Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 14 Part 3

Sebelumnya...


Byung Joo mulai menyiksa cucu Tuan Kim dan anak Yi Gyeom.

Anak Yi Gyeom membantah melakukan itu.

Byung Joo : Sungguh kawanan ular yang keras kepala.


Byung Joo lalu membacakan dakwaan mereka.

"Para bedebah ini mengatakan hal-hal mengerikan seperti Raja adalah penjahat kakap karena tidak punya penerus..."

Anak Yi Gyeom membantahnya.

Byung Joo menegaskan kalau ia punya saksi yang mendengar anak Yi Gyeom mengatakan itu.

Flashback...


Dan memang benar, anak Yi Gyeom memang mengatakan itu tapi setelah dibuat mabuk oleh Ji Gwang.


Lalu, disaat anak Yi Gyeom berada di rumah bordil, Byung Joo menyusup ke kediaman Yi Gyeom dan meletakkan kotak kayu di kamar anak Yi Gyeom.


Dan setelah itu, Byung Joo dan pasukan Saheonbu datang menggeledah kamar anak Yi Gyeom dan menyita kotak kayu itu.

Flashback end...


Byung Joo lalu menuding anak Yi Gyeom berniat meracuni Raja. Ia lalu menunjukkan kotak kayu itu yang ternyata isinya racun.

"Berapa kali pun kau bertanya, aku tidak tahu." bantah anak Yi Gyeom.

"Kau berencana meracuni Raja demi  Putra Mahkota. Kau berniat menobatkan Putra Mahkota. Putra Mahkota adalah dalangnya." ucap Byung Joo.


Byung Joo lalu menyuruh petugas menyiksa anak Yi Gyeom sampai anak Yi Gyeom menyebutkan nama Putra Mahkota.


Putra Mahkota tercengang melihat kekacauan itu.

Lalu ia pergi dengan wajah marah.


Tuan Min menemui Tuan Kim dan Yi Gyeom yang kini di penjara. Keduanya berlutut, memohon agar Tuan Min melepaskan cucu dan putra mereka.


Gyeongjong heran kenapa para 'pengkhianat' masih belum menyebutkan nama Seja.

Tuan Jo berkata, itu karena para 'pengkhianat' tahu mereka akan mati jika menyebutkan namanya.


Seja menemui para hakim lembaga persidanga khusus.

"Apakah aneh melihatku di lembaga persidangan khusus saat aku diduga berkhianat? Kau pasti ingin menjatuhkanku. Sepertinya itu benar-benar masalah meskipun aku sendiri yang kemari. Aku datang untuk menjawab pertanyaan para hakim dengan semangat. Namun, ada yang ingin kudiskusikan dengan Ketua Kongres dahulu." ucap Seja.


Tuan Lee terkejut saat Tuan Cho memberitahu bahwa Seja menemui para hakim sendirian dan berniat bicara empat mata dengan Tuan Min.


Tuan Min : Kau telah melakukan perbuatan yang tidak terduga, tapi ini lebih daripada biasanya. Kenapa kau datang sendiri? Dan kau bahkan ingin menemuiku secara empat mata.

Seja : Saat ini, siapa yang paling bahagia? Bukankah kau yang paling bahagia karena selalu membenciku? Kurasa aku penasaran dengan reaksimu yang seperti itu.

Tuan Min tertawa.

Tuan Min : Kau tampak terlalu percaya diri dalam situasi ini.

Seja : Kau merasa takut hanya saat digigit oleh harimau untuk kali pertamanya. Jika kau digigit beberapa kali lagi, rasa takut itu akan menjadi bagian dari rutinitasmu. Tapi aku berpikir sudah waktunya mengalahkan monster itu. Aku tidak bisa menahannya lagi.


Tuan Min : Kau akan mengalahkan monster itu?

Seja : Aku tahu kau menjauhkan diri dari semua ini. Kira-kira kenapa? Itu peluang yang sempurna untuk menyerangku. Tapi kau tidak mengambil kesempatan itu. Bukankah itu karena kau tahu Pangeran Mil Poong adalah dalang di balik tindakan kotor ini? Kau takut kau akan berada dalam masalah. Itu sebabnya kau berhati-hati.

Tuan Min pura2 tidak mengerti ucapan Seja dan berniat pergi tapi Seja minta Tuan Min mendengarnya.

Sementara diluar, Moon Soo berencana melakukan sesuatu.


Seja : Kau harus mendengarkanku lagi, Ketua Kongres. Kisahku yang sebenarnya dimulai sekarang. Maka itu, bagaimana kalau kau memihakku untuk sementara? Dekati musuhmu. Dekati musuhmu, Bekerja sama untuk satu tujuan. Bagaimana kalau kita bekerja sama secara politik?

Tuan Min : Dengan Putra Mahkota?

Seja : Seperti Periode Negara Perang. Seperti bagaimana musuh lama ikut naik ke perahu yang sama, kurasa kita bisa bekerja sama jika tujuan kita sama. Bukankah itu politik yang begitu kau dambakan?

