Tuesday, April 23, 2019

Haechi Ep 13 Part 2

Sebelumnya...


Moon Soo, Yeo Ji, A Bong, Jang Dal dan Geum sedang berkumpul. Moon Soo berkata, Noron sudah melakukan sesuai yang mereka harapkan dengan menyerahkan Byung Joo.

"Anda seharusnya lihat dia dibawa pergi." ucap Jang Dal.

"Rasanya luar biasa melihat dia ditahan." sambung A Bong.

"Inspektur Eksekutif Wi harus membayar perbuatannya. Tapi aku merasa tidak enak padanya. Dia diserahkan gara-gara dia bukan seorang Noron." jawab Seja.

"Jangan cemas, Yang Mulia. Itu tidak akan berakhir dengannya. Aku akan mengurus Saheonbu." ucap Moon Soo.

"Jangan lengah, Moon Soo. Momentum ini harus mengarah pada reformasi sistem." jawab Seja.

"Ya. Kalau tidak, momentum ini bisa menjadi bumerang kapan saja." ucap Moon Soo.


"Yang Mulia, apa yang terjadi di istana? Kudengar di Jamojeonga bahwa Anda mengumpulkan informasi dari istana." tanya Yeo Ji.

"Informasi dari istana? Yang Mulia, kenapa..." tanya Moon Soo juga.

"Tidak usah cemas. Tidak ada yang aneh." jawab Seja.

"Dari apa yang kudengar..."

"Astaga, kau cemas lagi." jawab Seja sambil menyentuh kepala Yeo Ji.

"Istana dikenal memiliki segala macam rumor." lanjut Seja.


Yeo Ji tetap tak tenang. Moon Soo lalu datang dan menyentuh kening Yeo Ji dengan telunjuknya.

"Lihatlah semua keriput ini. Ini menunjukkan betapa jantannya dirimu." ucap Moon Soo.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Yeo Ji.

"Menurutmu apa? Aku mengingatkan diri sendiri betapa jantannya dirimu dan fakta bahwa kau adikku dan saudara bungsu dari grup ini." jawab Moon Soo.

"Jadi?" tanya Yeo Ji.

"Aku hanya mengatakan bahwa kuharap kita bisa terus menjadi saudara seperjuangan seperti ini. Kau aku, dan Putra Mahkota." jawab Moon Soo.

"Kita selalu saudara seperjuangan. Kenapa tiba-tiba memastikan?" tanya Yeo Ji.


Moon Soo tampak sedih. Tapi ia langsung menyembunyikan kesedihannya itu.

Moon Soo berdiri dan tanya, apa yang Yeo Ji pikirkan sampai tidak menyadari kedatangannya.

"Aku hanya terus mencemaskan Putra Mahkota. Aku jengkel sekali karena cuma bisa khawatir." jawab Yeo Ji.

"Mengenai ucapanmu kepada Yang Mulia tadi... Apakah itu sangat serius?" tanya Moon Soo.

"Putra Mahkota mengumpulkan informasi dari istana. Dia mengamati Raja dengan bantuan Dal Moon. Tapi aku tidak paham kenapa. Menurutmu kenapa dia melakukan itu?" jawab Yeo Ji.


Seja terkejut saat Kasim bilang, Gyeongjong tidak mau menemuinya karena gangguan pencernaan. Seja pun berkata, kalau Gyeongjong sakit, ia harus menemui Gyeongjong.

"Tugasku sebagai Putra Mahkota itu memberi obat untuk Yang Mulia."

Tuan Jo tiba2 muncul dan menegaskan kalau ia dan tabib kerajaan lah yang akan mengantarkan obat untuk Gyeongjong.

"Aku juga kepala tabib." ucap Tuan Jo.

"Tunggu. Kau melakukan ini berdasarkan perintah Raja?" tanya Seja.

"Itu benar, Yang Mulia. Dan Anda harus ingat bahwa Anda tidak bisa menolak perintah Raja." jawab Tuan Jo, lalu pergi.

Seja pun tambah aneh dengan sikap Gyeongjong.


Tuan Jo meminta Gyeongjong menghukum Seja. Gyeongjong tidak mau. Ia yakin, Seja tidak tahu apa2 soal petisi itu. Tapi Tuan Jo terus menghasut Gyeongjong.

"Peran Putra Mahkota adalah mendukung otoritas kerajaan, bukan mengancamnya. Namun, fakta bahwa seseorang ingin dia menjadi perwakilan pemerintah berarti Putra Mahkota sudah menjadi ancaman bagi takhta kerajaan, Yang Mulia."


Gyeongjong lalu kembali membaca petisi itu.

"Negara tidak stabil, dan rakyat negara ini kacau balau."


Lalu ia mengingat saat seorang rakyatnya mengaku yakin Seja akan menjadi Raja yang hebat.

Petisi : Namun, selama kekacauan ini, Putra Mahkota menunjukkan kemampuan untuk menghibur rakyat dan memerintah negara ini dengan sangat kompeten. Karena itu, tolong penuhilah harapan rakyat Anda. Rakyat Anda, Rakyat Joseon. Aku berani berkata benar apabila Anda membiarkan Putra Mahkota menjadi perwakilan pemerintahan.


Lalu ia ingat kata2 Seja saat menemuinya bersama Petugas Yoon tadi.

"Jadi, kupikir lebih baik Anda berhenti terlibat dan memberikan mereka kesempatan."


Gyeongjong terhasut gengs!


Daebi Mama mendapat laporan tentang Gyeongjong yang menolak kunjungan Seja. Daebi Mama sontak heran. Ia curiga, telah terjadi sesuatu diantara mereka.

Bersambung ke part 3.......

Kampret laa si Tuan Jo ini.... ngasut2 Gyeongjong tapi tenang gengs, entar Seja dibela Tuan Min.

No comments:

Post a Comment