Sunday, March 10, 2019

Haechi Ep 8 Part 1

Sebelumnya...


Yeo Ji berusaha keras menahan arit agar tidak mengenai lehernya.

Yeo Ji : Siapa kau? Kenapa melakukan ini padaku.

"Mati." jawab si kakek pembunuh.


Yeo Ji memelintir tangan si kakek dan berhasil membuat senjata itu jatuh ke tanah. Tak itu saja, Yeo Ji juga mendorong si kakek.

Yeo Ji lantas mengambil arit si kakek yang tergeletak di tanah, namun sialnya, si kakek malah menangkapnya dan melemparkan tubuhnya ke papan.

Yeo Ji jatuh dan pingsan seketika.


Sementara itu, Dal Moon, memberitahu kesepakatannya dengan Tuan Min pada Yeoning. Dal Moon bilang, Tuan Min berjanji akan melindungi dia dan orang-orangnya asalkan dia mau membantu Tuan Min tapi Yeoning sudah merusak kesepakatan mereka.

Yeoning tidak takut sama sekali.

"Maka itu kau datang sendirian? Untuk Min Jin Hoon? Benar? Kau sungguh memastikan untuk melakukan bagianmu?" tanya Yeoning.

"Aku enggan terlibat dalam sesuatu seperti ini. Yang kuiinginkan adalah dukungan dari penguasa untuk memberi makan orang-orangku. Aku enggan terlibat dalam perselisihan politik." jawab Dal Moon.


Yeoning yang yakin Dal Moon tidak akan membunuhnya pun menantang Dal Moon. Ia menyuruh Dal Moon membunuhnya dalam sekali tebas. Yeoning berkata, segala keraguan bisa membuat Dal Moon menjadi sasaran balik.

Dal Moon mengangkat pedangnya, siap menebas Yeoning. Tapi kemudian, ia menurunkan pedangnya.


Dal Moon : Dunia yang berbeda?

Dal Moon tertawa.

Dal Moon : Tidak kupercaya kau memimpikan itu. Tapi katamu kau akan mewujudkannya. Katamu kau akan membuktikan semua orang salah dan menjadi seperti yang kau katakan. Apa yang akan kau lakukan jika aku sungguh menjadi raja?

Dal Moon lantas menyuruh Yeoning berdiri dan mengulurkan tangannya.

Dal Moon : Tampaknya kau dan aku akan berjalan di jalan yang sama.

Yeoning berpikir sejenak, sebelum akhirnya ia meraih tangan Dal Moon.

Dal Moon : Mari kita mulai perjuangan ini bersama.


-Ep 8, Awal Serangan Balasan-


Yoon Young tampak mengendap-ngendap menunju suatu tempat.


Sementara itu, Kepala Seketaris Kerajaan berteriak-teriak memanggil Wakil Menteri, sambil menggedor pintu kediaman Wakil Menteri.


Yoon Young dapat informasi dari dayang Seonui tentang Tuan Kim dan Inspektur Lee yang mendadak menemui Gyeongjong.

"Malam-malam begini? Kenapa?" tanya Yoon Young.

"Menurut Ratu, tampaknya mereka akan membicarakan penerus Raja menilai dari fakta bahwa Ibu Suri juga terlibat."

Yoon Young marah, apa yang dilakukan para rubah tua itu?

Yoon Young lalu mencari Mil Poong.


Dal Moon membawa Yeoning ke tempatnya. Yeoning terkejut melihat tempat Dal Moon yang dipenuhi berbagai skema informasi.

Dal Moon : Ini tempat di mana semua informasi tentang kota ini disimpan. Di sini tersimpan semua informasi Hanyang termasuk pembicaraan rahasia dari istana.

Dal Moon lalu memberikan kertas yang berisi informasi tentang Yeoning.

Yeoning terkejut membacanya.

"Apa ini? Kim Chang Joong dan Lee Yi Gyeom. Kedua Noron menemui Raja untuk berdiskusi sesuatu soal aku?"

"Kurasa kau sungguh tidak menyadari ini." jawab Dal Moon.


