Tuesday, April 23, 2019

Haechi Ep 13 Part 1

Sebelumnya...


Mil Poong datang menemui Seja.

Mil Poong : Aku datang untuk menemui Anda, Yang Mulia. Aku mencari dari tadi karena Anda tidak ada di Istana Putra Mahkota. Anda berada di paviliun yang sejuk. Bukankah Anda agak terlalu santai?

Seja : Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan ocehanmu. Posisi kau dan aku saat ini terlalu berbeda untuk itu.

Mil Poong : Namun, lebih baik Anda mendengarkan apa yang harus kukatakan. Semua orang itu sama, Yang Mulia.


Gyeongjong marah besar.

"Bagaimana bisa... ada petisi yang membawa malapetaka begini!"

"Karena itu aku mengatakan kepada Anda agar tidak melindungi Putra Mahkota. Itu akhirnya akan menjadi belati dan menyerang Anda." jawab Tuan Jo.


Sementara itu, Dal Moon melarang Goon Tae melakukan apapun.


Mil Poong : Jika manusia merasa terancam akan sesuatu yang mereka miliki, mereka akan berbuat apa pun untuk melindungi kepunyaan mereka. Kau telah dibutakan. Begitu Anda dipenuhi oleh keserakahan. Seperti yang kualami di masa lalu. Itu sama untuk semua orang.

Seja bingung, apa yang kau ocehkan, Mil Poong gun?

"Bumerang. Bumerang yang akan menggagalkan rencana Anda segera menyapu istana. Ini bukan semacam angin sepoi musim semi yang lembut. Angin itu akan penuh dengan bau darah, Seja Jeoha."


Tuan Jo marah mengetahui anggotanya sedang menyiapkan pelajaran untuk Seja.

Tuan Jo : Kalian tahu apa yang sedang terjadi? Kalian melayani siapa? Kalian melayani Yang Mulia atau Putra Mahkota?


Seja sendiri kaget saat dikasih tahu Ja Dong kalau kelasnya dibatalkan.

Seja lalu mengambil bukunya dan teringat kata2 Mil Poong gun soal bumerang yang akan segera menyapu istana.

Seja kemudian melihat ke belakangnya dan melihat banyak penjaga berlarian ke suatu tempat.


Ep 13, GODAAN


Petugas Joo ke rumah Petugas Yoon tapi pelayan bilang Petugas Yoon tidak ada di rumah.

Petugas Joo pun berniat menitipkan ginseng untuk Petugas Yoon. Tapi si pelayan menolak dan buru2 masuk ke dalam. Si pelayan bilang, ia dilarang menerima hadiah apapun dari para pejabat.

Petugas Joo gondok.

"Kenapa pelayan Petugas Yoon sangat keras kepala dan jelek?"


Saat berbalik, Petugas Joo bertemu pejabat yang lain yang juga berniat memberi Petugas Joo ginseng.


Petugas Yoon sedang memeriksa surat2.

Tak lama, kedua rekannya datang. Ternyata Petugas Yoon sudah berada disana 10 hari dan tidak pulang-pulang. Sang rekan tentu saja terkejut.

Petugas Yoon : Aku bersyukur kalian disini. Ini penunjukan baru untuk ketiga agensi. Segera kirim ini ke Saheonbu, Saganwon, dan Hongmoongwan.


Petugas Joo dan para inspektur Saheonbu lainnya sedang membaca pengumuman itu.

Petugas Joo terkejut, ini tidak masuk akal. Bukankah ini berarti mereka akan mengubah segalanya?

Petugas Joo kemudian pergi dengan wajah lemas.


Lalu, Moon Soo dan rekan2nya datang.

"Mereka mengubah ketiga agensi! Ini penunjukan personalia baru Kepala Bagian! Mulai hari ini, 25 Maret, semua pejabat saat ini dari Saganwon, Hongmoongwan, dan Saheonbu akan dievalusai kembali." ucap Moon Soo.

"Inspektur Park, itu sudah dimulai. Akhirnya. Akhirnya terjadi." jawab rekan Moon Soo senang.


