Tuesday, April 30, 2019

Haechi Ep 17 Part 1

Sebelumnya...


Ja Dong ngasih tahu Seja kalau jejak darah ditemukan di pilar rumah sakit kerajaan. Seja kaget, jejak darah?

Ja Dong : Rumah Sakit Kerajaan meminta ini dibersihkan, jadi, Kantor Pemeliharaan membersihkannya beberapa hari lalu.

Tak lama kemudian, Seja pun sadar apa yang sudah dilakukan Mil Poong.


Seorang tabib yang mematai-matai Seja, langsung memberi laporan pada Yoon Young.


Sementara itu, Gyeongjong batuk darah. Tuan Jo menyuruh kasim memanggil tabib.

Seonui menyuruh Gyeongjong meminum obat, tapi baru minum sedikit, Gyeongjong kembali batuk darah.

Lalu Seja datang dan melarang keras mereka memberikan obat apapun dari rumah sakit kerajaan.


Seja lantas memangku Gyeongjong dan meminta Gyeongjong membuka mata.

Melihat sikap Seja, Tuan Jo marah.

Tuan Jo : Putra Mahkota, tolong mundur. Anda tidak diperbolehkan menyentuh Yang Mulia seperti itu!

Seja : Aku tidak bisa melakukan itu! Kita tidak punya waktu untuk ini!

Tuan Jo : Apa yang Anda bicarakan? Keadaan Yang Mulia sangat buruk sekarang. Sangat tidak pantas Anda membuang obatnya seperti itu. Kenapa Anda melakukan itu? Untuk alasan apa?


Dayang yang meracuni Raja atas perintah Mil Poong, meminta imbalasnnya pada Yoon Young. Ia berkata, ia sudah mempertaruhkan nyawanya melakukan itu dan ingin memeriksa hadiahnya.


Seja berkeras ada yang salah dengan obat Raja. Tuan Jo tidak percaya. Ia tanya, atas dasar apa Seja bicara begitu.

Seja : Aku juga tidak yakin. Tapi di malam Pangeran Mil Poong ditahan, dia mungkin telah pergi ke Rumah Sakit Kerajaan. Kau paham? Karena itu kita tidak boleh membiarkan obat apa pun masuk sampai semuanya jelas.

Tuan Jo kaget.


-Episode 17, Tugas yang Menyedihkan-


Moon Soo ke istana, atas perintah Seja. Sampai disana, ia melihat beberapa prajurit berlarian dan Kepala Pasukan Pengawal Kerajaan keluar dari istana Seja. Ia langsung tahu ada yang tidak beres.


Moon Soo menemui Seja.


Tuan Min membuka pintu dan menemui anggotanya.

Tuan Min : Yang Mulia tidak sadarkan diri? Kenapa ini tiba-tiba terjadi? Panggil tabib kerajaan. Kita harus cari tahu apa yang terjadi. Kita harus cari tahu kenapa Putra Mahkota menghentikan obat Yang Mulia.


Moon Soo kaget, ia tanya apa Seja yakin itu darah manusia.

Ja Dong menjelaskan, kalau ia tak yakin pada malam hari, tapi saat memeriksa lagi besok paginya, ia pun sadar itu bukan darah hewan.


Seja berkata, bahwa mereka tidak bisa yakin soal ini hanya karena itu. Namun Mil Poong sangat terpojok malam itu.

Seja : Jika dia mengunjungi Rumah Sakit Kerajaan... Lee Tan membeli racun mematikan dari Dinasti Qing. Mungkin dia memberikan itu pada Rumah Sakit Kerajaan.


Dan memang benar, dalam flashback, diperlihatkan Mil Poong yang berdiri di depan rumah sakit kerajaan dan memberikan racun itu pada salah satu tabib wanita.


Moon Soo : Jadi, maksud Anda penyakit mendadak Yang Mulia, mungkin ada hubungannya dengan Pangeran Mil Poong.

Seja : Dia terpojok. Dia mungkin benar-benar menggunakan racun itu. Karena itu kau harus menyelidiki Pangeran Mil Poong, Wi Byung Joo, dan Do Ji Gwang lagi.

Moon Soo berkata, ada satu orang lagi yang harus mereka interogasi yaitu Yoon Young.


Yoon Young kembali ke tempat Dal Moon.

Dal Moon sudah menunggunya.

Dal Moon : Kau habis dari mana?

Yoon Young : Dari luar. Aku merasa sesak, jadi, aku mencari udara segar.

Dal Moon : Kota masih berbahaya. Para tentara mencari dirimu.

Yoon Young : Katamu kau akan melindungi aku. Katamu kau akan membantuku. Aku akan jujur mengenai hari itu. Aku membenci dirimu karena kupikir kau menghancurkan segalanya. Tapi kusadari bahwa aku hanya memikirkan diri sendiri. Senang rasanya masih hidup. Aku merasa punya harapan. Aku bersyukur ada kau.


Seja mengumumkan, kalau ia akan mengambil alih tahta sampai Gyeongjong pulih.

Lalu ia meminta istana menemukan penyebab sakitnya Gyeongjong.

Tuan Min tanya, kenapa Gyeongjong tidak boleh menerima obat dari Rumah Sakit Kerajaan. Tuan Min mengaku, ia mendengar rumor aneh bahwa Seja yang memerintahkan itu.

Seja mengakuinya. Ia mengaku, curiga ada racun dalam obat mereka.


