Friday, April 19, 2019

Haechi Ep 12 Part 1

Sebelumnya...

Sy lanjut Haechi dulu ya sampe tamat.....  Di Korea juga udah mau tamat...


Geum terkejut saat Yeo Ji mengatakan, ingin menjadi pelayan istana. Geum tanya, apa Yeo Ji tahu artinya menjadi pelayan istana.

Yeo Ji : Aku tahu. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi pelayan istana. Dan aku tidak memenuhi kriteria.

Geum berkata, bukan itu yang ia maksud. Yeo Ji tanya, apa maksud Geum.

Geum : Kau tahu apa tugas pelayan istana? Sebagai pelayan istana, kau harus melayani para atasan dan...

Yeo Ji memotong, tentu saja. Aku tahu ada beberapa banyak pekerjaan.

Geum berusaha menjelaskan apa yang dilakukan pelayan istana. Tapi Yeo Ji terus saja memotong kalimatnya. Yeo Ji berkata, mungkin ia juga harus bekerja di dapur. Ia pun meyakinkan Geum kalau ia juga pandai memasak.

Ia lalu meminta izin Geum untuk memasuki istana Putra Mahkota. Ia mengaku, ingin melindungi Geum.


Geum pun menjelaskan tugas seorang pelayan istana. Ia duduk disamping Yeo Ji, lalu memegang tangan Yeo Ji dan berusaha mencium Yeo Ji.

Tapi ia tak jadi mencium Yeo Ji. Yeo Ji tertegun.

Geum : Mianata. Entah apa yang kupikirkan tadi.

Yeo Ji : Jeo.. Jeoha...


Geum : Kau sudah mengerti? Seperti inilah yang terjadi jika kau menjadi pelayan istana. Hal-hal seperti ini akan terjadi, baik kau menyukainya atau tidak.

Geum lantas berdiri dan melarang Yeo Ji masuk istana.


Ja Dong dan beberapa pengawal yang menunggu Seja, cemas karena Seja belum kembali juga. Akhirnya Ja Dong memutuskan menjemput Seja tapi Se Ja kemudian datang. Se Ja lalu mengajak mereka pergi.


Yeo Ji berjalan menuju rumahnya sambil memikirkan penjelasan Seja tadi. Moon Soo tiba2 memanggilnya dari belakangnya. Yeo Ji tanya, sedang apa Moon Soo diluar. Moon Soo berkata, ia tadinya berniat mengawal Seja kembali ke istana tapi malah terjatuh.

Moon Soo : Kenapa sudah pulang? Kau tidak mengantarnya pulang?

Yeo Ji : Dia bersikeras pulang sendiri.

Moon Soo : Hya! Kau harusnya mengantar kakak pulang!

Yeo Ji lantas masuk ke dalam dan tidak menghiraukan Moon Soo lagi.


Moon Soo sendiri sepertinya tahu apa yang terjadi pada Seja dan Yeo Ji tadi.

Yeo Ji duduk di beranda dan memikirkan saat Seja menjelaskan tugas pelayan istana tadi.

Yeo Ji lalu memegangi dadanya.


Dua petugas patroli sedang berkeliling.

Sementara, seorang pria dengan sebuah tandu lengkap dengan empat pengangkat tandu tampak berdiri di ujung jalan. Pria itu menyuruh si peangkat tandu bergegas pergi. Pria itu berkata, petugas patroli tidak akan berkeliling sampai ke sana.

Tapi dua petugas patroli itu tiba2 datang karena mendengar suara. Sontak, pria itu kaget. Kedua petugas patroli meminta identitas pria itu. Pria itu berkata, ia agak telat mengawal majikannya pulang dan menyogok seorang petugas patroli dengan beberapa koin. Petugas patroli itu tersenyum.


Sementara petugas patroli yang lain memeriksa tandu. Tandu itu rupanya berisi timbunan koin.


Tandu berisi koin itu ternyata milik Kepala Personalia. Pria itu meminta maaf karena ketahuan petugas patroli lingkungan. Pria itu kemudian menyuruh Kepala Personalia untuk meminta bantuan Biro Kepolisian sebagai tindakan jaga-jaga.

Kepala Personalia pun kesal. Ia yakin, Kepala Biro Kepolisian akan meminta bagian juga jika ia meminta bantuan.


Epi 12 : Transaksi Kriminal


 Inwon sedang di dapur bersama dayangnya. Ia melihat makanan rakyat biasa.

Inwon : Kurasa ini yang rakyat kita makan saat sarapan.

Dayangnya berkata, mereka mengudap sayuran sambil minum arak beras.

Inwon : Ini akan menjadi pengalaman seru bagi Jusang dan Seja. Chinkyeongrye akan segera dimulai.

Inwon tersenyum.

*Chinkyeongrye maksudnya Raja memberi contoh dengan menjalankan tugas petani.


Gyeongjong mencoba menanam padi. Seorang petani memberitahu, bukan begitu caranya menanam padi.

"Kita harus mengatur bubungnya dengan tangan seperti ini." ucap pria itu menunjukkan.

"Aku melakukannya tiap Chinkyeongrye tapi selalu lupa." jawab Gyeongjong.


Tuan Jo membela Gyeongjong. Ia bilang wajar jika Gyeongjong tidak tahu kehidupa rakyat jelata.

Tuan Lee : Tapi ada yang pandai melakukannya meskipun baru kali pertama.

Mereka pun melirik Geum yang sedang melakukan pembajakan.

Tuan Lee dan Tuan Cho sama2 tertawa melihatnya.


"Pembajakan selesai. Apa aku sudah boleh menanam padi?"

