Thursday, April 25, 2019

Haechi Ep 15 Part 3

Sebelumnya...


Waaaaa, sy yg tadinya sebel ama Kwon Yool seketika jatuh cintaaa... hati sy  luluh lihat Park Moon Soo......

Byung Joo marah, ia menyebut Moon Soo sudah merusak masa depannya.

Moon Soo : Kau sendiri yang menghancurkan masa depanmu. Itu pilihanmu. Itu kejahatanmu.

Byung Joo : Park Moon Soo!

Byung Joo berniat menyerang Moon Soo tapi petugas Saheonbu yg lain langsung mencegahnya.

Byung Joo : Kalian pikir ini akan berpengaruh? Kalian, para inspektur, tahu Saheonbu itu apa? Saheonbu tidak pernah saling menghancurkan.

Moon Soo : Entahlah. Kali ini, mereka tengah melakukan itu.


Lalu Inspektur Senior datang dan menangkap Byung Joo.

Byung Joo : Inspektur Senior!

Moon Soo : Inspektur Eksekutif Wi Byung Joo dari Saheonbu akan ditangkap karena membunuh rekan inspekturnya, Han Jung Seok. Tunggu apa lagi? Tangkap penjahat ini!

Byung Joo : Lepas! Jangan sentuh aku! Kalian tidak boleh melakukan ini! Lepaskan! Park Moon Soo!


A Bong dan Jang Dal melihat Byung Joo yang dibawa pergi.

Lalu, Petugas Joo muncul di tengah2 mereka.

A Bong : Kau berdiri di sini? Sekarang?

Jang Dal : Luar biasa. Kau memang pandai mencari jalan aman.

Petugas Joo mengangguk.

*Sumpah, ngakak liat si Petugas Joo ini.


Byung Joo diarak para petugas. Rakyat langsung heboh, mereka bertanya2 kenapa Saheonbu menangkap anggota mereka sendiri.

Jang Dal pun meneriakkan, bahwa Byung Joo sudah membunuh Jung Seok.

"Inspektur eksekutif Saheonbu membunuh orang? Bukankah dia yang menangkap Putra Mahkota tempo hari?"

A Bong menegakkan kepala Byung Joo dengan tongkatnya.

A Bong : Ayo. Jangan menunduk. Kami tidak pernah membuang muka sepertimu. Kau tahu ini jalan apa, bukan? Tuan Moon Soo  dan Putra Mahkota yang tidak bersalah pernah dihina di jalan ini gara-gara kamu.

Rakyat mulai memaki Byung Joo.

"Seorang anggota Saheonbu melakukannya? Dia benar2 keterlaluan!"

"Dia menangkap Putra Mahkota!"

"Benar, bisa-bisanya!"


Seja datang dan teringat saat dirinya dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan majikan dan diarak seperti itu oleh Byung Joo.

Ia juga ingat Moon Soo ikut2an diarak karena membelanya.

Seja menangis saat itu, melihat Moon Soo. Dan Moon Soo marah melihat Seja diperlakukan seperti itu.


Kini keadaan berbalik. Seja dan Moon Soo saling mengangguk satu sama lain.

Lalu Moon Soo berjalan duluan.


Petugas Joo memegangi Byung Joo.

Rakyat marah dan melempari Byung Joo, serta menyiramnya dengan air kotor.

Petugas Joo yang ikut kena siraman air kotor, langsung panic. Dan rekan2nya yang berjalan di belakang sontak menjauhinya.

*Anjiir, sekali lagi Petugas Joo bikin ngakak.


Gyeongjong minum2 di kamarnya.

Dan Seja menyentuh jubahnya dengan wajah sedih.


Tuan Jo heran Gyeongjong belum datang juga. Tuan Jo lalu berkata, mereka harus mencari solusi.

Tuan Lee : Pertama, kita sebaiknya mundur. Dia pasti tahu dia harus berintrospeksi sebagai seorang raja, dan bukan mencari solusi.


Gyeongjong kecewa pada dirinya.

Apalagi saat ia ingat kata2 Tuan Lee dan Tuan Cho.

Tuan Lee : Anda benar-benar menganiaya Putra Mahkota. Raja yang kunobatkan tidak pernah mudah hilang fokus. Tapi dengan adanya pemerintahan perwakilan dan kasus pengkhianatan, lalu petisi yang kejam dan laporan pengkhianatan, Anda bersikap seakan menantikan itu terjadi.


