Sunday, April 21, 2019

Haechi Ep 12 Part 4

Sebelumnya...


Tuan Min : Jadi Kepala Pelayanmu mengakui kejahatannya pada Saheonbu?

Tuan Kwon yang berlutut pada Tuan Min meminta maaf. Ia mengaku, itu salahnya.

Tuan Kwon : Aku tidak bisa apa-apa soal suap, tapi terkait pembunuhan, meskipun Kepala Pelayanku harus mati, setidaknya biarkan aku...

Tuan Min marah. Ia bilang, Tuan Kwon harus mempertahankan Noron meski nyawa taruhannya.

Tuan Kwon ketakutan.


Tuan Min lantas mendekati Tuan Kwon.

Tuan Min :  Penyuapan, kau tidak bisa melakukannya diam-diam dan membuat kesalahan? Sadarkah kau apa yang sudah kau perbuat? Soron akan menggunakan ini sebagai dalih dan berusaha mengambil posisimu sebagai Kepala Personalia!


Tuan Min bergegas menemui Tuan Jo, Ketua MA sekaligus orang Soron. Ia berkata, mereka tidak bisa membiarkan Soron mengambil alih.

Dari kejauhan, tanpa ia sadari, Mil Poong memperhatikannya.

Mil Poong : Kita lihat saja Min Daegam, kau akan segera membutuhkanku.


Seja ke tempat Dal Moon. Disana, semua teman2nya ternyata sedang berkumpul.

Moon Soo : Jeoha, anda datang.

Yeo Ji : Jeoha....

Seja dan Yeo Ji langsung canggung. Yeo Ji bahkan tidak berani menatap Seja setelahnya.

Moon Soo yang memang tahu apa yang sudah terjadi pada keduanya pun maklum.


Moon Soo senang saat Seja bilang Petugas Yoon akan menjadi Kepala Personalia. Seja mengatakan, Raja akan mengumumkan hal itu besok.

Seja : Kau bekerja dengan baik Moon Soo-ya. Insiden itu membuat Noron tidak punya pilihan selain berkompromi.

Moon Soo : Aku senang telah membantu anda.


Yeo Ji : Itu bagus. Inspektur Yoon akan mudah menanganinya.

Seja setuju dengan ucapan Yeo Ji. Seja mengaku ia juga sangat mempercayai Petugas Yoon.

Barulah Seja dan Yeo Ji saling menatap.

Seja lalu berkata, masalah Saheonbu terkait dengan otoritas atas Kepala Personalia dan Kepala Personalia memiliki otoritas.

Seja : Maka Noron pasti akan mempertahankan posisi itu.

Moon Soo : Memberikan otoritas itu kepada Kepala Personalia awalnya untuk mencegah atasan tidak turut campur.

Seja : Semua sistem akhirnya mengungkapkan kelemahan mereka.


Dal Moon cemas, ia tahu Noron akan menentang hal ini.

Seja : Aku juga akan membantu Yang Mulia. Kau tidak perlu cemas. Lebih penting lagi, bisakah kau mengawasi Pangeran Mil Poong? Dia mengganggu Moon Soo dan Yeo Ji. Dia bukan orang yang akan diam saja.

Dal Moon : Aku mengerti.


Setelah itu, Seja kembali menatap Yeo Ji.

*Abis ini kita akan lihat Dal Moon di pihak Mil Poong gaes..... Tapi tenang aja, Dal Moon gak berkhianat kok.. Itu cara Dal Moon ngawasin Mil Poong.


Seja kemudian pamit. Sebelum pergi, Seja berkata, akan terus mengirimkan berita istana pada Dal Moon.

Moon Soo mengerti dan meminta Seja hati2 dalam perjalanan kembali ke istana.

Seja kemudian menatap Yeo Ji. Ia mau mengatakan sesuatu tapi tidak jadi dan pamit pergi.

Tapi Yeo Ji memanggilnya dan mengajaknya bicara empat mata.


Moon Soo, A Bong dan Jang Dal kembali ke dalam. Jang Dal mengajak mereka balik ke Saheonbu.

Moon Soo: A Bong, pria yang ditanyakan Yeo Ji padamu, itu soal pria dan wanita yang bergandengan tangan dan melakukan hal lain lebih dari itu?

Jang Dal tertawa dengan pertanyaan Moon Soo. Ia menyebut pertanyaan Moon Soo konyol.

Sementara A Bong kaget Moon Soo tahu. Ia tanya, apa Yeo Ji juga menanyai Moon Soo.

Moon Soo : Lantas apa kata Yeo Ji? Kau bilang apa?

Disini, barulah terlihat wajah kecewa Moon Soo.

*Moon Soo naksir Yeo Ji gaes...


Seja minta maaf pada Yeo Ji.

Seja : Malam itu aku....

Yeo Ji : Kenapa anda melakukannya? Perbuatan anda padaku malam itu, apakah benar2 sesuai dugaanku?


Sementara di dalam, A Bong menjelaskan, bahwa ia hanya memberitahu Yeo Ji yang sebenarnya.

A Bong : Cheon Yeo Ji, kau sungguh tidak tahu? Jika seorang pria melakukannya pada wanita, itu hanya berarti satu hal.


Seja kaget, apa maksudmu?

Yeo Ji : A Bong memberitahuku, hanya ada satu alasan kenapa pria melakukan itu pada wanita. Kau sekuat itu? Seberapa kuatnya dirimu? Ayo berkelahi. Katanya seperti itu.

*Tawa sy langsung pecah. Si A Bong ini bener2 ya..


Di dalam, A Bong masih memberi penjelasan pada kedua rekannya.

A Bong : Seorang pria menggenggam Yeo Ji, menarik dia dan menatap matanya, itu perkelahian psikologis sebelum perkelahian fisik.

Moon Soo langsung syok.

Jang Dal : Kurasa A Bong benar.

Moon Soo : Kurasa kalian benar. Dasar bodoh. Kenapa aku repot2 menanyai kalian.


Seja : Perkelahian psikologis? Maksudmu perbuatanku itu untuk memulai perkelahian psikologis?

Yeo Ji : Tapi aku tidak tahu soal itu dan salah paham. Kupikir kau punya perasaan padaku.

Seja : Itu...

Yeo Ji : Aku tahu itu konyol. Karena itu aku sangat kebingungan. Tapi Jeoha, apa aku sebegitu tidak bisa diandalkan? Karena itu kau berusaha memeriksa kecakapanku?

Seja : Bukan itu, Yeo Ji-ya. Bukan seperti itu.

Yeo Ji : Aku Cheon Yeo Ji, si senjata manusia. Aku sangat cakap. Aku ingin menjadi dayang dan melindungi anda dari dekat.

Seja langsung lemas.

"Itu sia2. Kau tidak memahaminya."

"Apa?"

"Ini memang akan terjadi. Kenapa aku terlalu memikirkan ini sampai begadang?"


Lalu Seja tertawa.

Seja : Keterampilanmu cukup. Tapi kau tetap tidak seharusnya bekerja di istana. Wanita seharusnya dilindungi oleh pria.

Yeo Ji tersenyum.

"Tapi aku inspektur wanita sebelum nenjadi wanita."


"Bagaimana jika aku seorang pria sebelum menjadi Putra Mahkota?"

Yeo Ji bingung maksud Seja.

Seja : Baiklah. Kurasa ini juga bagus. Aku suka menghadapi angin yang sama denganmu. Meski perasaanmu tidak sama denganku.

Yeo Ji bingung lagi dengan maksud Seja.


Sementara Moon Soo menatap mereka dari belakang.


Moon Soo pun teringat malam itu, saat ia melihat Seja berusaha mencium Yeo Ji.


Moon Soo curiga, Seja mencintai Yeo Ji.


Dal Moon ke rumah pelacuran Ji Gwang. Ia teringat tugas dari Seja untuk mengawasi Mil Poong.

Lalu Goon Tae datang. Belum sempat mereka bicara, Yoon Young datang memanggil Dal Moon.


Dal Moon langsung menarik Yoon Young ke tempat lain.

Dal Moon : Bagaimana bisa kau datang ke tempat ini?  Bisa-bisanya kau...