Istana langsung kacau. Para pejabat tidak terima korupsi dijadikan alasan untuk pergantian.


Byung Joo juga sedang membaca surat itu.

"Jika korupsi berhubungan dengan penunjukan pangkat, curang, atau masalah yang ditemukan selama periode ini, pangkat mereka akan diturunkan. Dan jika aksi korupsi itu ternyata parah, personalia yang terkait akan dipecat dan ditahan bahkan dengan status mereka saat ini. " ucap Byung  Joo.

Inspektur Eksekutif marah.

"Yoon Hyuk. Apakah orang ini sudah gila! Bisa-bisanya dia melakukan ini pada Saheonbu!"

"Kita semua tidak akan dipecat, bukan?" cemas yang lain.

"Kau tidak mengenal Yoon Hyuk? Dia sangat keras kepala hingga tidak berkompromi dengan kenyataan. Itu karena Putra Mahkota dan Yang Mulia memihak dia. Dia percaya diri karena itu." jawab Byung Joo.


Seja bicara dengan kasim kakaknya.

"Kudengar Kepala Bagian Yoon datang ke istana?" tanya Seja.

"Ye, Seja Jeoha.  Anda harus masuk." jawab kasim.


Gyeongjong tanya, semua pejabat dari ketiga agensi akan dievaluasi kembali?

Petugas Yoon : Ye, Cheonha.  Kukirimkan penunjukan personalia ini kepada ketiga agensi lebih dahulu.

Kasim lalu mengumumkan kedatangan Seja. Sontak Gyeongjong kaget karena ia merasa tidak memanggil Seja.

Petugas Yoon berkata, ia lah yang menyuruh Seja datang.


Begitu Seja masuk, Gyeongjong nampak kecewa dan kesal. Tangannya bahkan sampai ikut gemetaran.


Tuan Lee dan Tuan Cho membela Seja. Tuan Cho bahkan berkata, itu hanya surat yang menyarankan pemerintahan perwakilan.

Tuan Jo marah.

"Cuma surat? Kau tidak tahu apa artinya pemerintahan perwakilan? Itu berarti Yang Mulia harus pensiun sekarang. Itu cukup untuk menuduh Putra Mahkota atas pengkhianatan."

"Tapi Putra Mahkota yang kulihat bukan seseorang yang akan mengancam Yang Mulia." jawab Tuan Lee.

"Sejak kapan kau memercayai orang jika itu menyangkut politik? Kita harus melihat fakta, bukan manusia. Jika Putra Mahkota berbuat lebih baik dan lebih populer, posisi Yang Mulia akhirnya akan terancam." ucap Tuan Jo.


Gyeongjong tanya, jadi Putra Mahkota punya pendapat berbeda? Ia bertanya dengan wajah sedikit marah.

Seja : Jika boleh kutambahkan pendapat, aku akan berkata demikian. Penunjukan personalia Kepala Bagian Yoon dibutuhkan untuk revolusi ini. Tapi sebelum mengambil tindakan ini, kurasa lebih baik memberi kesempatan kepada orang-orang untuk bertobat.

Petugas Yoon : Maksud Anda memberikan mereka kesempatan untuk berubah?

Seja : Terutama Saheonbu adalah organisasi yang angkuh dan kompak. Makin kita tekan, mereka akan makin melawan. Itu akan kembali sebagai beban untuk Yang Mulia.


Gyeongjong tersenyum muak. Ia tak percaya Seja mencemaskannya.

Seja : Jadi, kupikir lebih baik Anda berhenti terlibat dan memberikan mereka kesempatan. Anda memperingatkan mereka tidak akan menyintas tanpa perubahan.

Berikan waktu lebih dahulu kepada mereka. Lalu wujudkanlah penunjukan personalia.

Gyeongjong : Kau ingin Kepala Bagian Yoon memimpin dari depan dan aku membuka pintu belakang?

Petugas Yoon : Aku juga berpikir Putra Mahkota menilai dengan benar.