Tuan Min : Aku terkejut melihatmu memberikan usul semacam ini. Tapi kau keliru. Sekarang saatnya untuk menyerang dengan semua yang sudah kusiapkan. Aku tidak mau kau menjadi raja. Dan terlepas dari keinginanku, aku akhirnya bisa menyingkirkanmu tanpa melakukan apa pun. Untuk apa aku memihakmu? Untuk apa aku mengikuti politikmu, bukannya mengikuti politikku?

Seja : Setidaknya kau mencemaskan masa depan kerajaan ini. Benar, bukan? Kau boleh membunuhku, tapi menyebabkan kekacauan dengan pengkhianatan palsu bukanlah yang kau inginkan. Itulah dirimu, Min Jin Hoon.

Tuan Min, Jeoha...

Seja : Itu sebabnya kita bisa saling berhadapan malam ini. Jalan kita mungkin berbeda, tapi kita punya tujuan yang sama. Setidaknya kau  kurang lebih memahami politik. Apa salahnya itu? Kau mau duduk dan diam saja sambil melihat Pangeran Mil Poong merebut takhta? Atau maukah kau memihakku dahulu, lalu menyingkirkanku lag setelah tujuan kita tercapai?

Tuan Min terdiam.

*Seja pinter mainin hati orang.... Si Tuan Min mulai terpengaruh Seja gaes...


Tuan Min menemui anggotanya. Anggotanya penasaran, apa yang dikatakan Seja. Tuan Min berkata, harusnya ia sadar jika Seja sudah dewasa sekarang.


Ja Dong tanya ke Seja, apa Tuan Min akan mendukung Seja.

Sejja : Aku bertaruh dengan peluang yang sangat kecil. Seperti yang Min Jin Hoon katakan, sekarang saatnya bagi dia untuk menyingkirkanku menggunakan orang lain.


Moon Soo tidak diizinkan menemui Seja.

Seja yang kebetulan baru sampai di istananya, terkejut melihat Moon Soo.

Seja : Ada apa datang kemari? Bukankah kau tahu bahwa kau tidak boleh menemuiku?

Moon Soo : Tidak. Sekarang saatnya aku menemuimu. Aku adalah adikmu.


Moon Soo memberitahu tahu soal Dal Moon dan rumor Seja bukan anak Sukjong pada Seja.

Seja : Aku juga pernah melihatnya. Ini dipajang di penjuru kota hari ini. Namun, ini perbuatan Dal Moon.

Moon Soo : Aku tidak tahu harus bilang apa kepadamu.


Sementara itu, Dal Moon sedang minum2 dengan Mil Poong dan Ji Gwang. Ya, Mil Poong mengundang Dal Moon.


Seja mengaku, bahwa ia sama seperti Moon Soo, tidak bisa membenci Dal Moon.

Seja : Seperti biasanya, semuanya karena kita mengemban tanggung jawab masing-masing.

Moon Soo : Jangan menyerah, Yang Mulia. Tampaknya Wi Byung Joo memalsukan laporan soal kematian Jung Seok. Aku akan berusaha untuk membuktikan itu, sehingga kita bisa menjatuhkan dia.

Seja : Tidak kusangka kau masih memihakku. Kau sangat payah dalam memilih pihak yang benar.

Moon Soo : Kurasa manusia tidak berubah. Aku pamit sekarang. Aku akan membawa ini dan membakarnya.


Tapi Seja melarang. Seja berniat membaca surat itu lagi karena merasa ada yang aneh.

Moon Soo : Yang Mulia, itu adalah rumor yang sangat jahat. Untuk apa anda...

Seja : Huruf-hurufnya berbeda. Di sini tertulis, "Choi". Dan di sini tertulis, "Mil".

Moon Soo tidak mengerti, apa maksudmu?

Seja : Tidakkah kau melihatnya? Lihatlah huruf-huruf ini. Terdapat huruf yang berbeda pada setiap tulisannya.

Moon Soo terkejut.


Seja dan Moon Soo keluar. Seja menyuruh Cho Hong memanggil Ja Dong sekarang.

Cho Hong mengerti dan langsung memanggil Ja Dong.


Seja : Terdapat satu huruf yang berbeda pada setiap tulisannya. Pasti ada alasan di baliknya. Dal Moon pandai membaca dan menulis. Pasti dia punya alasan, sehingga menggunakan huruf yang aneh.

Moon Soo lalu ingat nasihat Dal Moon tadi, yang mengatakan bahwa ia tidak bisa apa-apa selain membaca tulisannya di seluruh kota.

Moon Soo pun sadar kalau Dal Moon menyuruh ia membaca tulisannya.


Mil Poong memberikan hadiah pada Dal Moon tapi Dal Moon bilang ia melakukannya bukan untuk uang.

Mil Poong tidak percaya. Ia yakin, Dal Moon punya alasan datang kepadanya.

Dal Moon pun mengaku ada yang sangat ia inginkan selain uang.

Mil Poong berkata, Dal Moon boleh meminta apa saja darinya.


Ji Gwang tiba2 datang, memberitahu soal mereka yang sudah datang.

Mil Poong pun menyuruh Dal Moon menunggunya sebentar.


