Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 14 Part 2

Sebelumnya....


Mil Poong memuji Yoon Young di depan Dal Moon. Ia berkata, Yoon Young  adalah wanita serba bisa.

Mil Poong : Bahkan dengan penampilan dan kefasihannya, dia membujukmu. Pengemis sepertimu tidak ada apa-apanya. Bagaimana menurutmu? Riwayat Putra Mahkota sudah tamat, pasti cara berpikirmu sudah berbeda, bukan?

Dal Moon : Dia tampak sangat cemas. Katakan saja apa maumu.

Mil Poong : Kau sangat keras kepala sampai detik terakhir.

Dal Moon :  Itu bukan kemampuanku. Kau mau aku bertingkah seperti budak?


Mil Poong tertawa.

"Aku menyukaimu." ucapnya.


Lalu ia duduk di depan Dal Moon.

Mil Poong : Kau lebih baik daripada bedebah yang selalu meminta uang padaku. Kau datang kepadaku saat aku sangat membutuhkanmu. Aku ingin melihat sebaik apa dirimu.

Dal Moon : Apa yang ingin kau lakukan?

Mil Poong : Aku ingin mengubah keadaan secepatnya agar bisa berada di posisi atas.


Dal Moon beranjak keluar. Di luar, Yoon Young tanya apa yang dibicarakan Dal Moon dengan Mil Poong.

Dal Moon : Dia menanyakan apa kemampuanku.

Mil Poong : Apa kau bisa?

Dal Moon : Mungkin terdengar konyol, tapi aku masih ingin menyelamatkanmu meski kau mencampakkanku. Jangan cemas, aku akan selesaikan dengan jauh lebih baik dari yang dia minta.

Dal Moon beranjak pergi.

Dal Moon, Moon Soo, Yeo Ji, Jang Dal, A Bong, Tuan Lee, Tuan Cho, Cho Hong, Ja Dong, semua berusaha keras membantu Seja. Seja beruntung punya orang2 seperti mereka.


Dal Moon menyuruh Goon Tae dan pria pendongeng menyebarkan sesuatu. Sepertinya sesuatu tentang Seja karena Goon Tae dan si pendongeng terkejut.

Goon Tae, hyungnim...

Dal Moon : Jangan banyak tanya! Lakukan saja sesuai perintah. Aku yang bertanggung jawab.


Dan benar saja, Dal Moon menyuruh Goon Tae dan si pendongeng menyebar rumor soal Seja.

Moon Soo, Jang Dal dan A Bong yang melintas di pasar terkejut membaca rumor itu. Di rumor itu dikatakan, bahwa Seja bukanlah anak Sukjong.

Rakyat pun langsung berspekulasi kalau Sukbin mengandung anak pria lain.


Si pendongeng pun menyebarkan rumor bahwa Sukbin mengandung anak pria lain dan menipu Sukjong dengan mengatakan, bahwa ia sedang mengandung anak Sukjong. Si pendongeng juga bilang, itu sebabnya Seja ingin merebut tahta karena Seja dan Gyeongjong bukan saudara.

Jang Dal dan A Bong yang mendengar itu sontak marah.

Si pendongeng menjelaskan, bahwa ia tidak punya pilihan lain. Ia juga juga berkata, tidak tahu apa yang dipikirkan Dal Moon.


Moon Soo melabrak Dal Moon.

Moon Soo : Katakan padaku. Pasti kau punya alasannya. Pasti kau punya alasan untuk melakukan ini.

Dal Moon : Aku hanya mengubah keadaan karena dia kehilangan kekuasaan. Tidak ada alasan lain.

Moon Soo, apa? Hilang kekuasaan? Kenapa kau begini? Putra Mahkota sangat memercayaimu?

Dal Moon tersenyum sinis, naif sekali dia. Manusia bisa melakukan apa pun.

Moon Soo marah. Ia berteriak. Ia ingin memukul Dal Moon tapi tidak bisa.

Moon Soo : Aku tidak mau menyia-nyiakan emosiku kepada manusia sepertimu. Lucu sekali aku tidak bisa memukulmu hanya karena menganggap kita pernah berteman. Baiklah. Keluar dan enyahlah. Selamat menikmati tuan barumu.


Moon Soo beranjak pergi tapi Dal Moon menghentikannya. Dal Moon memberi saran padanya.

Dal Moon : Jika kau sangat khawatir, datangilah Putra Mahkota dan cobalah mencari cara agar bisa selamat. Meski sepertinya kau tidak bisa berbuat banyak selain membaca tulisan yang tersebar di seluruh kota.


Moon Soo keluar dari Jamojeonga. A Bong dan Jang Dal menghampirinya.

"Tuan Moon Soo, bagaimana? Benarkah Dal Moon mengkhianati kita?" tanya A Bong.

Moon Soo tanya keadaan di kota.

"Jangan ditanya lagi. Semua ini ditempel di seluruh kota." jawab Jang Dal.

Moon Soo mengajak A Bong dan Jang Dal pergi. Moon Soo bilang, hanya mereka yang bisa melindungi Seja sekarang.


Setelah mereka pergi, seorang pria tua keluar dari dalam dan menemui pengawal Ji Gwang.


Lalu pengawal Ji Gwang memberitahu apa yang terjadi di Jamojeonga pada Ji Gwang dan Mil Poong.

Mil Poong senang mendengarnya.

Ji Gwang tidak menyangka Dal Moon akan berkhianat.

Mil Poong : Preman rendahan memang sama saja. Mereka hanya binatang yang menyerupai manusia.

Ji Gwang : Aku juga salah satu dari preman itu.

Mil Poong : Karena sekarang orang-orang sudah goyah, apa Putra Mahkota masih bisa berdiri tegap? Lagi pula, kini orang-orang memihak kepada Raja.

Bersambung ke part 3...............

No comments:

Post a Comment