Thursday, March 21, 2019

Haechi Ep 9 Part 1

Sebelumnya...

Kita lanjut ya gaes...


Episode ini dibuka dengan sekelompok pria yang menculik anak2 perempuan dan mengumpulkannya di bukit.

Ayah dari salah satu anak itu datang meminta putrinya dilepaskan. Tapi salah satu dari sekelompok pria itu malah mengancamnya dengan pedang.

"Kalau mau, akan kubayar lima yang lagi." ucap pria itu dengan Bahasa Jepang. Pria itu kemudian mendorong ayah anak itu.

Sekelompok pria itu kemudian membahas si jalang yang melarikan diri.


Si 'jalang' yang melarikan diri itu meminta tolong pada seorang wanita di dalam tandu.

"Seperti hari ini, malam itu juga turun salju." jawab wanita itu. Wanita itu lalu membuka jendela tandunya. Dia Yoon Young!

"Aku dijual ke seorang pria tua sebagai selirnya tapi aku memukul kepalanya dan melarikan diri." ucap Yoon Young.

"Jika aku tertangkap mereka aku akan berakhir sebagai selir untuk pria Dinasti Qing." jawab anak kecil itu.

"Berapa usiamu? 13 tahun? 14 tahun?" tanya Yoon Young.


Yoon Young lalu mengingat saat ia mencoba mengakhiri hidupnya dengan lompat dari tebing.

Yoon Young : Saat itu aku pun seumuran itu. Aku baru 14 tahun. Malam aku dikejar dan berakhir di ujung dunia seseorang menggapaiku dan memegang tanganku. Namun, menurutmu apa yang akhirnya terjadi padaku? Aku akhirnya mengkhianati di dan menjadi selir untuk pria yang jauh lebih tua. Kau akan berakhir sama. Maka it aku tidak akan membantumu. Lebih baik kau sadar dari mimpi yang kosong secepat mungkin.

Yoon Young menutup jendela tandunya dan beranjak pergi.

Gadis kecil itu menangis.

"Tidak, Nona. Tolong, Nona. Nona, tolong jangan pergi!"


Dari kejauhan, Dal Moon melihat gadis kecil itu yang ditinggal pergi.

Yoon Young : Dunia ini akan memutih untuk sementara Tapi tentu saja, itu sebabnya semua akan makin kacau.


Ayah anak itu lantas menerobos masuk ke sebuah rumah.

Ia berteriak-teriak.

"Ini uang kotornya! Kau bahagia sekarang, Tuan!"

Beberapa orang yang berpenampilan sama dengannya, berusaha menghalanginya.

"Kau juga akan mendapatkan masalah." teriaknya pada orang-orang yang berusaha menghalanginya.

Ia lalu berteriak lagi pada seseorang yang dipanggilnya 'Tuan'.

"Lepaskan dia! Aku bisa kehilangan apa lagi? Aku harus menjual putriku Ambil uang kotor ini!"


Pria itu lalu menerobos masuk dan terkejut menemukan si 'Tuan' sudah menjadi mayat dengan berlumur darah.

Di dada si 'Tuan', tergantung tulisan "Membayar dosa seseorang dengan mati".


-Episode 9, Serangan Manusia-


Goon Tae dibantu dua pelayannya tengah membereskan salah satu ruangan di rumah pelacuran Gae Dol.

"Tampaknya para pria ini bersenang-senang tadi malam. Dari mana mereka?" tanya Goon Tae.

"Mereka dari Saheonbu." jawab seorang pelayannya.

Goon Tae kaget, Saheonbu?

Tiba-tiba, terdengar teriakan seorang wanita.


Di ruangan lain, seorang wanita ketakutan saat kakinya dipegang oleh salah satu petugas Saheonbu yang mabuk berat.

Wanita itu berteriak dan berusaha menjauhi si petugas Saheonbu.


Tak lama kemudian, Goon Tae datang dan syok melihat kekacauan di ruangan itu.

Goon Tae : Apa... Apa mereka mati?

Goon Tae mengambil sapu dan menusuk badan si petugas Saheonbu yang mabuk.


Tapi ia kaget saat mendengar suara seorang pria yang meminta tolong.

Goon Tae menoleh dan menyadari pria yang bersuara itu adalah pria yang tergantung di depannya dengan posisi kaki di atas.

Dengan takut-takut, Goon Tae mengecek siapa pria itu. Ia pun terkejut melihat wajah pria itu adalah Moon Soo.

"Kenapa kau bergantung terbalik?" tanyanya heran.

"Tolong... Tolong aku." pinta Moon Soo setengah mabuk.


Sekarang, Moon Soo sudah duduk diluar dan meneguk air putih biasa. Dal Moon geli melihatnya.

Tak lama kemudian, Moon Soo menanyakan topinya. Goon Tae langsung pergi mencarinya di dalam.

Dal Moon : Pertama, Putra Mahkota. Dan sekarang kau. Ini rumah bordil, bukan toko linen.

Goon Tae datang, membawa topi Moon Soo.

Moon Soo : Omong-omong, sekarang pukul berapa?

Goon Tae : Hampir pukul 7.30.

Moon Soo kaget, Apa? Tidak Tamat riwayatku kalau telat.

Moon Soo bergegas pergi.


Dal Moon : Kurasa Inspektur Saheonbu berusaha memelonco dia.

Goon Tae : Mereka pasti sungguh menekan dia. Kutemukan dia bergantung terbalik. Astaga, Saheonbu dikenal keras dengan disiplin. Pikirmu dia akan mampu menahannya?

Dal Moon : Dia punya tulang punggung yang kuat.

Goon Tae : Soal perempuan yang kau bawa...

Dal Moon : Dia sudah bangun? Bagaimana dia?


