Saturday, March 23, 2019

Haechi Ep 9 Part 4

Sebelumnya...


Yeo Ji memulai penyamarannya.

Yeo Ji : Benar-benar surga yang hancur. Siapa pelakunya di antara mereka?


Beberapa pejabat Noron ditemani petugas Saheonbu datang. Inspektur baru Saheonbu yang juga ikut, tampak memandang jijik ke sekeliling rumah bordil.

"Itu dia. Ini rumah bordil yang baru. Hari ini, aku akan traktir kalian secara khusus dan membiarkan kalian bersenang-senang di sini." ucap salah satu pejabat Noron.

"Kami bersenang-senang di sini!" teriak Petugas Joo senang.


Dari kejauhan, seseorang tampak memperhatikan mereka.


Yeo Ji yang sedang terburu-buru, tidak sengaja menabrak seseorang.

Yeo Ji pun minta maaf dalam Bahasa Mandarin, dan kemudian pergi tapi orang yang ditabraknya memanggilnya. Orang itu, pria bangsawan dari Qing bersama pengawalnya, seorang wanita.

"Kau memanggilku?" tanya Yeo Ji lagi, dalam Bahasa Mandarin.

"Aku belum pernah melihatmu. Siapa kau? Aku memiliki tempat ini. Mana mungkin aku tidak mengenalmu?" tanya pria itu.


Yeo Ji melihat pengawal si bangsawan mulai menyiapkan senjata.

Yeo Ji tersenyum. Dengan tenangnya, ia mengaku namanya Asako.

"Aku baru datang kemarin, jadi, aku belum sempat menemuimu." jawab Yeo Ji.

"Tapi mana mungkin wanita dari Jepang memahami bahasa kita?" tanya bangsawan itu.

"Aku mempelajari bahasa untuk menyambut pelanggan dari Joseon." jawab Yeo Ji.

Yeo Ji pun selamat karena Gisaeng lain memanggilnya, menyuruhnya melayani pelanggan.

Yeo Ji bergegas pergi.

"Dia akan berguna karena dia cantik." ucap si bangsawan sambil memperhatikan Yeo Ji.


Gae Dol muncul lagi. Ia berteriak memanggil pria bernama Do Ji Gwang. Do Ji Gwang menoleh, pria bangsawan itu.

Ternyata Gae Dol bekerja dengan Ji Gwang. Ia senang karena rumah bordil mereka sangat sukses.

"Kau tampak sangat bahagia hingga kau akan tidur dengan sangat nyaman." ucap Ji Gwang.

"Apakah itu berkah? Berkat dirimu, aku bisa berbaring dengan nyaman dan tidur nyenyak." jawab Gae Dol, lalu tertawa.

"Lihatlah si bodoh ini tertawa. Berkata dia tidur nyenyak." ucap Ji Gwang kesal.

"Ada apa?" tanya Gae Dol.

"Dia kesal karena kehilangan sesuatu kemarin." jawab pengawal Ji Gwang.

"Kukira ada yang serius. Bisa-bisanya seorang pria kesal karena hal remeh?" cemeeh Gae Dol.


Sontak, Ji Gwang tambah kesal dan mencekik Gae Dol.

"Kau tahu bagaimana anakku rusak? Karena dia tidur nyenyak setelah kehilangan barang miliknya. Anak orang lain mengambil barang miliknya dan dia tidur dengan sangat nyenyak. Aku akan menasihatimu, jadi, dengarkan dengan baik. Jika kau tidak merasakan bahaya saat itu ada di belakangmu, kau akan mati dengan pisau belati menancap di punggungmu. Begitulah industri ini bekerja. Kau ditikam oleh orang bodoh seperti tadi." ucap Ji Gwang.


Mereka berdua lalu menatap curiga ke arah Goon Tae dan si pendongeng.


Dal Moon dapat laporan dari anak buahnya kalau Goon Tae dan si pendongeng ketahuan sebagai mata-mata.

Dal Moon pun langsung menyuruh semua anak buahnya bersiap-siap.


Tapi tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan gedoran keras di pintu mereka.

Tak lama kemudian, segerombolan orang datang mengantarkan mayat Goon Tae dan si pendongeng.

Dal Moon sontak kaget melihat Goon Tae yang sudah menjadi mayat.

Ji Gwang masuk dan langsung menyuruh orang-orangnya menyerang Dal Moon.