Petani yang tadi memberitahu Gyeongjong pun terkejut sekaligus heran melihat Geum sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu.

Geum tersenyum.

"Aku giat belajar untuk melakukan tugasku. Bagaimana? Aku sudah memenuhi kriteria menjadi petani?"

Petani itu langsung menundukkan kepala memberi hormat pada Geum.


Sontak, Gyeongjong, Tuan Cho dan Tuan Lee tertawa tapi tidak dengan Tuan Jo yang menatap Geum dengan tatapan penuh kebencian.


Petani tadi menemui Seja secara pribadi. Ia mengaku ada yang belum sempat ia sampaikan pada Seja. Seja tanya, apa itu. Dan petani itu tiba2 saja berlutut pada Seja. Seja sontak kaget.

Petani itu berkata, sudah melihat seperti apa kebaikan hati Seja dan berterima kasih sudah mau mendengarkan ucapan petani seperti dirinya. Petani itu juga berkata selalu ingin membungkuk pada Seja.

Seja yang kaget menyuruh si petani berdiri.


Gyeongjong yang melihat itu dari kejahuan tersenyum melihatnya.


Begitu pun dengan Tuan Cho dan Tuan Lee.


Si petani itu lalu berkata, bahwa ia yakin Seja akan menjadi Raja yang hebat.


Seja sontak kaget mendengarnya.

Begitu pun dengan Tuan Jo yang langsung melirik Gyeongjong.


Si pendongeng kembali mempengaruhi rakyat. Ia berkata, jika tidak ada yang bekerja di ladang2 itu, apa yang akan rakyat makan dan kenakan.

Rakyat pun merasa ucapan si pendongeng ada benarnya. A Bong dan Jang Dal yang mendengar itu juga setuju dengan ucapan si pendongeng.

Si pendongeng berkata lagi, siapa yang membutuhkan dan dibutuhkan!


A Bong : Jiwaku berapi-api meskipun mendengar itu berkali-kali.

Jang Dal : Itu sebabnya kau menangis meskipun kau seorang pria?

Goon Tae tertawa melihat tingkah keduanya.


Si pendongeng bicara lagi.

"Jika aku Putra Mahkota dan diberi kesempatan untuk memimpin, aku bersumpah, akan membuat para tuan tanah membayar pajak!"


"Putra Mahkota akan menjadi Raja yang hebat!" ucap rakyat.

"Hidup Putra Mahkota!" teriak yang lain.


Di Saheonbu, para pejabat kesal karena rakyat memuja2 Seja dan mengkritik mereka karena sudah menangkap Seja. Salah seorang pejabat berkata, Saheonbu adalah oposisi Putra Mahkota dan yakin akan ada pembalasan dendam. Kepala Inspektur berkata juga yakin akan ada pertumpahan darah.

Byung Joo : Kau mencemaskan hal yang konyol. Siapa yang punya wewenang atas orang2 Saheonbu? Putra Mahkota? Raja? Bukan. Ingatlah kenapa kita menjalankan hukum tanpa menghadapi konsekuensinya. Tidak ada yang bisa mengguncang Saheonbu. Bukankah Saheonbu seperti itu?

Yang lain pun merasa Byung Joo benar.


Sementara itu Tuan Joo berkata, saat dunia makin menggila, mereka wajib menuntun org2 ke jalan yang benar.

Tuan Joo : Itu sebabnya Saheonbu dan para inspektur ada.

Tuan Joo pun mulai membagi2kan tugas.

"Hari ini kau menyidik korupsi Pangeran Jang Young, tugasmu mengurus pelengseran Wakil Menteri Ritus...."


Tuan Joo melewatkan Tuan Yoon.

"Kau menyidik pembunuhan penjaga gerbang."

Moon Soo dan Tuan Yoon tidak dapat tugas.

Sontak, Moon Soo langsung minta maaf atas kelakuan tidak sopannya dan berjanji akan mematuhi perintah Tuan Joo mulai sekarang. Kau mau aku menggonggong?


Moon Soo pun menggonggong seperti anjing.

Moon Soo : Anda tidak tahu sehebat apa aku.

Sontak Tuan Joo kebingungan.

Moon Soo lalu mendekati Tuan Joo dan melihat beberapa kasus yang masih ada.

Moon Soo : Seorang janda tidak mau memakamkan suaminya yang meninggal? Ini membutuhkan reformasi tradisi. Aku andal mengurus masalah semacam ini.

Tuan Joo pun menyuruh Moon Soo melepasnya tapi Moon Soo tidak mau sebelum diberi kasus.

Moon Soo : Aku akan mematuhi perintah anda, Ketua Tim.

Tuan Joo langsung senang dipanggil Ketua Tim.

Moon Soo akhirnya diberi kasus.

Tuan Yoon tanya, kenapa Moon Soo beralih ke pihak lain.

Moon Soo : Bertahan disini adalah yang terpenting bagiku. Aku harus dapat kekuatan dulu. Aku harus kerjakan kasus dulu jika ingin dapat kekuatan. Dan untuk mendapatkan kasus, aku harus merayu Ketua Tim.

Tuan Yoon : Maksudmu kau tidak mau kentara dan menunggu waktu yang tepat?

Moon Soo : Kita harus mencari rekan yang setuju dengan gagsan kita. Aku yakin bukan hanya kita yang berpikir Saheonbu keluar jalur.

Tuan Yoon tersenyum, kau cepat dalam mempelajari hal baru.


Moon Soo beranjak pergi tapi Tuan Yoon masih mengajaknya bicara. Tuan Yoon tanya, soal kasus Inspektur Cheon.

Moon Soo : Yeo Ji maksudmu? Ada apa dengan Yeo Ji?

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment