Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 14 Part 1

Sebelumnya...

Lanjut gaes... Di epi ini, Go Ara nya gk ada dulu ya gaes... Ara mengalami kecelakaan saat syuting di gunung dan menyebabkan cedera di pergelangan kakinya.

Dari hasil pemeriksaan MRI, ligamen Ara sobek akibat kecelakaan itu. Ara terjatuh saat syuting adegan berlari... Jadi itulah kenapa Ara absen dua episode...

Yeo Ji dan Cho Hong
Tapi sekarang Ara nya udah membaik kok gengs... dia muncul lagi nanti di epi 16.... Tapi kita gak bisa liat lagi Ara menjadi petugas Saheonbu... karena kondisi kaki Ara.. jd entar pas balik, si Yeo Ji ceritanya udah jadi dayang untuk istananya Seja... Itu pun Ara adegannya hanya berdiri...dan di lokasi syuting, Ara hanya bisa duduk di kursi roda.....


Seja masih berlutut di halaman istana Gyeongjong. Sementara hujan masih turun dengan deras. Wajah Seja mulai pucat dan tubuhnya pun sudah menggigil.


Mil Poong dan Byung Joo bertemu diam2.

Mil Poong : Aku sudah selesai menyiapkan  kesempatanku untuk membalasnya. Ini surat untuk sidang banding tentang pengkhianatan Putra Mahkota. Buktinya? Seperti yang kau lihat, semuanya ada di sini.

Byung Joo kaget membacanya.

Byung Joo : Pangeran Mil Poong. Dengan ini, kita bisa menyerangnya...

Mil Poong : Tidak. Bukan hari ini. Mungkin besok. Kita harus biarkan Putra Mahkota melindungi istana kerajaan setidaknya untuk hari ini. Saat kau melakukan ritual pertobatan, aku dengar seluruh tubuhmu akan kesakitan saat kau baru dua jam menunggu sambil berlutut. Mereka bilang rasanya begitu sakit hingga lebih memilih mati. Dia harus tahu rasanya sakit yang sesungguhnya. Hanya ini satu-satunya cara Lee Geum bisa tersadar. Menjadi raja? Dia tidak akan menjadi raja. Dia harus sadar bahwa dirinya hanya makhluk hina.


Di tengah ketidakberdayaannya, Seja mendengar suara Hwon memanggilnya.

Seja berusaha berdiri tapi ia terlalu lemah untuk itu.

Sebuah tangan memegang tangannya. Seja mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat sosok Hwon.


Seja lalu ingat saat latihan pedang dengan Hwon.

Seja : Kau gagal lagi.

Hwon : Aku gagal karena aku tahu kau akan membantuku bangkit lagi. Lain kali, aku yang akan membantumu bangkit.

Seja : Kapan kau akan membantuku? Kau bahkan belum bisa memegang pedang dengan benar.

Hwon tertawa.


Seja lalu menunjukkan cara memegang pedang dengan benar.

Dan kini, Hwon yang menggenggam erat tangan Seja.


Seja : Hwon-ah...

Hwon : Bertahanlah, hyungnim. Kau tidak boleh menyerah pada pengecut itu.

Seja menangis.

Lalu, perlahan, ia pun menggenggam tangan Hwon.

Seja lantas menyentuh pipi Hwon. Hwon tersenyum.

Hwon lalu menghilang dari pandangan Seja.


Paginya, Mil Poong menemui Seja. Ia berkata, akan mengusir Seja dengan tangannya sendiri.

Seja : Pikirkan saja dirimu sendiri. Aku tidak akan mengecewakanmu dan memastikan akan menghabisimu.


Gyeongjong lalu datang, menunjukkan surat pengkhianatan itu, membuat Seja kian terpojok.


Di balai istana, Tuan Jo membacakan dakwaan di depan para pejabat dan Gyeongjong juga.

Tuan Jo : Hari ini, termasuk Kim Seon Young dan Lee Ki Jin, 12 orang diketahui merencanakan pengkhianatan. Orang-orang yang disebut tadi berusaha membunuh Raja dan merebut kekuasaan. Untuk mengungkap semua yang berkaitan dengan kejahatan ini, kuperintahkan untuk mengadakan sidang nasional oleh lembaga persidangan khusus.

Tuan Lee terkejut. Ia tidak percaya masalahnya semakin melebar.


Moon Soo, A Bong dan Jang Dal melihat Byung Joo yang baru kembali ke Saheonbu.