Disaat Dal Moon tengah berkelahi, melawan orang-orang Ji Gwang, anak yang tengah dirawat Dal Moon keluar.


Ji Gwang langsung mendekati anak itu. Ya, ia mau membunuhnya.

Saat Ji Gwang mengangkat pedangnya, bersiap menebas anak itu, Dal Moon melihatnya dan bergegas melindungi anak itu.

Akibatnya, tangan Dal Moon lah yang terkena sabetan pedang Ji Gwang.

Dal Moon langsung mendekap anak itu.


Ji Gwang ingin membunuh Dal Moon.

Seja pun datang menolong Dal Moon.

Seja : Kurasa pedangku akan menusuk tenggorokanmu sebelum kau menusuk mereka.

Ji Gwang : Siapa kau? Pakaianmu terlalu mewah di sarang pengemis seperti ini.

Seja : Diam. Siapa kau sampai melakukan ini?


Dal Moon yang tak mau Seja dapat masalah, langsung menghentikan Seja. Seja menurut dan terpaksa menurunkan pedangnya.

Ji Gwang : Baiklah. Karena kita sudah tahu wajah masing-masing, mari kita akhiri ini. Kau Dal Moon, bukan? Kau suka hadiahku?

Dal Moon tersenyum kesal.


Ji Gwang : Ingatlah ini. Jika kulihat salah satu dari kalian di wilayahku sekali lagi, hanya kepala mereka yang akan kembali padamu.

Ji Gwang dan anak buahnya pergi.

Anak yang ditolong Dal Moon tadi, mengintip dari dalam. Ia terkejut melihat sosok Ji Gwang.


Setelah Ji Gwang pergi, Dal Moon lekas memeriksa Goon Tae dan si pendongeng. Ternyata mereka masih hidup. Dengan napas terengah-engah, Goon Tae memberi tahu Dal

Moon bahwa Gae Dol bekerja dengan Ji Gwang.

Si pendongeng : Mereka itu binatang. Mereka benar-benar tidak waras.

Dal Moon lantas menyuruh teman-temannya yang lain membawa Goon Tae dan si pendongeng ke dalam.


Seja lalu bertanya siapa mereka.

Dal Moon : Dia pemilik rumah bordil yang baru dibuka. Mereka ke sana untuk memeriksa...

Seja : Tunggu. Rumah bordil yang baru tempat orang-orang dari Dinasti Qing dan Jepang juga datang dan pergi?

Dal Moon : Bagaimana anda tahu?


Seja bergegas ke dalam dan mengambil pedang. Dal Moon menyusul Seja dan menenangkan Seja.

Seja : Yeo Ji dan Moon Soo di rumah bordil Do Ji Gwang sekarang.

Dal Moon : Tapi Anda mencari seseorang dari Dinasti Qing. Dia tidak ada hubungan dengan kasus ini.

Seja : Walau begitu, tidak bisa kubiarkan Moon Soo dan Yeo Ji berada di tempat berbahaya itu.


Tiba-tiba, Bom dan anak yang mereka selamatkan itu datang. Bom bilang anak itu mau bicara sesuatu. Dal Moon langsung mendekatinya.

"Pria yang tadi datang adalah orang yang memperdagangkan manusia. Dia adalah pria yang berusaha menjualku ke Dinasti Qing. Pria yang punya bekas luka di wajah. Aku jelas mengingat dia." ucap anak itu.

Mendengar itu, Seja langsung mengambil pedang dan pergi.

Dal Moon : Jeoha!


Bangsawan dari Qing mendekati Yeo Ji. Ia menanyaan harga Yeo Ji.

Yeo Ji kesal, aku sudah cukup marah sekarang, jadi, lebih baik kamu pulang.


Moon Soo datang membantu Yeo Ji.

"Siapa kau hingga berani terlibat? Kau adalah Qing Ren-nya atau apa?" tanya bangsawan itu

"Aku cukup yakin kau menanyaiku kenapa aku terlibat. Aku tidak mengerti perkataanmu. Tapi benar, itulah aku. Aku adalah Qing Ren-nya. Ada masalah dengan itu?" jawab Moon Soo.

*Qing Ren artinya kekasih.

Moon Soo juga menunjukkan pisaunya.

Moon Soo : Enyahlah jika kau enggan dipukuli sampai babak belur.

Bangsawan itu akhirnya pergi.


Yeo Ji : Apakah kau mengerti apa yang dia katakan?

