Monday, March 11, 2019

Haechi Ep 8 Part 2

Sebelumnya...


Tuan Min sekarang sedang bersama Noron.

Ia tidak percaya dan marah karena Yeoning masih hidup.

Tuan Min lalu menyuruh anggotanya memanggil Menteri Pajak.

"Maksudmu Lee Gwang Jwa dari Soron?"

"Cepat. Kita tidak punya waktu lagi." jawab Tuan Min.


Byung Joo teringat saat ia memukul Jung Seok sampai mati.

Ia juga ingat kata-kata Jung Seok saat itu, sebelum Jung Seok tewas.

"Kau peliharaan yang menuruti semua perintah dari orang berkuasa!"

Byung Joo berteriak membuat rekan-rekannya terkejut sekaligus heran.


Byung Joo juga tak sengaja menyenggol sesuatu di atas meja, hingga jatuh ke lantai pecah.

Byung Joo makin syok melihat pecahan dari benda yang ia pecahkan.


Moon Soo tiba-tiba datang. Ia menerobos masuk ke Saheonbu dan menemui Byung Joo.

"Kau bisa hidup atau mati. Takdirmu dipertaruhkan malam ini." ucapnya.


Kasim mengumumkan kedatangan Yeoning.


Byung Joo menyalahkan Moon Soo sebagai penyebab kematian Jung Seok.

Byung Joo : Kau pria yang memicu kegaduhan saat temanku, Jung Seok...

Moon Soo : Orang lain akan mengira kalian bersahabat. Tapi kau hanya seorang pengkhianat.

Byung Joo marah, beraninya kau berkata begitu.

Moon Soo : Lupakanlah. Dengarkan saja aku. Di dalam istana, Min Jin Hoon mungkin menemui Soron. Mereka berencana menyingkirkan Pangeran Yeoning.


Tuan Min berjanji, akan menyerahkan posisi ketua MA dan Menteri Hongmoongwan pada Soron, asalkan Soron membantunya menghukum Yeoning dengan tuduhan pengkhianatan.


Sementara itu, Gyeongjong menuduh Yeoning sudah mengincar tahta sejak awal.

Yeoning membenarkan.

"Malam itu, saat aku bertemu Yang Mulia, aku telah membulatkan pikiranku." ucap Yeoning.


Gyeongjong lantas ingat kata-kata Yeoning malam itu, setelah kematian Sukjong.

Yeoning : Kita mungkin keturunan terakhir yang diharap tidak berbuat apa pun. Tapi bagaimana jika kita mengubah dunia?

Gyeongjong pun menuduh Yeoning sengaja memanfaatkannya.

Yeoning menyangkal tuduhan Gyeongjong. Ia berkata, bahwa ia hanya berusaha mengatakan kebenaran.

Yeoning : Ya, aku telah memutuskan untuk menjadi pewaris. Namun, benar bahwa aku juga ingin menghentikan Noron.


Gyeongjong : Tapi bagaimana aku bisa memercayaimu? Apa pun niatmu yang sebenarnya, kau akhirnya akan mengincar leherku tepat di dalam istana ini. Mereka yang menginginkanmu sebagai putra mahkota akan memaksamu untuk berbuat demikian.

Yeoning :  Jika Anda sungguh berpikir begitu, hukumlah aku atas pengkhianatan. Sesuai keinginan Menteri Personalia, dan juga Soron yang mungkin telah setuju dengannya sekarang, hukum aku atas pengkhianatan.

Gyeongjong : Apa katamu tadi? Menteri Personalia dan Soron? Pengkhianatan?


Petugas Joo bergegas mencari Inspektur Eksekutif. Ia membawa dua surat.

Sontak mereka kebingungan harus mendukung siapa. Tuan Min menyuruh mereka menghukum Yeoning atas penghianatan, sedangkan Inspektur Lee menyuruh mereka melindungi Yeoning.

"Kau harus memihak salah satu dari mereka. Akankah Menteri Personalia menjadi pilihan yang tepat? Noron akhirnya akan..."

"Bagaimana kalau Inspektur Kepala yang menang? Kau mau tanggung jawab?" tanya Inspektur Eksekutif.


Byung Joo tiba-tiba menerobos masuk.


Yeoning masih berusaha meyakinkan Gyeongjong.