Gyeongjong : Pasti. Keterampilan politik Putra Mahkota luar biasa. Tidak heran kau berpikir tidak masuk akal bahwa akulah raja.


Sontak Seja dan Petugas Yoon kaget dengan kata2 Gyeongjong ini.

Seja lantas berusaha menjelaskan bahwa ia tidak pernah punya pikiran seperti itu. Tapi belum sempat melakukannya, Gyeongjong yang sudah terlanjur tersinggung itu pun menyuruh Petugas Yoon langsung bicara saja pada Seja.

Seja, tapi Yang Mulia....

Gyeongjong : Aku mengatakannya karena kau mumpuni! Tampaknya kau lebih baik dariku.

Gyeongjong beranjak pergi.


Diluar, Petugas Yoon mencoba membahas tentang sikap aneh Gyeongjong itu. Tapi Seja berkata, bahwa ia harus pergi sekarang dan akan memberitahu Petugas Yoon detail nya nanti.


Tuan Min dan dua anteknya sedang membahas petisi yang diterima Gyeongjong dan sikap aneh Soron. Salah satu antek Tuan Min tidak tahu bagaimana harus mengetahuinya.

Mendengar itu, Tuan Min yakin ada masalah. Tuan Min lalu tanya, siapa yang mereka di Seungjeongwon?

Tuan Min : Segera cari tahu petisi itu mengenai apa.


Seja pun langsung mencari Dal Moon. Dal Moon terperangah mendengar cerita Seja soal kata-kata Mil Poong gun tentang bumerang yang akan menyerang istana.

Seja yakin, Mil Poong gun merencanakan sesuatu tapi saat Seja tanya ke Dal Moon soal sikap aneh Mil Poong, Dal Moon justru berbohong, mengatakan Mil Poong tidak pernah bersikap aneh belakangan ini. Dal Moon bilang, Mil Poong hanya minum2 di rumah bordil.

Seja heran : Lantas suasana yang aneh di istana hari ini tidak ada hubungannya dengan Pangeran Mil Poong?

Dal Moon : Anda bilang suasana di istana tidak biasa?

Seja : Yang Mulia mencurigai aku.

Dal Moon : Aku akan cari tahu apa yang terjadi di balik tembok istana. Aku akan mengabari Anda begitu aku tahu.

Seja berterima kasih karena Dal Moon selalu membantunya.


Goon Tae yang mencuri dengar pun heran kenapa Dal Moon tidak memberitahu Seja tentang sikap aneh Mil Poong.

*Jgn salah paham ya gaes, Dal Moon ini masih di pihak Seja kok...


Byung Joo bergegas menemui ke rumah bordil Ji Gwang.

"Para pejabat dari ketiga agensi dan Saheonbu berkumpul di sini." ucap Byung Joo pada Ji Gwang yang lagi duduk santai.

"Ayo kesana." jawab Ji Gwang enteng.

Sontak, Byung Joo kesal dengan sikap Ji Gwang dan langsung menodongkan pedangnya pada Ji Gwang.

"Sikap macam apa itu! Kau tahu siapa aku!"

"Saheonbu Jipyeong, Wi Byung Joo Naeuri." jawab Ji Gwang sambil menyingkirkan pedang Byung Joo.

Ji Gwang :  Ayo ke sana. Kau pasti putus asa untuk menyintas.


Lalu, Byung Joo disuruh masuk oleh seorang Inspektur Saheonbu.

Byung Joo pun bergegas pergi.


Setelah Byung Joo pergi, Mil Poong gun keluar.

"Inspektur eksekutif Saheonbu Wi Byung Joo. Dia bidak lain yang akan membawakan takhta raja kepadaku."

"Kau sibuk sekali. Kau pasti sudah lama mempengaruhi dia." jawab Ji Gwang.

"Aku telah menunggu hari ini. untuk menyingkirkan Putra Mahkota. Awasi Wi Byung Joo baik-baik dan sampaikan apa yang kukatakan." ucap Mil Poong.


Byung Joo berkata pada rekan2nya bahwa mereka pejabat terbaik dari ketiga agensi.

