Saturday, April 20, 2019

Haechi Ep 12 Part 2


Jang Dal dan A Bong heran melihat tingkah Yeo Ji.

Yeo Ji duduk di halaman Saheonbu sambil senyum2 sendiri.

A Bong : Dia aneh bukan? Dia bahkan belum makan siang.

Jang Dal : Dia belum makan siang? Berhentilah bercanda.

A Bong : Aku bersungguh-sungguh.


Yeo Ji tiba2 memanggil A Bong. A Bong tanya, apa dia melakukan kesalahan. A Bong minta maaf meskipun ia tidak tahu dimana salahnya. Yeo Ji berkata bukan itu. Ia mengaku ada yang mau ditanyakannya.

Jang Dal : Pergilah.

A Bong : Kenapa harus aku?


Seja tak bisa berhenti memikirkan Yeo Ji yang hampir diciumnya semalam. Ia bahkan sampai menghembuskan nafasnya berkali2.


Lalu Cho Hong datang. Cho Hong yang mendengar hembusan nafas Seja pun berkata, bahwa hembusan nafas Seja bisa menciptakan kawah.

Cho Hong pun tertawa. Ia lalu tanya, ada apa.

Seja : Bukan apa-apa.

Cho Hong yakin ada sesuatu. Seja pun berkata, bukan hal yang penting. Ia mengaku melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan pada seseorang dan tidak tahu bagaimana cara menanganinya.


Cho Hong menatap Seja.

Seja : Wae?

Cho Hong : Jika anda melakukan hal yang tidak seharusnya dan wajah anda memerah, apa itu akhirnya terjadi?

Seja bingung, mwo?

Cho Hong : Haruskah benar2 ditangani? Yang Mulia sangat pemalu. Tidak ada yang disebut cinta terlarang.

Seja : Cin... cinta? Apa maksudmu?

Cho Hong mendekat, ini tentang Inspektur Cheon kan? Kalian sudah seberapa dekat? Sudah menyatakan cinta? Atau jangan2....


Seja tambah malu.

"Heo Sanggung!"

Cho Hong tertawa.

Seja : Heo Cho Hong!

Malu, Seja pun beranjak pergi.


A Bong terkejut mendengar cerita Yeo Ji. Ia lalu tanya, siapa yang melakukan itu ke Yeo Ji. Yeo Ji bilang tidak bisa memberitahu A Bong.

Yeo Ji : Yang pasti seorang pria.

A Bong : Maksudmu yang melakukan seorang pria? 

Yeo Ji mengangguk.

"Benar2 melakukan seperti ini?" tanya A Bong sambil meremas2 tangannya, seolah meremas sesuatu.

"Lalu seperti ini." jawab Yeo Ji sambil meletakkan tangannya didada.

A Bong makin kaget.

Yeo Ji : Ya, dia tiba2 berhenti tapi benar2 melakukan itu.

A Bong tertawa.


Yeo Ji tanya, apa maksudnya itu? Apa seperti pria dan wanita dalam lagu galau?

A Bong : Cheon Yeo Ji, kau tanya karena benar2 tidak tahu? Kau bilang dia memegangmu, menarikmu lalu berhenti. Seorang pria yang melakukannya. Menurutmu artinya apa?

Yeo Ji terkejut, A Bong. Apa sesuai dugaanku? Apa benar yang kupikirkan?


Dal Moon mendatangi sebuah rumah.

Ternyata itu bukan rumah, tapi rumah gibangnya Ji Gwang. 

Yoon Young syok melihat Dal Moon.

Mil Poong lalu datang. Ia tak menyangka Dal Moon datang lebih cepat dari dugaannya.


Mil Poong mengenalkan siapa Dal Moon pada Yoon Young. Ia mengatakan, bahwa Dal Moon adalah pria yang memegang semua informasi di seuruh kota.

Yoon Young gemetaran menuangkan teh untuk Dal Moon.

Mil Poong : Kudengar kau bekerja untuk Min Jin Hoon juga? Kudengar kau membantu rubah itu.

Dal Moon membantahnya, ia bilang itu hanya rumor.

"Bagaimana mungkin orang jalanan melakukan itu." ucap Dal Moon.

Mil Poong mengerti. Ia fikir, Dal Moon ingin menegosiasikan harga.