Moon Soo : Apa? Qing Ren? Apa itu artinya?

Yeo Ji : Lupakan saja. Kau menemukan sesuatu?


Dua orang pria tiba-tiba lewat di depan mereka.

Sontak, Moon Soo langsung pura-pura memeluk Yeo Ji agar rencana mereka tidak ketahuan.

Moon Soo : Pelankan suaramu. Kau sendiri bagaimana?

Yeo Ji : Inspektur Yoon memberitahuku bahwa dia mendengar ini tempat pedagang manusia bertemu dan membuat kesepakatan.

Moon Soo : Bagaimana jika informasi itu salah? Itu mungkin jebakan.

Yeo Ji : Inspektur Yoon mendengarnya dari teman lama yang bekerja sebagai penjaga perbatasan.


Para pejabat Saheonbu sedang bersenang-senang. Salah seorang dari mereka kemudian pamit ke kamar kecil.

Pria mungil memperhatikannya dan mengikutinya.


Seja datang bersama Dal Moon. Mereka berpencar mencari Yeo Ji dan Moon Soo.


Seja sempat bertabrakan dengan si pria mungil itu. Senjata si pria mungil jatuh. Si pria mungil langsung mengambil senjatanya dan menyimpannya. Seja kaget melihatnya.

Moon Soo datang. Seja langsung menanyakan Yeo Ji.


Yeo Ji berjalan di koridor dan tidak sengaja mendengar pembicaraan para bangsawan tentang transaksi para gadis.

Yeo Ji menguping.


Seja memberitahu Moon Soo, orang yang mereka cari bukanlah bangsawan dari Qing.

Moon Soo heran, apa maksud anda Yang Mulia?


Yeo Ji yang tengah menguping ketahuan pengawal Ji Gwang.

Ji Gwang pun langsung keluar dari kamar.

Pengawal Ji Gwang langsung memberitahukan tentan Yeo Ji yang menguping.


Seja dan Moon Soo masih mencari Yeo Ji. Karena tidak menemukan Yeo Ji, mereka memutuskan berpencar.

Seja : Jika kau menemukan dia, kalian harus kabur lebih dahulu. Ini wilayah kekuasaan Do Ji Gwang. Kau tidak akan mampu melawan dia.


Ji Gwang : Sudah kuduga ada yang aneh. Mana mungkin ada perempuan yang tidak kukenal? Katakan padaku. Siapa? Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?

Yeo Ji langsung mengambil pisaunya dan menusuk Ji Gwang.


Setelah itu, ia mengambi seutas tali dan bertarung melawan anak buah Ji Gwang.

Moon Soo datang dan membantu Yeo Ji.

Ji Gwang : Bunuh mereka!


Seja yang mencari Yeo Ji malah melihat si pria mungil menusuk bangsawan yang pamit ke kamar mandi tadi.

Setelah si bangsawan itu mati, si pria mungil yang ternyata seorang gadis kecil, berusaha membunuh Seja.


Moon Soo dan Yeo Ji berhasil melumpuhkan anak buah Ji Gwang.

Pengawal Ji Gwang turun tangan. Ia berniat menusuk Yeo Ji tapi Moon Soo yang kena karena berusaha melindungi Yeo Ji.


Seja memelintir si pria mungil.

Saat itulah ia melihat tulisan di tengkuk belakang leher si pria mungil.  Tulisannya, "Pembunuh Majikan".

Seja kaget.

"Apa artinya itu? Untuk apa kau membunuh majikanmu?"

"Bunuh saja aku!" teriak si pria mungil.

Mendengar suara si pria mungil, Seja tambah kaget.

"Kau seorang perempuan?"


Majikan si pria mungil mengerang kesakitan. Seja melihat ke arahnya. Kesempatan itu pun digunakan si pria mungil untuk melarikan diri.

Seja kemudian mendekati bangsawan itu. Ia berteriak, memanggil bantuan.

Byung Joo datang dan kaget melihat pemandangan itu.


Sementara Yeo Ji bersiap melawan pengawal Ji Gwang.


Pisau yang digunakan si pria mungil untuk menikam majikannya, tertinggal disana.

Seja syok melihat tangannya yang berlumuran darah.

Endingnya, sudah bisa kalian tebak, kan? Ya, Byung Joo menuduh Seja sebagai pelakunya.

Bersambung.....

No comments:

Post a Comment