Byung Joo : Kita tidak bisa biarkan Raja dan Putra Mahkota menindas kita.

"Mereka bilang Raja telah berhenti terlibat untuk memberi kita kesempatan bertobat." jawab yang lain.

"Bertobat?" tanya Byung Joo.

"Perintah sudah diberikan kepada Saganwon dan Hongmoongwan. Jika kita menyingkirkan sendiri pejabat yang korup, perintah mungkin akan disesuaikan."

"Itu rencana mereka!  Kalian akan menerima begitu saja?vMereka berusaha memecah kita.Kita harus mengumpulkan kekuatan dan temukan cara untuk menyintas." ucap Byung Joo.


Di Saheonbu, Kepala Inspektur Eksekutif terkejut mendengar mereka harus menyerahkan Byung Joo.

"Raja dan Putra Mahkota sudah memberikan sinyal. Dia akan biarkan yang lain hidup jika kita berkorban." ucap salah satu inspekturnya.

Sang Kepala keberatan menjadikan Byung Joo tumbal. Inspekturnya mengingatkan, mereka bisa mati kalau tidak menyerahkan Byung Joo.

"Benar. Sebenarnya, Saheonbu menjadi target karena Inspektur Eksekutif Wi memprovokasi Istana Putra Mahkota." ucap Kepala Inspektur setuju.

"Itu dia. Kita tidak bisa menderita karena itu padahal tidak bersalah. Ungkap korupsi Inspektur Eksekutif Wi dan selamatkan Saheonbu. Lagi pula, Wi Byung Joo bukan Noron. Dia itu Namin yang bertingkah seperti kelelawar." jawab inspekturnya.


Tanpa mereka sadari, Byung Joo yang mendengarnya diluar pun marah.

"Karena aku dari keluarga Namin, mereka bisa menyerahkan aku kapan saja. Meskipun aku telah sangat setia."


Panik, Byung Joo pun berusaha melenyapkan barang bukti. Ia menyuruh Petugas Joo membakar surat2 kasus yang ditanganinya.


Tapi tiba2, Moon Soo datang dan memungut salah satu kertas.

"Sudah kuduga. Kau pasti merasa bersalah sampai terburu-buru ingin membakar surat ini."

"Letakkan itu, sekarang juga!" perintah Byung Joo.

"Itu sulit. Ini bukti untuk membuktikan korupsimu." jawab Moon Soo.


Lalu, A Bong, Jang Dal dan para polisi masuk. Mereka bersiap menangkap Byung Joo.

Moon Soo : Perintah dari Inspektur Kepala. Mulai saat ini, Inspektur Park Moon Soo akan menginvestigasi korupsi dari Inspektur Eksekutif. Bawa dia ke ruang pemeriksaan. Dan ambil semua berkas kasus.

Byung Joo marah. Ia mau menyerang Moon Soo tapi langsung ditangkap Jang Dal dan A Bong.

Byung Joo : Kau tahu siapa aku hingga memperlakukan aku begini?

Jang Dal : Tentu aku tahu. Tersangka yang diinvestigasi atas korupsi.

A Bong : Ini pasti kotor sekali. Ini seperti mengangkat tinja.

Moon Soo : Pejabat tinggi berusaha mengorbankanmu dan menyelamatkan diri mereka. Tapi jangan cemas. Kau tidak akan menjadi satu-satunya. Mereka semua akan kuikat dan kuusir.


Byung Joo pun meminta bantuan Petugas Joo. Petugas Joo yang takut, pura2 tidak melihat.


Byung Joo dibawa ke ruang investigasi. Ia marah.

"Aku inspektur eksekutif Saheonbu!"


"Tentu saja." jawab A Bong.

"Awasi dia baik-baik sampai investigasi selesai. Jangan sampai dia lolos seperti tikus." ucap Jang Dal.

Jang Dal dan A Bong beranjak pergi.


Byung Joo marah dan menyuruh para petugas menyingkir. Tapi para petugas langsung mengarahkan trisula mereka pada Byung Joo.

Bersambung ke part 2............

No comments:

Post a Comment