Gyeongjong lalu memegangi dadanya yang mulai terasa sakit.

Tak lama kemudian, terdengar suara kasim yang mengumumka ada berita mendesak.


Gyeongjong terkejut mendengar Seja sedang menunggunya. Kasim berkata, Seja tidak akan pergi sebelum Gyeongjong menemuinya.

Gyeongjong pun menyuruh Seja masuk.

Gyeongjong menawari Seja minum. Seja menerimanya.

Gyeongjong : Kau tidak gemetar. Baik tangan maupun matamu. Tanganku gemetar dan mataku pasti tidak stabil. Mungkin karena aku yang bersalah.

Seja : Cheonha...

Gyeongjong : Mungkin Lee Gwang Jwa benar. Aku menyalahkanmu seakan aku menantikan itu terjadi. Kau lah penerusnya, Putra Mahkota. Kau adalah raja kerajaan ini, yang diinginkan ayah kita. Bukan aku atau Hwon, yang sudah tiada. Tapi kau  Takhta ini milikmu, pemilik takhta yang sesungguhnya.

Seja kaget, Maksud Anda, ayah kita ingin aku menjadi raja?

Gyeongjong : Itu sebabnya aku menunjukmu sebagai Putra Mahkota, tapi kurasa itu sebabnya aku ingin kau gagal pada akhirnya.


Tuan Lee terkejut saat kasim menyerahkan perintah Gyeongjong.

Gyeongjong memberi perintah untuk  memindahkan pengawal raja.


Gyeongjong tanya, apa Mil Poong dalang dibalik petisi itu.

Seja : Apa anda sudah tahu soal ini?

Gyeongjong : Awalnya, aku tidak tahu. Bahkan setelah mencurigainya, aku tidak ingin mengakuinya. Aku akan memberimu para pengawal raja. Hentikan lingkaran setan pembalasan dendam politik ini. Aku ingin kau melakukan itu. Kau  mungkin bisa menyelesaikan yang tidak bisa kuselesaikan.


Seja keluar dari kediaman Gyeongjong dan bertemu Tuan Cho dan Tuan Lee.

Tuan Lee : Apakah Anda tahu? Raja memberi Anda kendali atas pengawal raja.

Seja : Aku telah menerima perintah untuk menyelesaikan semuanya dan mencari bukti.

Tuan Cho dan Tuan Lee lega mendengarnya.


Ji Gwang mengajak pengawalnya kabur setelah mendengar Saheonbu menangkap Byung Joo.


Dal Moon dan Goon Tae sedang mematai2 bangsawan Tiongkok yang memberikan Mil Poong racun.

Bangsawan2 Tiongkok itu naik ke atas kapal dan bersiap kabur.


Ji Gwang dan pengawalnya lagi mengemasi uang mereka tapi kemudian mereka mendengar ribut2 diluar.


Ji Gwang dan anak buahnya bergegas keluar.

Diluar, Moon Soo dan pasukannya sudah menunggu.

Perkelahian pun tak terelakkan.


Dal Moon sendiri dan anak buahnya yang telah berada di kapal terlebih dahulu juga sedang berusaha menangkap bangsawan Tiongkok itu.

Goon Tae tersudut. Dal Moon yang melihatnya bergegas menolong Goon Tae.

Lalu si bangsawan berusaha menyerang Dal Moon tapi Dal Moon berhasil melumpuhkannya.

"Apa maumu?"

Dal Moon berkata, ia mau si bangsawan bersaksi tentang kejahatan Mil Poong.


Moon Soo dan Ji Gwang bertarung.

Moon Soo berhasil melukai Ji Gwang.

Saat ia mau menebas Ji Gwang, pengawal Ji Gwang menusuknya dengan pisau.

Moon Soo terjatuh.

Sekali lagi, pengawal Ji Gwang berusaha menusuk Moon Soo dengan pisaunya yang lain.

Tepat saat itu, Seja datang dan menembakkan panahnya ke pengawal Ji Gwang.

Moon Soo terkejut melihat Seja.


Seja juga menembakkan panahnya ke Ji Gwang.

Ji Gwang langsung jatuh dan mengerang kesakitan.

Bersambung ke part 4.............

No comments:

Post a Comment