Yoon Young : Kau ingin bertemu denganku. Maka itu kau datang mengunjunginya. Aku? Tidak apa-apa. Seperti katamu, kehidupanku baik. Pakaian sutra dan rumah besar, aku! Seharusnya tidak pernah terlahir sebagai rakyat jelata.

Dal Moon kecewa, kau belum berubah. Sama sekali.

Dal Moon lantas menyuruh Yoon Young pergi. Ia tak mau sampai Mil Poong tahu Yoon Young mengunjunginya.

Tapi Yoon Young bilang Mil Poong tahu ia kesana.

Yoon Young : Aku memberitahu Mil Poong aku akan membawamu ke hadapannya dengan membujukmu.

Dal Moon : Yoon Bok Dan!


Yoon Young : Aku Cheon Yoon Young! Jigeum nan, Cheon Yoon Young irago! Jadi kumohon Dal Moon, bantulah Pangeran Mil Poong. Bantu dia menjadi Raja.

Dal Moon : Tolong berhentilah. Bisa-bisanya kau menjadi kejam seperti ini. Kau akan bertindak sejauh apa?

Yoon Young : Kau tidak tahu? Aku wanita yang jahat. Kau juga tahu itu. Kau menyelamatkanku dan melindungiku bahkan saat kau tahu betapa jahatnya aku. Sepanjang sepuluh tahun itu.


Dal Moon kecewa.

Yoon Young lantas membujuk Dal Moon. Ia bilang, jika Mil Poong gagal menjadi Raja, ia akan mati.

Dal Moon semakin kecewa.


Mil Poong dan Ji Gwang sedang melihat para bangsawan tengah berpesta dengan para gisaeng di rumah bordil mereka.

Mil Poong lalu menyuruh Ji Gwang memberikan mereka minol nonstop. Mil Poong menyebut mereka adalah kuda2nya yang akan mengawalnya masuk ke istana.

Ji Gwang tanya, siapa para berandal itu?

Mil Poong : Itu bukan urusanmu. Lakukan saja perintahku. Sekarang aku ingin kau pergi menjemput bangsawan yang sangat berbakat dalam menulis untukku. Akhirnya tiba waktuku untuk melangkah.

Ji Gwang : 500 Yang dan tanpa diskon.

Mil Poong : Kau dibutakan oleh keserakahan. Dan kau akhirnya akan masuk lubang berapi.


Mil Poong lalu pergi dan bergabung dengan mereka.


Noron marah mengetahui Petugas Yoon menjadi Kepala Personalia.

Byung Joo meminta mereka semua tenang. Ia berkata, itu hanya Yoon Hyuk.

"Hanya Yoon Hyuk? Bagaimana dengan Raja, Putra Mahkota dan Soron? Mereka baru menyatakan perang melawan Saheonbu!"

"Benar, ini perang! Mereka selama ini mengincar kita dan mereka akhirnya mulai berkelahi. Jika enggan kalah, kau harus tetap waspada."


Di Saheonbu, Petugas Joo menyesal karena tidak pernah bersikap baik pada Petugas Yoon.


Moon Soo diberitahu rekan2nya kondisi senior mereka di Saheonbu.

Rekan2 Moon Soo kesal. Mereka bilang, mereka harusnya mencemaskan negara mereka bukan cemas dipecat.

Moon Soo lantas mengajak teman2nya untuk bersatu agar mereka bisa menang.


Tuan Min menanyakan kondisi di Saheonbu. Inspektur Eksekutif melaporkan, bukan hanya para para inspektur yang khawatir tapi juga inspektur berpangkat tinggi. Di Saganwon pun keadaannya juga tidak jauh berbeda.

"Ada saatnya kita harus kalah. Yang penting sekarang adalah memperkecil kerugian." jawab Tuan Min.


Ja Dong memberitahu Seja bahwa Tuan Kim dan Yi Myung sedang menuju ke tempatnya.


Tak lama, mereka datang. Ternyata Seja lah yang memanggil mereka. Seja bersikap ramah dan mengajak mereka masuk.

Sontak Tuan Kim heran. Yi Myung berkata, itu karena Seja mau mereka ada di pihaknya.


Seja memberitahu Tuan Lee kalau Tuan Kim dan Yi Myung akan memihaknya.

Tuan Lee : Mereka sudah tahu bahwa terlambat untuk kembali. Soron juga sedang berkumpul.

