Saturday, April 27, 2019

Haechi Ep 16 Part 3

Sebelumnya...


"Istana Ibu Suri"

Gyeongjong menemui Daebi Mama. Daebi tanya, apa keputusan Gyeongjong sudah bulat? Ia juga minta Gyeongjong tidak lagi menguji Seja seperti kemarin.

Gyeongjong : Sudah kuduga Anda akan mencemaskan hal semacam itu. Itu sebabnya aku menemui Anda lebih dahulu. Serta, aku butuh bantuan.

Daebi : Bantuan dariku?


Daebi langsung mengunjungi istana Seja.

Seja : Ada apa datang kemari? Anda seharusnya memanggilku ke istana Anda.

Daebi : Tidak masalah jika aku menemuimu atau sebaliknya. Aku ingin menyampaikan pesan dari Raja hari ini.


Gyeongjong memanggil Tuan Min dan Tuan Jo. Ia berkata, punya perintah khusus.

Gyeongjong : Hari ini, Seungjeongwon akan mengumumkan bahwa aku telah memerintahkan pemerintahan perwakilan kepada Putra Mahkota.

Sontak keduanya kaget. Tuan Jo tidak setuju.

Gyeongjong menegaskan, kalau keputusannya sudah bulat dan itu bukan lagi jebakan untuk memojokkan Seja.

Gyeongjong : Jadi, sebagai kepala Soron dan Noron, aku mau kalian sepakat. Aku ingin meredakan polemik di istana ini dengan tindakan ini.


Seja menolak keputusan Gyeongjong.

Daebi mengatakan, Gyeongjong memintanya untuk menyampaikan itu karena tahu Seja akan menolak.


Daebi lalu ingat kata2 Gyeongjong saat menemuinta tadi.

Gyeongjong : Anda pasti juga mengatahui ini. Ayah tidak mewariskan takhtanya kepadaku, melainkan Putra Mahkota. Aku akan mengajari Putra Mahkota untuk memimpin. Aku ingin mendiskusikan masa depan kerajaan ini dengannya. Aku telah dilahirkan dan dibesarkan di istana ini. Aku kurang mumpuni, tapi aku adalah raja. Sebagai Raja, bukankah setidaknya aku bisa mengajarkan sesuatu kepada Putra Mahkota?

Daebi tersenyum mendengarnya.

Flashback end...


Daebi bilang pada Seja, bahwa Gyeongjong bersungguh2 dan meminta Seja tidak berpikiran negatif tentang pemerintahan perwakilan.

Daebi : hanya perlu setia kepadanya.

Seja tetap berat menerimanya.

Daebi lalu memegang tangan Seja.

Daebi : Ini pasti wasiat mendiang Raja. Dan aku ingin melihat sepasang saudara beraliansi untuk mendiskusikan masa depan kerajaan ini di istana ini.


Seja pergi menemui mendiang ayahnya.


Lalu ia teringat kata2 Gyeongjong tentang ayah mereka yang menginginkan ia menjadi penerus tahta.

Setelah itu, ia teringat kata2 ayahnya dan kata2 ia pada ayahnya.

Flashback....


Sukjong memanggil Yeoning ke istana diam2.

Yeoning : Jawaban apa yang Anda inginkan? Anda ingin aku meminta maaf karena tidak mati saat itu atau...

Sukjong : Kau bahagia? Kau menghancurkan dirimu sendiri saat aku menghinamu. Dan kau bahagia? Kau bisa saja hidup dengan baik dan membuktikannya. Terlepas dari fakta bahwa ibumu seorang rakyat jelata, kau tetap bisa berdiri tegar dan hidup dengan layak. Tapi kenapa kau hidup seperti itu? Kenapa hanya itu yang bisa kau lakukan?

Yeoning : Kenapa aku hidup seperti ini? Aku terlalu hebat sampai terpaksa hidup seperti ini, Yang Mulia. Aku tidak bisa melakukan apa pun meskipun sudah berusaha.