Ternyata mereka yang dimaksud Ji Gwang adalah bangsawan Tiongkok. Mil Poong rupanya membeli racun dari mereka. Bangsawan Tiongkok mengatakan, bahwa racun itu sangat kuat dan tidak ada penawarnya.

Dal Moon mengawasi Mil Poong.


Ji Gwang yang curiga, menyuruh pengawalnya mengecek Dal Moon.

Lalu ia mengajak Mil Poong pindah tempat.


Dal Moon masih mengikuti Mil Poong tapi Goon Tae kemudian datang.

Goon Tae berkata, bahwa ia yakin Dal Moon tidak akan melakukan sesuatu yang mengkhianati Seja.

Goon Tae lalu menyuruh Dal Moon kembali. Ia memberitahu, bahwa Ji Gwang curiga dan menyuruh pengawalnya mengecek Dal Moon.

Goon Tae : Dia memancingmu.


Sementara itu, pengawal Ji Gwang bergegas kembali tapi sampai disana, ia menemukan Dal Moon masih ada di ruangan itu.


Ja Dong dibantu Jang Dal dan A Bong mencabut tulisan2 Dal Moon di seluruh penjuru kota.


Sekarang, Seja, Moon Soo dan Ja Dong sedang memeriksa surat2 itu.

Seja : Rupanya aku benar. Dia menggunakan huruf lain dengan makna yang berbeda.

Moon Soo : Aku juga menemukan satu lagi. Huruf "Bi". Ini berbeda. Dan huruf "Sook" juga berbeda.

Seja : Yang lainnya "Choi, Sil, Jin, Sook, Geum, Mil, Yi".

Moon Soo : Apa makna semua huruf ini?

Seja :  Artinya Selir Suk dari klan Choi. Lalu Bi, Geum, Yi, Mil.

Moon Soo : Jika ditafsirkan secara langsung...

Seja : Artinya ibuku menyimpan rahasia.  Dan ini bermakna bahwa aku bukanlah anak kandung ayahku. Tapi jika kita menyusun kembali semua huruf ini, maknanya akan berubah.

Moon Soo membacanya kembali. Tak lama kemudian, mereka sadar surat itu membicarakan tentang Mil Poong.

Ja Dong : Yang Mulia, artinya ini adalah surat rahasia yang Dal Moon kirimkan kepadamu.

Seja : Dal Moon tidak mengkhianatiku. Dia berusaha memberitahuku bahwa dia melakukan sesuatu untukku.


Paginya, Byung Joo kesal karena orang2 yang disiksanya tidak juga menyebutkan nama Seja.


Moon Soo dan A Bong ke kediaman Byung Joo. Mereka pun heran mendapati Byung Joo tinggal di rumah yang kumuh.

Lalu tiba2, seorang pria mendekati mereka.


Sementara Jang Dal menemui seorang pria juga. Pria itu mengaku, bahwa ia yang menulis dua surat yang dibawa Jang Dal atas permintaan Byung Joo.


Moon Soo dan A Bong bicara dengan pria itu.

Moon Soo : Maksudmu Wi Byung Joo yang memindahkanmu ke tempat lain?

Pria itu : Ya, meskipun aku masih belum tahu alasannya.

Moon Soo : Dan kau tidak pernah bertemu dengannya semenjak itu?

Pria itu : Aku pernah ingin menemuinya karena ada masalah tapi dia mengabaikanku. Itu yang membuatku seperti ini.

Moon Soo : Kau ingat Inspektur Han Jung Seok yang bekerja denganmu? Kau sedang bertugas saat Inspektur Han tewas. Apakah ada orang lain di sana hari itu?


Karena tidak ada yang mengaku, Byung Joo berencana memanggil Seja untuk diinterogasi. Tuan Lee tidak setuju.

Mereka berdebat.


Tuan Joo menanyakan pendapat Tuan Min. Tuan Min setuju Seja diinterogasi.


Sekarang Tuan Jo dan Tuan Min bicara empat mata.

Tuan Jo : Raja akan hadir, dan menginterogasi.

Tuan Min : Sudah semestinya. Tuduhan Putra Mahkota harus diverifikasi.

Tuan Jo : Aku tidak menyangka kau akan turun tangan. Itu menyebabkan masalah di pengadilan. Kau tidak boleh diam saja.


Inwon menemui Seja. Ia memberikan Seja hadiah kecil.

Seja membukanya dan terkejut melihatnya.

Seja : Mama, igoseun...


Inwon : Ini...peninggalan mendiang Raja.

Seja : Kenapa Anda memberikan ini kepadaku?

Inwon : Kepada siapa lagi aku akan memberikan peninggalan ayahmu? Semua ini milikmu. Maka ambillah. Aku yang paling tahu bahwa rumor itu adalah kebohongan mutlak. Jadi, jika ini adalah tuduhan palsu, Putra Mahkota, buktikan bahwa kau tidak bersalah dan kembalilah ke Istana Putra Mahkota.

Seja terharu, Daebi mama....

Bersambung ke part 4.....

No comments:

Post a Comment