Yeoning : Menurutmu apa yang akan terjadi malam ini? Manipulasi akan terjadi. Sebagian besar Noron dan Soron tidak tahan denganku. Bukankah jelas bahwa mereka akan membuat aliansi untuk menyingkirkan aku? Tapi apakah itu yang sungguh Anda inginkan? Anda ingin masa depan para bangsawan terjebak dalam manipulasi dan rencana jahat? Aku tidak memedulikan Noron atau Soron. Maka itu aku bisa hanya memikirkan keamanan Joseon, dibanding partai politik.

Gyeongjong : Keamanan Joseon dibanding partai politik?

Yeoning : Bukankah itu yang anda impikan? Politik demi kepentingan rakyat negeri ini. Pernahkah aku salah membaca niat Anda yang sebenarnya?

Gyeongjong terdiam.


Inspektur Eksekutif meminta pendapat Byung Joo siapa yang harus mereka pilih.


Byung Joo teringat kata-kata Moon Soo tadi.

Moon Soo Menteri Personalia dan Inspektur Kepala akan melakukan semua yang mereka bisa untuk saling menghentikan. Tapi bisakah kau  tahu pasti siapa akamemenangkan pertarungan ini? Bagaimana jika kau memihak Menteri Personalia dan Pangeran Yeoning menjadi putra mahkota? Apa yang akan kau lakukan?

Byung Joo mencoba untuk tidak terpengaruh.

Moon Soo : Carilah jalan untuk menyelamatkan diri, Jipyeong Wi! Kau tidak paham? Jika kau tidak yakin siapa yang akan menang malam ini, temukan jalan yang paling kau pahami. Selamatkan dirimu sendirian. Itulah yang ingin kukatakan padamu.


Inspektur Eksekutif meminta Byung Joo mengatakan sesuatu.

Byung Joo : Mari kita manfaatkan para inspektur. Kita tidak tahu siapa akan menang. Jika kita ingin selamat, kita tidak bisa memihak siapa pun. Jadi, mari karang alasan bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa.


Petugas Joo memberitahu Petugas Yoon tentang Saheonbu yang berusaha  berusaha memalsukan kasus pengkhianatan?

"Itu belum dipastikan. Tapi ada pergerakan yang mencurigakan dari Inspektur Kepala dan Daejangcheong." ucap Petugas Joo.


Petugas Yoon langsung menemui Inspektur Eksekutif ditemani oleh beberapa petugas Saheonbu dan Petugas Joo.

Petugas Yoon : Aku takut aku perlu memastikan sesuatu denganmu. Ada rumor bahwa Daejangcheong berusaha memalsukan kasus pengkhianatan.

Inspektur Eksekutif pura-pura kaget, kata siapa?

Petugas Yoon : Kami, para inspektur, tidak akan membiarkan Saheonbu digunakan dalam politik. Tolong cari tahu apa kebenarannya.


Inspektur Eksekutif melirik Byung Joo. Byung Joo menganggukkan kepalanya.


Yeo Ji masih disekap. Tapi ia mulai mendapatkan kesadarannya.


Inwon menemui Gyeongjong dan memberikan surat.

"Yang Mulia dan Pangeran Yeoning. Aku menuliskan bahwa kalian berdua satu-satunya keturunan dari Raja Hyojong dan mendiang Raja. Tapi semuanya terserah Anda, Yang Mulia. Aku akan mengikuti keputusan Anda, apapun itu." ucap Inwon.

"Anda benar-benar akan mengikuti keputusanku? Apapun itu?" tanya Gyeongjong.

Inwon mengangguk.


Yeoning masih di istana. Ia tidak tidur semalaman.

Tak lama kemudian, Mil Poong datang. Melihat wajah Mil Poong, Yeoning pun tahu kalau Mil Poong juga tak tidur semalaman.

Yeoning lantas menyuruh Mil Poong tidur karena keputusan akan segera dibuat.

Yeoning : Entah kau yang akan mati, atau aku.

Yeoning lalu beranjak pergi. Mil Poong pun berkata, bahwa ia seharusnya membunuh Yeoning tadi malam.

Sontak Yeoning langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Mil Poong.

