Friday, April 26, 2019

Haechi Ep 16 Part 1

Sebelumnya...


Mil Poong yang bersembunyi di salah satu sudut istana, menangis. Lalu, ia teringat kenangan buruknya saat ia masih kecil.

Flashback...

Mil Poong menangis dan meminta maaf berkali-kali pada sang ayah.

Tapi sang ayah terus saja memarahinya karena ia masih belum bisa membaca.

"Bagaimana kau akan mengeklaim takhta kalau lamban!" teriak sang ayah.

"Maafkan aku. Maafkan aku, Ayah!" tangis Mil Poong.

"Aku ini keturunan bangsawan. Ini bukan kehidupan yang seharusnya kujalani. Negara ini bukan milik Yang Mulia. Ini milik kakek buyutku, ayahku, dan aku!" teriak ayah Mil Poong.

"Aku belum lupa! Aku tahu benar soal itu!" ucap Mil Poong.

"Namun, kau belum memenuhi standarku. Mana bisa aku memercayaimu? Tidak ada yang akan berpikir kau pantas menjadi raja!"

Flashback end...


Seorang penjaga memergoki Mil Poong.

Mil Poong pun berdiri dan mendekati si penjaga.

Si penjaga syok dan langsung gemetaran mengetahui itu Mil Poong.

Namun belum sempat meminta bantuan, Mil Poong sudah keburu menusuknya.

Mil Poong lalu mengusap wajahnya dengan tangan yang berlumuran darah.


Seja bertanya2, apa yang coba dilakukan Mil Poong di istana.

Lalu ia menyuruh Kepala Pengawal Kerajaan memerintahkan tentara untuk menjaga istana Raja, Ratu dan Daebi Mama.

Setelah itu, Seja beranjak pergi diikuti Tuan Lee.


Para penjaga membunyikan gong sebagai tanda bahaya.


Gyeongjong yang mendengar itu, langsung tanya pada orang diluar, ada apa.

Seonui masuk dengan wajah cemas.

"Cheonha."


Daebi Mama yang mendengar bunyi gong juga keluar dari istananya.


Para prajurit yang masih berada di kediaman Mil Poong, bergegas kembali ke istana begitu mendengar bunyi gong.


Sementara Tan, kini ada di depan dapur tabib. Ia bersandar di sebuah pilar dan mengeluarkan bungkusan kain. Sepertinya Tan berniat meracuni obat2an yang ada di dapur tabib.


Seja menemukan jasad pria yang ditusuk Tan.

Cemas, Seja pun memutuskan kembali ke istana kakaknya.


Gyeongjong dan Seonui keluar. Kepala Pasukan Kerajaan melaporkan bahwa Tan ada di dalam istana.

Tan kemudian muncul di belakang Gyeongjong. Pasukan pengawal langsung mengepungnya.

Kasim menyuruh Kepala Pasukan melindungi Gyeongjong dan Seonui.

Kepala Pasukan langsung menyuruh keduanya mundur.


Seja datang.

"TAAAN!"

Seja langsung mencabut pedangnya dan mengarahkannya pada Tan. Tapi Tan malah tertawa.

Tan lalu berkata, ia di sana bukan untuk menemui Gyeongjong tapi untuk menjemput Seja.

Tan : Aku akan pergi bersamamu. Kau pikir aku akan mati sendirian? Tidak! Kau tidak tahu betapa aku memujamu. Aku akan membawamu bersamaku. Jika aku mati, aku akan mati denganmu.

Tan tertawa lagi, bahkan sampai memukul2 tanah.

Seja pun heran.


-Episode 16, Jejak Kejahatan-


Dal Moon mengunci Yoon Young di sebuah rumah.

Yoon Young marah, buka pintu! Kubilang, buka pintu!

"Aku akan memilih mati jika aku mau! Ini pilihan yang harus kubuat! Jika Pangeran Mil Poong gagal menjadi raja, hidupku sama seperti sudah berakhir."

Dal Moon pun pergi.


Goon Tae menghampiri Dal Moon.

"Hyungnim." ucap Goon Tae cemas.

"Biarkan aku menitipkan dia di sini sementara." pinta Dal Moon.


Yoon Young menangis.

"Aku tidak bisa kembali menjadi Bok Dan. Jika aku harus kembali ke diriku yang lama, lebih baik aku mati."


Moon Soo cs menyeret Ji Gwang cs ke Saheonbu.

Sampai disana, mereka bertemu Byung Joo yang juga baru diseret kesana.

Melihat Byung Joo, Ji Gwang marah dan langsung memukul Byung Joo.

Ji Gwang marah karena ikut kena imbasnya karena Byung Joo gagal menjalankan tugas.

A Bong dan Jang Dal menghentikan Ji Gwang.


Moon Soo lantas mendekati Ji Gwang.

"Beraninya kau bersikap seperti itu disini!"

Moon Soo lantas menyuruh A Bong dan Jang Dal membawa Ji Gwang masuk.