Gyeongjong masih tidak percaya Tuan Kim dan Inspektur Lee memilih Yeoning sebagai Raja berikutnya. Tuan Kim berkata, itu demi keamanan Joseon dan meminta Gyeongjong memilih penerusnya sekarang.

"Bagaimana dengan Pangeran Yeoning? Dia juga tahu soal ini? Dia tahu ini keinginanmu?" tanya Gyeongjong.

"Aku menemui ayah mertuanya dan memastikan. Pangeran Yeoning akan bersedia bertanggung jawab dan berusaha keras membantu Anda, Yang Mulia." jawab Inspektur Lee.


Gyeongjong lantas mengingat kata-kata Yeoning yang ingin menghancurkan Noron.

Lalu, Gyeongjong teringat kata-kata Tuan Min, yang mengatakan bahwa tujuan jahat Yeoning adalah merebut tahta, bukan menyerang Noron.

Gyeongjong terhasut. Ia termakan kata-kata Tuan Min dan berpikir, Yeoning ingin merebut tahta lewat bantuan Tuan Kim dan InsDia ingin mengambil takhta kerajaan bersama dengan bantuan mereka.


Goon Tae mengajak Moon Soo, Jang Dal dan A Bong ke tempat Dal Moon.

Jang Dal ragu, kalau Goon Tae benar-benar akan membawa mereka ke Yeoning.

Moon Soo pun mengaku juga curiga.

Moon Soo lantas menyuruh Goon Tae berhenti.

"Ada apa lagi ini? Jangan menyia-nyiakan waktu." ucap Goon Tae.

"Kami mengikutimu karena kau bilang Pangeran Yeoning ingin menemui kami. Tapi aku harus memastikan." jawab Moon Soo.

"Bangsawan ini sudah membuatku pusing saat aku harus mengawasi dia, tapi dia lebih sulit ditangani langsung." ucap Goon Tae.

"Apa? Kau mengawasiku?" tanya Moon Soo.

Tapi teringat kata 'bangsawan' yang diucapkan Goon Tae tadi, Moon Soo mengoceh lagi.

Moon Soo : A Bong, Jang Dal. Dia baru saja memanggilku bangsawan, tapi dia tidak mengatakannya dengan hormat, bukan? Dia memakai kata itu dengan sarkastis, bukan?


Moon Soo ingin memukul Goon Tae, tapi dihalangi A Bong.

Jang Dal juga mau melakukan hal yang sama, tapi dihalangi A Bong.

Dal Moon lalu keluar dan menyuruh Moon Soo masuk. Dal Moon bilang, Yeoning sudah menunggu Moon Soo.

Moon Soo kaget Dal Moon tahu namanya.

A Bong bertanya-tanya, sejak kapan Moon Soo jadi terkenal.


Yeoning memberitahu Moon Soo, bahwa Tuan Kim dan Inspektur Lee berusaha menjadikannya penerus tahta.

Sontak Moon Soo kaget mendengarnya. Ia penasaran, kenapa dua Noron itu tiba-tiba jadi mendukung Yeoning.

"Aku juga tidak tahu. Aku tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba terlibat, dan aku juga tidak tahu apa lagi yang akan terjadi malam ini." jawab Yeoning.


"Kami hanya yakin ini bukan rencana Min Jin Hoon." ucap Dal Moon.

"Itu bukan kehendak Min Jin Hoon? Lantas bagaimana mungkin Noron?" tanya Moon Soo heran.

"Itu berarti Noron mungkin bergerak cepat. Jadi, akan ada masalah saat rencana ini gagal." jawab Dal Moon.

"Jika Kim Chang Joong dan Lee Yi Gyeom sendirian dalam ini, Min Jin Hoon dan sebagian besar Noron tidak akan pernah mengampuni mereka." ucap Yeoning.

"Bahkan Soron dan Yang Mulia.. Kakak, bagaimana jika ada yang salah saat mereka menyebutmu sebagai raja seperti ini?" tanya Moon Soo cemas.

