Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 13 Part 4

Sebelumnya...


Tuan Min penasaran, siapa yang mendalangi skema surat pemerintahan perwakilan itu.


Sementara itu, Mil Poong dan Byung Joo bertemu diam2. Mil Poong mengakui, ia lah yang mendalangi surat pemerintahan perwakilan itu.

Byung Joo tanya, kenapa Mil Poong memberitahunya. Apa Mil Poong tidak takut ia akan bicara pada Saheonbu.

Mil Poong : Karena aku tahu kau tidak akan melaporkanku. Wi Byung Joo, inspektur eksekutif Saheonbu. Tapi kau  diusir dari grup. Kau disidik karena melakukan penyimpangan. Kau juga harus melepas seragam mewah itu sebentar lagi. Aku tahu betul bagaimana kelihatannya. Inilah yang kulihat pada cermin genggam. Sangat mirip dengan yang terlihat di mataku. Kau berjuang mati-matian untuk menjadi seperti sekarang. Jadi, aku yakin kau tidak akan mudah menyerah. Aku yakin kau juga ingin menghancurkan Putra Mahkota.

Byung Joo : Apa rencanamu? Kau tidak akan bisa menyingkirkan Putra Mahkota hanya dengan surat pengajuan pemerintahan perwakilan.


Beberapa orang di rumah bordil sedang membahas Seja.

"Bagaimana situasi di tempatmu? Apa pendapat Inspektur Kepala?"

"Situasi kurang bagus. Sepertinya dia tidak punya rencana."

"Bagaimana dengan kakekmu? Dia juga kebingungan? Kenapa dia harus terlibat dengan Putra Mahkota?"

"Aku takut keluarga kami berada dalam bahaya."

Lalu Ji Gwang datang membawakan mereka minuman.


Mil Poong janji pada Byung Joo, akan menjadikan Byung Joo Kepala Saheonbu jika Byung Joo mau bekerja sama dengannya dan membantunya menghancurkan Seja.

Mil Poong lalu menunjukkan suratnya. Mil Poong :  Semuanya ada di sini. Semua yang kita butuhkan untuk menyingkirkan dia ada di sini.

Byung Joo kaget membacanya.

"Mil Poong gun daegam, dengan ini, kita bisa menyerang...

"Tidak. Jangan hari ini. Mungkin besok. Saat menjalankan ritual pertobatan, kudengar seluruh tubuh kita akan sangat kesakitan setelah dua jam berlutut. Konon, rasanya sungguh menyakitkan sampai membuat kita ingin mati. Kita harus membiarkan Putra Mahkota melindungi istana kerajaan, setidaknya sampai hari ini. Dia harus merasakan seperti apa penderitaan. Hanya itu caranya agar Lee Geum sadar akan kebenaran. Menjadi raja? Itu tidak akan pernah terjadi. Dia akan sadar bahwa dia hanyalah seekor serangga."


Seja masih berlutut. Hujan sudah berhenti. Cho Hong dan Ja Dong mendekati Seja. Cho Hong menangis dan meminta Seja berhenti.

Tapi Seja menyuruhnya pergi.

Ja Dong membawa Cho Hong pergi.


Inwon berusaha melunakkan hati Gyeongjong.

Inwon : Jika boleh bicara, kurasa aku memahami perasaanmu. Dan perasaan Putra Mahkota. Kau selalu hidup dengan ketakutan akan dilengserkan. Kau yang

paling tahu betapa menyakitkannya itu. Lantas kenapa kau  berniat membuat Putra Mahkota merasakan penderitaan yang sama?

Gyeongjong tersinggung.

"Maksud Anda aku menyulitkan Putra Mahkota?"

"Kau tahu mana yang benar. Hanya saja, saat ini perasaanmu yang tulus diguncang oleh kata-kata iblis."

"DAEBI MAMA!"


Kasim kemudian datang, menyuruh Gyeongjong bergegas.


Tuan Cho gemetar membaca laporan pengkhianatan yang dikirimkan oleh Byung Joo.

Tak lama, Gyeongjong datang. Ia marah besar.


Moon Soo yang melihat pasukan Saheonbu bergerak, langsung menemui A Bong dan Jang Dal.

Moon Soo marah saat tahu cerita soal surat pengkhianatan yang dikirim Byung Joo dari A Bong dan Jang Dal.


Saheonbu menangkap Yi Gyum dan anaknya.


Tak hanya itu, mereka juga menangkap Tuan Min dan anaknya.


Mil Poong menemui Seja. Ia membawakan Seja minum.

"Aku khawatir Anda akan menyakiti diri sendiri. Kau harus bertahan, Lee Geum. Aku harus menyiksamu secara perlahan. Aku tidak mau kau langsung mati. Aku akan sangat sedih jika kau mati."

"Cemaskan saja dirimu. Pangeran Mil Poong. Jangan sampai merasa sedih, karena aku akan membunuhmu. Bagaimanapun caranya."


Tak lama kemudian, Gyeongjong datang.

Gyeongjong : Aku mencoba  untuk memercayaimu. Aku berusaha menganggapmu sebagai adikku, bukan sebagai musuhku. Tapi kau  berniat mengkhianatiku. Kau merencanakan pengkhianatan untuk merebut takhta! Kau berniat membunuh raja dan merebut takhta.

Gyeongjong lalu melemparkan surat itu pada Seja.

Sontak Seja kaget. Seja kian terpojok!


Bersambung..........

Next epi : Moon Soo salah paham pada Dal Moon. Ia marah, berpikir Dal Moon bekerja sama dengan Mil Poong untuk menjebak Seja.

Seja dibela Tuan Min.

No comments:

Post a Comment