Sukjong : Itulah dirimu, Pangeran Yeoning. Maka itu makin menyakitiku tiap kali kulihat betapa mumpuninya dirimu untuk menjadi raja. Aku akan mati sebentar lagi, Pangeran Yeoning. Tapi sebelum aku mati, bisakah kau tunjukkan pada dunia semua sifat baik yang selama ini kulihat? Aku bertanya apakah kau bisa mengurus dirimu dengan lebih baik dan tunjukkan pada dunia betapa terhormatnya dirimu.

Flashback end...


Seja menangis.


Besoknya, Seja mulai duduk di tahta. Gyeongjong menyediakan satu kursi lagi untuk Seja di depannya.

Seja : Mulai hari ini, saya akan menjalankan perintah Raja dan mendiskusikan urusan negeri kita bersama kalian semua. Saya masih harus banyak belajar. Maka itu, saya menantikan untuk belajar dari kalian semua.


Seja pun memulai diskusinya.

Seja : Tindakan pertama saya untuk pemerintahan perwakilan, saya harus menjalankan perintah Raja dan menerima permintaan dari Kepala Seksi Yoon untuk menunjuk anggota tiga agensi. Saya akan memulainya dengan memperbarui anggota Saheonbu. Maka, saya akan mengganti inspektur kepala saat ini. Dan sesuai dengan permintaan Kepala Seksi Yoon, saya akan menunjuk Lee Gwang Jwa, wakil menteri pajak saat ini, sebagai inspektur kepala yang baru.


Tuan Min protes, tapi langsung di skak Seja. *Mampus

Seja : Ada pesan untuk inspektur kepala yang baru, Lee Gwang Jwa. Negeri ini menjadi begitu korup karena Saheonbu gagal menjalankan tugasny dalam mengawasi para pejabat pemerintah dan menegakkan hukum secara adil. Maka itu, saya ingin menunjuk Anda dengan tanggung jawab yang besar untuk mengubah Saheonbu. Jadi, saya harap Anda akan memenuhi kewajiban Anda dan sepenuhnya setia pada kerajaan.


Tuan Lee menerimanya.


Para inspektur Saheonbu mulai berkumpul di lapangan untuk menyambut Inspektur Kepala mereka yang baru.

Petugas Joo : Apa hidupku akan berubah mulai sekarang?

Moon Soo : Inspektur Joo, diamlah.

Petugas Joo : Apa? Inspektur Joo?


Tuan Lee datang. Mereka mau membungkuk, memberi hormat, tapi dilarang Tuan Lee. Tuan Lee bilang, mulai sekarang, mereka akan menyingkirkan formalitas yang tidak penting itu.

Tuan Lee : Tepat pukul 7.00, setelah semuanya selesai sarapan, kita akan mengadakan rapat di Daejangcheong.

Tuan Lee masuk.

Inspektur Senior langsung kesal.


Petugas Yoon datang.

"Bagaimana menurut kalian? Dia bilang jangan membuang waktu untuk formalitas belaka dan fokus bekerja saja."

"Yoon Hyuk Naeuri." sapa Moon Soo.

"Inspektur Park." balas Petugas Yoon, lalu mendekati Moon Soo.

Moon Soo pun tanya apa yang terjadi. Kenapa Petugas Yoon memakai seragam lagi.

Petugas Joo : Bukankah itu untuk ketua tim?

Petugas Yoon : Ini rupanya. Ya, aku kembali. Ini penunjukan anggota pertama oleh Inspektur Kepala baru. Aku baru saja membiasakan diri menjadi Kepala Seksi, tapi aku diminta untuk kembali.

Inspektur Senior pun lemas.

"Tidak kusangka Lee Gwang Jwa menjadi Inspektur Kepala." ucap mereka.


"Tidak kusangka Yoon Hyuk menjadi Ketua Tim." tambah Petugas Joo.

"Senang melihat Anda kembali." ucap Moon Soo.

"Kurasa bekerja di Saheonbu akan makin seru sekarang. Aku merindukan kalian semua." jawab Petugas Yoon.

Lalu mereka yang mendukung Seja pun tertawa.


Tuan Min menemui Seja setelah mereka selesai diskusi.