Seja : Kesempatan seperti ini sangat langka. Sebelum mereka menyerang balik...


Lalu, Tuan Min dan antek2nya datang. Tuan Min mengaku, senang bertemu Seja disana.

Suasana langsung tegang. Tuan Min berkata, sejak Seja memasuki istana, istana langsung kacau.

Tuan Min : Stabilitas harus menjadi prirotas utama dalam hubungan politik.

Seja : Mungkin begitulah kasusnya untuk mereka yang takut pada perubahan. Itu jika mereka merasa akan kehilangan sesuatu.

Tuan Min : Tampaknya pemikiran anda berbeda dari orang lain. Tapi kenyataannya mampu melakukan apa yang dilakukan orang lain sudah merupakan pencapaian besar. Anda mungkin menganggap Noron sebagai lelucon. Anda bertekad untuk menjadi berbeda dan tidak seperti kami. Anda pasti yakin bahwa anda akan menjadi berbeda jika itu pun menyangkut politik." jawab Tuan Min.

"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Seja.


"Orang bodoh cenderung yakin bisa melakukan sesuatu yang berbeda dibandingkan orang lain. Anda tahu kenapa? Itu karena kebodohan mereka membutakan mereka dari mengakui kompetensi dan batasan mereka." jawab Tuan Min.


Tuan Lee marah.

"Jangan mengatakan apapun lagi!"

Yang lain juga marah.

"Bisa-bisanya kau bicara begitu pada Putra Mahkota!"

Seja : Ani! Jangan terlibat!


Seja lalu mendekati Tuan Min.

Seja : Aku ingin dia menyelesaikan apa yang mau dia katakan.

Tuan Min tersenyum pongah.

Seja : Kau bodoh. Tidak tahu diri. Itukah saran setiamu kepadaku, sang Putra Mahkota?

Tuan Min : Tentu tidak. Aku tidak mungkin berani bilang begitu. Tapi jika anda mengizinkan aku ingin mengatakan sesuatu yang agak kasar. Kenapa anda pikir Soron berbeda? Lakukan saja apa yang dilakukan orang lain, Yang Mulia. Itu saja sudah merupakan pencapaian besar. Aku setidaknya harus berusaha menjadi sebaik Noron. Itu lebih dari cukup untuk menjaga keamanan negeri ini. Anda akan segera menyadari itu.


Seorang pria menemui Mil Poong. Mil Poong membaca surat dari pria itu. Setelah membacanya, Mil Poong memuji keterampilan menulis pria itu.


Sementara itu, Goon Tae masih mengawasi Mil Poong.


Goon Tae langsung memberitahu Dal Moon bahwa Mil Poong sudah mulai bergerak.


Kantor Seketaris Kerajaan kini menerima surat yang ditulis oleh pria itu. Mereka terkejut.


Tuan Jo yang juga sudah menerima surat itu marah.

"Aku sudah menduga ini akan terjadi. Sang Putra Mahkota mulai mendapatkan kekuatan besar. Aku selalu takut ini terjadi."


Seja sedang memikirkan kata2 Tuan Min tadi.

Mil Poong lalu datang dan meminta Seja mendengarkan kata-katanya.


Gyeongjong marah besar. Ia tidak mengerti bagaimana bisa ada petisi yang membawa petaka.

Tuan Jo : Karena itu, sudah kubilang jangan melindungi Putra Mahkota. Itu akhirnya akan menjadi belati yang menusuk anda. Beraninya dia memerintah perwakilan. Anda masih dalam masa kejayaan Yang Mulia! Bagaimana seseorang bisa mengatakan sesuatu yang sangat merusak, meminta mempercayakan pemerintahan pada istana Putra Mahkota.


Sementara Mil Poong berkata pada Seja akan ada bumerang yang mengalahkan Seja.


Goon Tae tanya pada Dal Moon, mereka harus bagaimana. Dal Moon melarang mereka bertindak.


Seja : Apa yang kau ocehkan, Tan? Kau....

Mil Poong tersenyum licik.

Bersambung...............

Seja dalam bahaya gaes..... dan Gyeongjong salah paham pada Seja.

No comments:

Post a Comment