Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 15 Part 2

Sebelumnya...


Goon Tae masih di bordil, kali ini ia mengawasi seorang pria.


Dan pria itu adalah pria yang menulis petisi untuk menjatuhkan Seja.


Mil Poong ngamuk.

"Kenapa aku tidak bisa mengalahkannya apa pun yang kulakukan!" teriaknya sambil membanting semua barang2nya.

Yoon Young berusaha menenangkan Mil Poong tapi ia malah didorong Mil Poong.

Melihat itu, Dal Moon langsung berdiri. Ia mau marah tapi Yoon Young menggelengkan kepala, memintanya diam.

Mil Poong : Dia selalu saja meremehkanku. Aku pewaris sah Pangeran So Hyeon. Dia mengabaikanku karena aku besar di desa sebagai orang biasa. Dan dia dari rahim wanita petani.


Dal Moon : Perasaan rendah diri Anda besar sekali.

Mil Poong terkejut, mwo?

Dal Moon : Sejauh yang aku tahu...

Yoon Young : Hentikan!

Dal Moon : Putra Mahkota tidak memperlakukan orang lain dari kelahirannya. Jadi, pasti Anda merasa sangat rendah diri. Ya. Bukankah itu yang membuat Anda makin membenci Putra Mahkota? Orang biasa seperti dia membuat Anda merasa rendah.

Dikatai rendah, Mil Poong tak terima. Ia lantas menyuruh Dal Moon keluar sebelum ia membunuh Dal Moon.


Dal Moon : Situasi Anda akan sulit. Zaman sekarang, informasi adalah segalanya. Aku mengenal Putra Mahkota dan juga Min Jin Hoon. Aku tahu bagaimana sikap mereka. Jadi, bagaimana jika Anda memanfaatkanku dengan bijak? Jika aku tahu dari awal dan mengakhiri insiden ini, mungkin aku bisa menolong Anda.

Mil Poong : Kau ingin tahu semua tentang ini. Kau ingin membantuku? Apa-apaan ini. Bedebah lancang ini....

Keributan itu pun terhenti saat mereka mendengar suara Seja.


Anak buah Mil Poong menodongkan pedang pada Seja. Sontak, pasukan Seja juga melakukan hal yang sama.

Seja : Mengayunkan senjata di hadapan Putra Mahkota? Anjing sama seperti pemiliknya. Sama-sama gegabah.

Mil Poong datang.

"Dasar lancang!"

Seja menatap Dal Moon.

"Kita bertemu di sini, Dal Moon."

"Jeoha."


"Suruh anak buahmu menyarungkan pedang mereka. Mereka ketakutan. Tapi, kalian tidak bisa membunuh Putra Mahkota." ucap Seja.

Anak buah Seja pun langsung menyarungkan pedang mereka, membuat Mil Poong kian geram.

Mil Poong : Dasar berandalan tidak berguna. Aku sudah membayar kalian dengan mahal.

Seja : Manusia tidak bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan. Tentu saja, pasti ada pengecualian.


Seja lalu menatap Dal Moon.

"Kau pernah menjadi anak buah Min Jin Hoon Lalu kau memihakku. Kini, kau menjadi anjing berburu Pangeran Mil Poong?  Bukankah kau bilang yang paling kau butuhkan itu kekuasaan demi melindungi keluargamu? Kau pikir aku akan hancur dengan cara begini?" ucap Seja.

"Kurasa ini bukan waktu yang tepat, Yang Mulia. Pulanglah dan jaga dirimu baik-baik." jawab Mil Poong.

"Omong kosong. Kau lah yang sedang putus asa. Aku akan memenjarakanmu atas kasus pendalangan pengkhianatan. Kau sudah berbaik hati memperingatkanku bahwa semua akan menjadi bumerang. Berkatmu, aku sudah menyiapkan diri." ucap Seja.

"Hentikan bualanmu. Kau tidak punya bukti."

"Jika tidak, menurutmu bagaimana Min Jin Hoon bisa berpihak kepadaku?"

"Apa? Bagaimana kau bisa dapatkan buktinya?"

Seja kembali menatap Dal Moon.

"Sook Bin Choe. Bi, Geum, Yi, Mil. Selebaran berisi penghinaan bahwa aku bukan putra mendiang Raja. Beraninya kau  melakukan hal seperti itu dan berharap untuk bisa tetap hidup?"


Sadar Seja sudah membaca pesan rahasianya, Dal Moon langsung berakting membantu Seja.

"Petualangan ini memang mempertaruhkan nyawaku. Bersama Pangeran Mil Poong, aku akan menjalaninya."

"Jadi, kau yakin?"

"Sebagian. Jika Anda seperti ini, aku terpaksa mempertaruhkan segalanya untuk Pangeran Mil Poong."

"Baiklah. Jika itu pilihanmu, akan kupastikan kau akan melihat akhir dari Pangeran Mil Poong. Dal Moon."

Seja beranjak pergi.


Mil Poong resah, ia berharap jika Seja  tidak benar-benar memiliki bukti.

Dal Moon pun langsung menggunakan kesempatan itu untuk mengorek informasi.

Dal Moon : Putra Mahkota bukan tipe orang yang mudah dipengaruhi. Min Jin Hoon memang telah mengkhianati Anda. Semua sudah terlambat. Aku benar-benar tidak punya siapa pun untuk berlindung. Jika aku ingin teman-teman dan keluargaku selamat, Anda harus selamat terlebih dahulu. Anda mengerti, bukan?

Mil Poong masih diam.

Dal Moon marah, aku harus bagaimana jika Anda tidak memberiku informasi?

Yoon Young datang dan membujuk Mil Poong agar meminta bantuan Dal Moon.