"Ya. Aku tahu. Ini bisa menjadi pengkhianatan. Aku juga tahu apa yang ada di ujung jalan itu." jawab Yeoning.


Tuan Lee menyuruh anggotanya mengirim pesan ke semua anggota mereka.

Sementara pihak Noron juga mengambil tindakan. Mereka sama2 tak rela, jika Yeoning menjadi pewaris tahta.


Moon Soo cemas, ia takut Yeoning kalah karena Yeoning tidak punya pendukung di istana.

Yeoning : Tidak, itu bisa menjadi kekuatanku. Aku akan menjadikan kelemahan itu sebagai kesempatan.


Goon Tae datang dan memberitahukan mereka sudah siap.


Yeoning langsung menuju kudanya. Moon Soo bertanya, siapa Dal Moon dan Goon Tae. Yeoning hanya berkata, kalau mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya.

Yeoning lalu menanyakan Yeo Ji.

"Dia pergi menemui beberapa pelajar, tapi belum kembali. Dia berpisah denganku delapan jam lalu." ucap Jang Dal.

"Dia pasti mabuk entah di mana." ucap A Bong.

"Katakan pada Yeo Ji untuk berhati-hati juga." ucap Yeoning.

"Baiklah, Kakak." jawab Moon Soo.

Yeoning lalu pergi.


Moon Soo : Mengenai Yeo Ji, Cheon Yeo Ji kita yang jantan lebih memilih membuat orang lain mabuk? Dia tidak pernah mabuk.


Yeo Ji diseret si kakek pembunuh ke tempat Tuan Min.

Si kakek pembunuh lalu menatap Yeo Ji lekat-lekat. Ia pun terkejut menyadari Yeo Ji bukan pangeran, tapi perempuan.


Mil Poong memaksa bertemu Gyeongjong. Tapi para kasim menghalanginya.

"Aku tahu Perdana Menteri dan Inspektur Kepala ada di sana! Semua pejabat keluar dan masuk sesuka mereka! Kenapa aku, sang pangeran, tidak bisa masuk ke sana!" teriak Mil Poong.

"Memicu kegaduhan di depan kediaman Yang Mulia itu kejahatan." jawab Kepala Kasim.

"Kejahatan? Beraninya kasim sepertimu mengatakan apa yang harus kulakukan. Baiklah. Jika kau tidak akan mengumumkan kedatanganku, akan kuumumkan sendiri pada Yang Mulia." ucap Mil Poong.

Mil Poong lalu teriak2 memanggil Gyeongjong.


Anak buah si Kepala Kasim menunjukkan pedangnya.

"Aku yakin kau tahu betapa terampilnya kasim dalam seni bela diri." ucap Kepala Kasim.


Yoon Young tiba-tiba datang dan berteriak memanggil Mil Poong.


Tuan Min menemui Inwon.

Inwon :  Bisa-bisanya Menteri Personalia yang mahakuasa mengunjungi ruang belakang lusuh di malam yang kacau ini? Aku pasti hidup sampai sekarang untuk melihat pemandangan aneh ini.


Mil Poong dan Yoon Young menghasut Seonui. Ia meyakinkan Seonui kalau Yeoning melakuan tipu muslihat untuk merebut tahta.

Seonui bingung, ia lalu bertanya apa yang bisa ia lakukan.

"Apa maksudmu? Ini bukan saatnya kau berkata seperti itu!" teriak Mil Poong.

Sontak, Seonui kaget diteriakin seperti itu. Sementara Yoon Young berusaha mengendalikan emosi Mil Poong.

Terdengar narasi : Untuk beberapa orang, malam ini akan menentukan hidup mereka.


Tuan Kim dan Inspektur Lee berusaha meyakinkan anggota Noron yang lain agar memilih Yeoning sebagai penerus Raja.

Terdengar lagi narasi : Dan untuk beberapa orang, ini akan menjadi malam di mana sekutu lama menjadi musuh.


Pihak Soron juga tidak setuju. Tuan Lee dan Tuan Cho meminta Gyeongjong menghukum Tuan Kim, Inspektur Lee dan Yeoning dengan alasan, Yeoning berusaha merebut tahta padahal Gyeongjong masih muda dan sehat.