Sontak, para pejabat heboh. Dan Tuan Jo menatap Seja penuh kebencian.


Tuan Lee kaget mendengar cerita Moon Soo soal Seja yang mencurigai Rumah Sakit Kerajaan.

Dia tiba-tiba menginvestigasi Rumah Sakit Kerajaan karena itu?

Tuan Lee : Kalau begitu, mencurigai racun bisa dimengerti. Tapi tahukah kau  seberapa besar ini akan membebani Yang Mulia?

Moon Soo bingung, beban?


Tuan Jo bertanya, bagaimana kalau tidak ada racun dalam obat Gyeongjong. Seja kaget dengan pertanyaan Tuan Jo. Tuan Jo menjelaskan, jika tidak ada racun, mereka akan kehilangan kesempatan menyembuhkan Gyeongjong dengan obat. Seja berkata, sudah memanggil tabib di seluruh negara. Tuan Jo tak setuju. Ia bilang, mereka sudah punya Rumah Sakit Kerajaan jadi tidak perlu membawa tabib lain.

"Itu tidak masuk akal. Ada banyak tabib yang terampil di luar sana." jawab Seja.

"Aku sungguh minta maaf, Yang Mulia. Tapi apa Anda berniat menyembuhkan penyakit Yang Mulia?" tanya Tuan Jo.


Sontak Seja kaget dan kesal dituding sengaja menghentikan pengobatan Gyeongjong untuk membunuh Gyeongjong. Tangannya bahkan sampai gemetaran karena kesal. Tapi ia berusaha menahan emosinya.

Seja : Kau mengucapkan  kata yang sangat merendahkan. Tidak akan aneh jika aku menghukummu di sini karena mengucapkan kata yang sangat kasar. Namun, akan kubiarkan ini untuk sementara. Aku yakin kau mengatakan itu karena setia pada Yang Mulia. Seperti dirimu, menyelamatkan Yang Mulia lebih penting untukku juga.


Keluar dari balai istana, Seja dipanggil Tuan Min yang memang sengaja menunggunya. Tuan Min menyarankan Seja untuk mendengarkan kata2 Tuan Jo.

Tuan Min: Aku sudah menemui tabib kerajaan di Rumah Sakit Kerajaan. Dia mengatakan Yang Mulia tidak menunjukkan gejala penyakit belakangan ini. Seperti yang Anda katakan, itu tampak mencurigakan seolah-olah racun digunakan.

Seja : Tapi kau tetap berkeras bahwa aku harus menuruti Ketua Mahkamah Agung?

Tuan Min : Bagaimana jika Anda tidak bisa membuktikan racun telah digunakan dan tidak bisa mengungkap kebenaran mengenai Pangeran Mil Poong? Bagaimana jika kita tidak bisa mengobati Yang Mulia bahkan melalui tabib pribadi dari luar?

Seja : Tidak. Akulah yang akan disalahkan. Jika itu terjadi, banyak orang akan mencurigaiku, seperti yang Jo Tae Koo lakukan. Namun, aku tidak melakukan ini hanya untuk membuktikan niat baikku. Bahkan jika niatku terdistorsi, aku tidak bisa mengabaikan sesuatu yang akan merugikan Raja.

Tuan Min : Terkadang, Anda harus tidak acuh. Bertanggung jawab bukan segalanya. Anda juga harus bisa menghindari tanggung jawab. Itu yang harus dilakukan penguasa, Yang Mulia. Jika Anda ingin menjadi raja suatu hari nanti, Anda harus menghindari jebakan.

Seja : Mampu untuk tidak acuh pada fakta yang jelas.

Tuan Min : Terkadang, itu bisa menjadi tanggung jawab sejati.

Seja tak habis pikir, Ketua Kongres....


Inwon mencemaskan Gyeongjong. Ia berharap Gyeongjong cepat siuman dan pulih.

Seonui marah. Ia mengaku tidak setuju dengan keputusan Seja yang melarang Rumah Sakit Kerajaan merawat Gyeongjong. Inwon meminta Seonui menunggu. Sudah ada tabib  disana.

Seonui : Memercayai mereka? Mana bisa aku melakukan itu? Jika Yang Mulia meninggal, siapa yang akan menjadi raja? Putra Mahkota.

Inwon marah, Ratu Seonui! Maksudmu Seja sengaja melakukan ini?

Seonui : Ya. Aku akan melakukan yang sama. Jika aku Seja.

Inwon : Kubilang cukup. Orang-orang mendengarkan kita.


Seonui tidak peduli dan pergi meninggalkan Inwon.

Diluar, Seonui ketemu Seja. Ia menatap Seja dengan penuh kebencian lalu beranjak pergi.


Inwon menyusul Seonui, tapi dibuat kaget dengan kehadiran Seja disana.

Inwon meminta Seja tidak mengambil hati kata2 Seonui tadi.

Seja : Tidak apa-apa. Anda tidak usah mencemaskan aku. Yang penting sekarang adalah kesehatan Raja.

Bersambung ke part 2...

Gk ngerti laa sy kenapa si Seonui ini benci banget sama Seja. Seja udah ngebuktiin ketulusannya berkali2 padahal, udah ngebuktiin kalau dia pantas jadi Raja, tapi si Seonui tetep aja gk rela Seja jadi penerus Raja....

Mana pake bilang, kalo dia jadi Seja, dia bakal ngebunuh Raja lagi... Ckckck....

No comments:

Post a Comment