Lalu Moon Soo mendekati Byung Joo.

"Kini, kau diremehkan bahkan oleh rakyat jelata. Karena itu seharusnya kau hidup dengan benar saat punya kesempatan." ucap Moon Soo.

Moon Soo lalu menyuruh rekan2nya yang lain membawa Byung Joo ke ruang interogasi.


Inspektur Senior keluar dan melihat bagaimana junior mereka menyeret Byung Joo.

Byung Joo menatap mereka dengan penuh kekesalan.


Tan juga diseret dari istana.

Tuan Jo, Tuan Min, Tuan Lee beserta anggota Noron lainnya memperhatikan Tan.


Seja juga memperhatikan Tan.

Tan tersenyum.


Sementara itu, Seja teringat kata2 Tan.

"Aku keturunan langsung dari Pangeran So Hyeon. Taktha itu seharusnya milikku dan milik ayahku! Aku akan menjadi raja, Pangeran Yeoning. Karena itu aku kembali."


Lalu Tan ingat bagaimana ia membunuh Hwon.


Dan Seja ingat saat ia menemukan Hwon yang sudah terkapar di tanah.

Seja menangis, andwae!


Lalu Seja ingat saat ia mengatakan pada Tan, bahwa ia akan merebut tahta.


Paginya, pasukan berkuda melintas di tengah pasar.

Sementara para prajurit tengah menginterogasi dua wanita di kediaman Mil Poong.

Si pendongeng mengintipnya.


Goon Tae melaporkan bahwa Yoon Young sudah agak tenang.

Lalu si pendongeng datang. Dengan wajah berseri2, ia memberitahu soal kediaman Mil Poong yang berantakan

Dal Moon tanya, apa para prajurit masih mencari seseorang.

"Maksudmu wanita kejam yang menjadi simpanan Pangeran Mil Poong Dia, bukan? Dia pernah menjadi selir Kim Chang Joong. Lalu dia jatuh cinta dengan Pangeran Mil Poong." jawab si pendongeng.

Goon Tae yang kasihan pada Dal Moon pun langsung menyuruh si pendongeng berhenti bicara.


Dal Moon kemudian masuk ke ruang informasi mereka.

Goon Tae menyusul Dal Moon.

Goon Tae : Wanita jahat itu. Sang selir. Gara-gara wanita itu. Wanita bernama Yoon Young, yang adalah kekasih Pangeran Mil Poong. Aku tidak memahami dengan jelas kenapa kau memedulikan wanita seperti dia. Tapi aku akan melindungi dia dengan baik sampai keadaan aman untuk dia.

Dal Moon : Aku tahu ini salah. Dia juga harus membayar atas perbuatannya. Itu benar. Dia wanita jahat. Seorang selir. Itulah dirinya. Dia wanita yang akan berbuat apa pun demi mendapatkan kehendaknya. Dia juga menghasut Pangeran Mil Poong untuk berbuat jahat. Tapi jika dia lebih berkecukupan ketika dilahirkan, dia mungkin tidak akan membuat keputusan seperti itu. Jika aku bisa memberikan apa yang dia inginkan...

Goon Tae : Hyungnim...

Dal Moon : Karena itu aku tidak bisa melihat dia mati. Aku tidak melakukan apa-apa untuk dia. Aku tidak bisa melihat dia kehilangan nyawa di depan mataku.


Seja ke Departemen Keadilan. Sampai disana, ia langsung disambut belasan petugas.


Seja : Ini sudah pasti? Kita yakin tidak ada tanda-tanda kudeta tambahan?

Kepala Pasukan : Pangeran Mil Poong menyerang istana sendirian tadi malam. Tidak ditemukan pergerakan militer yang lain.

Seja : Bagaimana para Penjaga Istana dan Menteri Perang?

"Dewan Keamanan Nasional telah memberi perintah untuk para Penjaga Istana agar menjaga Istana Raja." jawab yang lain.

"Menteri Perang menjaga gerbang istana untuk memperkuat keamanan kita." tambah lainnya.

Seja : Bagaimana dengan Hanseongbu dan biro kepolisian?

Tuan Cho : Aku telah memberi perintah untuk meningkatkan keamanan dalam kota.

Seja : Jangan lengah sampai semua terungkap dengan jelas. Perintah darurat untuk mengumpulkan tentara sudah diberikan. Bekerjalah lebih keras pada keamanan agar rakyat tidak khawatir.

Mereka semua mengerti.


Dan sekarang, Seja bicara dengan Tuan Lee dan Tuan Cho.

Seja : Kudengar Saheonbu menginterogasi Wi Byung Ju dan Do Ji Gwang.

Tuan Lee : Mereka bilang investigasi akan segera berakhir.

Tuan Cho : Kami pasti akan menemukan siapa dalang di balik kasus ini.

Seja : Bagaimana dengan Pangeran Mil Poong? Dia mengakui kejahatannya?

Tuan Lee dan Tuan Cho terdiam.

Bersambung ke part 2...........

No comments:

Post a Comment