"Orang-orang bodoh itu. Bagaimana bisa selusin pasukan tidak bisa membunuhmu?" ucap Mil Poong kesal.


"Apa maksudmu? Kau yang mengirim pembunuh bayaran tadi malam untuk membunuhku?" tanya Yeoning.

"Bukan kau. Mungkin bukan aku, tapi jelas bukan kau!" teriak Mil Poong.

"Katakan padaku, Pangeran Mil Poong! Apakah itu kau dan bukan Menteri Personalia?" tanya Yeoning tapi Mil Poong malah tertawa.

Tak lama kemudian, Yeoning ingat kalau semalam Yeo Ji tidak ada diantara mereka.

Yeoning pun sadar, bahwa Tuan Min mengirimkan seseorang untuk membunuh Yeo Ji.

*Ini salah target kek nya. Yg mau dibunuh Tuan Min mah si Yeoning. Tapi si kakek pembunuh salah culik. Dia pikir, Yeo Ji tu Yeoning karena Yeo Ji kn lagi nyamar.


Moon Soo resah menantikan kabar soal penerus tahta. Tak lama kemudian, A Bong dan Jang Dal datang dengan wajah panic. A Bong mengatakan, kalau ia yakin Yeo Ji dalam masalah.

Moon Soo kaget.


Yeoning bergegas menuju pintu gerbang. Di depan pintu, ia bertemu dengan rombongan Tuan Min.

Yeoning : Jika ternyata kau menyakiti perempuan yang memakai pakaianku, aku bersumpah aku akan membunuhmu.


Moon Soo menemui Dal Moon. Ia bertanya, apa yang terjadi pada Yeo Ji.

Moon Soo : Pelajar yang minum dengannya mati. Lantas bagaimana dengan Yeo Ji?

Dal Moon : Untungnya, tubuhnya tidak ada di sana.

Moon Soo : Itu berarti dia masih hidup, bukan? Di mana dia? Di mana dia sekarang?

Dal Moon : Kami belum yakin. Aku bisa berasumsi dia di mana, tapi tidak bisa gegabah...

Moon Soo : Katakan!


Yeoning memacu kudanya, menuju suatu tempat.


Yeo Ji akhirnya benar-benar mendapatkan kesadarannya.

Begitu membuka mata, ia menemukan dirinya berada di tempat asing.

Yeo Ji yang melihat ada rak yang penuh guci di depannya pun langsung menjatuhkan rak itu dengan kakinya.

Rak itu jatuh dan Yeo Ji langsung menghindar.

Setelah itu, Yeo Ji mengambil pecahan gucinya dan berusaha melepaskan ikatan kakinya.

Namun si kakek pembunuh memergokinya.

Yeo Ji pun mempercepat memotong ikatan di kakinya.


Tepat saat si kakek melayangkan arit ke arahnya, ikatannya terlepas dan ia bergegas menghindar.

Si kakek terus menyerangkan Yeo Ji. Yeo Ji mengarahkan ikatan di tangannya ke arit si kakek. Ikatan tangannya terlepas.


Yeo Ji berusaha menahan serangan si kakek.

Namun, si kakek berhasil membuatnya tersudut. Si kakek lantas meremas lukanya. Sontak, Yeo Ji kesakitan dan langsung jatuh.

Melihat Yeo Ji yang sudah tidak berdaya, si kakek bersiap menusuk Yeo Ji dengan aritnya.


Tepat saat itu, Moon Soo datang dan si kakek langsung menyerangnya.

Moon Soo terkejut melihat reaksi si kakek yang biasa saja saat ia memukuli wajahnya.

Si kakek lantas mendorong Moon Soo dan membuat Moon Soo jatuh.

Ia lalu mencekik Moon Soo dan berniat membunuh Moon Soo.


Tapi sebuah pisau tiba-tiba menancap di tangannya.

Si kakek menoleh dan melihat Dal Moon mengarahkan jarum padanya.


Si kakek langsung berjalan ke arah Dal Moon. Tepat saat ia mau menyerang Dal Moon, Yeo Ji melemparkan kayu ke kakinya yang patah. Sontak ia langsung jatuh.

Yeo Ji : Karena kakinya patah, dia tidak akan bisa berdiri. Meskipun dia tidak bisa merasa sakit.