Narasi : Seseorang akan dipojokkan untuk membuat keputusan besar. Dan seseorang akan berusaha untuk berharap dan berjuang tanpa hasil hanya untuk akhirnya jatuh. Ini memang malam yang kacau.


Moon Soo berlari di tengah kegelapan.


Yeo Ji yang kini tangannya diikat ke atas, mulai sadarkan diri.


Yeoning pergi menemui Gyeongjong.


Tuan Min mengatakan pada Inwon, bahwa Inwon adalah putri Soron, tapi setelah Inwon masuk istana, Inwon berada di pihak Noron karena Inwon tahu kehendak sah Noron untuk melindungi Joseon.

"Kau menyuruhku untuk tidak turut campur meskipun aku adalah Ibu Suri, karena Pangeran Yeoning tidak bersama Noron?" tanya Inwon.

"Kerajaan ini adalah Joseon. Mereka yang lahir dari kelas bawah tidak bisa menjadi raja." jawab Tuan Min.

"Pangeran Yeoning adalah putra dari mendiang Raja." ucap Inwon.

"Tapi ibunya seorang pembantu. Ya. Bukankah ini terjadi karena mendiang Raja membawa pembantu untuk menjadi Ratunya?" jawab Tuan Min.

"Menteri Personalia!" sentak Inwon.

"Mana bisa bangsawan Joseon menundukkan kepala mereka pada seorang putra dari kelas bawah? Mana bisa Anda meminta bangsawan untuk dipermalukan seperti ini?" ucap Tuan Min.


"Dipermalukan? Berani-beraninya pejabat belaka mempermalukan mendiang Raja dan putranya? Katamu ibunya dari kelas bawah. Lantas aku akan mengadopsi Pangeran Yeoning sebagai putraku. Akankah itu memperbaiki ini? Kau dan Noron tidak akan berani menyebut aku hina." jawab Inwon.

"Tidak. Anda tidak akan bisa melakukan itu. Sudah terlambat sekarang." ucap Tuan Min.

"Terlambat untuk apa? Apa maksudmu?" tanya Inwon.

Tuan Min tidak menjawab.

Inwon pun cemas, ia takut Yeoning kenapa-napa.


Tuan Min meninggalkan kediaman Inwon. Diluar, para Noron yang sudah menunggunya pun bertanya, apa jawaban Inwon.

"Pangeran Yeoning tidak akan pernah menjadi Putra Mahkota." jawab Tuan Min.

Yeoning tiba-tiba muncul.

Yeoning : Kalian pasti tidak bisa tidur gara-gara aku, kan?

Tuan Min terkejut melihat Yeoning.

Yeoning : Aku tahu kau juga akan ada di sini.

Tuan Min : Kenapa kau datang kemari?

Yeoning : Aku tidak tahan dipermalukan akibat diabaikan. Aku tidak bermaksud melakukan ini, tapi aku sudah membuat kalian bergegas kemari malam ini.


Yeoning lalu bicara dalam hatinya sambil menatap Tuan Min.

Yeoning : Jadi kau yang mengirim pembunuh bayaran itu?


Yeoning lalu bertanya, kenapa Tuan Min terlihat pucat.

"Itu aneh. Aku ingin tahu kenapa. Apakah sebegitu mengejutkannya melihatku di sini?" tanyanya.


Kepala Kasim kemudian datang dan memberitahu Yeoning bahwa Gyeongjong sedang mencari-cari Yeoning.

Sontak, itu membuat Noron makin sakit kepala.

Bersambung ke part 2.................

2 comments:

  1. Si Seonui ini bego apa gimana ya min kok gampang amat dibegoin ama Mil Poong dan Yoon Young. Min, cepet dilanjut ya. Eh min, req lah min bikinin sinopsis Dong Yi juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini ada sinopsis dongyi beserta cuplikan fakta sejarahnya http://kadorama-recaps.blogspot.com/p/k-drama-recaps.html?m=1

      Delete