Tuan Min : Memang, sudah seharusnya kami menerima keputusan pertama Putra Mahkota sebagai wakil Raja. Tapi tidak kusangka Anda menggunakan peluang itu demi menyerang Saheonbu.

Seja : Menyerang? Itu istilah yang cukup kejam. Aku hanya berusaha memperbarui tata tertib Saheonbu.

Tuan Min : Pemimpin baru belum cukup untuk mengubah seisi organisasi. Aku yakin Anda tahu itu.

Seja : Ya, tentu saja. Itu sebabnya aku berniat untuk bertindak lebih dari sekadar mengganti pemimpin mereka.


Seja beranjak pergi tapi Tuan Min membicarakan Mil Poong.

Tuan Min : Ini sebabnya Pangeran Mil Poong seharusnya tidak tertangkap malam itu. Aku mengatakan ini karena melihatnya di Istana malam itu. Aku heran kenapa dia tidak kabur, padahal dia punya cukup waktu. Sayang sekali.

Seja kaget.

Seja : Kau melihat Pangeran Mil Poong malam itu?

Tuan Min : Secara resmi, aku tidak mengetahui kejahatannya. Maka itu, tidak ada alasan bagiku untuk melaporkan dia.

Seja : Maksudmu apa mengatakan Pangeran Mil Poong seharusnya bisa melarikan diri?


Seja pun langsung menemui Tuan Cho.

Seja tanya, pukul berapa para petugas lembaga persidangan khusus mendapati Pangeran Mil Poong?

Tuan Cho : Selagi waktu anjing.

Seja : Waktu anjing, Dari pukul 19.00 hingga 21.00.

Tuan Cho : Kurasa begitu. Tapi kenapa Anda bertanya?

Seja : Artinya Min Jin Hoon benar. Pangeran Mil Poong memasuki Istana sekitar pukul 20.00. Tapi dia ditangkap pengawal raja sekitar pukul 22.00. Kau mengerti? Dia masih sempat untuk melarikan diri. Tapi dia tetap berada di Istana. Kenapa demikian? Apa yang dia rencanakan?


Di tempat pengasingannya, Mil Poong berkata, kalau ia yakin Yoon Young tahu apa yang harus dilakukan.

"Ini bukanlah akhir bagi kita." ucap Mil Poong, lalu tertawa.


Yoon Young berniat pergi. Goon Tae tanya, dia mau kemana. Yoon Young bilang ia mau keluar sebentar dan akan segera kembali.


Gyeongjong kesakitan setelah menenggak obatnya.


Seja dan Tuan Cho bicara di halaman istana. Seja menyuruh Tuan Cho memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengumpulkan semua informasi.

Tuan Cho mengerti dan langsung pergi.

Seja kemudian memikirkan Mil Poong yang tersenyum saat ditangkap. Lalu ia ingat kata2 Tuan Min tadi soal Mil Poong, serta kata2 Dal Moon yang mengatakan melihat Mil Poong senyum saat dibawa menuju pengasingan.

Seja bertanya-tanya, apa yang Mil Poong rencanakan.


Kasim lalu memanggil Seja.


Seja kaget mendengar penjelasan tabib kalau Gyeongjong pingsan setelah minum obat. Seja pun marah ketika tabib mengaku tidak bisa mendeteksi penyakit Raja.


Ja Dong lalu datang dan tanya kenapa Seja ke dapur tabib.


Ja Dong pun cerita soal darah yang menempel di pilar dapur tabib.

Tak lama kemudian, Seja pun sadar apa rencana Mil Poong.


Gyeongjong batuk darah. Seonui pun menyuruh Gyeongjong minum obat tapi habis minum obat itu, Gyeongjong malah makin parah.

Tuan Jo menyuruh kasim memanggil tabib.


Tak lama, Seja datang dan mencampakkan obat yang diminum Gyeongjong.

Seonui marah.

Seja : Hancurkan semua obat dari rumah sakit kerajaan! Jangan berikan obat apapun dari sana pada Yang Mulia!

Bersambung....

No comments:

Post a Comment