Mil Poong : Kau datang untuk bekerja denganku, kan? Aku orang yang royal dan baik hati. Uangku lebih daripada cukup.

Dal Moon : Aniyo. Aku datang karena tidak mau diganggu lagi oleh anak buahmu. Serta aku tidak bekerja dengan binatang sepertimu yang berpura2 menjadi manusia.

Dal Moon lantas membuang minumannya.

Dal Moon : Aku juga punya prinsip.

Mil Poong mulai kesal.

Dal Moon kemudian berdiri dan meminta Mil Poong berhenti mengganggunya.


Marah, Mil Poong langsung mengambil pedangnya dan siap menebas Dal Moon. Tapi Dal Moon menahan serangan Mil Poong dengan tangannya.

Mil Poong memutar pedangnya. Tangan Dal Moon mulai mengeluarkan darah.


Yoon Young marah.

"Kau gila? Kau bilang ingin membujuknya."

Yoon Young lalu merobek roknya dan melilit luka Dal Moon.


Mil Poong tanya, apa alasan Dal Moon bekerja untuk Seja.

Mil Poong : Karena kau juga punya ambisi! Kau ingin kaya dan berkuasa, kan!

Yoon Young : Kumohon hentikan!

Dal Moon : Saat itu aku memang menginginkan hal semacam itu. Karena seorang wanita.

Mil Poong : Bedebah ini bicara apa!


Dal Moon : Bukan kehidupan pengemis yang dia dambakan, tapi status yang lebih tinggi yang tidak bisa kuberikan. Benar, karena seorang wanita.

Yoon Young berkaca-kaca mendengarnya.


Yoon Young mengejar Dal Moon keluar. Yoon Young tanya, apa Dal Moon sudah tahu dia disana.

Dal Moon diam saja dan hanya menatap Yoon Young.


Lalu flashback, saat Dal Moon menyelamatkan Yoon Young yang mau terjun dari tebing.


Dal Moon lalu membuatkan api unggun untuk Yoon Young.

Yoon Young duduk di depan api dan menggigil kedinginan. Dal Moon lantas menyelimuti Yoon Young dengan mantelnya.

"Bok Dan, namaku Bok Dan." ucap Yoon Young.

Dal Moon berbalik.

"Kau?" tanya Yoon Young.

"Dal.. Dal Moon." jawab Dal Moon.


Yoon Young menangis melihat luka di tangan Dal Moon.

Yoon Young pun jatuh terduduk setelah Dal Moon mengatakan dirinya pantas mengenakan pakaian sutra.


Jang Dal dan Moon Soo sedang berkeliling menyelesaikan kasus. Jang Dal tanya, kenapa ada istri yang tidak mau memakamkan suaminya yang sudah meninggal.

Jang Dal lalu berkata, mereka harusnya sudah sampai sekarang.

Moon Soo : Kau menyuruh Yeo Ji istirahat?

Jang Dal : Ya, dia kelelahan dan tampak kurang sehat. Kudengar dia bahkan belum makan hari ini. Kurasa itu hanya lelucon.


A Bong kemudian datang dan minta maaf karena terlambat. Jang Dal pun langsung memarahi A Bong.

A Bong : Yeo Ji terus menanyakan hal radikal tentang pria dan aku harus menjawabnya.

Moon Soo : Dia bertanya soal pria?

A Bong : Iya, si bodoh itu membuatku gila. Dia benar-benar bodoh.

Jang Dal : Berhentilah mencari alasan.

A Bong : Aku tidak bohong.

Moon Soo : Tunggu. A Bong-ah, apa Yeo Ji....


Tiba2 terdengar suara teriakan wanita. Ketiganya kaget dan lansung mencari tahu.

Ternyata ada wanita yang mengancam akan bunuh diri jika jasad suaminya dikuburkan.

Wanita itu lalu berkata, bahwa suaminya mati meninggal secara tidak adil dan dibunuh.

Petugas Hanseongbu menyuruh anak buahnya menghentikan wanita itu.

Moon Soo menyuruhnya berhenti. Ia ingin mendengar kesaksian wanita itu.


Moon Soo lalu mendekati wanita itu.

Moon Soo : Aku dari Saheonbu. Apa maksudmu dia dibunuh?

Bersambung ke part 3

No comments:

Post a Comment