saganwon tentang pejabat Saganwon yang ikut terseret.

"Mereka semua sangat marah. Ini jelas penindasan yang mengincar Noron." jawab Kepala Saganwon.

"Kalau begitu, jalankan tugas Saganwon, Kepala Sensor." suruh Tuan Min.

*Saganwon = Tugasnya memprotes pada Raja jika ada tindakan atau kebijakan yang salah atau tidak benar. Keputusan penting dari Raja pertama kali ditinjau oleh kantor ini.


"Kelainan bentuk harus diperbaiki." ucap Kepala Saganwon.

"Itu benar. Jika negara ini menuju ke arah yang salah, kita harus balikkan kepalanya agar melihat arah yang benar." jawab Tuan Min.


A Bong dan Jang Dal memata-matai Saganwon.

A Bong : Celaka. Bukankah mereka Pejabat Saganwon?

Jang Dal : Giliran mereka untuk maju sekarang. Lagi pula, mereka semua sama. Mereka akan ribut dan berkata ini penindasan.


Pejabat Saganwon menemui Raja. Ia berkata, Raja tidak bisa hanya menyalahkan mereka yang terlibat korupsi karena pemerintah juga bersalah karena tidak bisa mengatur sistem.

"Tidak mungkin kebetulan bagaimana anak-anak dari pihak keluarga Noron yang berkuasa lulus ujian." ucap Raja.

"Bagaimana jika mereka dididik dengan baik dan tekun belajar untuk mendapatkan skor itu? Haruskah mereka diinvestigasi hanya karena ayah mereka seorang Noron?"

Gyeongjong pun tidak tahu harus menjawab apa lagi.


Diluar, para pejabat Noron juga mendesak Raja untuk bersikap adil.

Gyeongjong pun bingung harus bagaimana.


Goon Tae memberitahu Dal Moon, bahwa Tuan Min ingin menemui Dal Moon.

Goon Tae : Katanya sesuatu yang penting dan mendesak.


Di pasar, pria pendongeng kembali menyebarkan rumor.

"Terus terang, bukan cuma kali ini mereka memanipulasi ujian. Tidak ada yang benar-benar belajar untuk menjadi pejabat Mereka melalui cara ilegal."

Yeo Ji datang bersama Moon Soo.

"Tapi kenapa sekarang? Raja jelas ingin menghancurkan Noron. Serius, jika Noron itu kain perca, Soron pasti sebuah celemek. Tidak ada bedanya Kita kesulitan memenuhi kebutuha dan mereka hanya terlibat dalam politik, bukan?" lanjut si pendongeng.

"Celaka. Kenapa suasananya begini?" tanya Moon Soo.

"Apa yang terjadi pada publik?" tanya Yeo Ji.

Penduduk mulai ricuh. Mereka berkata, tidak ada gunanya belajar keras karena yang lulus dan tidak sudah diputuskan sejak awal.


Yeo Ji mengajak Moon Soo menemui Yeoning.

Saat hendak pergi, Yeo Ji tak sengaja menabrak Dal Moon.

Yeo Ji minta maaf, lantas berlalu begitu saja.

Dal Moon melihat Yeo Ji pergi bersama Moon Soo.


Para penduduk bubar. Dal Moon langsung menemui si pendongeng.

"Bagaimana suasana di pasar?" tanya Dal Moon.

"Opini publik bergantung pada bagaimana kamu memanipulasinya." jawab si pendongeng.

"Ini akan berjalan lancar sesuai rencana." ucap Dal Moon.

"Apakah aku benar-benar harus melakukan ini? Kurasa lebih baik menumpas semua korupsi ini." jawab si pendongeng.

"Menumpas semuanya? Menurutmu siapa yang mampu melakukan itu? Ini tidak ada hubungannya dengan kita. Jangan memikirkan itu." ucap Dal Moon.


Dal Moon tiba di sebuah tempat. Tapi Yeoning tiba-tiba muncul di hadapannya, mencegatnya.

Yeoning : Sesuai harapanku, kau memanipulasi opini publik. Kau benar-benar anjingnya Min Jin Hoon.

Dal Moon kaget.


Dal Moon menemani Yeoning latihan memanah.

Yeoning : Aku tahu kau menganggap ini perang antara golongan atas yang tidak ada hubungan denganmu. Saganwon bisa menggunakan opini publik untuk memutar keadaan. Publik akan segera acuh tak acuh dengan masalah ini. Jadi, kau mungkin berasumsi tidak akan ada yang berubah. Tapi kau sungguh berpikir begitu? Kau sungguh berpikir para bangsawan yang menjadi pejabat publik dengan curang saat ujianakhirnya tidak akan merajalela atas teman-temanmu dan rakyat negara ini? Aku juga berpikir itu tidak ada hubungan dengank sebelum tirani itu akhirnya membunuh adikku.

Dal Moon malah tersenyum sinis.

"Apa kau mengancamku?" tanyanya.

"Aku seorang pria berhati nurani. Tidak usah memihak aku saat aku tidak berdaya. Namun, kau setidaknya harus memihak rakyat. Setidaknya jangan mengkhianati rakyat yang tidak ada bedanya denganmu." jawab Yeoning.


"Kau berusaha menjadi raja? Itu akan mustahil. Kau bisa beruntung dan menjadi kandidat, tapi kau tidak akan bisa menjadi raja. Kau mungkin akhirnya akan dibunuh oleh pembunuh bayaran suatu hari nanti. Dan jika kau benar menjadi raja, kau bisa apa? Dewan Pertahanan Perbatasan, Saheonbu, Saganwon, dan bahkan Departemen Keadilan yang adalah milik raja tidak dikendalikan oleh raja." ucap Dal Moon.

Dal Moon kemudian berkata, seharusnya Yeoning menjaga diri sendiri saja.


"Bagaimana jika kuwujudkan itu? Kau akan berbuat apa jika aku memang menjadi raja? Semua orang termasuk kau, terus  berkata aku tidak akan mampu. Tapi bagaimana jika aku menjadi raja Joseon yang paling dihormati?" tanya Yeoning.

Dal Moon terkejut mendengar keseriusan Yeoning.

Bersambung ke part 3.............

Sy greget sama Dal Moon...

No comments:

Post a Comment