Di Saheonbu, Yeo Ji panic karena tidak melihat batang hidung Moon Soo. Lalu, Jang Dal dan A Bong datang. Jang Dal berkata, bukan hanya Moon Soo tapi anak baru belum ada yang datang.

Jang Dal : Aku yakin mereka dibuat mabuk tadi malam.

A Bong : Kita harus segera menyapa Inspektur Kepala Tamatlah riwayatnya kalau telat. Bagaimana ini?

Yeo Ji : Ini perang, A Bong-ah. Kita harus melindungi atasan kita Ambil senjatamu.


Moon Soo berlarian di pasar, menuju Saheonbu. Di tengah pasar, ia bertemu kedua rekannya yang juga telat.

Tak lama kemudian, ia bertemu seorang rekannya lagi yang sedang muntah.

"Kau tak apa?" tanya Moon Soo.

"Aku tidak akan mampu. Selamatkan dirimu sendiri." jawab rekannya yang muntah itu.

"Itu omong kosong. Kita harus hidup dan mati bersama!" Moon Soo bersorak.

Rekannya muntah lagi. Moon Soo pun langsung memasang wajah jijik dan menepuk2 punggung rekannya.

"Kalian minum sampai pukul berapa?" tanya Moon Soo.

"Semalaman."

"Ayo lari. Kita hampir sampai Kita tidak boleh telat!" teriak Moon Soo, lalu memapah rekannya yang mabuk.


Di Saheonbu, Petugas Joo berteriak, menyuruh semuanya bersiap menyambut kedatangan Kepala Inspektur.


"Apa inspektur baru masih menjalani ritual perpeloncoan?" tanya Byung Joo.

"Beberapa dari mereka tidak akan datang tepat waktu." jawab Inspektur Eksekutif.

Petugas Joo : Inspektur baru tidak muncul hanya karena mereka minum sedikit. Akan kubiarkan mereka merasakan lubang berapi.


Di halaman, para petugas Saheonbu bersiap menyambut kedatangan Inspektur Kepala.

Tapi mereka heran lantaran yang ditunggu-tunggu masih belum datang.


Yang ditunggu-tunggu nyatanya sudah berada di depan tapi dihalangi masuk oleh Yeo Ji. Yeo Ji berkata, itu karena genteng di atas gerbang akan jatuh.

Inspektur Kepala : Apa itu artinya bahkan lewat saja akan berbahaya?

Inspektur Kepala mengabaikan peringatan Yeo Ji. Tapi baru sampai di gerbang, seperti kata Yeo Ji, gentengnya jatuh.

Sontak, Inspektur Kepala terkejut.


Ternyata oh ternyata, itu semua ulah A Bong dan Jang Dal. Mereka yang melempar genteng dari atas.

Yeo Ji : Yang terbaik adalah tetap aman. Tolong tunggu sebentar. Yang terbaik adalah tetap aman.


Saat hendak melempar gentengnya lagi, A Bong melihat Moon Soo dan gerombolannya. Dengan bersusah payah, A Bong dan Jang Dal memberi kode, menyuruh Moon Soo lewat pintu belakang, tapi Moon Soo malah mengira kedua temannya menyuruh mereka mundur ke belakang.

Jang Dal : Pintu belakang...

Moon Soo : Begitu rupanya. Kami harus lari ke belakang.


A Bong : Apa? Naik? Kau akan naik?

Jang Dal : Dasar bodoh. Kenapa kamu menebak itu?

A Bong : Kukira dia bilang akan naik.


Jang Dal kembali berbisik, menyuruh mereka lewat pintu belakang.

Syukurlah salah satu teman Moon Soo mengerti apa yang dimaksud Jang Dal dan A Bong.

Lantas mereka bergegas masuk lewat pintu belakang dan menuju barisan.


Petugas Joo yang melihat mereka, langsung meneriaki mereka

Petugas Joo juga heran, bagaimana bisa mereka datang tepat waktu.

"Kami belum telat. Inspektur kepala belum datang, jadi, kami aman." jawab Moon Soo.


Tak lama kemudian, Inspektur Kepala datang.

Semua langsung membungkukkan kepala, memberi hormat.

Namun saat Inspektur Kepala berjalan ke arah Moon Soo, Moon Soo nyaris saja muntah. Tapi untunglah dia mampu menahannya saat Inspektur Kepala berjalan melewati mereka.


Byung Joo meminta Inspektur Kepala memecat Moon Soo.

Byung Joo : Saheonbu adalah tempat dengan orang tercerdas di kerajaan ini. Mana bisa orang seperti dia menjadi inspektur Bagaimana nanti reputasi kita?

Inspektur Kepala : Bukankah Park Moon Soo hampir tidak lulus ujian pamong praja?

Byung Joo : Dia tidak cocok untuk kelas kita.

Inspektur : Aku tahu itu, tapi kita bisa apa? Karena korupsi ujian pamong praja dia ditunjuk sebagai inspektur. Akan ada masalah di Saheonbu jika dia tetap di sini. Pikirkan cara apa pun untuk menyingkirkan dia.


Byung Joo beranjak keluar. Diluar, dia bertemu Moon Soo.

Moon Soo : Kau tampak tidak nyaman karena aku Kau terganggu gara-gara aku, bukan Tapi sayang sekali Aku akan tetap berada di sini Membiasakan diri denganku akan membuatmu merasa jauh lebih baik.

Byung Joo sontak kesal.

Byung Joo : Jangan turut campu dan perbaiki lidahmu yang sembrono itu. Ini Saheonbu. Dan aku bosmu, inspektur eksekutif.

Byung Joo beranjak pergi tapi langkahnya terhenti saat Moon Soo bilang akan mengungkap penyebab kematian Jung Seok.

Bersambung ke part 2.....

No comments:

Post a Comment