Byung Joo menghampiri Moon Soo.

Byung Joo : Cucu Kim Chang Joon dan putra sulung Lee Yi Gyeom tertangkap melakukan pengkhianatan untuk membunuh Raja. Siapa yang ingin mereka angkat untuk menjadi raja selanjutnya?

Moon Soo geram, Wi Byung Joo!

Byung Joo : Tidak. Kau salah. Kau harus memanggilku Inspektur Eksekutif, Park Moon Soo.. Kau harus menyebutkan jabatanku lagi.


Seja dibawa petugas menuju Departemen Peradilan. Tuan Cho langsung menghampirinya.

Tuan Cho, Seja Jeoha....

Seja :  Sepertinya kau mencemaskanku. Tapi sebenarnya tidak perlu. Aku pasti akan membuktikan seberapa jauh aku bisa berhasil. Aku berjanji.

Tuan Cho menangis.


Episode 14, Pertempuran Mutlak


Lembaga Persidangan Khusus mulai disiapkan.


Noron marah karena Gyeongjong membuka lembaga itu tanpa mengajak mereka diskusi.

Lalu Noron, bertemu dengan Soron. Tapi Tuan Jo mengalihkan pandangannya dari mereka dan beranjak pergi.

Tuan Min memanggil Tuan Jo.

Tuan Jo : Apa maumu?

Tuan Min masuk ke dalam duluan.


Tuan Min minta penjelasan. Ia tanya, tuduhan pengkhianatan dan membuka lembaga persidangan khusus merupakan tujuan Tuan Jo atau Raja?

Tuan Min : Kenapa kau tiba2 mau menyingkirkan Putra Mahkota?

Tuan Jo berkeras kalau itu memang pengkhianatan dan mereka punya buktinya.

Tuan Min terdiam saat Tuan Jo tanya, apa ada motif lain di belakang itu.

Tuan Min : Kau memang bukan tipe orang yang bisa melakukan hal itu.

Tuan Jo : Kau lah yang telah bertingkah aneh. Kenapa kau menjaga jarak sejak kasus pemerintahan perwakilan? Kau lah yang bersikap skeptis terhadap Putra Mahkota. Lalu kenapa?

Tuan Min : Karena aku tidak mau sembarangan. Aku memang ingin menjatuhkan Putra Mahkota, tapi bukan dengan begini caranya. Mungkin kau tidak mau mengakui karena skeptis terhadap dia, tapi ada... hal yang aneh yang kurasakan.

Tuan Jo : Ketua Kongres!

Tuan Min : Hagok, pikirkan baik-baik.

Tuan Min lalu beranjak pergi.


Petugas Joo dan para inspektur Saheonbu mendengarkan perdebatan antara Byung Joo dan Inspektur Kepala.

Byung Joo berkata, mereka butuh pejabat untuk mengelola lembaga persidangan khusus.

Petugas Joo pun bingung harus berpihak sama siapa. Lalu tiba2 ia berpikir untuk meminta saran peramal.


Sementara Byung Joo masih berdebat dengan Inspektur Kepala.

Byung Jo minta direkomendasikan ke lembaga persidangan khusus.

Inspektur Kepala marah, atas hak apa!

Byung Joo : Karena aku yang mendapatkan kasus pengkhianatan itu.

Inspektur Kepala : Tapi kau sudah didakwa atas korupsi...

Byung Joo : Atau Anda ingin melakukannya sendiri? Apa yang akan Anda lakukan jika kehilangan Putra Mahkota? Apa Anda bisa menjelaskannya di depan lembaga persidangan khusus?

Inspektur eksekutif yang lain marah.

"Beraninya kau bicara begitu!"

Byung Joo : Atau, kau mau melakukannya dengan taruhan nyawamu? Tidak ada yang mau mundur. Harus aku yang melakukan tugas ini karena aku bisa berkorban kapan pun? Karena aku bukan Noron, tapi Namin. Rekomendasikan aku menjadi hakim, Tuan. Aku akan menangkap Putra Mahkota dan menemukan cara untuk selamat.


Moon Soo mengajak A Bong dan Jang Dal melakukan sesuatu untuk Seja.

Tapi Jang Dal berkata tunggu. Jang Dal menyuruh Moon Soo melihat sesuatu dulu.

Jang Dal :  Kami menemukannya dari kasus lama Wi Byung Joo. Ini dokumen asli untuk kasus pembunuhan Inspektur Han.