Melihat luka Yeo Ji, Moon Soo kaget dan langsung mendekati Yeo Ji.

Yeo Ji : Kau tidak apa-apa?

Moon Soo : Kau lah satu-satunya orang yang terluka!

Yeo Ji : Aku baik-baik saja....

Yeo Ji pingsan.


Jang Dal, Moon Soo dan A Bong langsung membawa Yeo Ji.


Sementara Dal Moon dan Goon Tae sibuk mencari tabib.

Yeoning tiba-tiba datang menemui Dal Moon dan mencari Yeo Ji. Sontak Dal Moon kaget.


Sekarang, tabib sedang memeriksa Yeo Ji.


Moon Soo diluar. Tak lama kemudian, Yeoning datang. Moon Soo terkejut melihat Yeoning. Yeoning menanyakan Yeo Ji.


Yeo Ji sudah sadar dan langsung duduk.

Yeo Ji menanyakan Yeoning pada A Bong dan Jang Dal.


Tiba-tiba, Yeoning masuk. Ia syok melihat keadaan Yeo Ji.

A Bong dan Jang Dal bingung darimana Yeoning tahu.

Yeoning mendekati Yeo Ji.

Jang Dal langsung mengajak A Bong keluar.


Yeo Ji mengatakan, lukanya bukan masalah besar dan Yeoning tidak perlu cemas.

Yeoning : Bukan masalah besar?  Kau terluka parah. Di perjalanan kemari, kau tahu betapa aku... Betapa aku...

Yeoning menangis dan kembali menyalahkan dirinya sendiri.

Yeo Ji : Apa maksudmu? Kurasa ini ada sisi baiknya. Sisi baiknya, yang terluka adalah aku, bukan dirimu.


Goon Tae memberikan surat pada Dal Moon. Dal Moon menanyakan kabar dari istana. Goon Tae pun berkata, perintah Raja telah terkirim.

Dal Moon kaget, apa itu?


Di kediaman Yeoning, pasukan keamanan Raja sudah berkumpul. Ja Dong, Cho Hong, Seo kaget. Ja Dong penasaran kenapa mereka mencari Yeoning.


Moon Soo kaget saat Dal Moon bilang pasukan keamanan mencari Yeoning. Dal Moon minta Yeoning bersembunyi. Yeoning menolak dan mengaku akan menghadapi mereka.

Mereka cemas, takut kalau Yeoning dituntut dengan tuduhan pengkhianatan terhadap Raja.

Tiba-tiba, terdengar keributan diluar.


Moon Soo bergegas keluar dan melihat pasukan keamanan menerobos masuk.

Moon Soo marah. Tak lama, Yeoning keluar dan menghentikan Moon Soo. Semua langsung menatap cemas ke arah Yeoning.

Yeoning : Kudengar kau mencariku Pemimpin Pengawal Raja?

"Maaf atas kelancangannya."


Di istana, Gyeongjong sedang menatap singgasana.


Sementara itu, Yeoning menyuruh Pemimpin Pengawal Raja bicara. Ia berkata akan mematuhi perintah Raja. Moon Soo tambah cemas.

Pemimpin Pengawal Raja mulai mengangkat senjatanya dan mengarahkannya ke Yeoning.


Tapi tiba-tiba, pasukan keamanan memberikan hormat pada Yeoning.

"Aku, Pemimpin Pengawal Raja, menjalankan perintah dari Raja untuk menemui Putra Mahkota. Dan dengan perintah Raja, keselamatan Putra Mahkota akan kami jamin."

Sontak Yeoning terkejut mendengarnya, Seja? Sejaranie?


Yeo Ji yang juga kaget, langsung terduduk.


Moon Soo bertanya, apa dia salah dengar?

Jang Dal dan A Bong meyakinkan Moon Soo kalau Yeoning sudah menjadi Seja sekarang.


Dal Moon juga tersenyum.


Yeoning sendiri masih tidak percaya.

Moon Soo mendekati Yeoning.

Moon Soo : Hyungnim, ani.. Seja.. Seja Jeoha!


Yeoning menangis haru. Ia lalu menatap Dal Moon dan tersenyum padanya.

Setelah itu, Yeoning menatap teman-teman kecilnya satu per satu.

Bersambung ke part 3.........

No comments:

Post a Comment