*Pande kali si Dal Moon ini akting di depan Mil Poong.


Ja Dong menghampiri Seja.

Ja Dong : Anda sudah bertemu Dal Moon?

Seja : Seperti yang kuduga, dia bersama dengan Lee Tan.

Ja Dong : Apa dia mengerti maksud dari ucapan Anda?

Seja : Tentu saja. Dan dia sudah hampir menguak kejahatan Pangeran Mil Poong. Kau harus kembali ke Saheonbu untuk sampaikan soal ini kepada Moon Soo. Ada yang harus kuurus di istana.


Dal Moon memberitahu Goon Tae kalau Seja sudah menemukan makna tersembunyi dibalik pesan rahasianya.

Goon Tae senang mendengarnya.

Si pendongeng yang belum tahu pun tanya, apa yang diketahui Seja.

Goon Tae : Dal Moon tidak mengkhianati Putra Mahkota. Sudah kuduga. Dia tidak akan melakukan hal itu.

Si pendongeng : Jadi, kau sengaja melakukan semua ini?

Dal Moon : Aku tahu Pangeran Mil Poong selalu mengawasiku jadi, aku tidak punya pilihan lain. Aku ingin Pangeran Mil Poong benar-benar memercayaiku. Dan aku belum bisa mengatakan pada siapa pun termasuk Putra Mahkota.

Si pendongeng senang mendengarnya.

Dal Moon lalu berkata, kalau Mil Poong sudah memberi dia informasi dan mereka harus memanfaatkan informasi itu untuk menyerang balik Mil Poong.


Petugas Joo yang baru datang ke Saheonbu, merasa aneh melihat orang2 berkasak kusuk.


Ternyata semua itu ulah Moon Soo yang ingin mendakwa Byung Joo atas dugaan membunuh Jung Seok.

Salah seorang inspektur bertanya, apa Moon Soo serius mau melakukannya.

Moon Soo : Dia itu penjahat untuk membunuh sesama inspektur. Siapa yang akan mendakwanya jika bukan kita?

Inspektur itu tak setuju, ia takut reputasi Saheonbu rusak.

Moon Soo : Jika kau merasa malu, pilih saja untuk tinggal atau keluar. Jika kau lebih nyaman untuk menutupi kebenarannya, keluarlah. Tapi ingatlah satu hal. Hal yang sama juga bisa terjadi pada kita. Tapi jika kita tetap diam, tidak akan ada yang membantu meski hal ini terjadi lagi karena sudah terbiasa untuk tetap diam.


Petugas Joo datang dan tanya apa yang terjadi.

Moon Soo langsung menyuruh semuanya bergerak.

Petugas Joo tanya ke salah satu inspektur. Inspektur itu menjelaskan kalau mereka akan melakukan inspeksi malam.

Petugas Joo sontak kaget.


Inspektur senior berencana menyingkirkan Byung Joo demi nama baik Saheonbu. Tapi disisi lain, jika mereka menyingkirkan Byung Joo, Seja akan menang.

"Jika Putra Mahkota mendapatkan bantuan lagi, dia akan menjadi ancaman bagi Saheonbu."

Inspektur Kepala geram.

"Tidak ada yang bisa kita lakukan! Wi Byung Joo. Semua ini gara-gara Namin licik itu!"


Petugas Joo datang, ngasih tahu kalau Moon Soo cs berencana melakukan inspeksi malam lagi.

Inspektur Kepala kaget, MWO!!!


Inspektur senior berusaha menghentikan Moon Soo cs. Inspektur Kepala mengaku, bahwa ia juga syok dengan fakta Byung Joo membunuh Jung Seok.

Moon Soo :  Anda inspektur eksekutif saat insiden itu terjadi. Anda inspektur senior dan Anda jipyeong. Kalian semua kolega dan atasan Jung Seok. Tapi kalian tetap diam, saat ada yang mencurigakan dengan kematiannya. Anda benar. Aku akan membuat Saheonbu dalam masalah. Kita harus dalam bahaya untuk sadar betapa seriusnya masalah ini.


Moon Soo lalu mengajak kawan2nya pergi.

Petugas Joo kesal.

"Apa yang terjadi dengan keberuntunganku? Kenapa mereka inspeksi malam saat aku menjadi ketua tim?"


Byung Joo ingat saat ia lulus ujian kepolisian dengan skor tertinggi.


Lalu ia ingat bagaimana seniornya memperlakukannya hanya karena ia dari Namin.

Byung Joo : Begitulah caraku bisa sampai sejauh ini. Satu-satunya yang bisa kupamerkan adalah aku orang Noron. Aku harus selamat di antara koruptor dan manusia tidak berguna. Aku tidak punya siapa pun untuk mendukungku. Aku berhasil untuk bisa seperti ini dengan kemampuanku. Tapi kenapa aku harus kehilangan semuanya lagi?


Byung Joo lantas ingat saat ia membunuh Jung Seok.

Tak mau karirnya hancur, Byung Joo pun melakukan sesuatu.

Tepat saat itu, Petugas Joo datang.

Byung Joo : Syukurlah kau di sini. Bawa ini ke Saheonbu. Pengkhianatan ini kemungkinan dibuat-buat. Kurasa Pangeran Mil Poong adalah dalang konspirasi ini. Aku akan atasi semua di sini. kau harus membantuku...

Petugas Joo : Jika ternyata semua ini salah, tidak akan jalan keluar bagi Anda. Ingat, keberuntungan Anda sudah habis.

Byung Joo kaget.


Moon Soo dan jajarannya bersiap menangkap Byung Joo.

Bersambung ke part 3.............

No comments:

Post a Comment