A Bong : Yang kita lihat itu adalah laporan yang dipalsukan.

Moon Soo : Laporan yang dipalsukan?


Jang Dal : Lihat laporan autopsi ini? Di sini dikatakan adanya luka robekan di belakang kepala.

Moon Soo :  Artinya dia dihantam sesuatu.

Moon Soo lalu tanya, apa ini dokumen asli. Jang Dal dan A Bong mengangguk.

Moon Soo marah.

"Dia sangat ingin menutupi kematian Jeong Seok. Dan itu karena.. Dia memalsukannya karena ingin menyembunyikan sesuatu terkait kematian Jung Seok. Dan dia mengetahui fakta itu."


"Apa itu artinya... Inspektur Eksekutif Wi yang membunuh Inspektur Han?" tanya A Bong.

"Wi Byung Joo, kau memalsukan kasus pembunuhan Jung Seok. Kali ini, kau juga mengincar kakakku atas pengkhianatan, Seja Jeoha!"

Jang Dal mengajak A Bong membunuh Byung Joo.. A Bong setuju. A Bong bilang mereka tidak boleh membiarkan Byung Joo menghancurkan Seja.

*Secercah harapan gaes.... Detik2 jatuhnya Byung Joo.


Tuan Min dan Tuan Jo kini bersatu untuk menjadi juri di lembaga peradilan khusus.


Byung Joo datang ke Departemen Kehakiman untuk menginterogasi Seja tapi Seja tidak ada disana.


Seja dibawa pergi oleh Ja Dong. Ja Dong membawa Seja kembali istana.

Cho Hong menunggu Seja di depan istana. Tak lama, Seja dan Ja Dong datang dan Cho Hong langsung membantu Ja Dong membawa Seja ke dalam.

*Yeo Ji dan Cho Hong, dua wanita yang mencintai Seja dengan tulus... Sy tu liatnya, Yeo Ji kek Dong Yi dan Cho Hong kek Inwon.


Tuan Jo kaget saat diberitahu Byung Joo kalau Seja sudah kembali ke istananya.

Tuan Cho mengaku, dia yang memutuskan itu sebagai Junior Pangkat Kedua Departemen Kehakiman. Tuan Cho berkata, kondisi Seja  tidak memungkinkan untuk diinterogasi.

Tuan Jo marah, ia minta penjelasan.

Tuan Lee : Putra Mahkota terluka parah karena ritual pertobatan. Ini penting untuk menghormati Istana Putra Mahkota.


Byung Joo : Menghormati? Putra Mahkota didakwa atas pengkhianatan.

Tuan Lee : Benar. Ini hanya dakwaan. Kesalahannya belum terbukti.

Byung Joo : Jangan konyol.

Byung Joo lalu menunjukkan laporan pengkianatan itu.

Tuan Lee : Laporan pengkhianatan? Dokumen yang kau temukan itu? Tapi di bagian mana yang mengatakan bahwa pemberontak melakukan pengkhianatan bekerja sama dengan Putra Mahkota? Aku sudah membacanya berulang kali dan tidak bisa menemukannya. Semua yang terlibat begitu juga dengan Putra Mahkota menyangkalnya. Dokumen ini menyatakan adanya bukti atas usaha meracuni Raja. Tapi tidak ada pernyataan bahwa Putra Mahkota terlibat.

Tuan Lee lalu mengklaim bahwa masa depan kerajaan bergantung pada laporan ini dan meminta Tuan Jo berhati2 mengambil keputusan.

Semua terdiam.

*Sukaaak sama Tuan Lee dan Tuan Cho. Mereka ngebelain Seja mati2an, kek ayah yg berusaha melindungi anaknya.


Ja Dong menyuruh Seja istirahat tapi Seja tidak mau. Seja berkata, tidak bisa membiarkan Mil Poong berbuat semaunya.

Seja : Dia pembunuh Lee Hwon. Dia yang memulai perang ini, dan aku harus menang apa pun yang terjadi, Ja Dong-ah.


Mil Poong menemui Yoon Young. Ia memberitahu, bahwa beberapa anggota Soron memihak pada Seja.

Yoon Young kemudian memberitahu soal Dal Moon.


Dal Moon pun muncul dan Mil Poong senang Yoon Young berhasil membawa Dal Moon kembali.

Dal Moon mulai beraksi.... menjebak Mil Poong gengs!

Bersambung ke part 2.........

Seja dan Yeo Ji

No comments:

Post a Comment