Monday, March 11, 2019

Haechi Ep 8 Part 4

Sebelumnya...


Seja kembali menemui Yeo Ji. Yeo Ji terkejut melihat kedatangan Seja.

Seja bertanya, kenapa perbannya dilepas. Yeo Ji beralasan, kalau dirinya sudah jauh lebih baik. Yeo Ji bahkan menunjukkan tangannya.

Tapi Seja gak peduli dan menyuruh Yeo Ji duduk. Ia memaksa Yeo Ji memakai obat.

Yeo Ji : Aku bisa melakukannya sendiri.

Seja : A Bong sudah memberitahuku semuanya. Kudengar kau tidak pernah berobat karena membuatmu merasa lemah.

Yeo Ji pun menggerutu, A Bong, bocah itu!  Tidak kusangka dia memberitahumu.

Seja : Apa salahnya menjadi lemah?

Seja lalu memegang tangan Yeo Ji dan mengoleskan obat yang didapatnya dari Dal Moon ke luka Yeo Ji.

Seja mengaku, obat itu didapatnya dari tabib terbaik.


Tapi saat tak sengaja menatap wajah Yeo Ji, Seja jadi salah tingkah sendiri dan langsung berhenti mengoleskan obatnya.

Yeo Ji heran, kau tidak mengoleskan obatnya?

Seja yang salting menyuruh Yeo Ji memakai obatnya sendiri dan mengatakan tidak tahu dimana titik cederanya.

"Kau benar, ini tanganku. Kau juga seperti ini saat ingin memakaikan topimu. Kenapa kau selalu berhenti selagi melakukan sesuatu?"

Seja yang semakin salting pun langsung berdiri dan teriak2 memanggil Moon Soo.


Moon Soo, Jang Dal dan A Bong lagi di pasar. Moon Soo bilang, mereka akan mengumumkan peserta yang lulus ujian tanpa kecurangan hari ini.

Moon Soo yakin namanya akan muncul di peringkat pertama.

"Kurasa itu tidak mungkin meskipun yang curang dieliminasi." jawab A Bong, membuat Moon Soo sewot.

"Ya, kau harus senang meskipun lulus dengan peringkat kedua." ucap Jang Dal.

"Apa maksudmu? Ini aku, Park Moon Soo, calon inspektur kerajaan. Aku pasti lulus dengan nilai tinggi.


Mereka lantas bergegas melihat pengumumannya.

Moon Soo yakin ia lulus dengan skor tertinggi.

Jang Dal dan A Bong menyahut, menemukan nama Moon Soo.

Moon Soo kaget, aku akhirnya lulus dengan skor tinggi. Tapi saat berbalik dan menatap papan pengumuman, ia malah menemukan nama Kim Dae Sung di peringkat pertama.

A Bong dan Jang Dal menarik Moon Soo. Mereka berkata, nama Moon Soo ada di peringkat terakhir.

A Bong langsung memeluk Moon Soo.

A Bong : Jujur, kukira kau akan gagal lagi. Kukira kau akan menjadi orang terakhir yang lulus ujian dari semua bangsawan Joseon.

Jang Dal : Dia lulus ujian!


Moon Soo kembali menatap namanya di papan. Ia masih tidak menyangka dirinya lulus ujian.

A Bong dan Jang Dal menggendong Moon Soo dan melambung-lambungkan Moon Soo ke udara.


Upacara pengangkatan Yeoning menjadi Putra Mahkota dimulai.

Raja dan Ratu memasuki tempat acara.


Disusul kemudian dengan Yeoning. Yeoning berhenti di depan Tuan Min.

Yeoning : Kau menyuruhku membangun kekuatan. Berkat nasihatmu, aku bisa berdiri di sini. Kuharap kau akan terus memberiku nasihat yang setia.

Tuan Min tidak berani menatap Yeoning.


Yeoning lalu menghadap Gyeongjong.

Gyeongjong : Hari ini, pada Agustus 1721, saya secara resmi menunjuk Pangeran Yeoning sebagai Putra Mahkota negeri ini. Putra Mahkota akan melayani negeri ini dan keluarga

kerajaan, serta menyukseskan misi negeri yang hebat ini. Semoga kau menyejahterakan rakyat negeri kita.

Seja : Berkat untuk Raja.

Gyeongjong : Semoga kita akan terus mengejar tujuan yang sama.

Seja : Saya akan selalu menjalankan perintah, Yang Mulia.


Seja lalu berdiri dan menatap seluruh menteri.

Seluruh menteri diminta membungkuk, memberi hormat pada Seja.


Tuan Min terlihat kesal, tapi ia berusaha menyembunyikan kekesalannya.


Seo tersenyum.


Inwon menatap Seja dengan bangga.


Tuan Kim tersenyum.


Mil Poong terlihat sangat kesal.


Moon Soo sudah menjadi petugas Saheonbu.

Moon Soo : Haechi, binatang legendaris yang menilai kebaikan dan kejahatan, dan melindungi keadilan.


Yeo Ji kembali bertugas. Ia berdiri di depan gerbang Gwanghwamun.


Moon Soo berjalan memasuki Saheonbu.

Moon Soo : Saya memberikan hormat. Inspektur baru Saheonbu. Saya Park Mun Soo!

Byung Joo agak sebal melihatnya.

Moon Soo :  Dan sekarang, tamatlah kalian semua.


Seja : Dan mulai sekarang, kau adalah Putra Mahkota.


Bersambung........

1 comment: